Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout
Hai, Pengguna!
Masuk atau Daftar
Menu
Kategori
Home Tentang Kami FAQ Price List Service Center Pegacare+ Artikel Karir
Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
!MERCHANDISE!MESIN KASIRPEGA 3D FIGURINEPEGACARE+
Tech News

Bukan Cuma Menggambar, Ini Cara HUION Kamvas 13 Gen 2 Mendukung Pemula Bangun Portofolio Digital

10-09-2026
Bukan Cuma Menggambar, Ini Cara HUION Kamvas 13 Gen 2 Mendukung Pemula Bangun Portofolio Digital

Dulu, menggambar mungkin cukup dilakukan untuk mengisi waktu luang atau menghasilkan satu karya yang kemudian disimpan. Sekarang, satu ilustrasi bisa punya umur yang jauh lebih panjang. Proses sketsa dapat direkam menjadi timelapse, tahap pewarnaan bisa dibagikan sebagai behind the scenes, sedangkan hasil akhirnya dapat masuk ke feed sebagai bagian dari portofolio. Perubahan ini membuat media sosial bukan sekadar tempat memamerkan karya, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan kemampuan dan membangun identitas sebagai kreator. Saatchi Art bahkan menyarankan seniman untuk menunjukkan proses berkarya karena konten semacam ini membantu membangun cerita dan keterikatan dengan audiens. Sementara itu, artikel Artsology pada 2025 menyebut Instagram semakin dimanfaatkan kreator sebagai etalase digital yang berfungsi layaknya portofolio.

Ketika Hobi Menggambar Mulai Dibawa ke Media Sosial

Fenomena tersebut ikut membuat perjalanan menjadi digital artist terasa lebih terbuka. Orang yang sebelumnya hanya menggambar di buku atau menggunakan ponsel dapat menemukan tutorial, referensi, komunitas, hingga tantangan menggambar melalui media sosial. Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia pada 2025 bahkan secara khusus mengkaji TikTok sebagai sarana pembelajaran menggambar ilustrasi digital bagi mahasiswa Desain Komunikasi Visual. Artinya, platform yang awalnya identik dengan hiburan juga dapat menjadi tempat seseorang belajar teknik baru dan mengembangkan kemampuan visual.

Ketika proses belajar dan proses memamerkan karya terjadi di ruang yang sama, kebutuhan seorang pemula pun ikut berubah. Mereka tidak hanya membutuhkan perangkat untuk membuat gambar, tetapi juga alat yang nyaman digunakan berulang kali untuk latihan, menyelesaikan karya, dan menghasilkan konten dari proses tersebut. Wacom dalam panduan untuk beginning artists pada 2025 juga menempatkan pen display sebagai salah satu perangkat yang dapat membantu orang yang mulai serius menekuni digital art, termasuk untuk ilustrasi, desain, animasi, dan pembuatan konten.

Masalahnya, Haruskah Selalu Mengejar Perangkat Terbaru?

Di titik ini, pemula sering berhadapan dengan dilema yang cukup masuk akal. Ketika melihat kreator lain menggunakan perangkat generasi terbaru, muncul anggapan bahwa untuk menghasilkan karya yang bagus, mereka juga harus memiliki perangkat dengan spesifikasi paling tinggi. Padahal, kebutuhan seorang pemula belum tentu sama dengan ilustrator profesional yang sudah memiliki alur kerja sangat kompleks.

Perangkat terbaru memang membawa peningkatan. HUION Kamvas 13 Gen 3, misalnya, sudah menggunakan PenTech 4.0 dengan 16.384 tingkat tekanan, akurasi ±0,3 mm di bagian tengah, Canvas Glass 2.0, serta kombinasi lima tombol shortcut dan dua dial controller. Namun, ukuran layarnya tetap 13,3 inci dengan resolusi Full HD 1.920 × 1.080. Dengan kata lain, peningkatan generasi baru lebih banyak berfokus pada pengalaman pena, permukaan layar, akurasi, warna, dan kontrol kerja, bukan perubahan mendasar pada ukuran atau resolusi layar.

Hal tersebut justru penting dipahami oleh pemula. Tidak semua fitur terbaru harus langsung menjadi kebutuhan pertama. Bagi seseorang yang baru membangun kemampuan menggambar, mengikuti art challenge, membuat fan art, menyusun portofolio, atau mulai menerima pekerjaan ilustrasi sederhana, perangkat yang sudah mampu memberikan pengalaman menggambar langsung di layar dapat menjadi titik awal yang lebih masuk akal.

HUION Kamvas 13 Gen 2, Cukup untuk Mulai Berkarya?

Di sinilah HUION Kamvas 13 Gen 2 masih punya alasan kuat untuk dipertimbangkan. Perangkat ini membawa layar IPS 13,3 inci dengan resolusi Full HD 1.920 × 1.080 dan full lamination. Kombinasi tersebut membuat tampilan kursor dan ujung pena terasa lebih menyatu dengan permukaan gambar karena jarak antara lapisan layar dan kaca diminimalkan. Lapisan anti-glare matte film juga membantu mengurangi pantulan ketika digunakan dalam kondisi pencahayaan yang terang.

Untuk proses menggambar sendiri, Kamvas 13 Gen 2 menggunakan pena PW517 dengan teknologi PenTech 3.0, 8.192 tingkat sensitivitas tekanan, serta dukungan kemiringan hingga ±60 derajat. Tekanan pena yang berbeda dapat diterjemahkan menjadi variasi goresan, sehingga pengguna bisa lebih leluasa membuat garis tipis, tebal, atau memberikan tekanan berbeda ketika melakukan sketching, line art, hingga pewarnaan. Spesifikasi ini bukan sekadar angka di atas kertas; justru bagian inilah yang membuat pen display berbeda dari menggambar menggunakan mouse atau trackpad.

Pengalaman pengguna yang dipublikasikan di halaman resmi HUION juga memberi gambaran menarik. Salah satu pengguna yang merupakan mahasiswa game development pada Juni 2026 menyebut Kamvas 13 sebagai pilihan yang terjangkau untuk pen display dan merasa puas setelah berhasil mengatur koneksinya. Pengguna lain pada April 2026 menyebut perangkat tersebut nyaman setelah menyesuaikan pengaturan tekanan. Ini bukan berarti semua pengguna pasti mengalami hal yang sama, tetapi pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perangkat ini masih digunakan dalam konteks belajar dan pengembangan keterampilan kreatif.

Dari Satu Gambar Menjadi Portofolio

Kemampuan Kamvas 13 Gen 2 juga relevan ketika satu karya tidak berhenti sebagai gambar akhir. Misalnya, seorang pemula sedang membuat ilustrasi karakter. Ia bisa merekam proses sketching, memperlihatkan perubahan dari line art menuju pewarnaan, kemudian mengunggah hasil akhirnya sebagai carousel atau video pendek. Dengan delapan tombol shortcut yang dapat diprogram, pengguna bisa mengatur akses cepat ke fungsi yang sering digunakan dalam aplikasi kreatif sehingga proses berpindah antara brush, eraser, zoom, atau fungsi lainnya tidak harus selalu dilakukan melalui menu.

Format seperti ini semakin relevan karena konten proses memang menjadi salah satu cara yang digunakan seniman untuk memperlihatkan bagaimana sebuah karya terbentuk. Saatchi Art pada 2025 merekomendasikan timelapse, perkembangan karya dari waktu ke waktu, hingga momen ketika seniman menyelesaikan masalah dalam proses kreatif sebagai bentuk process content. Jadi, perangkat gambar bukan hanya membantu menghasilkan karya, tetapi juga dapat menjadi bagian dari workflow ketika proses tersebut ingin diubah menjadi konten.

Tidak Harus Langsung Punya Generasi Terbaru

Menariknya, ada contoh dari dunia kreator yang menunjukkan bahwa perjalanan berkarya tidak selalu dimulai dengan perangkat kelas atas. Wacom pada 2025 menceritakan perjalanan ilustrator Raahat Kaduji yang ketika masih relatif baru di dunia digital art menggunakan Wacom Intuos Draw dan menyebut bahwa saat itu ia tidak mencari perangkat dengan fitur atau spesifikasi yang mewah, melainkan perangkat yang bisa diandalkan untuk mengembangkan kemampuan. Cerita tersebut memang bukan tentang Kamvas 13, tetapi menggambarkan satu prinsip yang relevan untuk pemula: perangkat seharusnya mengikuti kebutuhan dan tahap perkembangan pengguna, bukan sebaliknya.

Karena itu, Kamvas 13 Gen 2 lebih tepat dilihat sebagai perangkat untuk pengguna yang ingin mendapatkan pengalaman pen display tanpa harus mengejar seluruh peningkatan yang ditawarkan generasi terbaru. Untuk mahasiswa, pelajar, beginner digital artist, ilustrator pemula, hobbyist, hingga kreator yang sedang membangun portofolio pertama, kombinasi layar 13,3 inci Full HD, full lamination, pena 8.192 tingkat tekanan, dan delapan tombol shortcut sudah menyediakan fondasi yang cukup lengkap untuk belajar dan berkarya.

Bagaimana dengan Harganya?

Dari sisi biaya, posisi Kamvas 13 Gen 2 juga menjadi lebih menarik ketika dibandingkan dengan generasi terbarunya. Saat artikel ini disusun, HUION Kamvas 13 Gen 2 di Pegastore tercantum Rp. 3.500.000, turun dari harga Rp. 3.999.000. Sebagai pembanding, salah satu listing Kamvas 13 Gen 3 di marketplace Indonesia berada di kisaran Rp4,29–4,39 juta. Perbedaan harga tersebut tentu dapat berubah mengikuti toko dan promo, tetapi memberikan gambaran bahwa pengguna dapat menghemat sekitar Rp. 790 ribu hingga Rp. 890 ribu dibandingkan kisaran Gen 3 tersebut.

Selisih tersebut bisa menjadi pertimbangan penting bagi pemula yang sedang membangun setup kreatif dari awal. Alih-alih seluruh anggaran diarahkan ke perangkat paling baru, sebagian dana dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain seperti perangkat komputer, aplikasi kreatif, kursus, referensi, atau bahkan mengikuti kompetisi ilustrasi. Bagi seseorang yang tujuan utamanya adalah mulai menggambar dan membangun portofolio, value perangkat tidak hanya ditentukan oleh seberapa baru generasinya, tetapi seberapa sesuai fitur yang tersedia dengan kebutuhan hariannya.

Siapa yang Cocok Menggunakan Kamvas 13 Gen 2?

Kamvas 13 Gen 2 paling masuk akal untuk pemula yang ingin serius belajar digital drawing tetapi belum membutuhkan workflow profesional yang sangat spesifik. Mahasiswa DKV yang mulai mengumpulkan karya untuk portofolio, pelajar yang ingin berpindah dari gambar manual ke digital, ilustrator pemula yang mulai menerima commission, maupun hobbyist yang ingin membuat konten proses menggambar dapat memanfaatkan fitur utamanya tanpa harus mengejar seluruh teknologi terbaru.

Sementara itu, pengguna yang memang membutuhkan kontrol pena generasi terbaru, akurasi lebih tinggi, color coverage yang lebih lengkap, atau dial controller untuk mempercepat workflow dapat mempertimbangkan Kamvas 13 Gen 3. Jadi, perbedaannya bukan sekadar soal mana yang baru dan mana yang lama, melainkan mana yang sesuai dengan tahap dan kebutuhan berkarya.

Saatnya Karya yang Bicara

Membangun portofolio digital tidak harus dimulai dari perangkat paling mahal. Yang lebih penting adalah memiliki alat yang cukup nyaman untuk membuat pengguna mau terus menggambar, menyelesaikan karya, dan menunjukkan prosesnya kepada orang lain. Kamvas 13 Gen 2 menyediakan fondasi tersebut melalui layar Full HD yang sudah full laminated, pena dengan 8.192 tingkat tekanan, dukungan kemiringan, serta shortcut yang dapat disesuaikan.

Kalau kamu sedang mencari pen display untuk mulai serius membangun portofolio digital tanpa harus langsung mengejar generasi terbaru, HUION Kamvas 13 Gen 2 bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan. Untuk informasi stok, harga terbaru, atau konsultasi sebelum membeli, kamu bisa menghubungi sales Pegastore.ID agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan perangkat dan budget yang kamu punya.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Artikel Lainnya
Wi-Fi 8 Bukan Cuma Soal Kecepatan, Ini yang Ingin Diperbaiki TP-LinkWi-Fi 8 Bukan Cuma Soal Kecepatan, Ini yang Ingin Diperbaiki TP-LinkLaptop Saja Mulai Terasa Kurang? Ini Alasan Monitor LG Cocok untuk WorkstationLaptop Saja Mulai Terasa Kurang? Ini Alasan Monitor LG Cocok untuk WorkstationLenovo Legion Dipakai di Esports World Cup 2026, Ini Perangkat yang Digunakan Saat PertandinganLenovo Legion Dipakai di Esports World Cup 2026, Ini Perangkat yang Digunakan Saat PertandinganHarga RAM Naik hingga 500% Gara-Gara AI, Kapan Waktu Upgrade Laptop yang Tepat?Harga RAM Naik hingga 500% Gara-Gara AI, Kapan Waktu Upgrade Laptop yang Tepat?Xiaomi XRing O3 Makin Serius, Performa Flagship Mulai Tantang Apple A19 ProXiaomi XRing O3 Makin Serius, Performa Flagship Mulai Tantang Apple A19 ProGPU Modern Makin Pintar Mengatur Performa, Masih Perlukah Overclock di 2026?GPU Modern Makin Pintar Mengatur Performa, Masih Perlukah Overclock di 2026?
Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat