

MacBook Air M1 mungkin sudah berusia lebih dari lima tahun, tetapi popularitasnya belum benar-benar surut. Bahkan di tengah kehadiran MacBook Air M4, M5, hingga berbagai laptop AI terbaru, banyak orang masih berburu MacBook Air M1, baik dalam kondisi baru stok lama (new old stock) maupun bekas. Menurut laporan Sindonews yang terbit pada Juli 2026, harga MacBook Air M1 baru masih berada di kisaran Rp 8,9 jutaan, sementara unit bekasnya banyak ditawarkan mulai Rp 6 jutaan tergantung kondisi dan kapasitas penyimpanan. Fenomena ini menunjukkan bahwa usia produk tidak selalu menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian laptop. (Sindonews, 2026)
Namun, ada satu pertanyaan yang menarik untuk dibahas. Jika budget yang dimiliki sudah berada di rentang Rp 8-12 jutaan, apakah membeli MacBook Air M1 masih menjadi pilihan paling masuk akal? Atau justru laptop baru dengan spesifikasi yang lebih modern dan garansi resmi menawarkan nilai yang lebih menarik?
Kenapa MacBook Air M1 Masih Banyak Dicari?
Ketika Apple memperkenalkan chip M1 pada 2020, banyak pengamat teknologi menyebutnya sebagai salah satu lompatan terbesar dalam sejarah MacBook. Chip berbasis ARM tersebut berhasil menghadirkan kombinasi performa dan efisiensi daya yang sulit ditandingi laptop tipis pada masanya. Hingga saat ini, performanya masih mampu menangani aktivitas sehari-hari seperti mengolah dokumen, membuat presentasi, rapat daring, pengelolaan media sosial, hingga pengeditan foto ringan dengan sangat nyaman. (Ultrabook Review, 2026; MacObserver, 2025)
Selain performa, daya tarik lain MacBook Air M1 adalah desainnya yang masih terlihat modern. Bobotnya ringan, bodinya premium, dan daya tahan baterainya masih menjadi salah satu yang terbaik di kelas laptop tipis. Bagi pengguna iPhone atau iPad, integrasi antar device yang ditawarkan Apple juga menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan. (Apple, 2025; Ultrabook Review, 2026)
Tidak heran jika banyak pengguna di forum teknologi seperti MacRumors dan Reddit masih menganggap MacBook Air M1 sebagai salah satu laptop dengan nilai investasi terbaik yang pernah dibuat Apple. Bahkan sebagian pengguna mengaku belum memiliki alasan kuat untuk melakukan upgrade ke generasi yang lebih baru karena kebutuhan mereka masih terpenuhi dengan baik. (MacRumors Forum, 2025; Reddit r/macbook, 2026)
Masalahnya, Tidak Semua Orang yang Mengincar MacBook Air M1 Benar-Benar Membutuhkannya
Di sinilah banyak calon pembeli sering kali kurang mempertimbangkan kebutuhan sebenarnya. Tidak sedikit orang yang tertarik membeli MacBook Air M1 karena reputasi dan citra produknya, bukan karena pekerjaan mereka memang membutuhkan keunggulan ekosistem Apple.
Sebagai contoh, seorang mahasiswa yang sehari-hari hanya menggunakan Microsoft Word, Excel, Canva, Google Docs, Zoom, dan browser dengan banyak tab sebenarnya tidak membutuhkan tenaga komputasi yang terlalu besar. Hal yang sama juga berlaku bagi staf administrasi, customer service, digital marketer, content writer, hingga pelaku UMKM yang sebagian besar aktivitasnya berbasis web dan aplikasi produktivitas.
Dalam kondisi seperti ini, faktor seperti kapasitas RAM, ruang penyimpanan, fleksibilitas software, hingga ketersediaan port konektivitas justru sering kali lebih berpengaruh terhadap kenyamanan penggunaan dibanding sekadar nama chipset atau logo yang menempel di bodi laptop.
Fenomena serupa juga banyak dibahas dalam berbagai komunitas teknologi. Banyak pengguna yang awalnya berniat membeli MacBook Air M1 bekas akhirnya memilih laptop baru setelah menyadari bahwa kebutuhan mereka lebih cocok dipenuhi perangkat modern dengan garansi resmi dan spesifikasi yang lebih segar. (Reddit, 2026; Tom's Hardware, 2025)
Ketika Harga MacBook Air M1 Sudah Mendekati Laptop Baru
Dulu, MacBook Air M1 menjadi sangat menarik karena menawarkan performa premium dengan harga yang relatif terjangkau. Namun situasi pasar pada 2026 mulai berubah.
Saat MacBook Air M1 bekas masih dipasarkan di kisaran Rp 6-8 jutaan dan unit baru stok lama mendekati Rp 9 jutaan, konsumen sebenarnya sudah memiliki cukup banyak pilihan laptop baru dengan harga yang tidak terpaut jauh. (Sindonews, 2026)
Perbedaannya cukup signifikan. Dengan membeli laptop baru, pengguna mendapatkan baterai yang masih prima, garansi resmi, sistem pendingin yang masih optimal, serta dukungan perangkat keras yang lebih panjang. Risiko seperti kesehatan baterai yang menurun, riwayat penggunaan yang tidak diketahui, atau potensi kerusakan tersembunyi juga bisa dihindari.
Bagi sebagian orang, tambahan dana sekitar satu hingga dua juta rupiah untuk mendapatkan perangkat baru sering kali menjadi keputusan yang lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
Kalau Budget di Kisaran Rp 8-12 Jutaan, Ada Banyak Alternatif Baru yang Menarik
Menariknya, rentang harga yang selama ini identik dengan MacBook Air M1 kini menjadi area persaingan yang sangat ramai. Berbagai produsen menghadirkan laptop baru dengan spesifikasi yang dirancang untuk kebutuhan produktivitas modern.
Salah satu yang cukup menarik adalah Infinix InBook Air Pro+. Di Pegastore, laptop ini hadir dengan kombinasi prosesor Intel Core generasi terbaru, RAM 16GB, serta SSD berkapasitas besar yang membuat aktivitas multitasking terasa lebih nyaman. Untuk pengguna yang sering membuka puluhan tab browser sambil menjalankan Canva, Google Meet, Excel, dan aplikasi komunikasi secara bersamaan, kapasitas RAM yang besar memberikan manfaat yang sangat terasa dalam penggunaan sehari-hari.
Nilai jual lainnya terletak pada penggunaan layar OLED beresolusi tinggi yang mampu menampilkan warna lebih hidup dan kontras yang lebih baik dibanding panel IPS standar. Bagi content creator pemula, digital marketer, desainer media sosial, maupun mahasiswa jurusan kreatif, kualitas tampilan seperti ini dapat meningkatkan kenyamanan kerja dalam jangka panjang.
Alternatif berikutnya adalah MSI Modern Series. Laptop ini sudah lama dikenal sebagai salah satu lini yang berfokus pada produktivitas dan mobilitas. Dengan desain tipis, bobot ringan, serta prosesor Intel Core Ultra terbaru pada beberapa modelnya, MSI Modern sangat cocok digunakan oleh pekerja kantoran, freelancer, maupun mahasiswa yang membutuhkan perangkat serbaguna.
Keunggulan MSI Modern tidak hanya terletak pada performanya, tetapi juga pada fleksibilitas penggunaan. Berbagai port yang tersedia membuat pengguna lebih mudah menghubungkan flashdisk, proyektor, monitor tambahan, atau perangkat presentasi tanpa harus membeli banyak adaptor tambahan seperti yang sering terjadi pada laptop dengan port terbatas.
Bagi pengguna yang mengutamakan desain premium dan kualitas layar, ASUS Zenbook OLED juga menjadi salah satu kandidat kuat. Laptop ini menawarkan pengalaman visual yang sangat baik berkat panel OLED dengan tingkat akurasi warna tinggi. Selain itu, kombinasi RAM besar dan SSD berkecepatan tinggi membuat proses membuka aplikasi maupun perpindahan antar pekerjaan terasa responsif.
Sementara itu, pengguna yang mengutamakan efisiensi anggaran dapat melirik beberapa lini terbaru dari Advan, termasuk seri WorkPro yang belakangan semakin populer. Dengan harga yang lebih terjangkau, laptop ini sudah menawarkan performa yang cukup untuk kebutuhan produktivitas sehari-hari seperti administrasi, pengelolaan dokumen, rapat daring, hingga aktivitas bisnis berbasis web.
Yang menarik, sebagian besar laptop baru di kelas harga ini sudah menawarkan RAM 16GB dan SSD 512GB sebagai standar. Jika dibandingkan dengan MacBook Air M1 yang banyak beredar dengan konfigurasi 8GB RAM dan penyimpanan 256GB, kapasitas yang lebih besar tersebut memberikan ruang gerak yang lebih nyaman untuk kebutuhan multitasking modern.
Bagaimana dengan MacBook Neo?
Bagi pengguna yang tetap ingin masuk ke ekosistem Apple, kehadiran MacBook Neo menjadi opsi yang menarik untuk dipertimbangkan. Produk ini dirancang sebagai laptop Apple yang lebih terjangkau dibanding MacBook Air generasi terbaru, tetapi tetap menawarkan pengalaman khas Apple yang selama ini menjadi daya tarik utama. (The Verge, 2026; Tom's Guide, 2026)
MacBook Neo cocok untuk pelajar, mahasiswa, pekerja kreatif pemula, maupun pengguna iPhone yang ingin menikmati integrasi antardevice tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar MacBook Air terbaru. Dukungan perangkat lunak yang lebih panjang juga menjadi salah satu keunggulan penting dibanding membeli perangkat generasi lama.
Bagi pengguna yang memang menginginkan macOS dan ekosistem Apple, MacBook Neo bisa menjadi opsi yang lebih relevan dibanding harus berburu MacBook Air M1 bekas dengan kondisi yang belum tentu optimal.
Jadi, Mana yang Lebih Masuk Akal?
MacBook Air M1 tetap merupakan laptop yang bagus. Tidak ada yang salah jika Anda masih tertarik memilikinya, terutama jika sudah terbiasa menggunakan perangkat Apple atau membutuhkan integrasi dengan iPhone dan iPad.
Namun jika alasan utama Anda mencari MacBook Air M1 hanyalah karena ingin mendapatkan laptop tipis, ringan, nyaman digunakan untuk bekerja, dan memiliki daya tahan baterai yang baik, maka ada banyak laptop baru yang saat ini menawarkan nilai lebih menarik di kelas harga yang sama.
Dengan RAM lebih besar, kapasitas penyimpanan lebih lega, garansi resmi, serta spesifikasi yang lebih relevan untuk kebutuhan produktivitas modern, laptop seperti Infinix InBook Air Pro+, MSI Modern Series, ASUS Zenbook OLED, hingga MacBook Neo layak masuk daftar pertimbangan sebelum mengambil keputusan.
Pada akhirnya, laptop terbaik bukanlah yang paling viral atau paling sering muncul di media sosial. Laptop terbaik adalah perangkat yang paling sesuai dengan kebutuhan kerja, gaya penggunaan, dan anggaran yang Anda miliki.
Bingung Memilih Laptop yang Paling Cocok?
Jika Anda masih ragu menentukan pilihan antara MacBook Neo, ASUS Zenbook OLED, MSI Modern Series, Infinix InBook Air Pro+, atau laptop produktivitas lainnya, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan tim sales PEGASTORE.ID. Tim Pegastore siap membantu menemukan laptop yang sesuai dengan kebutuhan kuliah, pekerjaan kantor, bisnis, hingga content creation, sehingga budget yang Anda keluarkan benar-benar memberikan manfaat maksimal untuk jangka panjang.
.png)
Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:
Instagram: pegastore.id/instagram
Tiktok : pegastore.id/tiktok
Whatsapp : pegastore.id/whatsapp
Whatsapp Service : pegastore.id/service
Mau Beli iPad mini Sekarang atau Tunggu iPad mini 8? Ini Bocoran Fitur dan Pertimbangannya
Microsoft Ubah Nama Copilot di Windows, Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya
Biar Nobar Makin Seru, Monitor Gaming Ternyata Bisa Jadi Pengganti TV
Baru Mau Jadi VTuber? 5 Laptop Ini Siap Diajak Streaming dan Main Game
ASUS ROG Raikiri II Pro Resmi Meluncur, Controller PC dengan Polling Rate 8K
AMD Dikabarkan Uji Teknologi Frame Generation 8X, Apakah Gamer Masih Perlu Upgrade GPU Mahal?