Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout
Hai, Pengguna!
Masuk atau Daftar
Menu
Kategori
Home Tentang Kami FAQ Price List Service Center Pegacare+ Artikel Karir
Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
!MERCHANDISE!MESIN KASIRPEGA 3D FIGURINEPEGACARE+
Tech News ▼

Harga SSD Naik, Jangan Tergiur Storage Murah! Modus SSD Palsu Makin Canggih

27-09-2026
Harga SSD Naik, Jangan Tergiur Storage Murah! Modus SSD Palsu Makin Canggih

Harga SSD pada 2026 sedang berada dalam situasi yang cukup berbeda dibanding beberapa tahun terakhir. Setelah lama dikenal semakin murah dari waktu ke waktu, pasar penyimpanan kini justru menghadapi tekanan harga akibat meningkatnya kebutuhan NAND Flash, terutama dari server dan infrastruktur AI. TrendForce pada Juli 2026 memperkirakan harga kontrak NAND Flash naik sekitar 10–15% secara kuartalan pada kuartal III 2026, setelah kenaikan yang jauh lebih agresif pada periode sebelumnya. Tom's Hardware bahkan mencatat pada pertengahan 2026 bahwa sejumlah SSD mengalami kenaikan harga hingga lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. (TrendForce, 2026; Tom's Hardware, 2026).

Kondisi tersebut membuat penawaran SSD berkapasitas besar dengan harga supermurah terlihat semakin menggoda. Masalahnya, harga yang terlalu murah justru bisa menjadi tanda bahaya. Sebuah video yang beredar melalui akun GTID memperlihatkan perangkat berlabel 2TB dibongkar dan bagian dalamnya ternyata bukan susunan SSD seperti yang dibayangkan, melainkan papan adaptor dengan media berbasis microSD. Kasus semacam ini bukan sekadar konten viral. Sejak 2023, sejumlah investigasi sudah menemukan external SSD palsu yang menggunakan microSD atau flash berkapasitas jauh lebih kecil di balik casing yang dibuat menyerupai perangkat penyimpanan berkapasitas besar. (Tom's Hardware, 2023).

SSD Palsu Bukan Modus Baru, tetapi Caranya Makin Meyakinkan

Salah satu kasus yang pernah dibongkar pada 2023 memperlihatkan external SSD yang diklaim memiliki kapasitas 16TB, tetapi ternyata hanya menggunakan microSD 64GB pada sebuah papan sirkuit yang berfungsi sebagai adaptor USB. Bahkan ketika dilihat sekilas, casing aluminium dan informasi pada perangkat tersebut dibuat agar terlihat seperti produk penyimpanan sungguhan. Tom's Hardware memperingatkan bahwa listing semacam ini dapat terlihat meyakinkan bagi konsumen yang hanya memperhatikan kapasitas dan harga. (Tom's Hardware, 2023).

Kasus lain pada tahun yang sama menunjukkan external SSD 512GB palsu yang dibongkar dan ternyata menggunakan dua kartu microSD pada PCB sederhana. Yang lebih mencurigakan, konektor USB-C yang terlihat modern tersebut ternyata hanya bekerja melalui USB 2.0 sehingga performanya jauh dari ekspektasi SSD NVMe. (PCMAX, 2023).

Indonesia Juga Tidak Sepenuhnya Bebas dari Kasus SSD Palsu

Fenomena ini bukan hanya cerita dari luar negeri. Pada 2023, media Indonesia Sukabumi Update melaporkan pengujian sebuah portable SSD yang diklaim berkapasitas 30TB dengan harga sekitar ratusan ribu rupiah. Pengujian tersebut menunjukkan performanya hanya sekitar 14 MB/s, bahkan ketika digunakan untuk memindahkan data sebesar 244GB, prosesnya membutuhkan waktu sekitar 4 jam 49 menit. Setelah casing dibongkar, perangkat tersebut ternyata menggunakan microSD sekitar 58GB sebagai media penyimpanan. (Sukabumi Update, 2023).

Laporan komunitas Indonesia juga menunjukkan bahwa masalah ini masih menjadi kekhawatiran konsumen. Pada Juli 2025, pengguna subreddit r/indonesia membagikan pengalaman menjadi korban SSD palsu yang dibeli melalui marketplace dan berhasil mengajukan pengembalian dana. Beberapa pengguna lain dalam diskusi yang sama menceritakan pengalaman storage yang awalnya terlihat normal, tetapi mulai bermasalah setelah data yang ditulis semakin banyak. Karena sifatnya merupakan pengalaman pengguna, laporan komunitas ini sebaiknya dibaca sebagai indikasi pengalaman konsumen, bukan bukti bahwa seluruh marketplace atau seller tertentu menjual produk palsu. (Reddit, 2025).

Sekarang Bukan Cuma Kapasitas yang Bisa Dipalsukan

Modusnya juga berkembang. Pada Juli 2026, sebuah SSD yang diklaim memiliki kapasitas 16TB dibeli dengan harga kurang dari US$30. Setelah dibongkar, isinya hanya berupa papan kecil, microSD sekitar 60GB, serta beberapa pemberat yang ditempel dengan lem panas agar perangkat terasa lebih berbobot. Komputer dapat menerima informasi kapasitas yang jauh lebih besar daripada kemampuan penyimpanan fisiknya. (Tom's Hardware dan Telset, 2026).

Yang lebih mengkhawatirkan, counterfeit SSD kini bisa dibuat menyerupai produk premium. Notebookcheck melaporkan pada Maret 2026 bahwa counterfeit Samsung 990 Pro dapat menghasilkan angka yang terlihat meyakinkan dalam benchmark tertentu, meskipun komponen internalnya menggunakan controller berbeda dan performa pemindahan data dalam penggunaan berat dapat turun drastis. (Notebookcheck, 2026).

Artinya, melihat kapasitas yang muncul di Windows atau menjalankan satu kali benchmark belum selalu cukup untuk memastikan sebuah SSD benar-benar sesuai dengan klaimnya.

Dampaknya Bisa Lebih Mahal daripada Harga SSD

Kerugian terbesar dari storage palsu sebenarnya bukan harga perangkatnya, melainkan data yang ikut dipertaruhkan. Ketika controller melaporkan kapasitas yang lebih besar daripada kapasitas fisik sebenarnya, pengguna dapat terus menulis data tanpa menyadari bahwa media penyimpanan sebenarnya sudah mencapai batasnya. Akibatnya, file baru dapat mengalami corruption, data lama bisa tertimpa, dan drive akhirnya tidak dapat digunakan secara normal.

Kasus counterfeit Samsung 870 EVO yang diberitakan pada Juli 2026 memperlihatkan betapa seriusnya masalah ini. Sebuah drive yang dipasarkan sebagai 2TB dilaporkan gagal setelah sekitar 120GB data ditulis, meskipun sebelumnya perangkat terlihat seperti SSD normal. (TweakTown, 2026). Fenomena tersebut membuat harga murah tidak lagi terlihat sebagai keuntungan ketika perangkat digunakan untuk menyimpan dokumen kerja, foto, video, proyek kreatif, atau data penting.

Jadi, Bagaimana Memilih SSD yang Lebih Masuk Akal?

Harga memang penting, tetapi spesifikasi, garansi, brand, dan jalur pembelian juga harus masuk hitungan. Seagate pada 2025 bahkan secara khusus mengingatkan konsumen mengenai produk storage yang salah representasi di pasar sekunder, mulai dari drive bekas yang dijual sebagai baru, produk kelas bawah yang dipasarkan sebagai kelas lebih tinggi, hingga produk dengan label palsu atau tanpa komponen internal. Seagate menyarankan konsumen memeriksa kemasan, garansi, identitas produk, dan membeli melalui sumber yang tepercaya. (Seagate, 2025).

Untuk pengguna yang membutuhkan performa tinggi, misalnya, Kioxia Plus M.2 NVMe 1TB Gen4 dengan kecepatan hingga 5.000MB/s bisa ditempatkan sebagai opsi untuk laptop atau PC yang membutuhkan peningkatan respons sistem dan transfer data cepat. Sementara Kioxia Pro M.2 NVMe 1TB Gen4 menawarkan kelas performa hingga 7.300MB/s sehingga lebih menarik untuk pengguna yang rutin mengerjakan pekerjaan berat, seperti pengolahan video, aplikasi profesional, atau gaming dengan kebutuhan loading cepat. Kioxia sendiri menempatkan lini Exceria Plus pada segmen mainstream dan Exceria Pro pada pengguna profesional, dengan interface PCIe 4.0/NVMe serta garansi lima tahun pada lini terkait. (Kioxia, 2026).

Bagi pengguna laptop atau PC lama yang masih menggunakan slot SATA 2,5 inci, Lexar NS100 menawarkan pendekatan yang lebih sederhana. SSD ini menggunakan SATA III 6Gb/s dan memiliki kecepatan baca hingga 550MB/s pada kapasitas 512GB–2TB, sehingga cocok untuk pengguna kantoran, pelajar, atau pemilik laptop lama yang ingin mempercepat booting, membuka aplikasi, dan memindahkan file tanpa harus beralih ke platform NVMe. Lexar juga mencantumkan garansi terbatas tiga tahun serta pengujian produk melalui Lexar Quality Labs. (Lexar, 2026).

Sementara itu, pengguna yang membutuhkan format M.2 NVMe tetapi perangkatnya masih menggunakan PCIe Gen3 dapat mempertimbangkan Lexar NM620. Dengan interface PCIe 3.0 x4, NAND 3D TLC, dan kecepatan baca hingga 3.500MB/s pada kapasitas tertentu, SSD ini lebih tepat untuk upgrade laptop atau PC yang memang kompatibel dengan NVMe Gen3 daripada memaksakan SSD Gen4 pada perangkat yang tidak bisa memanfaatkannya secara optimal. Lexar juga mencantumkan garansi terbatas lima tahun pada lini NM620. (Lexar, 2026).

Untuk kebutuhan penyimpanan yang lebih mengutamakan kapasitas daripada kecepatan SSD, WD Blue 1TB masih memiliki tempatnya. Model WD10EZEX menggunakan format 3,5 inci, interface SATA, kecepatan putar 7.200 RPM, cache 64MB, serta teknologi CMR. Dengan karakter tersebut, perangkat ini lebih cocok untuk PC desktop yang membutuhkan penyimpanan tambahan untuk dokumen, arsip, koleksi media, atau file yang tidak harus selalu berada pada storage berkecepatan tinggi. (Western Digital, 2025/2026).

SSD Lama Masih Sehat? Tidak Harus Langsung Dibuang

Ada satu cara lain untuk menghemat pembelian storage baru tanpa harus mengejar produk berkapasitas fantastis dengan harga mencurigakan: manfaatkan SSD lama yang masih sehat. SSD internal yang sudah digantikan ketika upgrade laptop atau PC dapat digunakan kembali sebagai penyimpanan eksternal menggunakan enclosure yang sesuai dengan interface-nya. Konsep ini juga kembali menarik ketika harga external SSD ikut terdorong oleh kondisi pasar storage pada 2026.

Untuk SSD M.2, misalnya, Lexar LPAE350-RNGNG mendukung SSD M.2 SATA maupun M.2 NVMe. Pengguna SSD SATA 2,5 inci dapat memilih Lexar LPAE100-RNNNG atau Netac WH12, sedangkan Orico 25PW1-U3 dapat menjadi pilihan untuk HDD 2,5 inci dengan koneksi USB 3.0. Dengan pendekatan ini, pengguna tidak harus membeli external SSD baru setiap kali melakukan upgrade storage.

Harga Boleh Jadi Pertimbangan, tetapi Jangan Jadi Satu-satunya Patokan

Pada akhirnya, harga SSD yang meningkat memang membuat konsumen semakin sensitif terhadap promo. Namun, justru dalam kondisi seperti sekarang, penawaran kapasitas besar dengan harga yang terlalu jauh dari kewajaran perlu diperiksa lebih teliti. SSD 16TB seharga puluhan dolar yang ternyata hanya menggunakan microSD 60GB adalah contoh ekstrem bahwa angka kapasitas pada kemasan belum tentu menggambarkan kemampuan sebenarnya. (Tom's Hardware, 2026).

Daripada mengejar kapasitas yang terlihat fantastis, lebih aman memilih produk dengan spesifikasi yang dapat diverifikasi, brand yang jelas, garansi, serta penjual yang kredibel. Untuk harga katalog Pegastore.ID, misalnya, Kioxia Plus M.2 NVMe 1TB tersedia di Rp2.850.000, Kioxia Pro M.2 NVMe 1TB Rp3.150.000, Lexar NS100 1TB Rp3.098.000, Lexar NM620X 512GB Rp2.327.000, dan WD Blue 1TB Rp1.199.000. Harga tersebut dapat berubah mengikuti stok dan kondisi pasar, sehingga sebaiknya dikonfirmasi kembali sebelum pembelian.

Kalau sedang mencari SSD atau storage untuk laptop, PC, gaming, pekerjaan kantor, maupun kebutuhan backup, hubungi sales Pegastore.ID untuk mendapatkan rekomendasi berdasarkan perangkat dan kebutuhan penggunaan. Karena storage bukan sekadar soal berapa banyak gigabyte yang tertulis di kotak, tetapi tentang seberapa aman dan konsisten data bisa disimpan di dalamnya.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Artikel Lainnya
ASUS ROG Edition 20 Masuk Indonesia, Hadirkan PC Flagship hingga Mini PC 3 LiterASUS ROG Edition 20 Masuk Indonesia, Hadirkan PC Flagship hingga Mini PC 3 LiterWindows 11 Bakal Lebih Aman, Tapi Bisa Pengaruhi Performa Gaming? Ini PenjelasannyaWindows 11 Bakal Lebih Aman, Tapi Bisa Pengaruhi Performa Gaming? Ini PenjelasannyaASUS Rilis ProArt P14 & P16 dengan RTX Spark, Kapan Masuk ke Indonesia?ASUS Rilis ProArt P14 & P16 dengan RTX Spark, Kapan Masuk ke Indonesia?Game Marvel's Iron Man EA Makin Terlihat, Ini Laptop yang Bisa Disiapkan dari SekarangGame Marvel's Iron Man EA Makin Terlihat, Ini Laptop yang Bisa Disiapkan dari SekarangTak Perlu Flashdisk, Windows 11 Kini Bisa Diinstal Ulang Langsung dari CloudTak Perlu Flashdisk, Windows 11 Kini Bisa Diinstal Ulang Langsung dari CloudLaptop Sudah Wi-Fi 7, Tapi Internet Tetap Biasa Saja? Ini AlasannyaLaptop Sudah Wi-Fi 7, Tapi Internet Tetap Biasa Saja? Ini Alasannya
Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat