Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout
Hai, Pengguna!
Masuk atau Daftar
Menu
Kategori
Home Tentang Kami FAQ Price List Service Center Pegacare+ Artikel Karir
Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
!MERCHANDISE!MESIN KASIRPEGA 3D FIGURINEPEGACARE+
Tech News

Serangan Siber Berbasis AI Meningkat 56%, Ancaman Baru bagi Pengguna Laptop

18-08-2026
Serangan Siber Berbasis AI Meningkat 56%, Ancaman Baru bagi Pengguna Laptop

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) telah mengubah cara banyak orang bekerja. Mulai dari membantu menulis dokumen, membuat presentasi, hingga menganalisis data, AI mampu meningkatkan produktivitas dalam waktu singkat. Namun, di balik manfaat tersebut, ada sisi lain yang mulai menjadi perhatian para pakar keamanan siber. Teknologi yang sama kini juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan digital untuk melancarkan serangan yang lebih cepat, lebih rapi, dan semakin sulit dikenali.

Hal tersebut diungkap dalam IBM Cost of a Data Breach Report 2026, yang menunjukkan bahwa serangan siber berbasis AI meningkat hingga 56% dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, sekitar 1 dari 4 kebocoran data yang bersifat berbahaya kini melibatkan AI, dengan rata-rata kerugian mencapai US$6 juta per insiden. Temuan ini menjadi pengingat bahwa ancaman digital kini tidak hanya menyasar perusahaan besar, tetapi juga pengguna laptop sehari-hari yang menyimpan berbagai data penting di perangkatnya. (IBM Newsroom, 2026; IBM Cost of a Data Breach Report, 2026).

AI Kini Tidak Hanya Membantu Manusia, tetapi Juga Dimanfaatkan Hacker


Selama ini AI dikenal sebagai teknologi yang mempermudah berbagai aktivitas, mulai dari mencari informasi, membuat desain, hingga membantu proses belajar maupun bekerja. Sayangnya, kemudahan tersebut juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Dengan bantuan AI, mereka dapat membuat email phishing yang tampak sangat profesional, menghasilkan malware dalam waktu singkat, bahkan membuat konten deepfake berupa gambar, suara, maupun video yang menyerupai orang asli.

Jika beberapa tahun lalu email penipuan masih mudah dikenali karena banyak kesalahan penulisan atau tampilan yang kurang meyakinkan, kini kondisinya jauh berbeda. AI mampu menyusun kalimat yang rapi, menggunakan bahasa formal, bahkan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai target korban. Akibatnya, peluang seseorang terkecoh menjadi semakin besar apabila tidak lebih teliti. (IBM Newsroom, 2026; IBM X-Force Threat Intelligence Index, 2026).

Mengapa Serangan Siber Berbasis AI Semakin Sulit Dideteksi?


Perbedaan terbesar antara serangan siber konvensional dan serangan yang memanfaatkan AI terletak pada kecepatan serta skalanya. AI memungkinkan pelaku membuat ribuan variasi email, pesan, atau tautan berbahaya hanya dalam hitungan menit. Setiap pesan bahkan dapat dipersonalisasi sehingga terlihat seolah-olah berasal dari rekan kerja, perusahaan, atau layanan yang memang sering digunakan korban.

Tidak hanya itu, AI juga mampu membantu penyerang mencari celah keamanan pada sistem secara lebih efisien. Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu berhari-hari kini dapat dilakukan jauh lebih cepat dengan bantuan otomatisasi. Kondisi inilah yang menyebabkan banyak organisasi mulai meningkatkan investasi pada teknologi keamanan berbasis AI untuk mengimbangi kemampuan para pelaku kejahatan siber. (IBM Cost of a Data Breach Report, 2026; Network World, "AI-driven attacks increased 56% last year", 2026).

Bukan Hanya Perusahaan Besar, Pengguna Laptop Pribadi Juga Berisiko


Masih banyak orang menganggap serangan siber hanya mengincar perusahaan besar atau instansi pemerintah. Padahal, hampir setiap pengguna laptop menyimpan data yang bernilai, mulai dari dokumen pekerjaan, tugas kuliah, foto keluarga, data keuangan, hingga akun media sosial dan internet banking. Semua informasi tersebut dapat dimanfaatkan apabila jatuh ke tangan yang salah.

Risiko semakin besar ketika pengguna masih menggunakan kata sandi yang sama di berbagai akun, jarang memperbarui sistem operasi, atau mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya. Pelaku kejahatan tidak selalu mengincar nominal uang yang besar, tetapi sering kali memanfaatkan kelengahan pengguna untuk mengambil alih akun, mencuri identitas, atau menyebarkan ransomware. (IBM Newsroom, 2026; Cybersecurity and Infrastructure Security Agency/CISA, Secure Our World, 2025).

Kebiasaan Sederhana yang Dapat Mengurangi Risiko Serangan Siber


Meskipun ancaman terus berkembang, bukan berarti pengguna tidak bisa melindungi diri. Langkah pertama yang paling penting adalah membiasakan diri untuk selalu memperbarui sistem operasi dan aplikasi. Pembaruan tersebut umumnya membawa perbaikan terhadap celah keamanan yang baru ditemukan sehingga perangkat menjadi lebih terlindungi.

Selain itu, penggunaan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun juga sangat disarankan. Akan lebih baik lagi jika pengguna mengaktifkan Multi-Factor Authentication (MFA) agar proses masuk ke akun memerlukan lapisan verifikasi tambahan. Kebiasaan lain yang tidak kalah penting adalah menghindari mengklik tautan atau lampiran dari email yang mencurigakan, meskipun tampilannya terlihat sangat meyakinkan.

Hal yang sering terlupakan adalah melakukan backup data secara rutin. Menyimpan salinan file penting di media penyimpanan lain dapat membantu meminimalkan kerugian apabila suatu saat perangkat terkena ransomware atau mengalami kerusakan. (CISA, Secure Our World, 2025; Microsoft Security, 2025).

Perangkat yang Tepat Juga Berperan dalam Menjaga Keamanan Data


Keamanan digital tidak hanya bergantung pada kebiasaan pengguna, tetapi juga didukung oleh perangkat yang digunakan sehari-hari. Laptop dengan sistem operasi resmi yang rutin mendapatkan pembaruan keamanan akan lebih siap menghadapi ancaman baru dibandingkan perangkat yang menggunakan perangkat lunak tidak resmi. Begitu pula dengan penggunaan media penyimpanan berkualitas seperti SSD eksternal atau flash drive berkecepatan tinggi yang memudahkan proses backup tanpa harus mengorbankan kenyamanan bekerja.

Bagi pekerja kantoran, pelaku UMKM, mahasiswa, kreator konten, hingga freelancer yang setiap hari menyimpan dokumen penting di laptop, investasi pada perangkat dan penyimpanan yang andal bukan lagi sekadar soal performa. Perangkat tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan data agar aktivitas belajar maupun bekerja tetap berjalan tanpa gangguan ketika menghadapi risiko serangan siber.

AI Akan Terus Berkembang, Kesadaran Pengguna Harus Ikut Meningkat


AI bukanlah musuh. Justru teknologi ini akan terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan membantu berbagai aktivitas menjadi lebih efisien. Tantangannya adalah memastikan teknologi tersebut dimanfaatkan secara bertanggung jawab, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap berbagai modus kejahatan digital yang ikut berkembang seiring kemajuan AI.

Laporan terbaru IBM menunjukkan bahwa serangan siber berbasis AI bukan lagi sekadar prediksi, melainkan tren yang sedang terjadi. Oleh karena itu, membangun kebiasaan digital yang lebih aman, rutin melakukan backup, menggunakan perangkat lunak resmi, serta memilih perangkat yang mendukung keamanan jangka panjang merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi data pribadi maupun pekerjaan.

Lindungi Data Penting Anda Bersama Pegastore.id

Sedang mencari laptop untuk bekerja, SSD eksternal untuk backup, flash drive berkecepatan tinggi, atau software original yang selalu mendapatkan pembaruan keamanan? Pegastore.id menyediakan berbagai pilihan produk dari merek terpercaya yang dapat membantu mendukung produktivitas sekaligus menjaga keamanan data Anda.

Hubungi tim sales Pegastore.id untuk mendapatkan rekomendasi perangkat yang paling sesuai dengan kebutuhan, baik untuk mahasiswa, pekerja profesional, kreator konten, pelaku UMKM, maupun kebutuhan bisnis.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Artikel Lainnya
Xiaomi XRing O3 Makin Serius, Performa Flagship Mulai Tantang Apple A19 ProXiaomi XRing O3 Makin Serius, Performa Flagship Mulai Tantang Apple A19 ProGPU Modern Makin Pintar Mengatur Performa, Masih Perlukah Overclock di 2026?GPU Modern Makin Pintar Mengatur Performa, Masih Perlukah Overclock di 2026?ASUS Pamer Router Gaming Wi-Fi 8 Pertama di Dunia pada Event Gamescom 2026ASUS Pamer Router Gaming Wi-Fi 8 Pertama di Dunia pada Event Gamescom 2026Mau Laptop Dipakai Bertahun-Tahun? Ini 5 Pilihan yang Layak DipertimbangkanMau Laptop Dipakai Bertahun-Tahun? Ini 5 Pilihan yang Layak DipertimbangkanAI Makin Haus Listrik, Kenapa Data Center Mulai Melirik 800 VDC? Ini Temuan Terbaru Schneider ElectricAI Makin Haus Listrik, Kenapa Data Center Mulai Melirik 800 VDC? Ini Temuan Terbaru Schneider ElectricIntel Nova Lake Siapkan Core Ultra 400, Apa yang Berubah di Laptop Generasi Berikutnya?Intel Nova Lake Siapkan Core Ultra 400, Apa yang Berubah di Laptop Generasi Berikutnya?
Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat