Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout
Hai, Pengguna!
Masuk atau Daftar
Menu
Kategori
Home Tentang Kami FAQ Price List Service Center Pegacare+ Artikel Karir
Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
!MERCHANDISE!MESIN KASIRPEGA 3D FIGURINEPEGACARE+
Tech News ▼

Bukan Cuma Laptop Sekolah, Begini Cara ChromeOS Mengubah Pengelolaan Perangkat di Kelas

21-10-2026
Bukan Cuma Laptop Sekolah, Begini Cara ChromeOS Mengubah Pengelolaan Perangkat di Kelas

Kalau mendengar kata Chromebook, sebagian orang mungkin masih membayangkan laptop sekolah yang tugasnya sebatas membuka Google Classroom dan mengerjakan tugas. Padahal, perkembangan ChromeOS membuat perannya jauh lebih besar. Yang ditawarkan bukan cuma perangkat untuk siswa, tetapi ekosistem untuk mengatur bagaimana perangkat digunakan, diamankan, dan dimanfaatkan selama proses belajar berlangsung. Google sendiri menempatkan ChromeOS sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang mencakup perangkat, pengelolaan, keamanan, serta integrasi dengan Google Workspace dan Google Classroom. (Google, 2025)

Satu Konsol untuk Mengelola Banyak Perangkat

Bayangkan sebuah sekolah memiliki ratusan Chromebook yang digunakan bergantian oleh siswa dari beberapa kelas. Kalau setiap pengaturan harus dilakukan satu per satu, pekerjaan tim IT tentu cepat berubah menjadi pekerjaan yang melelahkan. Di sinilah Google Admin Console menjadi salah satu daya tarik utama ChromeOS. Perangkat yang sudah didaftarkan dapat dikelola dari pusat, mulai dari pembatasan pengguna, pemasangan aplikasi dan ekstensi, pengaturan jaringan, pembaruan perangkat, sampai penggunaan Chromebook sebagai perangkat khusus seperti kiosk. Kebijakan tersebut dapat diterapkan berdasarkan organisasi atau kelompok perangkat sehingga sekolah tidak harus memperlakukan semua Chromebook dengan konfigurasi yang sama. (Google, 2026)

Keuntungan lainnya terasa ketika perangkat berpindah tangan. Chromebook yang sudah enrolled akan tetap mengikuti kebijakan organisasi meskipun digunakan oleh pengguna berbeda. Jadi, ketika satu perangkat dipakai siswa kelas VII pagi hari lalu digunakan kelas lain setelahnya, sekolah tetap memiliki kendali atas konfigurasi perangkat tersebut. Google juga menyediakan mekanisme enrollment untuk menerapkan kebijakan perangkat secara konsisten, termasuk pada perangkat yang diatur dalam skala besar. (Google, 2026)

Guru Bisa Mengatur Fokus Belajar dari Perangkatnya

Pengelolaan ChromeOS sekarang bahkan masuk lebih dekat ke aktivitas guru di kelas. Melalui Class Tools, guru dapat membagikan situs, materi, atau tugas ke layar Chromebook siswa, memantau layar untuk melihat progres, membagikan tampilan siswa ke layar kelas, serta menggunakan live captions dan terjemahan. Fitur ini terintegrasi dengan Google Classroom sehingga daftar siswa dan tugas dapat digunakan dalam sesi pembelajaran. Google memperkenalkan Class Tools pada 2025 sebagai cara untuk membantu guru mengurangi waktu yang terbuang untuk mengatur perangkat dan mengembalikan fokus ke kegiatan belajar. (Google, 2025)

Dalam praktiknya, fitur seperti ini bisa berguna ketika guru ingin seluruh siswa mengerjakan materi yang sama. Guru dapat membagikan sumber belajar langsung ke perangkat siswa dan membantu menjaga mereka tetap berada pada materi yang sedang dibahas. Bahkan, fitur screen sharing memungkinkan guru melihat perkembangan pekerjaan siswa secara langsung. Untuk kelas yang memiliki kebutuhan bahasa beragam, live captions dan terjemahan juga dapat membantu materi lebih mudah diikuti. (Google, 2026)

ChromeOS Bekerja sebagai Sistem, Bukan Sekadar Laptop

Hal menarik lainnya adalah bagaimana ChromeOS menggeser cara sekolah memandang perangkat. Laptop tidak lagi berdiri sendiri sebagai barang inventaris, tetapi menjadi bagian dari sistem yang dapat dikonfigurasi dari pusat. Administrator dapat menentukan siapa yang boleh masuk ke perangkat, membatasi guest mode, mengatur aplikasi dan ekstensi, hingga menerapkan perangkat sebagai kiosk untuk kebutuhan tertentu. Pola seperti ini sangat relevan untuk laboratorium komputer, perpustakaan, ruang ujian, maupun kelas yang perangkatnya digunakan secara bersama. (Google, 2026)

Pengelolaan terpusat juga membuat aspek keamanan lebih mudah distandardisasi. Google menyediakan kebijakan perangkat dan pengguna yang dapat diterapkan pada Chromebook terkelola, sementara pembaruan ChromeOS dapat dikelola melalui sistem administrasi. Untuk institusi yang mengoperasikan banyak perangkat, konsistensi seperti ini bisa menjadi nilai penting karena administrator tidak perlu mengandalkan konfigurasi manual di setiap laptop. (Google, 2026)

Lalu, Seberapa Penting Spesifikasi Chromebook?

Meskipun pengelolaan adalah salah satu keunggulan utama ChromeOS, hardware tetap menentukan seberapa nyaman perangkat digunakan. Chromebook untuk siswa yang mayoritas dipakai membuka Classroom, dokumen, presentasi, dan situs pembelajaran tidak selalu membutuhkan konfigurasi kelas atas. Namun, ketika perangkat mulai digunakan guru untuk konferensi video, multitugas, pembuatan materi, atau pekerjaan berbasis AI, spesifikasi yang lebih tinggi menjadi masuk akal.

Acer Chromebook Plus 514, misalnya, menawarkan pilihan prosesor hingga AMD Ryzen 7520C, layar 14 inci WUXGA 16:10 beresolusi 1920 × 1200, konektivitas Wi-Fi 6E, HDMI, USB-C, dan kamera 1080p dengan fitur peningkatan berbasis AI. Konfigurasi tersebut membuat perangkat lebih cocok untuk kebutuhan produktivitas yang lebih serius dibanding Chromebook kelas dasar. Acer juga mencantumkan daya tahan baterai hingga 12 jam pada konfigurasi tertentu serta ketahanan MIL-STD-810H, dua faktor yang relevan ketika perangkat harus berpindah dari satu ruang kelas ke ruang lain sepanjang hari. (Acer, 2026)

Untuk kebutuhan yang lebih tinggi lagi, Acer Chromebook Plus Spin 514 membawa MediaTek Kompanio Ultra 910 dengan NPU, RAM hingga 16GB, layar sentuh hingga 2,8K, serta klaim daya tahan baterai hingga 17 jam berdasarkan pengujian Google. Kombinasi tersebut memperlihatkan bahwa Chromebook modern sudah bergerak jauh dari persepsi sebagai laptop sederhana untuk mengetik dan browsing. (Acer, 2025–2026)

Dari sisi harga, Chromebook Plus 514 dengan konfigurasi Ryzen 3 7320C, RAM 8GB, dan SSD 256 GB berada di kisaran Rp 6,2–7,6 jutaan berdasarkan estimasi harga pasar Indonesia yang diperbarui September 2026. Angka ini memberi gambaran bahwa sekolah tidak harus langsung masuk ke kelas laptop premium untuk mendapatkan perangkat ChromeOS dengan kemampuan produktivitas yang lebih tinggi. Pilihan perangkat dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelas, pengguna, serta skema pengadaan institusi. (SelvaScore, 2026)

Ketika Chromebook Dipakai untuk Jangka Panjang

Nilai ChromeOS juga semakin terasa ketika sekolah memikirkan siklus hidup perangkat, bukan hanya harga pembelian. Google melaporkan studi bersama Forrester pada 2024 yang memperkirakan penggunaan Chromebook bersama Google Workspace for Education Fundamentals dapat menghasilkan 223% ROI bagi institusi pendidikan dalam skenario penelitian tersebut. Angka ini menunjukkan bahwa efisiensi pengelolaan dapat menjadi bagian penting dari perhitungan biaya teknologi pendidikan, selain harga perangkat itu sendiri. (Google, 2024)

Itulah sebabnya pembelian Chromebook untuk sekolah idealnya tidak berhenti pada pertanyaan “RAM-nya berapa?” atau “prosesornya apa?”. Yang perlu dihitung adalah keseluruhan ekosistemnya: perangkat, pengelolaan, keamanan, aplikasi, kebutuhan guru, kebutuhan siswa, konektivitas, sampai layanan setelah pembelian. Dengan pendekatan tersebut, Chromebook dapat menjadi fondasi pengelolaan perangkat yang lebih terstruktur, bukan sekadar laptop yang kebetulan menggunakan ChromeOS.

Pegasus, Partner Teknologi Pendidikan dari Yogyakarta

Kebutuhan seperti ini tentu membutuhkan partner yang tidak hanya memahami spesifikasi laptop, tetapi juga mampu menerjemahkan kebutuhan sekolah menjadi solusi teknologi. PT Pegasus Nusantara Jaya Abadi, bagian dari Harrisma Group, merupakan perusahaan IT asal Yogyakarta yang telah berdiri sejak 2015 dan menangani pengadaan perangkat, konsultasi IT, smart class, serta solusi teknologi untuk institusi pendidikan. Situs resmi Pegasus juga mencantumkan Google for Education sebagai bagian dari layanan dan kemitraannya. (Pegasus Indonesia, 2026)

Pengalaman tersebut juga terlihat dari keterlibatan Pegasus dalam proyek teknologi pendidikan dan infrastruktur digital. Asian Development Bank mencatat PT Pegasus Nusantara Jaya Abadi sebagai kontraktor dalam proyek penyediaan peralatan microteaching dan smart classroom untuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (ADB, 2022) Sementara pada 2026, Pegasus juga terlibat dalam proyek Smart Workshop BPKP yang berkaitan dengan sinkronisasi perangkat dan pembangunan fasilitas digital. (BPKP DIY, 2026)

Dengan dukungan tersebut, Harrisma Group melalui PT Pegasus Nusantara Jaya Abadi hadir sebagai salah satu Google for Education Partner dari Yogyakarta untuk membantu sekolah, kampus, dan institusi pendidikan membangun ekosistem pembelajaran berbasis teknologi, bukan sekadar membeli perangkat. Jadi, ketika Chromebook mulai dilihat sebagai bagian dari sistem pendidikan digital, kebutuhan akan partner implementasi menjadi sama pentingnya dengan memilih laptopnya.

Tertarik mengetahui Chromebook, solusi smart class, maupun kebutuhan perangkat pendidikan yang sesuai dengan kondisi institusi Anda? Hubungi sales Pegastore.ID untuk mendapatkan rekomendasi perangkat dan solusi teknologi pendidikan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah atau kampus.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Artikel Lainnya
Jangan Cuma Lihat Spek! Ini 4 Seri Laptop MSI untuk Kebutuhan yang BerbedaJangan Cuma Lihat Spek! Ini 4 Seri Laptop MSI untuk Kebutuhan yang BerbedaNVIDIA RTX Spark Segera Hadir, Era Baru Laptop AI dengan Performa hingga 1 PetaflopNVIDIA RTX Spark Segera Hadir, Era Baru Laptop AI dengan Performa hingga 1 PetaflopBudget Terbatas? Intel Core Series 3 Bawa Harapan Baru untuk Laptop Harga Terjangkau Budget Terbatas? Intel Core Series 3 Bawa Harapan Baru untuk Laptop Harga Terjangkau Harga SSD Naik, Jangan Tergiur Storage Murah! Modus SSD Palsu Makin CanggihHarga SSD Naik, Jangan Tergiur Storage Murah! Modus SSD Palsu Makin CanggihASUS ROG Edition 20 Masuk Indonesia, Hadirkan PC Flagship hingga Mini PC 3 LiterASUS ROG Edition 20 Masuk Indonesia, Hadirkan PC Flagship hingga Mini PC 3 LiterWindows 11 Bakal Lebih Aman, Tapi Bisa Pengaruhi Performa Gaming? Ini PenjelasannyaWindows 11 Bakal Lebih Aman, Tapi Bisa Pengaruhi Performa Gaming? Ini Penjelasannya
Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat