Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout
Hai, Pengguna!
Masuk atau Daftar
Menu
Kategori
Home Tentang Kami FAQ Price List Service Center Artikel Karir
Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
!MERCHANDISE!MESIN KASIRPEGA 3D FIGURINEPEGACARE+
Tech News

Laptop Makin Pintar, Tapi Kenapa RAM yang Dibutuhkan Juga Semakin Besar?

29-07-2026
Laptop Makin Pintar, Tapi Kenapa RAM yang Dibutuhkan Juga Semakin Besar?

Jika beberapa tahun lalu laptop dengan RAM 4GB masih dianggap cukup untuk kebutuhan sehari-hari, kondisi tersebut kini mulai berubah. Banyak laptop terbaru yang diluncurkan pada 2025 hingga 2026 justru hadir dengan RAM 16GB sebagai konfigurasi standar, bahkan pada segmen menengah. Fenomena ini membuat sebagian pengguna bertanya-tanya: apakah kebutuhan RAM memang meningkat drastis, atau produsen laptop hanya mengikuti tren pasar?

Menariknya, jawaban dari pertanyaan tersebut ternyata tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi modern seperti Artificial Intelligence (AI), tetapi juga memiliki hubungan dengan sejarah industri komputer yang sudah berlangsung puluhan tahun. Bahkan, industri memori komputer pernah mengalami lonjakan permintaan dan gejolak harga serupa pada era 1980-an saat komputer pribadi mulai populer di berbagai negara. Berdasarkan laporan BGR yang mengutip sejarah industri semikonduktor, produsen chip memori saat itu sempat mengalami ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan yang membuat harga RAM berfluktuasi secara signifikan. (BGR, 2025)

Dari Kilobyte ke Gigabyte, Kebutuhan RAM Terus Bertambah

Pada era awal komputer pribadi, kapasitas RAM yang tersedia masih berada di kisaran kilobyte hingga beberapa megabyte. Saat IBM PC diperkenalkan pada awal 1980-an, konfigurasi RAM 64KB hingga 256KB sudah dianggap memadai untuk menjalankan berbagai aplikasi produktivitas sederhana. Namun, seiring berkembangnya sistem operasi dan perangkat lunak, kebutuhan memori ikut meningkat secara konsisten. (IBM Archives, 2024)

Saat ini, situasinya sangat berbeda. Sistem operasi seperti Windows 11 membutuhkan sumber daya yang jauh lebih besar dibandingkan pendahulunya. Microsoft bahkan merekomendasikan RAM minimal 4GB untuk instalasi Windows 11, meskipun dalam praktiknya pengalaman penggunaan yang nyaman biasanya membutuhkan kapasitas yang lebih besar, terutama ketika pengguna membuka banyak aplikasi secara bersamaan. (Microsoft, 2025)

Perubahan ini tidak terjadi tanpa alasan. Aplikasi modern kini bekerja jauh lebih kompleks dibandingkan satu dekade lalu. Browser seperti Google Chrome atau Microsoft Edge dapat mengonsumsi beberapa gigabyte RAM hanya untuk membuka banyak tab. Platform rapat daring, aplikasi desain, editor video, hingga perangkat lunak berbasis AI juga membutuhkan memori yang jauh lebih besar agar dapat berjalan dengan lancar. (Google Chrome Team, 2025; Microsoft, 2025)

AI Menjadi Salah Satu Alasan Utama

Dalam dua tahun terakhir, industri komputer mengalami perubahan besar berkat kehadiran fitur AI generatif. Berbagai produsen kini berlomba menghadirkan laptop AI yang mampu menjalankan proses kecerdasan buatan secara lokal tanpa harus selalu bergantung pada layanan cloud. Intel melalui platform Core Ultra, AMD melalui Ryzen AI, dan Qualcomm melalui Snapdragon X Series sama-sama menekankan pentingnya kapasitas memori yang memadai untuk mendukung pengalaman AI yang optimal. (Intel, 2025; AMD, 2025; Qualcomm, 2025)

Saat pengguna memanfaatkan fitur seperti pembuatan ringkasan otomatis, pengolahan gambar berbasis AI, penghapusan latar belakang video secara real-time, atau pencarian kontekstual yang semakin populer di Windows 11, perangkat membutuhkan ruang memori lebih besar untuk memproses data secara cepat. Inilah alasan mengapa banyak laptop AI generasi terbaru langsung dibekali RAM 16GB, bahkan beberapa model premium sudah mulai beralih ke 32GB sebagai standar baru. (Microsoft, 2025)

Fenomena ini juga terlihat dari meningkatnya permintaan chip memori berperforma tinggi seperti HBM (High Bandwidth Memory) yang digunakan untuk kebutuhan AI di pusat data. Menurut laporan TrendForce dan Counterpoint Research pada 2025, ledakan industri AI menjadi salah satu faktor yang mendorong permintaan memori global meningkat dalam beberapa tahun terakhir. (TrendForce, 2025; Counterpoint Research, 2025)

Aktivitas Harian Kita Ternyata Juga Ikut Berubah

Peningkatan kebutuhan RAM sebenarnya tidak hanya dipicu oleh AI. Pola penggunaan laptop masyarakat juga berubah drastis dibandingkan beberapa tahun lalu.

Bayangkan seorang mahasiswa yang mengikuti kuliah daring melalui Microsoft Teams sambil membuka belasan tab jurnal, mengedit presentasi, dan menjalankan aplikasi pencatat berbasis AI. Di sisi lain, seorang pekerja kantoran mungkin harus membuka puluhan tab browser, aplikasi spreadsheet berukuran besar, platform komunikasi tim, serta layanan penyimpanan awan secara bersamaan.

Aktivitas seperti ini kini menjadi hal yang lumrah. Karena itu, laptop dengan RAM 8GB mulai terasa terbatas bagi sebagian pengguna yang sering melakukan multitasking intensif. Kondisi tersebut berbeda dengan lima atau enam tahun lalu ketika sebagian besar pekerjaan masih berpusat pada aplikasi yang relatif ringan. (Microsoft Work Trend Index, 2025)

Banyak diskusi pengguna di Reddit, komunitas Lenovo, ASUS, dan Microsoft selama 2025–2026 juga menunjukkan kecenderungan yang sama. Sebagian besar pengguna yang sebelumnya menggunakan RAM 8GB mengaku mulai merasakan peningkatan kenyamanan setelah beralih ke konfigurasi 16GB, terutama ketika bekerja dengan banyak aplikasi sekaligus atau menjalankan fitur AI terbaru. (Reddit Community Discussions, 2025)

Apakah RAM 8GB Masih Layak Digunakan?

Jawabannya bergantung pada kebutuhan.

Untuk aktivitas ringan seperti mengetik dokumen, mengakses media sosial, menonton video, atau mengikuti kelas daring sesekali, RAM 8GB masih dapat digunakan dengan cukup baik. Namun, ketika aktivitas mulai berkembang ke multitasking, pengolahan data, desain grafis ringan, hingga penggunaan fitur AI modern, kapasitas tersebut bisa menjadi hambatan.

Karena itulah banyak produsen mulai menggeser konfigurasi 16GB ke segmen yang lebih terjangkau. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan angka spesifikasi, melainkan memberikan ruang yang lebih aman untuk kebutuhan beberapa tahun ke depan.

Laptop dengan RAM 16GB Mulai Menjadi Pilihan Menarik

Tren ini juga terlihat pada berbagai laptop terbaru yang tersedia di pasaran. Beberapa model bahkan menawarkan RAM 16GB pada rentang harga yang sebelumnya identik dengan laptop 8GB.

Salah satu contohnya adalah Acer Aspire Go AG14-72P-33A7 yang sudah mengusung RAM 16GB dan SSD 512GB dengan harga sekitar Rp 8 jutaan. Kombinasi tersebut membuatnya menarik bagi pelajar, mahasiswa, maupun pekerja kantoran yang membutuhkan perangkat untuk multitasking tanpa harus mengeluarkan anggaran terlalu besar.

Bagi pengguna yang mengutamakan mobilitas dan kualitas layar, Infinix INBOOK Air Pro+ menawarkan pendekatan berbeda. Bobotnya yang ringan dipadukan layar OLED 2.8K 120Hz membuat pengalaman bekerja, membaca dokumen, maupun menikmati konten multimedia terasa lebih nyaman. Kehadiran RAM 16GB pada perangkat ini juga membantu menjaga performa tetap responsif saat digunakan untuk aktivitas produktivitas modern.

Sementara itu, pengguna yang mulai tertarik mencoba ekosistem AI PC dapat melirik ASUS Vivobook 14 dengan Snapdragon X atau HP OmniBook 3 AI PC. Kedua perangkat tersebut dirancang untuk memanfaatkan berbagai fitur AI generasi terbaru yang diprediksi akan semakin banyak digunakan dalam beberapa tahun mendatang. Kehadiran RAM 16GB menjadi fondasi penting agar fitur-fitur tersebut dapat berjalan secara optimal.

Menariknya, jika dibandingkan dengan laptop kelas menengah beberapa tahun lalu yang masih banyak mengandalkan RAM 8GB, perangkat-perangkat terbaru ini menawarkan nilai investasi yang lebih panjang. Pengguna tidak hanya mendapatkan performa yang lebih nyaman hari ini, tetapi juga memiliki ruang yang lebih aman menghadapi perkembangan aplikasi dan sistem operasi di masa depan.

Pelajaran dari Sejarah yang Masih Relevan Sampai Sekarang

Sejarah industri komputer menunjukkan bahwa kebutuhan memori selalu berkembang mengikuti perubahan teknologi. Apa yang dulu dianggap berlebihan, lambat laun berubah menjadi kebutuhan standar. Pada era 1980-an, kapasitas RAM beberapa ratus kilobyte sudah terasa mewah. Kini, 16GB mulai menjadi titik nyaman bagi banyak pengguna modern.

Perubahan tersebut bukan semata-mata karena produsen ingin menjual spesifikasi yang lebih tinggi. Meningkatnya kompleksitas aplikasi, budaya multitasking, penggunaan layanan berbasis cloud, serta hadirnya AI membuat kebutuhan memori terus bertambah dari tahun ke tahun.

Karena itu, ketika memilih laptop baru saat ini, kapasitas RAM sebaiknya tidak lagi dipandang sebagai angka pelengkap spesifikasi. RAM justru menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kenyamanan penggunaan dalam jangka panjang, terutama bagi pengguna yang ingin perangkatnya tetap relevan selama beberapa tahun ke depan.

Tertarik Upgrade ke Laptop yang Lebih Siap untuk Era AI?

Jika Anda sedang mempertimbangkan laptop baru dengan RAM 16GB atau ingin mencari perangkat yang lebih siap menghadapi kebutuhan multitasking modern, tim sales Pegastore.id dapat membantu memberikan rekomendasi sesuai kebutuhan dan anggaran Anda. Mulai dari laptop untuk kuliah, pekerjaan kantoran, kreator konten, hingga perangkat berbasis AI terbaru, tersedia banyak pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Artikel Lainnya
Ryzen AI 400 Series Resmi Diperkenalkan, AMD Siap Sambut Era Laptop AI Generasi KetigaRyzen AI 400 Series Resmi Diperkenalkan, AMD Siap Sambut Era Laptop AI Generasi KetigaBingung Pilih Laptop Teknik? Ini Rekomendasi Berdasarkan Kebutuhan Software KuliahBingung Pilih Laptop Teknik? Ini Rekomendasi Berdasarkan Kebutuhan Software KuliahLenovo Yoga Slim 7 Aura Edition Jadi Laptop Kerja yang Relevan untuk Quiet Quitting di Era Produktivitas BaruLenovo Yoga Slim 7 Aura Edition Jadi Laptop Kerja yang Relevan untuk Quiet Quitting di Era Produktivitas BaruBekerja dari Mana Saja? Ini Setup MSI yang Siap Menemani Aktivitas HarianBekerja dari Mana Saja? Ini Setup MSI yang Siap Menemani Aktivitas HarianBingung Pilih Tablet? Motorola Baru Saja Menunjukkan Cara MenentukannyaBingung Pilih Tablet? Motorola Baru Saja Menunjukkan Cara MenentukannyaBukan Cuma Tren Setup Estetik, Kenapa Semakin Banyak Orang Membutuhkan Layar Kedua Saat Bekerja?Bukan Cuma Tren Setup Estetik, Kenapa Semakin Banyak Orang Membutuhkan Layar Kedua Saat Bekerja?
Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat