Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout
Hai, Pengguna!
Masuk atau Daftar
Menu
Kategori
Home Tentang Kami FAQ Price List Service Center Pegacare+ Artikel Karir
Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
!MERCHANDISE!MESIN KASIRPEGA 3D FIGURINEPEGACARE+
Tech News

Wi-Fi 8 Bukan Cuma Soal Kecepatan, Ini yang Ingin Diperbaiki TP-Link

10-09-2026
Wi-Fi 8 Bukan Cuma Soal Kecepatan, Ini yang Ingin Diperbaiki TP-Link

TP-Link mulai membawa generasi berikutnya teknologi jaringan nirkabel ke perangkat konsumen melalui Archer 8 Ultra dan Deco 8 Ultra yang diperkenalkan di IFA 2026. Keduanya menggunakan teknologi berbasis IEEE 802.11bn, standar yang masih dalam tahap pengembangan dan dikenal dengan fokus Ultra High Reliability atau UHR. Berbeda dari perlombaan Wi-Fi sebelumnya yang banyak menonjolkan angka kecepatan maksimum, Wi-Fi 8 dirancang untuk membuat koneksi tetap lebih konsisten ketika sinyal melemah, jaringan semakin padat, atau lingkungan wireless dipenuhi gangguan.

Wi-Fi 8 Ingin Menjawab Masalah yang Sering Terjadi di Rumah

Punya paket internet cepat belum tentu membuat koneksi Wi-Fi terasa cepat di setiap sudut rumah. Jarak dari router, dinding, jumlah perangkat yang aktif bersamaan, interferensi dari jaringan lain, hingga perpindahan perangkat dari satu titik akses ke titik lainnya dapat memengaruhi pengalaman penggunaan. Penelitian mengenai Wi-Fi 8 menunjukkan bahwa 802.11bn memang diarahkan untuk meningkatkan performa pada kondisi sinyal yang kurang ideal, mengurangi latensi dan kehilangan paket, serta menjaga koneksi tetap dapat diandalkan ketika jaringan berada dalam kondisi padat. Jadi, daya tarik utama Wi-Fi 8 bukan sekadar “lebih kencang”, tetapi lebih konsisten saat digunakan dalam kondisi nyata. (Sumber: Springer Nature, 2025; IEEE, 2026).

Archer 8 Ultra, Router Kencang untuk Rumah dengan Banyak Aktivitas

Sebagai router kelas atas, Archer 8 Ultra BN19000 menawarkan tiga pita frekuensi dengan kecepatan nirkabel agregat hingga 19 Gbps, koneksi kabel hingga 10 Gbps, serta 18 antena internal. Angka tersebut menarik untuk rumah yang tidak hanya digunakan untuk browsing, tetapi juga memiliki laptop kerja, PC gaming, televisi pintar, konsol, perangkat IoT, kamera keamanan, dan berbagai perangkat lain yang aktif secara bersamaan. TP-Link juga membekali platform ini dengan StabilityEngine yang menggabungkan sejumlah teknologi seperti Enhanced Long Range (ELR), Distributed Resource Units (DRU), dan Unequal Modulation (UEQM) untuk membantu mempertahankan kualitas koneksi dalam kondisi yang lebih menantang. (Sumber: TP-Link, 2026; Tom's Hardware, 2026).

Deco 8 Ultra Lebih Menarik untuk Rumah Besar

Jika persoalannya bukan hanya performa, tetapi jangkauan Wi-Fi yang merata, Deco 8 Ultra BN22000 menawarkan pendekatan yang berbeda. Sistem mesh ini diklaim mampu mencapai kecepatan agregat hingga 22 Gbps, menyediakan koneksi kabel hingga 10 Gbps, dan dalam konfigurasi tiga unit dapat mencakup area hingga sekitar 910 meter persegi serta menangani lebih dari 200 perangkat. Secara praktis, konsep ini lebih cocok untuk rumah bertingkat, rumah dengan banyak ruangan, atau area yang selama ini memiliki dead zone, karena beberapa unit dapat ditempatkan di titik berbeda untuk memperluas jaringan tanpa bergantung pada satu router utama. (Sumber: TP-Link, 2026; JagatReview, 2026).

Bukan Berarti Internet 19 Gbps Akan Langsung Terasa

Ada satu hal yang perlu dipahami sebelum tergoda angka 19 Gbps atau 22 Gbps. Angka tersebut merupakan kapasitas kecepatan nirkabel agregat perangkat, bukan berarti satu laptop otomatis mendapatkan internet 19 Gbps. Kecepatan aktual tetap dipengaruhi paket internet dari ISP, kemampuan perangkat klien, kualitas sinyal, jarak, konfigurasi jaringan, serta kondisi lingkungan. Bahkan riset Wi-Fi 8 menunjukkan bahwa salah satu fokus penting generasi ini justru adalah menjaga throughput, latensi, dan kehilangan paket ketika kondisi sinyal memburuk, bukan sekadar mengejar angka maksimum pada kondisi ideal. (Sumber: Springer Nature, 2025; Qualcomm, 2025).

Dampaknya Bisa Terasa Saat Gaming, Meeting, dan Streaming

Bayangkan sebuah rumah sedang digunakan untuk bekerja dari rumah. Satu orang melakukan video conference, anggota keluarga lain menonton layanan streaming 4K, anak bermain game online, sementara beberapa kamera dan perangkat pintar tetap terhubung. Dalam situasi seperti ini, masalah yang terasa bukan selalu kecepatan unduh yang rendah, tetapi lonjakan latensi, koneksi tersendat, atau performa yang berubah ketika jaringan semakin ramai. TP-Link sejak memperkenalkan platform Archer 8 pada Mei 2026 memang menempatkan skenario seperti gaming, panggilan video, streaming, kepadatan perangkat, dan koneksi antar ruang sebagai persoalan yang ingin ditangani. Secara lebih luas, penelitian 802.11bn juga menempatkan konektivitas yang lebih andal pada kondisi sulit sebagai tujuan utama Wi-Fi 8.

Wi-Fi 8 Dibandingkan Wi-Fi 7, Apa yang Berubah?

Wi-Fi 7 sudah membawa peningkatan besar seperti kanal hingga 320 MHz dan Multi-Link Operation (MLO), sehingga generasi tersebut memang sudah sangat mumpuni untuk koneksi berkecepatan tinggi. Wi-Fi 8 mengambil arah yang agak berbeda: fokusnya bergeser dari mengejar kecepatan puncak menuju peningkatan keandalan koneksi. Tutorial akademik yang diterbitkan pada 2025 menjelaskan bahwa 802.11bn menargetkan peningkatan performa pada berbagai kondisi signal-to-interference-plus-noise ratio serta pengurangan latensi dan kehilangan paket. Dengan kata lain, Wi-Fi 8 lebih tepat dilihat sebagai evolusi untuk membuat performa yang sudah cepat menjadi lebih konsisten, bukan sekadar mengganti angka “7” menjadi “8”.

Bagaimana dengan Harga? Jangan Salah Membaca Generasi Baru

TP-Link belum mengumumkan harga resmi Archer 8 Ultra dan Deco 8 Ultra untuk pasar Indonesia, sementara detail harga global dijadwalkan menyusul pada peluncuran 30 September 2026. Sebagai gambaran kelas produknya, router Wi-Fi 7 premium seperti TP-Link Archer BE900 tercatat sekitar Rp. 18,9 juta pada salah satu listing pasar Indonesia yang ditemukan pada 2026, sedangkan Deco BE85 berada di kisaran Rp. 11,65 juta untuk satu unit dan hingga Rp. 31,5 juta untuk konfigurasi yang lebih besar pada listing yang sama. Angka tersebut bukan harga resmi TP-Link Indonesia dan dapat berubah, tetapi cukup menunjukkan bahwa perangkat jaringan kelas atas memang berada di segmen premium. Karena itu, harga Wi-Fi 8 nantinya perlu dibandingkan dengan kebutuhan, bukan hanya angka kecepatannya.

Siapa yang Sebaiknya Menunggu Wi-Fi 8?

Archer 8 Ultra lebih masuk akal untuk pengguna yang membutuhkan satu router berperforma tinggi, terutama rumah dengan banyak perangkat aktif, koneksi internet cepat, PC gaming, perangkat penyimpanan jaringan, atau kebutuhan koneksi kabel berkecepatan tinggi. Sementara itu, Deco 8 Ultra lebih relevan untuk rumah besar atau bertingkat yang membutuhkan cakupan lebih merata dan memiliki banyak perangkat yang tersebar di berbagai ruangan. Sebaliknya, pengguna dengan koneksi internet relatif rendah dan rumah kecil belum tentu mendapatkan manfaat sebanding dari investasi router Wi-Fi 8 kelas atas. Bahkan pengamat jaringan Dong Knows Tech menilai pengguna yang membutuhkan router sekarang masih dapat memilih Wi-Fi 7 atau Wi-Fi 6, karena manfaat penuh Wi-Fi 8 juga bergantung pada semakin banyaknya perangkat klien yang mendukung standar tersebut. (Sumber: Dong Knows Tech, 2026).

Wi-Fi 8 Sudah Datang, tetapi Belum Saatnya Terburu-buru

Kehadiran Archer 8 Ultra dan Deco 8 Ultra memang menjadi tanda bahwa perangkat Wi-Fi 8 mulai masuk pasar konsumen, tetapi standarnya sendiri belum final. IEEE masih mengerjakan Task Group 802.11bn, dan proses standardisasi masih berjalan pada 2026. Archer 8 Ultra dijadwalkan mulai pre-order di sejumlah wilayah pada 30 September 2026, sedangkan Deco 8 ditargetkan hadir pada kuartal pertama 2027 dan sejumlah perangkat Wi-Fi 8 lain seperti range extender, adapter, serta Roam 8 menyusul pada kuartal kedua 2027. Jadwal dan spesifikasi tersebut masih dapat berbeda menurut wilayah. (Sumber: IEEE, 2026; TP-Link, 2026).

Jadi, Perlukah Upgrade ke Wi-Fi 8?

Untuk pengguna yang saat ini sudah memakai Wi-Fi 6 atau Wi-Fi 7 dan koneksinya masih stabil, upgrade ke Wi-Fi 8 bukan kebutuhan mendesak. Namun, bagi pengguna yang sedang membangun jaringan rumah baru, memiliki banyak perangkat, menghadapi masalah dead zone, sering mengalami koneksi tidak stabil ketika jaringan ramai, atau ingin menyiapkan infrastruktur untuk penggunaan beberapa tahun ke depan, lini Wi-Fi 8 TP-Link layak masuk daftar pantauan. Produk ini menarik bukan karena angka 19 Gbps atau 22 Gbps semata, melainkan karena arah teknologinya yang mencoba membuat koneksi cepat tetap dapat diandalkan ketika kondisi jaringan tidak lagi ideal. Untuk informasi ketersediaan, pilihan produk, dan kebutuhan jaringan yang sesuai, Anda dapat menghubungi sales Pegastore.ID untuk mendapatkan rekomendasi sebelum menentukan perangkat yang paling tepat.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Artikel Lainnya
Laptop Saja Mulai Terasa Kurang? Ini Alasan Monitor LG Cocok untuk WorkstationLaptop Saja Mulai Terasa Kurang? Ini Alasan Monitor LG Cocok untuk WorkstationBukan Cuma Menggambar, Ini Cara HUION Kamvas 13 Gen 2 Mendukung Pemula Bangun Portofolio DigitalBukan Cuma Menggambar, Ini Cara HUION Kamvas 13 Gen 2 Mendukung Pemula Bangun Portofolio DigitalLenovo Legion Dipakai di Esports World Cup 2026, Ini Perangkat yang Digunakan Saat PertandinganLenovo Legion Dipakai di Esports World Cup 2026, Ini Perangkat yang Digunakan Saat PertandinganHarga RAM Naik hingga 500% Gara-Gara AI, Kapan Waktu Upgrade Laptop yang Tepat?Harga RAM Naik hingga 500% Gara-Gara AI, Kapan Waktu Upgrade Laptop yang Tepat?Xiaomi XRing O3 Makin Serius, Performa Flagship Mulai Tantang Apple A19 ProXiaomi XRing O3 Makin Serius, Performa Flagship Mulai Tantang Apple A19 ProGPU Modern Makin Pintar Mengatur Performa, Masih Perlukah Overclock di 2026?GPU Modern Makin Pintar Mengatur Performa, Masih Perlukah Overclock di 2026?
Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat