Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout
Hai, Pengguna!
Masuk atau Daftar
Menu
Kategori
Home Tentang Kami FAQ Price List Service Center Pegacare+ Artikel Karir
Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
!MERCHANDISE!MESIN KASIRPEGA 3D FIGURINEPEGACARE+
Tech News

Acer Pamer Gaming Handheld yang Bisa Jadi Laptop Mini, Satu Perangkat untuk Main dan Kerja

11-09-2026
Acer Pamer Gaming Handheld yang Bisa Jadi Laptop Mini, Satu Perangkat untuk Main dan Kerja
oAcer Project DualPlay Mini menjadi salah satu konsep perangkat paling unik yang diperlihatkan Acer dalam ajang IFA 2026 di Berlin. Bukan sekadar gaming handheld biasa, perangkat ini dirancang agar bisa berubah dari konsol genggam menjadi komputer mini dengan keyboard fisik bawaan. Konsep tersebut memperlihatkan arah baru perangkat PC portable: satu perangkat tidak harus terpaku pada satu fungsi, tetapi dapat menyesuaikan diri ketika kebutuhan pengguna berubah. Acer memperkenalkan Project DualPlay Mini sebagai 2-in-1 convertible gaming handheld yang menggabungkan gaming dan produktivitas mobile. (Acer, 2026; The Verge, 2026).

Dari Gaming Handheld ke Mini Laptop

Saat digunakan sebagai handheld, Project DualPlay Mini memiliki rancangan seperti perangkat gaming PC genggam pada umumnya, lengkap dengan kontrol permainan di sisi kiri dan kanan. Bedanya, Acer menggunakan mekanisme flip-and-swivel yang memungkinkan bagian layar dibuka dan diputar hingga keyboard fisik yang tersembunyi di dalam bodi dapat digunakan. Layar kemudian berada di atas keyboard sehingga perangkat berubah menjadi semacam mini laptop. Desain ini menarik karena pengguna tidak perlu membawa keyboard tambahan ketika ingin berpindah dari bermain game ke aktivitas berbasis teks. (Acer, 2026; The Verge, 2026).

Keyboard Bawaan Bukan Sekadar untuk Mengetik

Kehadiran keyboard menjadi nilai jual utama karena PC gaming tidak selalu ideal dimainkan menggunakan kontroler. Acer secara khusus menunjukkan bahwa ketika layar dibuka, keyboard bawaan dapat dipasangkan dengan mouse Bluetooth untuk memberikan pengalaman keyboard and mouse yang lebih familiar, terutama ketika memainkan gim first-person shooter yang membutuhkan kontrol arah dan bidikan lebih presisi. Artinya, mode laptop pada Project DualPlay Mini bukan hanya ditujukan untuk membalas email atau mengetik dokumen, tetapi juga memperluas jenis gim PC yang lebih nyaman dimainkan menggunakan perangkat tersebut. (Acer, 2026; Lowyat.NET, 2026).

Layar 8 Inci Jadi Titik Tengah Gaming dan Produktivitas

Acer memilih panel 8 inci untuk Project DualPlay Mini, ukuran yang cukup besar untuk sebuah handheld tetapi tetap memungkinkan perangkat mempertahankan bentuk yang ringkas. Dalam penggunaan gaming, layar seperti ini memberikan area pandang lebih luas dibanding perangkat handheld yang lebih kecil, sementara ketika digunakan dalam mode laptop, ukurannya masih cukup untuk pekerjaan ringan seperti membuka email, mengedit dokumen singkat, browsing, atau mengatur file. Namun, ukuran tersebut juga menjadi kompromi: perangkat ini lebih tepat dipandang sebagai komputer portable untuk kebutuhan cepat daripada pengganti laptop utama untuk pekerjaan berjam-jam. (Acer, 2026; The Verge, 2026). 

Bisa Berubah Menjadi PC di Meja Kerja

Fleksibilitas Project DualPlay Mini tidak berhenti pada keyboard. Acer juga merancang konsep ini agar dapat terhubung ke layar eksternal, sehingga skenarionya bisa berkembang dari perangkat yang dimainkan di sofa menjadi komputer di meja kerja. Misalnya, pengguna dapat membawa perangkat saat bepergian, memainkan gim menggunakan kontrol bawaan, lalu ketika membutuhkan ruang kerja yang lebih nyaman cukup menghubungkannya ke monitor dan aksesori pendukung. Konsep seperti ini membuat handheld gaming PC semakin mendekati gagasan komputer serbaguna yang dapat berpindah dari hiburan ke produktivitas sesuai situasi. (Acer, 2026; Lowyat.NET, 2026).

Intel dan Pendingin Dual-Fan Jadi Bekal Performanya

Untuk urusan performa, Acer baru mengonfirmasi bahwa Project DualPlay Mini menggunakan platform Intel, tetapi belum menyebutkan model prosesor, GPU, RAM, penyimpanan, kapasitas baterai, maupun TDP final. Acer juga membekali konsep ini dengan sistem pendingin dual-fan, termasuk kipas logam Predator AeroBlade dan kipas plastik, yang dirancang untuk membantu membuang panas dari bodi compact ketika perangkat digunakan dalam sesi gaming. Acer mengklaim teknologi AeroBlade dapat meningkatkan aliran udara hingga 10 persen dibandingkan kipas plastik standar berdasarkan pengujian internalnya, meski angka tersebut tidak boleh dianggap sebagai hasil performa final DualPlay Mini. (Acer, 2026).

Bukan Konsep Pertama, tetapi Acer Membawanya ke Arah Berbeda

Menariknya, nama DualPlay bukan sesuatu yang baru bagi Acer. Pada IFA 2024, perusahaan pernah memperkenalkan Project DualPlay berupa laptop gaming dengan kontroler nirkabel yang tersembunyi di area touchpad. Kontroler tersebut dapat dilepas dan bahkan dipisahkan untuk pengalaman bermain bersama. Dua tahun kemudian, konsep DualPlay Mini mengambil pendekatan berbeda: bukan lagi laptop yang mendapatkan kontroler, melainkan gaming handheld yang mendapatkan keyboard. Perubahan arah ini menunjukkan bagaimana Acer terus mengeksplorasi batas antara PC gaming, perangkat portable, dan perangkat produktivitas. (Acer, 2024; The Verge, 2024).

Konsep Menarik, tetapi Belum Bisa Dibeli

Antusiasme terhadap desainnya tetap perlu diimbangi dengan satu informasi penting: Project DualPlay Mini masih merupakan konsep. Acer belum mengumumkan harga, tanggal rilis, spesifikasi final, ataupun kepastian produksi massal. Karena itu, angka performa atau komponen yang belum dikonfirmasi sebaiknya tidak dijadikan patokan ketika membandingkannya dengan gaming handheld yang sudah tersedia di pasar. (Acer, 2026; The Verge, 2026).

Kalau Nanti Dijual, Berapa Kira-Kira Harganya?

Harga Project DualPlay Mini memang belum tersedia, tetapi kelas perangkat yang menjadi pembanding sudah berada di rentang belasan juta rupiah. Sebagai gambaran, ASUS ROG Xbox Ally X (2025) saat ini tercantum di situs ASUS Indonesia dengan harga Rp16.999.000 pada halaman produknya, membawa AMD Ryzen AI Z2 Extreme, RAM 24 GB, SSD 1 TB, dan layar FHD. Sementara itu, daftar pasar Indonesia juga menunjukkan gaming handheld seperti Steam Deck OLED dan Lenovo Legion Go 2 berada di kelas harga yang berbeda-beda tergantung konfigurasi dan penjual. Artinya, apabila DualPlay Mini suatu saat diproduksi, kombinasi mekanisme unik, keyboard bawaan, dan hardware PC di dalamnya kemungkinan akan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah harganya kompetitif atau justru masuk kelas premium. (ASUS Indonesia, 2026; Blibli, 2026).

Siapa yang Paling Cocok dengan Konsep Ini?

Project DualPlay Mini paling menarik untuk pengguna yang menginginkan portabilitas tanpa harus membawa terlalu banyak perangkat. Gamer yang sering bepergian dapat memanfaatkannya untuk bermain dengan kontroler, sementara pekerja mobile atau mahasiswa bisa memanfaatkan keyboard ketika perlu mengetik sesuatu dalam perjalanan. Konsep ini juga masuk akal bagi pengguna yang memainkan berbagai genre PC karena kontroler dan keyboard menawarkan dua metode input berbeda. Namun, bagi pengguna yang membutuhkan laptop utama untuk pekerjaan berat, layar besar, atau mengetik sepanjang hari, laptop konvensional tetap lebih praktis. Nilai utama DualPlay Mini justru terletak pada fleksibilitasnya, bukan pada kemampuannya menggantikan seluruh perangkat. Penilaian awal Tom's Guide terhadap unit konsep tersebut juga menunjukkan bahwa ide ini terasa menarik justru karena membawa kembali gagasan perangkat komputer mini yang sangat portable, meski tetap memiliki kompromi khas perangkat berukuran kecil. (Tom's Guide, 2026; Acer, 2026).

Satu Perangkat, Dua Karakter

Project DualPlay Mini memperlihatkan kemungkinan menarik untuk masa depan gaming handheld: perangkat portable tidak lagi hanya dituntut mampu menjalankan gim, tetapi juga harus mampu mengikuti aktivitas pengguna setelah sesi bermain selesai. Dari kontroler ke keyboard, dari sofa ke meja kerja, dan dari layar bawaan ke monitor eksternal, Acer mencoba membuat satu perangkat memiliki lebih dari satu kehidupan. Jika konsep ini benar-benar masuk produksi, tantangan berikutnya bukan hanya soal seberapa kencang prosesornya, tetapi apakah Acer mampu menjaga ukuran, kenyamanan, daya tahan, dan harga tetap masuk akal. (Acer, 2026; The Verge, 2026).

Tertarik mencari gaming handheld atau laptop gaming Acer yang sudah tersedia? Hubungi tim sales Pegastore.ID untuk mendapatkan rekomendasi produk sesuai kebutuhan dan anggaran Anda.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Artikel Lainnya
PC Desktop Harga Rp5 Jutaan. Bisa Buat Kerja Apa Saja?PC Desktop Harga Rp5 Jutaan. Bisa Buat Kerja Apa Saja?Wi-Fi 8 Bukan Cuma Soal Kecepatan, Ini yang Ingin Diperbaiki TP-LinkWi-Fi 8 Bukan Cuma Soal Kecepatan, Ini yang Ingin Diperbaiki TP-LinkLaptop Saja Mulai Terasa Kurang? Ini Alasan Monitor LG Cocok untuk WorkstationLaptop Saja Mulai Terasa Kurang? Ini Alasan Monitor LG Cocok untuk WorkstationBukan Cuma Menggambar, Ini Cara HUION Kamvas 13 Gen 2 Mendukung Pemula Bangun Portofolio DigitalBukan Cuma Menggambar, Ini Cara HUION Kamvas 13 Gen 2 Mendukung Pemula Bangun Portofolio DigitalLenovo Legion Dipakai di Esports World Cup 2026, Ini Perangkat yang Digunakan Saat PertandinganLenovo Legion Dipakai di Esports World Cup 2026, Ini Perangkat yang Digunakan Saat PertandinganHarga RAM Naik hingga 500% Gara-Gara AI, Kapan Waktu Upgrade Laptop yang Tepat?Harga RAM Naik hingga 500% Gara-Gara AI, Kapan Waktu Upgrade Laptop yang Tepat?
Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat