

Ketika mencari laptop premium, nama Intel dan AMD masih menjadi pilihan yang paling familiar. Namun, persaingan prosesor laptop kini semakin menarik setelah Qualcomm menghadirkan Snapdragon X2 Elite sebagai platform premium-tier untuk PC Windows. Salah satu perangkat yang memperlihatkan kemampuan tersebut adalah ASUS ProArt PZ14, laptop detachable yang menggabungkan Snapdragon X2 Elite 18-core dengan layar OLED 3K dan desain yang ditujukan untuk kebutuhan kreator. ASUS memperkenalkan ProArt PZ14 pada Januari 2026 dan memosisikannya sebagai perangkat kreator paling bertenaga yang pernah dibuatnya.
Snapdragon X2 Elite Mulai Masuk Perhitungan Laptop Premium
Menariknya, Snapdragon X2 Elite bukan sekadar prosesor yang mengejar jumlah core. Qualcomm memperkenalkan seri ini pada September 2025 sebagai platform premium-tier untuk Windows 11, dengan varian hingga 18-core, frekuensi hingga 5 GHz, cache hingga 53 MB, serta NPU hingga 85 TOPS. Qualcomm juga menempatkan X2 Elite untuk kebutuhan multitasking, penyuntingan media, pembuatan konten berbasis AI, hingga pekerjaan profesional yang membutuhkan performa tinggi tetapi tetap mengutamakan efisiensi daya.
Posisi tersebut membuat Snapdragon X2 Elite 18-core yang digunakan ProArt PZ14 menarik jika dibandingkan dengan prosesor laptop kelas atas dari Intel dan AMD. Pengujian Notebookcheck terhadap Snapdragon X2 Elite X2E-88-100 menunjukkan performanya sudah berada di kelas atas prosesor mobile, dengan skor Cinebench 2026 multi-core sekitar 5.980 dan Geekbench 6.7 multi-core rata-rata 19.106 pada basis data pengujian mereka. Dalam beberapa pengujian, hasilnya berada di sekitar atau bahkan melampaui sejumlah chip seperti Intel Core Ultra 9 dan AMD Ryzen AI 9, meski hasil akhirnya tetap bergantung pada perangkat, batas daya, pendinginan, dan apakah aplikasi berjalan secara native di ARM.
Dengan kata lain, Snapdragon X2 Elite belum perlu diposisikan sebagai pengganti mutlak Intel atau AMD. Nilai jualnya justru terletak pada fakta bahwa Qualcomm sudah memiliki prosesor yang performanya pantas dibandingkan dengan kelas premium tersebut. Ini menjadi semakin relevan bagi pengguna yang mencari laptop dengan kombinasi performa CPU, efisiensi, dan akselerasi AI, bukan sekadar mengejar angka benchmark tertinggi.
ASUS ProArt PZ14 Membawa Performa Itu ke Workflow Kreator
ASUS kemudian menempatkan kemampuan Snapdragon X2 Elite tersebut ke perangkat yang bentuknya berbeda dari laptop premium pada umumnya. ProArt PZ14 menggunakan Snapdragon X2 Elite 18-core X2E88100, dipadukan dengan RAM 32 GB LPDDR5X dan SSD 1 TB PCIe 4.0. Konfigurasi ini membuatnya tidak sekadar cocok untuk pekerjaan kantor, tetapi juga cukup serius untuk workflow kreatif yang membutuhkan banyak aplikasi dan aset berukuran besar. ASUS bahkan mencatat peningkatan hingga 3 kali lipat pada ProArt PZ14 dibanding PZ13 dalam pengujian PugetBench untuk DaVinci Resolve, meski angka tersebut merupakan klaim berbasis pengujian ASUS dan bukan hasil yang otomatis berlaku pada setiap skenario penggunaan.
Manfaatnya terasa ketika perangkat digunakan sebagai workstation mobile. Seorang fotografer, misalnya, dapat membawa PZ14 ke lokasi pemotretan, memindahkan foto melalui pembaca kartu SD Express, melakukan seleksi dan penyuntingan di Lightroom atau Photoshop, lalu menggunakan layar sentuh dan pena ketika membutuhkan kontrol yang lebih langsung. Pengujian TechRadar pada 2026 juga menemukan bahwa PZ14 mampu menjalankan Photoshop, Lightroom, Premiere Pro, dan DaVinci Resolve dengan respons yang baik, sehingga perangkat ini lebih masuk akal dipandang sebagai perangkat kerja kreatif yang bisa berpindah tempat, bukan sekadar tablet Windows berharga premium.
NPU 80 TOPS Bukan Sekadar Angka untuk Label AI
Salah satu alasan Snapdragon X2 Elite menarik untuk laptop generasi sekarang adalah keberadaan NPU. Pada konfigurasi PZ14, Qualcomm Hexagon NPU menawarkan hingga 80 TOPS, sehingga pekerjaan AI tertentu dapat diproses secara lokal tanpa selalu membebani CPU dan GPU. Qualcomm secara khusus menyebut kemampuan ini ditujukan untuk media editing, pembuatan konten multimodal, dan pengalaman AI pada PC Windows.
Dalam penggunaan sehari-hari, pendekatan tersebut lebih relevan ketika laptop mulai menjalankan fitur seperti pengelolaan aset, peningkatan gambar, pembersihan audio, atau bantuan generatif secara lokal. ASUS menyediakan aplikasi seperti StoryCube, MuseTree, dan ProArt Creator Hub untuk mendukung alur kerja tersebut. Fitur Copilot+ juga menjadi bagian dari ekosistem PZ14, meski ASUS Indonesia menyatakan pengalaman Copilot+ pada halaman produknya memerlukan pembaruan gratis dan ketersediaannya dapat berbeda menurut perangkat serta wilayah.
Layar OLED-nya Membuat PZ14 Lebih dari Sekadar Laptop Kencang
Performa tinggi akan terasa kurang berarti bagi kreator jika layar tidak mampu menampilkan hasil kerja dengan baik. Karena itu, ASUS memasangkan Snapdragon X2 Elite dengan ASUS Lumina Pro OLED 14 inci beresolusi 3K 2880 × 1800, rasio 16:10, refresh rate hingga 144 Hz, serta cakupan warna 100% DCI-P3. Panel ini juga mendukung HDR True Black 1000, touchscreen, dan lapisan anti-reflektif.
Kombinasi tersebut punya dampak nyata bagi pekerjaan visual. Fotografer bisa melihat kontras dan warna dengan lebih meyakinkan ketika melakukan penyuntingan, sementara editor video mendapatkan ruang kerja vertikal 16:10 yang lebih nyaman untuk timeline dan panel aplikasi. Refresh rate 144 Hz juga membuat perpindahan antarmuka dan gerakan di layar terasa lebih halus. ASUS turut membekali PZ14 dengan ASUS Pen 3.0, sehingga ilustrator atau desainer dapat menggambar dan memberikan anotasi langsung di atas layar tanpa harus membawa perangkat tambahan.
Desain Detachable Menjadi Nilai Jual yang Tidak Dimiliki Semua Laptop Premium
Di sinilah PZ14 mempunyai alasan yang cukup kuat untuk dihargai sebagai perangkat premium. Dengan keyboard Bluetooth yang dapat dilepas dan stand cover, perangkat bisa berubah dari laptop menjadi tablet Windows ketika pengguna membutuhkan interaksi langsung dengan layar. ASUS menyebut bobot perangkat utamanya sekitar 790 gram dan ketebalan sekitar 9 mm, sementara desainnya telah melalui pengujian MIL-STD-810H serta memiliki sertifikasi IP52.
Bagi kreator yang lebih sering bekerja di luar studio, fleksibilitas tersebut bukan sekadar kosmetik. PZ14 dapat digunakan dengan keyboard ketika menyusun naskah, mengedit video, atau membalas pekerjaan klien, kemudian dilepas ketika digunakan untuk menggambar, membaca referensi, atau memberikan anotasi pada desain. ASUS juga menyediakan dua port USB4, Wi-Fi 7, serta pembaca kartu SD Express 7.0 pada konfigurasi yang dipasarkan di Amerika Serikat, memperlihatkan bahwa perangkat ini memang dirancang untuk workflow mobile yang membutuhkan konektivitas cepat.
Baterai dan Efisiensi Menjadi Bagian Penting dari Ceritanya
Keunggulan Snapdragon X2 Elite juga terasa dari arah desain perangkat yang mengutamakan mobilitas. PZ14 menggunakan baterai 75 Wh, dan ASUS mengklaim daya tahan hingga 22 jam untuk pemutaran video FHD serta hingga 16 jam untuk aktivitas seperti penjelajahan web dan streaming video berdasarkan pengujian internal. Hasil pengujian independen tentu dapat berbeda, tetapi Notebookcheck merangkum sejumlah ulasan PZ14 yang mendapatkan daya tahan mendekati 11 jam dalam pengujian penggunaan mereka.
Perbedaan metode pengujian tersebut justru perlu diperhatikan. Laptop tidak akan selalu bertahan selama angka klaim pabrikan ketika digunakan untuk rendering atau penyuntingan video berat sepanjang hari. Namun, kemampuan mempertahankan performa saat menggunakan daya baterai tetap menjadi salah satu karakter yang membuat platform Snapdragon menarik untuk laptop yang mengutamakan mobilitas.
Harganya Memang Premium, tetapi Posisi Produknya Juga Berbeda
ASUS Indonesia mencantumkan harga Rp49.999.000 untuk ProArt PZ14 dengan Snapdragon X2 Elite 18-core, RAM 32 GB, SSD 1 TB, dan layar 3K OLED. Harga tersebut jelas menempatkannya di segmen premium. Sebagai pembanding di lini ASUS sendiri, ProArt PX13 dengan Ryzen AI 9 HX 370 dan GPU GeForce RTX 4070 tercantum mulai sekitar Rp64,999 juta, sedangkan ProArt P16 dengan opsi Ryzen AI 9 HX 370 dan GPU hingga RTX 5090 berada di kisaran Rp. 56.999 juta pada halaman ASUS Indonesia.
Perbandingan harga tersebut juga menunjukkan bahwa PZ14 tidak sedang mencoba menjadi laptop workstation dengan GPU diskret kelas atas. Kekuatan utamanya berada pada kombinasi CPU premium, NPU, layar berkualitas tinggi, desain detachable, stylus, dan mobilitas. Untuk kebutuhan yang sangat bergantung pada GPU diskret seperti rendering 3D berat atau gaming kelas atas, perangkat ProArt dengan GPU NVIDIA tetap lebih relevan. Sebaliknya, ketika prioritasnya adalah pekerjaan kreatif yang berpindah-pindah, layar, pena digital, efisiensi, dan fleksibilitas, PZ14 mempunyai proposisi yang jauh lebih spesifik.
Siapa yang Paling Cocok Menggunakan ASUS ProArt PZ14?
ASUS ProArt PZ14 paling menarik untuk fotografer, desainer grafis, ilustrator, editor foto dan video, content creator, hingga profesional yang sering bekerja dari berbagai lokasi. Perangkat ini juga masuk akal untuk pengguna yang menginginkan satu perangkat Windows untuk bekerja sekaligus menggambar, mencatat, melakukan presentasi, dan menikmati konten tanpa harus membawa laptop serta tablet secara terpisah. Sebaliknya, pengguna yang mengandalkan aplikasi Windows tertentu yang belum optimal di ARM, membutuhkan GPU diskret untuk pekerjaan berat, atau menjadikan gaming sebagai kebutuhan utama sebaiknya mempertimbangkan laptop dengan platform x86 dan GPU diskret.
Pada akhirnya, Snapdragon X2 Elite bukan lagi sekadar alternatif yang menarik di atas kertas. Melalui ProArt PZ14, performa CPU hingga 18-core, NPU hingga 80 TOPS, efisiensi, dan kemampuan menjalankan aplikasi kreatif ditempatkan dalam sebuah perangkat yang memang dirancang untuk pengguna profesional. Intel dan AMD tetap mempunyai ekosistem yang sangat matang dan pilihan produk yang jauh lebih luas, tetapi posisi Snapdragon X2 Elite sudah cukup kuat untuk membuatnya layak masuk daftar pertimbangan ketika mencari laptop premium untuk kreativitas dan mobilitas.
Tertarik Membawa ASUS ProArt PZ14 ke Workflow Kamu?
Jika kebutuhanmu lebih banyak berkaitan dengan desain, editing, fotografi, ilustrasi, dan pekerjaan kreatif yang menuntut mobilitas tinggi, ASUS ProArt PZ14 menawarkan kombinasi yang cukup unik antara performa Snapdragon X2 Elite dan fleksibilitas perangkat detachable. Untuk mengetahui ketersediaan unit, harga terbaru, maupun berkonsultasi apakah konfigurasi ini sesuai dengan kebutuhan kerja kamu, hubungi sales Pegastore.ID.
.png)
Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:
Instagram: pegastore.id/instagram
Tiktok : pegastore.id/tiktok
Whatsapp : pegastore.id/whatsapp
Whatsapp Service : pegastore.id/service
Acer Googlebook 14 Terungkap, Begini Ambisi Acer di Era Laptop Googlebook
Siap Jadi Tablet Serbaguna, HONOR Pad 20 Pro Meluncur dengan Snapdragon 8s Gen 4
Eka Gustiwana Dilirik Apple, Ini Peran Logic Pro dalam Perjalanan Kreatifnya
Mahal Sedikit, Kencangnya Jauh? Begini Pengaruh TGP pada Laptop Gaming
Laptop Gaming Bukan Lagi Cuma untuk Main Game? Mengenal Lineup Colorful EVOL P15 Sesuai Kebutuhan
OmniBook 3 atau OmniBook 5? Begini Cara Memilih Laptop AI Sesuai Kebutuhan