Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout
Hai, Pengguna!
Masuk atau Daftar
Menu
Kategori
Home Tentang Kami FAQ Price List Service Center Pegacare+ Artikel Karir
Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
!MERCHANDISE!MESIN KASIRPEGA 3D FIGURINEPEGACARE+
Tech News ▼

NVIDIA RTX Spark Segera Hadir, Era Baru Laptop AI dengan Performa hingga 1 Petaflop

18-10-2026
NVIDIA RTX Spark Segera Hadir, Era Baru Laptop AI dengan Performa hingga 1 Petaflop

Laptop Windows sebentar lagi memasuki babak baru. NVIDIA sedang menyiapkan RTX Spark, platform yang menggabungkan CPU dan GPU dalam satu superchip untuk menghadirkan kemampuan AI lokal yang jauh lebih serius tanpa harus selalu mengandalkan cloud. Setelah diperkenalkan di COMPUTEX 2026 dan kembali dipamerkan di IFA 2026, laptop RTX Spark dijadwalkan mulai hadir pada Oktober 2026. NVIDIA menyebut platform ini mampu mencapai hingga 1 petaflop performa AI FP4 dengan memori terpadu hingga 128GB.

Apa Itu NVIDIA RTX Spark?

RTX Spark adalah platform komputasi baru NVIDIA untuk PC Windows yang menggunakan superchip N1X berbasis arsitektur Blackwell RTX dan CPU NVIDIA Grace. Konfigurasi tertingginya membawa GPU Blackwell dengan 6.144 CUDA core, CPU Grace 20-core, serta unified memory hingga 128GB. Berbeda dari laptop gaming konvensional yang menggunakan CPU dan GPU diskret sebagai dua komponen terpisah, RTX Spark mengintegrasikan keduanya melalui pendekatan system-on-chip dan koneksi NVLink-C2C. NVIDIA mengklaim desain tersebut dapat memberikan hingga 1 petaflop performa AI FP4, sementara konfigurasi N1X yang lebih rendah menggunakan 5.120-core GPU, CPU 18-core, dan memori terpadu hingga 64GB.

Menariknya, RTX Spark tidak dirancang hanya untuk AI. NVIDIA tetap membawa ekosistem CUDA, RTX, TensorRT, DLSS, Reflex, dan G-SYNC, sehingga perangkat ini diposisikan sekaligus sebagai laptop untuk gaming, pembuatan konten, pengembangan aplikasi, dan AI lokal.

Kenapa NVIDIA Membuat CPU + GPU dalam Satu Platform?

Jawabannya ada pada kebutuhan AI yang semakin membutuhkan perpindahan data dalam jumlah besar antara CPU dan GPU. Pada komputer tradisional, CPU dan GPU biasanya memiliki memori masing-masing sehingga data perlu dipindahkan melalui jalur antarkomponen. RTX Spark menggunakan memori terpadu yang dapat diakses CPU dan GPU secara koheren, sehingga pendekatannya lebih mirip dengan desain komputasi terintegrasi yang memang sejak awal dibuat untuk beban kerja AI. Teknologi NVLink-C2C menjadi bagian penting karena menghubungkan CPU dan GPU dengan bandwidth tinggi dan latensi rendah. Konsep ini sebelumnya sudah digunakan NVIDIA pada platform Grace Blackwell untuk komputasi AI, kemudian dibawa ke perangkat yang jauh lebih ringkas.

Dampaknya bukan sekadar angka benchmark. Ketika model AI membutuhkan data besar yang harus terus berpindah antara CPU dan GPU, memori terpadu dapat membantu mengurangi hambatan perpindahan data. Itulah alasan NVIDIA berani memasangkan kemampuan AI sebesar itu ke perangkat yang ditargetkan memiliki ketebalan sekitar 14 mm dan bobot mulai sekitar 3 pon atau 1,36 kg, tergantung desain laptopnya.

RTX Spark Bisa Melakukan Apa?

Kekuatan utama RTX Spark ada pada kemampuan menjalankan AI secara lokal. NVIDIA menempatkannya untuk menjalankan personal AI agents, large language models atau LLM, pembuatan konten, pemrosesan video, hingga aplikasi kreatif berbasis CUDA. ASUS, misalnya, menyebut ProArt P16 berbasis RTX Spark mampu menangani LLM hingga 120 miliar parameter, scene 3D berukuran lebih dari 90GB, serta pembuatan video AI 4K secara lokal.

Bayangkan seorang kreator video yang sedang mengembangkan konten. Alih-alih mengunggah seluruh material ke layanan cloud untuk menjalankan proses AI, sebagian pekerjaan seperti generation, upscaling, editing assistance, atau pengolahan model dapat dilakukan langsung di laptop. Untuk developer, pendekatannya bahkan lebih menarik karena model AI bisa diuji dan dikembangkan di perangkat sendiri sebelum dipindahkan ke server atau cloud untuk skala yang lebih besar. Konsep serupa sudah dibuktikan NVIDIA melalui DGX Spark, yang menggunakan arsitektur Grace Blackwell dan dapat menjalankan model hingga 200 miliar parameter secara lokal dengan 128GB unified memory.

Apa Bedanya dengan Laptop Gaming Biasa?

Perbedaan paling menarik justru ada pada filosofi desainnya. Laptop gaming biasa seperti MSI Raider atau Lenovo LOQ menggabungkan CPU dan GPU diskret yang masing-masing memiliki fungsi serta memori sendiri. Pendekatan ini sangat kuat untuk gaming karena GPU dapat diberikan daya besar untuk mempertahankan performa tinggi, tetapi konsekuensinya adalah kebutuhan pendinginan, konsumsi daya, dan ukuran perangkat yang lebih besar. RTX Spark mencoba mengambil arah berbeda: CPU Grace dan GPU Blackwell dirancang sejak awal sebagai satu platform yang lebih efisien untuk AI, sekaligus tetap mendukung gaming dan aplikasi RTX. NVIDIA bahkan menargetkan laptop RTX Spark dengan all-day battery life dalam desain tipis.

Namun, bukan berarti RTX Spark otomatis akan mengalahkan semua laptop gaming. PCWorld mencatat klaim NVIDIA hingga 100 FPS pada gaming 1440p dengan ray tracing sangat bergantung pada teknologi seperti DLSS dan frame generation. Jadi, untuk gamer yang mengejar performa native atau rasterization setinggi mungkin, laptop gaming dengan GPU diskret berdaya besar masih memiliki alasan kuat untuk dipilih.

Kenapa AI Lokal Semakin Penting?

AI lokal menjadi semakin menarik karena tidak semua pekerjaan ideal dilakukan di cloud. Ketika AI berjalan langsung di perangkat, data sensitif tidak selalu perlu dikirim ke server eksternal. Pengguna juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap koneksi internet dan model layanan yang menggunakan sistem berbasis token atau biaya pemakaian. NVIDIA sendiri memposisikan RTX Spark untuk menjalankan agen AI lokal yang dapat bekerja lebih dekat dengan file, aplikasi, dan aktivitas pengguna di perangkat.

Tetapi manfaat tersebut paling terasa bagi pengguna yang memang memiliki pekerjaan berat. Untuk mengetik dokumen, membuka spreadsheet, menonton video, atau memakai chatbot sesekali, laptop AI kelas ekstrem belum tentu memberikan nilai tambah yang sebanding dengan harganya. RTX Spark lebih masuk akal bagi kreator, developer, peneliti AI, profesional 3D, dan pengguna yang benar-benar membutuhkan pemrosesan AI lokal secara intensif. Bahkan TechRadar menilai kemampuan AI lokal RTX Spark saat ini masih cukup niche bagi konsumen umum.

Laptop RTX Spark Apa Saja yang Akan Muncul?

Gelombang pertama datang dari nama-nama besar. NVIDIA telah mengonfirmasi laptop RTX Spark dari ASUS, Dell, HP, Lenovo, Microsoft Surface, dan MSI, sedangkan Acer dan GIGABYTE akan menyusul. NVIDIA menargetkan ketersediaan mulai musim gugur 2026, dan perkembangan terbaru di IFA mempersempit peluncuran tersebut menjadi Oktober 2026.

ASUS sudah memamerkan ProArt P16 dan P14, sementara MSI sebelumnya memperkenalkan Prestige N16 Flip AI+ sebagai laptop 2-in-1 berbasis RTX Spark. HP juga menyiapkan OmniBook Ultra 16 dan OmniBook X 14. Dengan demikian, RTX Spark tidak hanya menyasar laptop gaming, tetapi juga perangkat premium untuk kreator dan profesional yang membutuhkan kombinasi performa AI, mobilitas, dan efisiensi.

Apakah RTX Spark Akan Masuk Indonesia?

Untuk saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai harga dan tanggal penjualan RTX Spark di Indonesia. NVIDIA memang sudah memiliki halaman RTX Spark untuk pasar Indonesia dan mencantumkan jajaran perangkat seperti Lenovo Yoga Pro 9n, Microsoft Surface Laptop Ultra, serta MSI Prestige N16 Flip AI+, tetapi halaman tersebut masih menyediakan opsi untuk mendapatkan notifikasi ketika laptop dan desktop RTX Spark tersedia.

Artinya, konsumen Indonesia sebaiknya belum menganggap Oktober sebagai tanggal pasti RTX Spark masuk pasar lokal. Peluncuran global bisa berlangsung lebih dahulu, sedangkan ketersediaan, konfigurasi, harga, dan distributor resmi tiap negara dapat berbeda. Untuk perangkat premium seperti ini, harga Indonesia juga berpotensi cukup tinggi, sehingga menunggu informasi resmi dari masing-masing merek tetap menjadi pilihan paling aman.

Sambil Menunggu, Laptop NVIDIA RTX di Pegastore Bisa Jadi Alternatif

Kalau kebutuhan utamanya adalah gaming, kreatif, dan akselerasi AI sekarang, sebenarnya tidak harus menunggu RTX Spark. Laptop dengan GeForce RTX yang sudah tersedia memberikan ekosistem RTX yang matang dan dapat langsung digunakan untuk aplikasi kreatif maupun fitur AI yang sudah tersedia saat ini.

MSI Stealth 16 AI+ B3WH-022ID untuk Kreator yang Juga Gaming

Di kelas premium, MSI Stealth 16 AI+ B3WH-022ID menarik karena membawa Intel Core Ultra 9 386H dengan NPU hingga 50 TOPS, GPU GeForce RTX 5070 Ti 12GB GDDR7 dengan daya hingga 125W, serta layar 16 inci QHD+ OLED 240Hz dengan cakupan 100% DCI-P3. Bobotnya sekitar 1,99 kg dengan baterai 90Wh, sehingga lebih cocok untuk pengguna yang ingin satu perangkat untuk content creation, editing, gaming, dan mobilitas tanpa masuk ke bodi gaming yang terlalu berat. Harganya di Pegastore saat ini Rp42.999.000, turun dari Rp47.499.000.

Lenovo LOQ 15AHP11 Jadi Pilihan Lebih Rasional untuk Gaming + AI

Kalau RTX Spark terasa terlalu mahal dan kebutuhan AI masih sebatas akselerasi aplikasi sehari-hari, Lenovo LOQ 15AHP11 jauh lebih rasional. Laptop ini menggunakan AMD Ryzen 7 250 dengan 8-core/16-thread dan NPU hingga 16 TOPS, kemudian dipadukan dengan GeForce RTX 5050 8GB GDDR7 115W yang menurut spesifikasi Pegastore mencapai 440 AI TOPS. Kombinasi tersebut sudah cukup relevan untuk gaming modern, editing, rendering, dan berbagai aplikasi kreatif yang memanfaatkan RTX tanpa harus membayar kelas flagship. Pegastore mencantumkan harganya Rp25.499.000 dengan garansi dua tahun.

MSI Raider 16 HX B2WI-023ID untuk Pengguna yang Mengejar Performa Maksimal

Sementara itu, MSI Raider 16 HX B2WI-023ID cocok untuk pengguna yang tidak terlalu memprioritaskan bobot dan lebih mengutamakan tenaga. Perangkat ini menggunakan Intel Core Ultra 9 275HX 24-core dengan boost hingga 5,4GHz dan GeForce RTX 5080 Laptop GPU 16GB GDDR7 dengan daya grafis hingga 175W. MSI bahkan menyediakan hingga 250W kombinasi daya CPU-GPU melalui OverBoost, ditambah layar QHD+ 240Hz 100% DCI-P3. Dengan bobot 2,45 kg dan harga Pegastore Rp49.999.000, laptop ini lebih tepat untuk gamer, kreator 3D, editor video, dan pengguna profesional yang memang akan memanfaatkan performa kelas atas tersebut.

RTX Spark bukan sekadar pengganti laptop gaming dengan GPU baru. NVIDIA sedang mencoba mengubah cara PC bekerja dengan membuat CPU, GPU, memori, AI, dan software lebih terintegrasi dalam satu platform. Jika ekosistem aplikasinya berkembang sesuai yang dijanjikan, laptop tidak lagi hanya menjadi alat untuk menjalankan aplikasi, tetapi bisa berubah menjadi komputer yang mampu menjalankan personal AI agent secara lokal dan membantu mengerjakan rangkaian tugas secara lebih mandiri. Namun, sampai produk benar-benar tersedia dan harga serta performanya bisa diuji secara independen, laptop RTX yang sudah matang di pasaran masih menjadi pilihan yang lebih aman untuk dibeli sekarang.

Kalau sedang mencari laptop RTX untuk gaming, editing, desain, AI, atau kebutuhan kerja profesional, kamu bisa konsultasikan kebutuhan dan budget ke tim sales Pegastore.ID untuk mendapatkan rekomendasi unit yang paling sesuai.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Artikel Lainnya
Budget Terbatas? Intel Core Series 3 Bawa Harapan Baru untuk Laptop Harga Terjangkau Budget Terbatas? Intel Core Series 3 Bawa Harapan Baru untuk Laptop Harga Terjangkau Harga SSD Naik, Jangan Tergiur Storage Murah! Modus SSD Palsu Makin CanggihHarga SSD Naik, Jangan Tergiur Storage Murah! Modus SSD Palsu Makin CanggihASUS ROG Edition 20 Masuk Indonesia, Hadirkan PC Flagship hingga Mini PC 3 LiterASUS ROG Edition 20 Masuk Indonesia, Hadirkan PC Flagship hingga Mini PC 3 LiterWindows 11 Bakal Lebih Aman, Tapi Bisa Pengaruhi Performa Gaming? Ini PenjelasannyaWindows 11 Bakal Lebih Aman, Tapi Bisa Pengaruhi Performa Gaming? Ini PenjelasannyaASUS Rilis ProArt P14 & P16 dengan RTX Spark, Kapan Masuk ke Indonesia?ASUS Rilis ProArt P14 & P16 dengan RTX Spark, Kapan Masuk ke Indonesia?Game Marvel's Iron Man EA Makin Terlihat, Ini Laptop yang Bisa Disiapkan dari SekarangGame Marvel's Iron Man EA Makin Terlihat, Ini Laptop yang Bisa Disiapkan dari Sekarang
Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat