

Controller gaming kini tidak lagi sekadar perangkat pelengkap saat bermain game. Seiring berkembangnya industri PC gaming dan esports, kebutuhan akan kontrol yang lebih presisi, responsif, dan dapat disesuaikan semakin meningkat. Menjawab tren tersebut, ASUS Republic of Gamers (ROG) resmi memperkenalkan ROG Raikiri II Pro PC Controller, sebuah controller premium yang membawa sederet fitur kelas kompetitif, mulai dari polling rate hingga 8.000Hz, joystick modular berbasis TMR, hingga layar warna terintegrasi yang bisa dipersonalisasi langsung oleh pengguna.
Produk ini diposisikan sebagai penerus ROG Raikiri generasi sebelumnya dengan berbagai peningkatan yang menyasar gamer kompetitif maupun pengguna yang menginginkan pengalaman bermain lebih fleksibel di PC. Pengumuman tersebut disampaikan ASUS ROG melalui situs resminya pada 2025, bersamaan dengan peluncuran teknologi baru yang mendukung latensi lebih rendah dan daya tahan lebih lama. (Sumber: ASUS ROG, 2025; Rokujuu, 2025).
Polling Rate 8.000Hz, Seberapa Penting untuk Pengalaman Bermain?
Salah satu fitur yang paling banyak menarik perhatian adalah polling rate hingga 8.000Hz melalui koneksi USB. Secara sederhana, polling rate merupakan frekuensi controller mengirimkan data input ke komputer setiap detik. Pada controller standar, angka ini umumnya berada di kisaran 250Hz hingga 1.000Hz. Sementara itu, ROG Raikiri II Pro mampu mengirimkan data delapan kali lebih sering dibanding controller 1.000Hz, sehingga waktu respons menjadi jauh lebih cepat. (Sumber: ASUS ROG, 2025).
Dalam praktiknya, peningkatan ini memang tidak otomatis membuat pemain menjadi lebih jago. Namun, pada game kompetitif seperti Counter-Strike 2, Valorant, Apex Legends, hingga Call of Duty, setiap milidetik dapat menentukan hasil pertandingan. Di komunitas gamer kompetitif, penggunaan perangkat dengan latensi serendah mungkin sudah menjadi standar, sama seperti penggunaan monitor high refresh rate atau mouse ber-polling rate tinggi. Karena itu, kehadiran controller dengan 8K polling rate menjadi nilai tambah bagi pemain yang mengejar akurasi input maksimal.
Joystick Modular TMR, Solusi untuk Masalah Stick Drift
Masalah stick drift masih menjadi salah satu keluhan yang paling sering dialami pengguna controller dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini membuat karakter atau kamera bergerak sendiri meskipun joystick tidak disentuh. Berbagai diskusi di Reddit, forum Steam, hingga media teknologi menunjukkan bahwa stick drift menjadi alasan utama pengguna harus mengganti controller lebih cepat dibanding perangkat gaming lainnya. (Sumber: Reddit r/Controller, 2025; IGN, 2024).
Melihat kondisi tersebut, ASUS membekali ROG Raikiri II Pro dengan modul joystick TMR (Tunnel Magnetoresistance) yang dapat dilepas dan diganti. Berbeda dengan joystick konvensional berbasis potensiometer, teknologi TMR memanfaatkan sensor magnetik sehingga minim gesekan fisik dan memiliki tingkat keausan yang lebih rendah. Jika sewaktu-waktu joystick mengalami kerusakan atau pengguna ingin mengganti karakteristik kontrol, modul tersebut dapat dilepas tanpa harus membeli controller baru. Pendekatan ini tidak hanya membuat umur perangkat lebih panjang, tetapi juga memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang sering bermain dalam intensitas tinggi. (Sumber: ASUS ROG, 2025).
Trigger Adaptif untuk Berbagai Genre Game
Setiap genre game membutuhkan karakter kontrol yang berbeda. Pada game balap, pemain biasanya membutuhkan tekanan trigger yang panjang agar akselerasi kendaraan lebih halus. Sebaliknya, pada game FPS, trigger pendek sering kali terasa lebih cepat dan responsif saat menembak.
ROG Raikiri II Pro menghadirkan Dual Mode Trigger yang memungkinkan pengguna memilih antara mode full travel untuk kontrol yang lebih presisi atau mode short travel dengan micro-switch agar respons tombol terasa lebih instan. Fleksibilitas ini membuat satu controller dapat digunakan untuk berbagai genre tanpa perlu beradaptasi dengan perangkat berbeda. ASUS juga melengkapi tombol depan dan bumper menggunakan micro-switch yang memberikan sensasi klik lebih tegas sekaligus mempercepat respons saat digunakan. (Sumber: ASUS ROG, 2025).
Personalisasi Lebih Praktis Berkat Layar Warna Terintegrasi
Keunikan lain yang jarang ditemukan pada controller PC adalah hadirnya layar warna (full-color integrated display). Bukan sekadar elemen estetika, layar ini memungkinkan pengguna melihat profil yang sedang digunakan, indikator baterai, hingga melakukan penyesuaian tertentu tanpa harus terus membuka aplikasi di komputer.
Bagi gamer yang memiliki beberapa profil permainan, fitur ini membuat proses berpindah konfigurasi menjadi lebih cepat. Misalnya, saat selesai bermain game balap lalu berpindah ke game FPS, pengguna cukup mengganti profil yang sudah disimpan tanpa harus mengatur ulang sensitivitas atau fungsi tombol satu per satu. ASUS juga menyediakan software ROG Gear Link untuk melakukan pengaturan lebih mendalam, termasuk remap tombol, pengaturan trigger, hingga penyimpanan beberapa profil sekaligus. (Sumber: ASUS ROG, 2025).
Enam Tombol Tambahan yang Membuka Lebih Banyak Strategi
Berbeda dengan controller konvensional yang umumnya hanya memiliki tombol standar, ROG Raikiri II Pro dibekali empat tombol belakang yang dapat dilepas serta dua claw bumper tambahan di bagian atas. Kehadiran tombol ekstra ini memberikan ruang personalisasi lebih luas, terutama bagi pemain yang terbiasa menggunakan kombinasi tombol kompleks.
Pada game seperti Monster Hunter Wilds, misalnya, tombol belakang dapat diprogram untuk mengganti item atau melakukan kombinasi tertentu tanpa harus melepaskan jempol dari analog. Sementara pada game FPS, tombol tambahan bisa dimanfaatkan untuk aksi reload, melee, atau ping sehingga perpindahan kontrol terasa lebih efisien. Pendekatan seperti ini sudah menjadi tren pada controller premium karena mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus menjaga fokus pemain selama pertandingan berlangsung. (Sumber: ASUS ROG, 2025; ulasan komunitas Reddit, 2025).
Koneksi Fleksibel dan Baterai yang Tahan Lama
ASUS juga memperhatikan kebutuhan gamer yang sering berpindah perangkat. Karena itu, ROG Raikiri II Pro mendukung tiga pilihan koneksi, yaitu USB-C, Bluetooth 5, dan ROG SpeedNova Wireless 2,4GHz yang dirancang untuk menghadirkan koneksi nirkabel berlatensi rendah sekaligus lebih hemat daya dibanding generasi sebelumnya. (Sumber: ASUS ROG, 2025).
Dalam kondisi tertentu, ASUS mengklaim controller ini mampu bertahan hingga 79 jam penggunaan. Angka tersebut tentu bergantung pada konfigurasi yang digunakan, seperti tingkat polling rate, pencahayaan, dan fitur yang diaktifkan. Meski demikian, daya tahan tersebut tergolong sangat kompetitif untuk kelas controller premium, sehingga pengguna tidak perlu terlalu sering mengisi ulang baterai ketika digunakan bermain selama beberapa hari.
Dibanding Controller Premium Lain, Apa yang Ditawarkan?
Jika dibandingkan dengan beberapa controller premium lain di kelasnya, seperti Xbox Elite Wireless Controller Series 2, DualSense Edge, hingga SCUF Envision Pro, ROG Raikiri II Pro menawarkan kombinasi fitur yang cukup unik. Kehadiran polling rate 8.000Hz, joystick modular berbasis TMR, layar warna, dan enam tombol tambahan masih tergolong jarang ditemukan dalam satu perangkat sekaligus.
Dari sisi harga, controller premium dengan fitur serupa umumnya dipasarkan pada kisaran US$180–250 atau sekitar Rp2,9 juta hingga Rp4 jutaan, tergantung merek dan konfigurasi. ASUS sendiri belum mengumumkan harga resmi secara global saat artikel ini ditulis. Namun, melihat spesifikasi dan posisi produknya, ROG Raikiri II Pro diperkirakan akan bersaing di segmen premium bersama para kompetitornya. (Sumber: Microsoft Store, PlayStation Direct, SCUF Gaming, 2025).
Siapa yang Paling Cocok Menggunakan ROG Raikiri II Pro?
ROG Raikiri II Pro bukanlah controller yang ditujukan untuk semua kalangan. Produk ini lebih cocok bagi gamer PC kompetitif, streamer, konten kreator gaming, hingga pengguna yang sering memainkan berbagai genre dan menginginkan perangkat yang dapat dikustomisasi sesuai gaya bermain. Bagi pengguna yang mengutamakan latensi rendah, daya tahan tinggi, serta ingin meminimalkan risiko stick drift dalam jangka panjang, controller ini menawarkan nilai lebih dibanding controller standar.
Sementara itu, bagi gamer kasual yang hanya sesekali bermain, fitur-fitur seperti polling rate 8.000Hz atau joystick modular mungkin belum menjadi kebutuhan utama. Namun, bagi pengguna yang menganggap controller sebagai investasi jangka panjang, berbagai teknologi yang dibawa ROG Raikiri II Pro berpotensi memberikan pengalaman bermain yang lebih nyaman sekaligus lebih tahan lama.
Melalui ROG Raikiri II Pro, ASUS menunjukkan bahwa evolusi controller gaming tidak hanya berfokus pada desain, tetapi juga pada peningkatan performa, fleksibilitas, dan ketahanan perangkat. Mulai dari polling rate 8.000Hz, joystick TMR yang dapat diganti, trigger adaptif, hingga layar warna terintegrasi, setiap fitur dirancang untuk memberikan kontrol yang lebih presisi sekaligus pengalaman bermain yang lebih personal.
Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan upgrade perangkat gaming atau ingin mengetahui informasi terbaru mengenai produk ASUS ROG lainnya, tim sales Pegastore.ID siap membantu memberikan rekomendasi produk yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Anda. Hubungi Pegastore.ID untuk mendapatkan informasi ketersediaan, harga terbaru, serta penawaran menarik lainnya.
.png)
Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:
Instagram: pegastore.id/instagram
Tiktok : pegastore.id/tiktok
Whatsapp : pegastore.id/whatsapp
Whatsapp Service : pegastore.id/service
AMD Dikabarkan Uji Teknologi Frame Generation 8X, Apakah Gamer Masih Perlu Upgrade GPU Mahal?
AI Semakin Canggih, Kenapa Skill Excel Seperti PivotTable Masih Dicari Perusahaan?
Wi-Fi Rumah Masih Lemot Meski Sudah Pakai Extender? Ini Penyebabnya dan Solusi yang Lebih Tepat
Samsung Mulai Produksi HBM4, Teknologi Memori yang Akan Membuat AI Semakin Cepat
Laptop Makin Pintar, Tapi Kenapa RAM yang Dibutuhkan Juga Semakin Besar?
Ryzen AI 400 Series Resmi Diperkenalkan, AMD Siap Sambut Era Laptop AI Generasi Ketiga