Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout
Hai, Pengguna!
Masuk atau Daftar
Menu
Kategori
Home Tentang Kami FAQ Price List Service Center Pegacare+ Artikel Karir
Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
!MERCHANDISE!MESIN KASIRPEGA 3D FIGURINEPEGACARE+
Tech News

ASUS Rilis ProArt P14 & P16 dengan RTX Spark, Kapan Masuk ke Indonesia?

19-09-2026
ASUS Rilis ProArt P14 & P16 dengan RTX Spark, Kapan Masuk ke Indonesia?

Laptop untuk kreator biasanya berada di antara dua pilihan. Laptop tipis menawarkan mobilitas dan daya tahan baterai, tetapi performa grafisnya sering terbatas. Sebaliknya, laptop dengan GPU kelas tinggi sanggup menangani rendering, editing, dan 3D, tetapi bodinya cenderung lebih besar dan berat. ASUS mencoba mempersempit jarak tersebut lewat ProArt P14 dan ProArt P16 yang menggunakan NVIDIA RTX Spark, platform PC baru yang menggabungkan CPU berbasis NVIDIA Grace dan GPU Blackwell dalam satu paket.

ProArt P14 dan P16 pertama kali diperkenalkan ASUS pada 2026 dan kembali dipamerkan dalam acara IFA 2026 di Berlin. ASUS menempatkan keduanya sebagai perangkat untuk kreator dan pengembang yang membutuhkan kemampuan local AI, termasuk menjalankan model AI berukuran besar tanpa sepenuhnya bergantung pada layanan cloud. NVIDIA sendiri menyebut RTX Spark mampu mencapai hingga 1 petaflop performa AI dan 128GB unified memory.

Yang membuat perangkat ini menarik bukan hanya angka performanya. Ada perubahan pendekatan dalam cara laptop mengalokasikan sumber daya. CPU dan GPU RTX Spark dapat mengakses unified memory, sehingga kapasitas memori besar tidak dibatasi oleh pembagian RAM sistem dan VRAM seperti pada laptop dengan konfigurasi tradisional.

ProArt P14 dan P16 RTX Spark Sudah Diperkenalkan, Bagaimana Statusnya di Indonesia?


ASUS secara resmi memperkenalkan ProArt P14, ProArt P16, dan ProArt GR1X berbasis RTX Spark di IFA 2026. Dalam demonstrasinya, ASUS memperlihatkan penggunaan AI secara lokal untuk pembuatan konten, pekerjaan desain, serta agentic AI yang dapat membantu menjalankan rangkaian tugas pada perangkat. ASUS menyebut platform tersebut dapat menangani large language model hingga 120 miliar parameter, 3D scene berukuran lebih dari 90GB, dan pembuatan video AI 4K.

Perangkatnya sendiri sudah beberapa kali muncul dalam sesi hands-on media sebelum peluncuran komersial. Windows Central melaporkan pada Agustus 2026 bahwa permintaan awal untuk ProArt P14 dan P16 bahkan membuat unit yang dialokasikan ASUS untuk mitra distribusi habis sebelum peluncuran penuh yang ditargetkan pada kuartal keempat 2026. Laporan tersebut juga menyebut ASUS mengaku respons pasar melebihi perkiraan.

Namun, habisnya alokasi awal dan target peluncuran global bukan berarti ProArt RTX Spark sudah tersedia di Indonesia. Sampai 16 September 2026, halaman ASUS Indonesia yang dapat diakses masih menampilkan ProArt P16 H7606 dengan prosesor AMD Ryzen AI dan GPU GeForce RTX 50 Series, bukan P14/P16 RTX Spark. Karena itu, belum ada harga resmi Indonesia yang bisa dijadikan acuan.

RTX Spark Itu Sebenarnya Buat Apa?


RTX Spark dirancang untuk kebutuhan yang berbeda dari sekadar mempercepat rendering. NVIDIA membangun platform ini dengan 20 core CPU Grace dan 6.144 CUDA Core Blackwell, kemudian memasangkannya dengan unified memory hingga 128GB. Dalam sistem laptop biasa, RAM dan VRAM merupakan dua ruang memori yang berbeda. RTX Spark menggunakan pendekatan unified memory, sehingga CPU dan GPU dapat bekerja dengan ruang memori yang sama.

Kapasitas sebesar itu menjadi penting ketika pekerjaan mulai menyentuh AI lokal. Model AI yang besar membutuhkan ruang memori untuk menyimpan bobot model, context, dan data yang sedang diproses. NVIDIA memposisikan RTX Spark untuk menjalankan model hingga 120 miliar parameter, sedangkan ASUS memperlihatkan penggunaannya untuk 3D scene berukuran lebih dari 90GB dan pembuatan video AI 4K. Jadi, targetnya bukan pengguna yang hanya ingin memakai fitur background blur atau AI image enhancement, melainkan kreator dan pengembang yang memang ingin menjalankan pekerjaan AI dengan lebih banyak proses berada di perangkat.

Menariknya, kemampuan tersebut tidak membuat RTX Spark hanya relevan untuk pekerjaan AI. Pengujian langsung PC Gamer di Gamescom 2026 menunjukkan laptop RTX Spark juga mampu menjalankan sejumlah game modern seperti Arc Raiders, Borderlands 4, Doom: The Dark Ages, dan F1 25. Media tersebut mencatat konfigurasi RTX Spark menggunakan 6.144 CUDA Core dan 20 core Grace CPU, meskipun NVIDIA belum membuka seluruh angka performa gaming secara rinci.

Kenapa ProArt P14 dan P16 Menarik untuk Kreator?


ProArt P14 mengambil pendekatan laptop kreator yang lebih portabel. Dalam sesi hands-on, PC Gamer menggambarkan desainnya menyerupai laptop premium tipis dengan bodi aluminium, keyboard yang nyaman, dan layar OLED yang sangat terang serta tajam. Ukuran 14 inci juga membuatnya lebih mudah dibawa dibandingkan laptop kreator berukuran 16 inci.

Layar menjadi salah satu bagian penting karena ASUS tidak menjadikan RTX Spark sebagai satu-satunya nilai jual. P14 menggunakan panel OLED 3K 2.880 × 1.800 dengan refresh rate 120Hz, sementara P16 menawarkan panel OLED hingga 4K 3.840 × 2.400 120Hz. Keduanya ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan ruang kerja dengan warna luas dan resolusi tinggi untuk desain, fotografi, video, maupun pekerjaan visual lainnya.

Untuk kreator video, animator, dan desainer 3D, ukuran 16 inci pada P16 lebih relevan ketika timeline, viewport, dan panel aplikasi digunakan bersamaan. P14 lebih mudah dibawa untuk pekerjaan berpindah-pindah seperti produksi konten, fotografi, presentasi desain, atau editing di luar studio. Jadi, pemilihannya lebih banyak berkaitan dengan cara bekerja daripada sekadar mencari model dengan spesifikasi paling tinggi.

Laptop AI atau Laptop Gaming, Mana yang Lebih Cocok untuk Kreator?


Label “AI PC” tidak otomatis membuat sebuah laptop lebih cocok untuk semua pekerjaan kreatif. Yang perlu dilihat adalah jenis aplikasi dan proses yang paling sering dijalankan. Laptop dengan GeForce RTX 50 Series, misalnya, tetap memiliki VRAM khusus dan ekosistem NVIDIA Studio yang sudah digunakan luas untuk video editing, 3D rendering, ray tracing, serta berbagai aplikasi kreatif. ASUS sendiri masih menjual ProArt P16 H7606 di Indonesia dengan opsi hingga GeForce RTX 5080 Laptop GPU, 64GB RAM, dan SSD 2TB.

RTX Spark lebih menarik ketika kebutuhan mulai bergeser ke AI lokal dan model berukuran besar. Unified memory hingga 128GB memberi ruang yang jauh lebih besar dibandingkan laptop mainstream dengan RAM 16GB atau 32GB. Namun, kreator yang sehari-hari menggunakan Premiere Pro, Photoshop, Lightroom, Blender, atau DaVinci Resolve tidak otomatis membutuhkan RTX Spark. Untuk pekerjaan tersebut, GPU diskrit RTX yang sudah tersedia bisa memberikan jalur kerja yang lebih jelas karena aplikasi dan driver untuk platform tersebut sudah matang.

Hands-on di Gamescom juga menunjukkan sisi lain RTX Spark. PC Gamer menemukan ProArt P14 mampu menjalankan game modern dengan baik, tetapi pengujian tersebut juga memperlihatkan bahwa laptop tipis tetap harus menghadapi persoalan panas, suara kipas, dan desain keyboard ketika digunakan untuk beban tinggi. Tom's Guide bahkan mencatat suara kipas ProArt P14 ketika berada di bawah beban berat.

Kalau RTX Spark Belum Masuk, Laptop Apa yang Bisa Dipilih Sekarang?

Untuk pengguna yang ingin mendapatkan pengalaman AI PC tanpa menunggu RTX Spark, Pegastore saat ini memiliki HP OmniBook 5 Next Gen AI 14-HM0311AU seharga Rp. 19.499.000. Prosesor AMD Ryzen AI 5 430 membawa NPU hingga 50 TOPS, sementara RAM 16GB LPDDR5x dan layar OLED 14 inci 1920 × 1200 dengan 100% DCI-P3 membuatnya lebih cocok untuk produktivitas, pekerjaan kreatif ringan, editing foto, dan penggunaan AI harian. Ini bukan pengganti RTX Spark untuk local AI kelas berat, tetapi lebih relevan untuk pengguna yang membutuhkan laptop ringan dengan fitur AI tanpa masuk ke kelas workstation.

MSI Prestige 13 EVO A13M 230 berada di kelas yang berbeda. Dengan harga Rp. 17.799.000, laptop ini lebih menekankan portabilitas dan produktivitas. Karakternya cocok untuk pekerja profesional, mahasiswa, penulis, pengelola konten, dan pengguna yang banyak bekerja dengan dokumen, browser, presentasi, pengolahan foto, atau aplikasi kantor.

Sementara itu, ASUS Vivobook 14 Flip TP3407SA seharga Rp. 19.999.000 menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel. Intel Core Ultra 5 226V memiliki NPU hingga 40 TOPS dan Intel Arc Graphics, sedangkan layar OLED 14 inci 100% DCI-P3 dapat digunakan sebagai layar sentuh. Format 2-in-1 membuatnya menarik untuk ilustrator, mahasiswa desain, pekerja kreatif yang sering membuat anotasi, atau pengguna yang ingin menggunakan laptop sekaligus sebagai tablet.

Untuk pengguna yang membutuhkan perangkat premium dengan layar OLED dan format convertible, Lenovo Yoga 7 2-in-1 14IPH11 Aura Edition tersedia di Pegastore dengan harga Rp. 24.999.000. Produk ini lebih cocok untuk profesional dan kreator yang mengutamakan mobilitas, kualitas layar, penggunaan pena digital, serta fleksibilitas perangkat, bukan pekerjaan GPU berat. Pegastore juga menyediakan berbagai laptop RTX jika kebutuhan utamanya sudah masuk ke 3D rendering, gaming, atau editing video dengan beban GPU tinggi.

Siapa yang Sebaiknya Menunggu ProArt RTX Spark?


ProArt P14 dan P16 RTX Spark paling menarik untuk kreator yang mulai menjadikan AI lokal sebagai bagian utama dari pekerjaannya. Pengembang AI, kreator yang bereksperimen dengan generative AI, desainer 3D dengan aset besar, hingga pengguna yang membutuhkan memori sangat besar untuk menjalankan model lokal merupakan kelompok yang paling bisa memanfaatkan konsep 128GB unified memory tersebut.

Untuk editor video, desainer grafis, fotografer, dan kreator konten yang hanya membutuhkan akselerasi AI di aplikasi sehari-hari, laptop AI dengan NPU atau laptop RTX yang sudah beredar bisa menjadi pilihan tanpa harus menunggu platform baru. Perbedaannya terletak pada seberapa berat pekerjaan AI dilakukan secara lokal dan seberapa besar kebutuhan GPU, bukan sekadar apakah laptop tersebut memiliki embel-embel “AI”.

Sampai pertengahan September 2026, ASUS belum mengumumkan harga dan tanggal penjualan resmi ProArt P14/P16 RTX Spark untuk Indonesia. Jadi, pengguna Indonesia masih perlu menunggu informasi dari ASUS Indonesia terkait SKU, harga, dan jalur distribusinya. Untuk yang membutuhkan laptop sekarang, Pegastore sudah memiliki beberapa pilihan mulai dari laptop AI portabel hingga laptop RTX untuk kebutuhan kreatif yang lebih berat.


Jika ingin menyesuaikan laptop dengan kebutuhan seperti editing video, desain grafis, 3D, AI, kuliah, atau pekerjaan profesional, hubungi sales Pegastore.ID untuk mengecek spesifikasi, stok, dan harga terbaru sebelum membeli.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Artikel Lainnya
Game Marvel's Iron Man EA Makin Terlihat, Ini Laptop yang Bisa Disiapkan dari SekarangGame Marvel's Iron Man EA Makin Terlihat, Ini Laptop yang Bisa Disiapkan dari SekarangTak Perlu Flashdisk, Windows 11 Kini Bisa Diinstal Ulang Langsung dari CloudTak Perlu Flashdisk, Windows 11 Kini Bisa Diinstal Ulang Langsung dari CloudLaptop Sudah Wi-Fi 7, Tapi Internet Tetap Biasa Saja? Ini AlasannyaLaptop Sudah Wi-Fi 7, Tapi Internet Tetap Biasa Saja? Ini AlasannyaDLSS 5 Sudah Bisa Dipakai di Game Apa Saja? Ini Daftar Game dan Cara MengaktifkannyaDLSS 5 Sudah Bisa Dipakai di Game Apa Saja? Ini Daftar Game dan Cara MengaktifkannyaLenovo IdeaPad Vibe Hadir, Tawarkan OLED dan Performa AI di Rp12 Jutaan  Lenovo IdeaPad Vibe Hadir, Tawarkan OLED dan Performa AI di Rp12 Jutaan Qualcomm Dorong CPU Oryon hingga 5 GHz, Ini Gebrakan Baru untuk SnapdragonQualcomm Dorong CPU Oryon hingga 5 GHz, Ini Gebrakan Baru untuk Snapdragon
Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat