Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout
Hai, Pengguna!
Masuk atau Daftar
Menu
Kategori
Home Tentang Kami FAQ Price List Service Center Pegacare+ Artikel Karir
Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
!MERCHANDISE!MESIN KASIRPEGA 3D FIGURINEPEGACARE+
Tips & Tricks

Jangan Asal Colok! Ini 7 Perangkat yang Berpotensi Membahayakan Laptop

02-09-2026
Jangan Asal Colok! Ini 7 Perangkat yang Berpotensi Membahayakan Laptop

Laptop sudah menjadi perangkat utama untuk bekerja, belajar, hingga menikmati hiburan. Namun, masih banyak pengguna yang tanpa sadar melakukan satu kebiasaan sederhana yang bisa berdampak besar, yaitu asal menghubungkan perangkat eksternal tanpa mempertimbangkan kualitas dan keamanannya. Mulai dari flashdisk, kabel data, hingga USB hub, semuanya berpotensi menimbulkan masalah apabila digunakan secara sembarangan.

Risikonya bukan hanya membuat transfer data gagal, tetapi juga bisa menyebabkan kerusakan pada port, mempercepat penurunan performa baterai, hingga membuka celah masuknya malware. Karena itu, penting mengetahui perangkat apa saja yang sebaiknya tidak asal disambungkan ke laptop dan bagaimana memilih alternatif yang lebih aman.

1. Flashdisk atau Hard Disk Eksternal yang Tidak Diketahui Asal-usulnya

Menerima atau meminjam flashdisk dari orang lain memang terlihat sepele. Padahal, perangkat penyimpanan eksternal masih menjadi salah satu media penyebaran malware yang paling sering ditemukan. Microsoft menjelaskan bahwa malware dapat menyebar melalui media penyimpanan portabel, terutama jika fitur AutoRun aktif atau pengguna langsung membuka file tanpa melakukan pemindaian terlebih dahulu. Selain virus biasa, ancaman seperti worm, trojan, hingga ransomware juga dapat ikut terbawa tanpa disadari. (Microsoft Security, 2024; CISA – USB Security Best Practices, 2023).

Hal seperti ini masih sering terjadi di lingkungan sekolah, kampus, hingga percetakan. Misalnya, seorang mahasiswa menggunakan flashdisk yang sebelumnya dipakai di komputer umum untuk mencetak tugas. Ketika perangkat tersebut langsung dicolokkan ke laptop pribadi tanpa dipindai, file penting berubah menjadi shortcut atau bahkan tidak dapat diakses karena terinfeksi malware. Kejadian serupa juga banyak dibagikan oleh pengguna di forum Reddit dan Microsoft Community sepanjang 2024–2025, yang menunjukkan bahwa ancaman melalui media penyimpanan eksternal masih sangat relevan.

2. Kabel USB atau Kabel Charger Berkualitas Rendah

Tidak semua kabel USB dibuat dengan standar kualitas yang sama. Kabel yang dijual dengan harga sangat murah sering kali menggunakan material konduktor yang kurang baik sehingga arus listrik dan transfer data menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempercepat keausan konektor, membuat proses pengisian daya tidak konsisten, bahkan meningkatkan risiko panas berlebih ketika digunakan untuk perangkat yang mendukung fast charging. Sumber: USB Implementers Forum (USB-IF, 2024), PCWorld (2025).

Bagi pengguna yang membutuhkan kabel untuk aktivitas harian, VIVAN USB-C to USB-C 65W (VZCC100) bisa menjadi pilihan yang lebih aman. Dukungan Power Delivery hingga 65W membuatnya mampu mengisi daya berbagai perangkat mulai dari smartphone, tablet, hingga laptop yang kompatibel dengan USB-C. Material braided membuat kabel lebih tahan terhadap tekukan berulang, sementara kemampuan menghantarkan arus hingga 5A membantu menjaga proses pengisian daya tetap stabil. Di kelasnya, kabel dengan spesifikasi serupa dari merek global umumnya dibanderol mulai Rp180 ribu hingga lebih dari Rp300 ribu, sehingga VIVAN menawarkan nilai yang kompetitif bagi pengguna yang menginginkan kualitas tanpa harus membayar terlalu mahal. Produk seperti ini sangat cocok untuk mahasiswa, pekerja kantoran, hingga pengguna hybrid working yang setiap hari bergantung pada satu kabel untuk berbagai perangkat.

3. USB Hub atau Converter Tanpa Standar Kualitas yang Jelas

Laptop tipis masa kini memang sering memiliki jumlah port yang terbatas sehingga banyak pengguna membeli USB hub murah sebagai solusi instan. Sayangnya, tidak semua USB hub memiliki sistem distribusi daya dan kualitas komponen yang baik. Produk berkualitas rendah berpotensi menyebabkan koneksi perangkat sering terputus, transfer data gagal, hingga tegangan listrik yang tidak stabil ketika beberapa perangkat digunakan secara bersamaan. Sumber: Intel Support (2024), Vention Knowledge Center (2024).

Jika memang membutuhkan tambahan port, menggunakan VENTION USB Hub 4 Port (CHLBB) merupakan pilihan yang lebih masuk akal. Dibandingkan produk tanpa merek yang banyak beredar di pasaran, VENTION dikenal memiliki kualitas build yang baik dengan koneksi data yang lebih stabil untuk kebutuhan seperti mouse, keyboard, printer, maupun flashdisk. Berdasarkan ulasan pengguna di berbagai marketplace internasional dan forum teknologi, keunggulan yang paling sering diapresiasi adalah kualitas material, koneksi yang konsisten, serta minim gangguan saat digunakan untuk aktivitas produktivitas harian. Produk ini lebih sesuai bagi pekerja kantoran, pelajar, desainer, maupun pengguna laptop yang sering menghubungkan beberapa perangkat sekaligus.

4. Perangkat USB yang Ditemukan di Tempat Umum

Menemukan flashdisk di area parkir, ruang rapat, atau meja kerja mungkin membuat sebagian orang penasaran untuk melihat isinya. Padahal, praktik seperti ini dikenal sebagai USB baiting, yaitu teknik rekayasa sosial yang sengaja memancing seseorang mencolokkan perangkat berbahaya ke komputernya. Setelah terhubung, malware dapat berjalan secara otomatis atau memanfaatkan kelengahan pengguna untuk mencuri data maupun mengambil alih sistem. Sumber: Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA, 2023), Kaspersky (2024).

Beberapa simulasi keamanan siber bahkan menunjukkan bahwa sebagian besar orang tetap akan mencolokkan flashdisk yang ditemukan di tempat umum karena rasa penasaran. Kebiasaan sederhana inilah yang kemudian dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menyusup ke jaringan perusahaan maupun perangkat pribadi.

5. Smartphone yang Sudah Terinfeksi Malware

Banyak orang menganggap smartphone pasti aman ketika dihubungkan ke laptop. Faktanya, apabila ponsel telah terinfeksi aplikasi berbahaya atau menggunakan sistem operasi yang sudah dimodifikasi tanpa perlindungan memadai, proses sinkronisasi data tetap berpotensi membawa risiko keamanan. Risiko memang tidak selalu terjadi, tetapi menghubungkan perangkat yang tidak jelas kondisinya tetap tidak disarankan, terutama jika laptop digunakan untuk menyimpan dokumen penting pekerjaan atau data pribadi. Sumber: Google Android Security Report (2024), Microsoft Security Blog (2024).

Karena itu, pastikan perangkat seluler selalu menggunakan sistem operasi terbaru, hanya menginstal aplikasi dari sumber resmi, serta lakukan pemindaian keamanan secara berkala sebelum melakukan transfer data menggunakan kabel USB.

6. Charger atau Adaptor Daya Tanpa Sertifikasi

Adaptor pengisian daya berkualitas rendah biasanya tidak memiliki perlindungan terhadap arus berlebih, suhu tinggi, maupun hubungan arus pendek. Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat memengaruhi stabilitas pengisian daya perangkat yang terhubung ke laptop melalui USB-C atau bahkan menyebabkan kerusakan pada aksesori yang digunakan. Sumber: Electrical Safety Foundation International (ESFI, 2024), USB-IF (2024).

Menggunakan adaptor dari produsen terpercaya mungkin terlihat lebih mahal di awal, tetapi investasi tersebut jauh lebih sepadan dibandingkan harus mengganti perangkat akibat kerusakan yang sebenarnya bisa dicegah.

7. Terlalu Banyak Dongle USB yang Terpasang Bersamaan

Semakin banyak receiver atau dongle yang memenuhi port laptop, semakin besar pula kemungkinan pengguna mengalami keterbatasan ruang untuk perangkat lain. Selain membuat meja kerja terlihat kurang rapi, kondisi ini juga meningkatkan frekuensi cabut-pasang perangkat yang pada akhirnya dapat mempercepat keausan port USB.

Sebagai alternatif, Logitech Pebble M350S menawarkan solusi yang lebih praktis karena mengandalkan koneksi Bluetooth, sehingga tidak memerlukan receiver USB tambahan. Mouse ini juga mendukung koneksi ke beberapa perangkat sekaligus serta memiliki tombol yang senyap sehingga nyaman digunakan di ruang kerja maupun perpustakaan. Berdasarkan pengujian RTINGS dan berbagai ulasan pengguna, Pebble M350S banyak diapresiasi berkat desainnya yang ringkas, koneksi yang stabil, serta daya tahan baterai yang panjang. Di kelas mouse Bluetooth premium, harga produk serupa dari merek lain umumnya berada di kisaran Rp500 ribu hingga Rp800 ribu, sehingga Pebble M350S menjadi pilihan menarik bagi pekerja kantoran, mahasiswa, kreator konten, hingga pengguna laptop yang sering berpindah tempat kerja.

Laptop Aman Dimulai dari Aksesori yang Tepat

Menjaga laptop tetap awet ternyata tidak hanya bergantung pada spesifikasi perangkat, tetapi juga pada aksesori yang digunakan setiap hari. Menghindari flashdisk yang tidak dikenal, menggunakan kabel berkualitas, memilih USB hub dari merek terpercaya, hingga beralih ke perangkat Bluetooth merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi berbagai risiko yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.

Kalau sedang mencari aksesori laptop yang lebih aman, berkualitas, dan bergaransi resmi, kamu bisa mempertimbangkan VENTION USB Hub 4 Port (CHLBB), VIVAN USB-C to USB-C 65W (VZCC100), maupun Logitech Pebble M350S yang tersedia di Pegastore.ID. Hubungi tim sales Pegastore.ID untuk mendapatkan informasi stok, harga terbaru, serta rekomendasi produk yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Artikel Lainnya
PC Jangan Ditempel ke Tembok! Ini Cara Menjaga Airflow agar Komputer Tetap OptimalPC Jangan Ditempel ke Tembok! Ini Cara Menjaga Airflow agar Komputer Tetap OptimalBukan Cuma Soal Suara, Ini Cara Memilih Headset Gaming Fantech Sesuai Gaya MainBukan Cuma Soal Suara, Ini Cara Memilih Headset Gaming Fantech Sesuai Gaya MainDikira Gimmick, 5 Produk Ini Baru Terasa Penting Saat DibutuhkanDikira Gimmick, 5 Produk Ini Baru Terasa Penting Saat DibutuhkanJangan Tunggu Putus! Ini 4 Kabel yang Sebaiknya Tidak Dipakai Terlalu LamaJangan Tunggu Putus! Ini 4 Kabel yang Sebaiknya Tidak Dipakai Terlalu LamaSudah Pakai 2FA tapi Masih Bisa Dibobol? Ini Alasan dan Cara Memperkuat Keamanan AkunSudah Pakai 2FA tapi Masih Bisa Dibobol? Ini Alasan dan Cara Memperkuat Keamanan Akun5 Pengaturan Layar Laptop yang Wajib Diubah agar Mata Tidak Cepat Lelah, Sudah Coba?5 Pengaturan Layar Laptop yang Wajib Diubah agar Mata Tidak Cepat Lelah, Sudah Coba?
Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat