

Di era kerja hybrid, kuliah daring, hingga maraknya content creation, layar laptop sudah menjadi "teman" yang hampir selalu menemani aktivitas sehari-hari. Mulai dari membalas email, menyusun laporan, mengedit video, hingga menikmati hiburan, semuanya dilakukan di depan layar selama berjam-jam. Tidak heran jika banyak orang mengeluhkan mata terasa perih, cepat lelah, pandangan mulai buram, bahkan sakit kepala setelah seharian menggunakan komputer.
Padahal, bukan hanya durasi penggunaan laptop yang menjadi penyebabnya. Pengaturan layar (display settings) yang dibiarkan menggunakan konfigurasi bawaan pabrik juga berkontribusi besar terhadap munculnya digital eye strain atau kelelahan mata digital. Menurut artikel yang diterbitkan BGR melalui Yahoo Tech (2026), sebagian besar monitor dan laptop dikirim dengan tingkat kecerahan tinggi agar tampil lebih menarik saat dipajang di toko. Setelah digunakan sehari-hari, pengaturan tersebut justru sering kali terasa terlalu terang untuk mata.
Kabar baiknya, Anda tidak perlu langsung membeli monitor baru untuk membuat mata lebih nyaman. Cukup dengan mengoptimalkan beberapa pengaturan layar, pengalaman bekerja maupun belajar dapat terasa jauh lebih nyaman. Berikut lima pengaturan yang sebaiknya segera Anda ubah.
1. Sesuaikan Brightness dengan Kondisi Ruangan, Jangan Selalu 100%
Kesalahan paling umum yang masih sering dilakukan pengguna laptop adalah membiarkan brightness berada di angka maksimal sepanjang hari. Banyak orang menganggap layar yang semakin terang berarti semakin nyaman dilihat. Faktanya justru sebaliknya.
Microsoft menjelaskan bahwa tingkat kecerahan layar sebaiknya disesuaikan dengan pencahayaan sekitar. Layar yang jauh lebih terang dibandingkan ruangan memaksa mata terus beradaptasi terhadap perbedaan cahaya, sehingga berpotensi menyebabkan mata cepat lelah. Windows bahkan menyediakan fitur Adaptive Brightness pada perangkat tertentu agar tingkat kecerahan dapat menyesuaikan kondisi lingkungan secara otomatis (Microsoft Support, 2026).
Hal serupa juga dibahas BGR (2026) yang menyarankan agar tingkat kecerahan layar kurang lebih setara dengan kondisi ruangan, bukan sekadar menggunakan angka tertentu.
Bayangkan Anda sedang menyelesaikan laporan di kamar pada malam hari dengan lampu redup. Jika brightness laptop tetap berada di 100%, cahaya putih yang terpancar akan terasa menyilaukan. Sebaliknya, ketika kecerahan diturunkan hingga sekitar 40–60% sesuai kondisi ruangan, mata biasanya terasa lebih rileks meski bekerja dalam waktu yang sama.
2. Aktifkan Dark Mode Saat Bekerja di Ruangan Redup
Belakangan ini, Dark Mode bukan hanya menjadi tren desain antarmuka, tetapi juga dipilih banyak pengguna karena dinilai lebih nyaman digunakan pada malam hari.
Microsoft menjelaskan bahwa mode gelap mengubah sebagian besar elemen antarmuka Windows menjadi warna gelap sehingga mengurangi silau dari latar belakang putih, terutama ketika digunakan di lingkungan dengan pencahayaan minim. Fitur ini juga dapat dipadukan dengan Night Light untuk pengalaman visual yang lebih nyaman (Microsoft Support, 2026)
Di berbagai komunitas pengguna Windows, termasuk diskusi yang cukup ramai di Reddit, banyak pengguna mengaku merasa lebih nyaman bekerja setelah mengaktifkan Dark Mode, terutama ketika harus menatap layar hingga larut malam. Walaupun pengalaman setiap orang berbeda, tren ini menunjukkan bahwa fitur tersebut memang menjadi salah satu pengaturan pertama yang dicoba ketika mata mulai terasa cepat lelah (Reddit, r/Windows11, 2025)
Namun perlu diingat, Dark Mode bukan solusi mutlak untuk semua aktivitas. Saat mengedit foto, mendesain grafis, atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan akurasi warna tinggi, tampilan terang (Light Mode) sering kali masih menjadi pilihan yang lebih ideal.
3. Atur Contrast agar Tulisan Lebih Tajam dan Mudah Dibaca
Selain brightness, contrast juga memiliki peran penting dalam kenyamanan membaca teks di layar.
Menurut BGR (2026), kontras yang terlalu rendah membuat teks tampak kurang tegas sehingga pengguna tanpa sadar akan menyipitkan mata agar tulisan terlihat lebih jelas. Dalam jangka waktu lama, kebiasaan ini dapat mempercepat munculnya kelelahan mata.
Sebaliknya, kontras yang tepat akan membuat perbedaan warna antara teks dan latar belakang menjadi lebih jelas sehingga mata tidak perlu bekerja terlalu keras saat membaca.
Contohnya cukup sederhana. Ketika mengerjakan spreadsheet berisi ratusan baris data atau membaca jurnal digital selama berjam-jam, teks yang tajam akan jauh lebih nyaman dibandingkan tampilan yang terlihat kusam akibat pengaturan kontras yang kurang optimal.
Jika monitor Anda menyediakan beberapa mode tampilan seperti Standard, Reading, atau Eye Care, tidak ada salahnya mencoba masing-masing untuk menemukan pengaturan yang paling nyaman sesuai kebutuhan.
4. Gunakan Night Light untuk Mengurangi Cahaya Biru pada Malam Hari
Fitur lain yang sering diabaikan adalah Night Light.
Microsoft menjelaskan bahwa Night Light bekerja dengan mengubah temperatur warna layar menjadi lebih hangat (warmer color temperature). Hasilnya, cahaya putih yang biasanya terasa menyilaukan berubah menjadi lebih kekuningan sehingga lebih nyaman digunakan pada malam hari. Pengguna juga dapat mengatur jadwal otomatis sesuai waktu penggunaan laptop (Microsoft Support, 2026)
BGR juga merekomendasikan penggunaan temperatur warna yang lebih hangat sebagai salah satu cara sederhana untuk membantu mengurangi ketegangan mata ketika menggunakan komputer dalam waktu lama (BGR, 2026)
Di media sosial maupun forum teknologi, cukup banyak pekerja kantoran, programmer, hingga mahasiswa yang menjadikan Night Light sebagai fitur yang selalu aktif setelah matahari terbenam karena dinilai membuat layar terasa lebih nyaman dipandang ketika lembur mengerjakan tugas atau proyek (Reddit, r/Windows11, 2025)
5. Perbesar Ukuran Font dan Gunakan Resolusi Asli Layar
Tidak sedikit pengguna laptop yang tetap memaksakan membaca teks berukuran kecil karena ingin melihat lebih banyak informasi dalam satu layar.
Padahal, ukuran huruf yang terlalu kecil membuat mata harus terus melakukan fokus ulang. Seiring waktu, kondisi ini dapat menyebabkan mata terasa cepat lelah, terutama ketika membaca dokumen panjang.
Selain ukuran font, penggunaan native resolution atau resolusi asli layar juga sangat penting. Microsoft menjelaskan bahwa pengaturan resolusi yang sesuai dengan kemampuan panel akan menghasilkan tampilan teks dan gambar yang lebih tajam dibandingkan menggunakan resolusi lebih rendah (Microsoft Support, 2026)
Sebagai contoh, jika laptop Anda memiliki layar Full HD (1920 × 1080), sebaiknya gunakan resolusi tersebut dan manfaatkan fitur Display Scaling apabila tulisan terasa terlalu kecil. Cara ini jauh lebih nyaman dibandingkan menurunkan resolusi hanya agar ikon terlihat lebih besar.
Jangan Lupakan Kebiasaan Sehat Saat Menggunakan Laptop
Pengaturan layar memang membantu meningkatkan kenyamanan, tetapi tetap perlu diimbangi dengan kebiasaan penggunaan yang sehat.
Salah satu rekomendasi yang paling sering disampaikan para ahli adalah aturan 20-20-20. American Optometric Association menyarankan agar setiap 20 menit, pengguna mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik untuk membantu mengurangi ketegangan mata akibat menatap layar terus-menerus. Rekomendasi ini juga diperkuat dalam laporan Associated Press mengenai digital eye strain (AP News, 2025)
Selain itu, posisi monitor juga sebaiknya berada sekitar 50–70 cm dari mata dengan bagian atas layar sedikit di bawah garis pandang agar leher dan mata tetap berada pada posisi yang nyaman.
Perangkat dengan Teknologi Eye Care Juga Layak Dipertimbangkan
Jika pekerjaan Anda mengharuskan menatap layar selama lebih dari delapan jam setiap hari, pengaturan software saja terkadang belum cukup.
Saat ini, banyak monitor dan laptop modern telah dibekali teknologi seperti Low Blue Light, Flicker-Free, hingga sertifikasi TÜV Rheinland Eye Comfort yang dirancang untuk membantu meningkatkan kenyamanan penggunaan dalam jangka panjang. Teknologi tersebut tentu bukan pengganti kebiasaan sehat, tetapi dapat menjadi nilai tambah bagi pengguna yang bekerja intensif di depan layar.
Bagi mahasiswa teknik yang sering membuka aplikasi CAD, editor video yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan timeline, hingga pekerja kantoran yang setiap hari bergelut dengan spreadsheet dan dokumen, perangkat dengan fitur perlindungan mata bisa menjadi investasi yang layak dipertimbangkan.
Mata cepat lelah tidak selalu berarti Anda harus mengurangi produktivitas. Dalam banyak kasus, penyebabnya justru berasal dari pengaturan layar yang belum optimal. Menyesuaikan brightness, mengaktifkan Dark Mode dan Night Light, mengatur contrast, serta menggunakan ukuran font dan resolusi yang tepat merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan perbedaan besar terhadap kenyamanan penggunaan laptop setiap hari (BGR, 2026)
Jika setelah melakukan berbagai penyesuaian Anda masih sering merasa tidak nyaman saat bekerja di depan layar, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan perangkat dengan teknologi layar yang lebih ramah di mata.
Sedang mencari laptop atau monitor dengan fitur Eye Care, Low Blue Light, panel IPS, OLED, atau teknologi Flicker-Free? Hubungi tim sales Pegastore.ID untuk mendapatkan rekomendasi produk yang sesuai dengan kebutuhan kerja, kuliah, maupun aktivitas kreatif Anda.
.png)
Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:
Instagram: pegastore.id/instagram
Tiktok : pegastore.id/tiktok
Whatsapp : pegastore.id/whatsapp
Whatsapp Service : pegastore.id/service
HP Android Punya Masa Kedaluwarsa? Begini Cara Cek Apakah Smartphone Kamu Masih Aman Digunakan
Sering Dilakukan Pengguna Produktif, 7 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Memperpendek Umur MacBook Pro
Masih Simpan Semua File di Laptop? Saatnya Terapkan Aturan Backup 3-2-1
Foto Terhapus? Jangan Panik! Ini Cara Mengembalikan Foto yang Hilang di HP
5 Fitur Penting dari Laptop Bisnis yang Sering Diremehkan
iPad di 2026 Bukan Cuma Buat Nonton, Ini Fitur dan Aplikasi yang Bikin Makin Produktif