Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout
Hai, Pengguna!
Masuk atau Daftar
Menu
Kategori
Home Tentang Kami FAQ Price List Service Center Artikel Karir
Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
!MERCHANDISE!MESIN KASIRPEGA 3D FIGURINEPEGACARE+
Tech News

Intel Pamer Teknologi AI di Computex 2026, Laptop dan Gaming Portable Makin Cerdas

08-07-2026
Intel Pamer Teknologi AI di Computex 2026, Laptop dan Gaming Portable Makin Cerdas

Dulu, memilih laptop terasa cukup sederhana: lihat prosesornya, cek RAM, pastikan storage lega, lalu sesuaikan dengan budget. Namun, memasuki 2026, cara memilih perangkat mulai berubah. Laptop, PC, dan perangkat gaming portable tidak lagi hanya dituntut kencang, tetapi juga harus lebih efisien, siap menjalankan fitur AI, nyaman dipakai multitasking, dan tetap relevan untuk beberapa tahun ke depan.

Perubahan arah itu terlihat jelas saat Intel tampil di Computex 2026. Dalam pameran teknologi besar di Taipei tersebut, Intel tidak hanya membawa satu produk baru, tetapi memamerkan ekosistem komputasi dari level chip, server, laptop, perangkat edge AI, sampai handheld gaming. Berdasarkan rilis Intel Newsroom tahun 2026, fokus utamanya adalah menghadirkan solusi AI dari chip-to-system, termasuk infrastruktur AI skala besar, prosesor data center, prosesor laptop generasi baru, dan chip khusus untuk handheld gaming.

Computex 2026 Jadi Panggung Besar untuk Era AI

Computex 2026 mengusung tema besar “AI Together”, dengan fokus pada AI & Computing, Robotics & Mobility, serta Next-Gen Tech. Tema ini penting karena menunjukkan bahwa AI bukan lagi sekadar fitur tambahan di aplikasi, tetapi sudah menjadi arah utama industri perangkat keras. Artinya, laptop yang dipakai untuk kerja, kuliah, editing, jualan online, sampai gaming ke depan akan makin sering bersinggungan dengan teknologi AI, baik lewat aplikasi, sistem operasi, maupun kemampuan pemrosesan lokal di perangkat.

Intel memanfaatkan momen ini untuk menunjukkan bahwa mereka tidak hanya ingin bersaing di prosesor laptop, tetapi juga membangun fondasi AI dari belakang layar. Di satu sisi, Intel membawa teknologi untuk data center dan cloud yang menjadi tulang punggung layanan AI. Di sisi lain, Intel juga memperlihatkan perangkat konsumen seperti laptop berbasis Intel Core Series 3 dan handheld gaming berbasis Intel Arc G-Series yang lebih dekat dengan kebutuhan pengguna harian.

Bagi pembaca yang sedang mempertimbangkan beli laptop baru, kabar ini cukup penting. Pasalnya, tren AI PC membuat spesifikasi seperti NPU, efisiensi daya, konektivitas Wi-Fi 7, kualitas layar, dan kemampuan grafis terintegrasi mulai punya peran lebih besar. Jadi, membeli laptop pada 2026 bukan hanya soal mencari harga termurah, tetapi memilih perangkat yang tidak cepat terasa ketinggalan.

Intel Xeon 6+ Menjadi Fondasi Layanan AI yang Dipakai Sehari-hari

Salah satu teknologi besar yang diperkenalkan Intel adalah Intel Xeon 6+, prosesor data center generasi baru berbasis teknologi Intel 18A. Produk ini memang tidak akan ditemukan langsung di laptop konsumen, tetapi perannya sangat penting untuk layanan AI yang banyak digunakan sehari-hari. Saat pengguna membuka chatbot, aplikasi kantor berbasis AI, layanan pencarian pintar, sistem rekomendasi, atau platform cloud, performa di balik layar sangat bergantung pada infrastruktur server seperti ini.

Menurut Intel Newsroom tahun 2026, Xeon 6+ dirancang untuk kebutuhan cloud-native, agentic AI, jaringan, dan beban kerja AI yang membutuhkan performa tinggi dengan efisiensi daya lebih baik. Dengan konfigurasi hingga 288 Efficient-cores, dukungan memori DDR5 kanal besar, PCIe Gen 5, dan fitur pemantauan energi, Intel ingin menunjukkan bahwa AI tidak hanya membutuhkan GPU, tetapi juga CPU yang kuat untuk mengatur proses komputasi yang kompleks. Untuk pembaca umum, sederhananya begini: semakin kuat fondasi server AI, semakin mulus pula pengalaman saat memakai layanan AI di laptop, browser, atau aplikasi kerja.

Nilai jual dari teknologi ini bukan untuk pengguna yang membeli laptop satuan, melainkan untuk membentuk ekosistem AI yang lebih stabil. Ketika perusahaan, kampus, layanan kesehatan, retail, dan platform digital mulai memakai AI dalam skala besar, kebutuhan server yang efisien akan ikut meningkat. Dampaknya bisa terasa ke pengguna akhir dalam bentuk layanan yang lebih cepat, respons AI yang lebih konsisten, dan aplikasi berbasis cloud yang tidak mudah berat saat digunakan banyak orang.

Intel Arc G-Series Bikin Handheld Gaming Makin Serius

Bagian yang paling dekat dengan konsumen adalah kemunculan Intel Arc G-Series, prosesor khusus untuk handheld gaming berbasis Windows. Intel memperkenalkan Arc G3 dan Arc G3 Extreme sebagai chip yang dirancang untuk perangkat gaming portable generasi baru. Berdasarkan Intel Newsroom tahun 2026, chip ini membawa grafis Intel Arc berbasis arsitektur Xe3, dukungan real-time ray tracing, XeSS 3, multi-frame generation, konektivitas Wi-Fi 7, Bluetooth 6, dan Thunderbolt 4.

Teknologi ini menarik karena handheld gaming sudah tidak bisa dipandang sebagai “konsol kecil” saja. Perangkat seperti MSI Claw 8 EX AI+ dan Acer Predator Atlas 8 mulai diarahkan sebagai PC gaming portable yang bisa menjalankan game Windows, mengakses library game PC, dan tetap dibawa ke mana-mana. Windows Central tahun 2026 bahkan mencatat bahwa perangkat berbasis Intel Arc G3 di Computex menunjukkan performa yang menjanjikan untuk gaming 1080p, dengan pendekatan performa per watt yang lebih efisien.

Dari sisi harga, segmen ini jelas bukan kelas murah. HotHardware tahun 2026 mencatat MSI Claw 8 EX AI+ diperkenalkan dengan MSRP sekitar USD 1.500, sementara perangkat handheld performa tinggi lain bisa masuk ke kisaran USD 1.500–2.000 tergantung konfigurasi. Jadi, produk seperti ini lebih cocok untuk gamer yang benar-benar ingin perangkat portable premium, bukan pengguna yang hanya sesekali main game ringan.

MSI Claw 8 EX AI+ dan Acer Predator Atlas 8 Jadi Contoh Nyata

MSI Claw 8 EX AI+ menjadi salah satu perangkat yang paling banyak dibahas karena membawa Intel Arc G3 Extreme. MSI menyebut perangkat ini sebagai handheld gaming dengan performa AAA generasi baru, desain portable, dan efisiensi yang lebih baik. TechRadar tahun 2026 juga menyoroti peningkatan ergonomi, kontrol yang lebih nyaman, serta potensi performa dari Intel Arc G3 yang membuat perangkat ini terasa lebih matang dibanding generasi awal handheld PC.

Acer Predator Atlas 8 juga menjadi contoh menarik karena membawa layar 8 inci dengan resolusi 1920 x 1200, refresh rate 120Hz, dukungan VRR, dan brightness 500 nits. Kombinasi layar tajam, refresh rate tinggi, dan chip Intel Arc G3 Extreme membuat perangkat ini lebih cocok untuk gamer yang ingin pengalaman visual lebih halus dalam bentuk portable. Acer sendiri menempatkan Predator Atlas 8 sebagai handheld gaming PC yang siap bersaing di kelas performa tinggi.

Kalau dilihat dari kebutuhan pasar, perangkat seperti MSI Claw 8 EX AI+ dan Acer Predator Atlas 8 unggul untuk tiga tipe pengguna. Pertama, gamer yang ingin tetap main game PC tanpa harus selalu duduk di depan desktop. Kedua, pengguna yang sering bepergian tetapi tetap ingin akses game library Windows. Ketiga, kolektor atau tech enthusiast yang suka mencoba perangkat generasi baru lebih awal, meski harganya belum tentu ramah untuk semua orang.

Intel Core Series 3 Membawa AI ke Laptop Harian

Selain handheld gaming, Intel juga menampilkan laptop berbasis Intel Core Series 3 atau Wildcat Lake. Menurut Intel Newsroom tahun 2026, laptop generasi ini diarahkan untuk perangkat tipis-ringan dengan baterai panjang, dukungan NPU untuk AI, Thunderbolt 4, Wi-Fi 7, Bluetooth 6, dan pengalaman kerja harian yang lebih efisien. Intel juga menyebut lebih dari 70 desain laptop dari berbagai brand seperti Acer, ASUS, Dell, HP, Lenovo, dan MSI akan masuk ke pasar.

Bagian ini penting untuk pembeli laptop mainstream. Jika sebelumnya fitur AI lebih sering diasosiasikan dengan laptop premium, Intel Core Series 3 membuka peluang agar fitur AI mulai masuk ke laptop yang lebih luas. Untuk pekerjaan seperti meeting online, membuat dokumen, merapikan foto, mengolah presentasi, mencari referensi, hingga membantu workflow kreatif ringan, keberadaan NPU dan efisiensi prosesor bisa membuat laptop terasa lebih responsif tanpa selalu membebani CPU dan GPU utama.

Gartner pada 2025 memprediksi AI PC akan mencapai 55% dari pasar PC dunia pada 2026 dan menjadi standar umum menjelang 2029. Prediksi ini cukup relevan dengan arah Intel di Computex 2026, karena produsen laptop mulai mendorong perangkat yang bukan hanya cepat, tetapi juga lebih siap menghadapi penggunaan AI lokal. Untuk pembeli, ini menjadi sinyal agar mulai melihat laptop sebagai investasi kerja beberapa tahun, bukan sekadar alat mengetik dan browsing.

Acer Swift Air 14 dan TravelMate P6 14 AI Menunjukkan Arah Laptop Baru

Acer Swift Air 14 menjadi salah satu contoh laptop tipis-ringan berbasis Intel Core Series 3. Acer memperkenalkan laptop ini dengan layar 14 inci WUXGA 16:10, refresh rate 120Hz, cakupan warna sRGB 100%, RAM LPDDR5, dan klaim baterai panjang untuk pemakaian video. Kombinasi ini cocok untuk pengguna yang butuh laptop ringan untuk kerja mobile, kuliah, membuat presentasi, menulis artikel, mengelola toko online, dan meeting online tanpa harus membawa perangkat berat.

Di kelas bisnis premium, Acer TravelMate P6 14 AI membawa pendekatan yang lebih serius. Acer Indonesia tahun 2026 menampilkan TravelMate P6 14 AI sebagai laptop bisnis AI dengan dukungan prosesor Intel Core Ultra Series 3, Intel vPro, kemampuan AI hingga 150 TOPS, kamera IR 5MP, Wi-Fi 7, Bluetooth, serta opsi layar WUXGA atau 2.8K dengan 100% sRGB. Spesifikasi seperti ini bukan sekadar angka, karena kamera yang lebih baik membantu meeting online terlihat lebih profesional, konektivitas modern membuat transfer data lebih stabil, dan layar akurat membantu pekerjaan visual terlihat lebih nyaman.

Untuk segmentasi, laptop seperti Swift Air 14 lebih cocok untuk mahasiswa, pekerja administrasi, penulis, sales, content planner, dan pengguna yang sering berpindah tempat. Sementara TravelMate P6 14 AI lebih pas untuk profesional, pebisnis, pekerja korporat, konsultan, atau pengguna yang membutuhkan keamanan, mobilitas, dan performa AI lebih serius. Keduanya menunjukkan arah yang sama: laptop kerja 2026 harus ringan, tahan lama, cerdas, dan nyaman dipakai berjam-jam.

Kenapa NPU, Wi-Fi 7, dan Layar Mulai Penting Saat Beli Laptop?

Selama ini banyak orang membeli laptop hanya dengan pertanyaan sederhana: RAM berapa dan SSD berapa. Padahal, di era AI PC, ada beberapa spesifikasi lain yang mulai menentukan pengalaman penggunaan. NPU, misalnya, membantu menangani tugas AI tertentu secara lebih efisien sehingga fitur seperti background blur, noise reduction, pencarian pintar, atau pemrosesan berbasis AI tidak selalu membebani CPU utama.

Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6 juga mulai relevan karena pola kerja pengguna makin bergantung pada koneksi cepat dan perangkat tambahan. Pengguna yang sering meeting online, sinkronisasi file besar, memakai TWS, mouse wireless, atau transfer data antar perangkat akan lebih merasakan manfaat konektivitas baru ini. Sementara itu, layar dengan refresh rate lebih tinggi, brightness cukup, dan cakupan warna yang lebih baik membuat laptop lebih nyaman dipakai untuk membaca, desain ringan, editing konten, dan kerja panjang tanpa cepat lelah.

Harga laptop dengan fitur AI tentu bisa lebih tinggi dibanding laptop entry-level biasa. Namun, nilai jualnya bukan hanya di performa mentah, melainkan pada efisiensi, kenyamanan, keamanan, dan umur pakai yang lebih panjang. Jika laptop murah cepat terasa penuh, panas, atau lambat saat dipakai banyak aplikasi, biaya upgrade atau ganti perangkat bisa terasa lebih besar dalam jangka panjang.

AI PC Lebih Cocok untuk Pengguna Seperti Apa?

AI PC paling terasa manfaatnya untuk pengguna yang pekerjaannya banyak berulang, multitasking, dan bergantung pada aplikasi digital. Contohnya pekerja kantor yang sering membuat dokumen, presentasi, rekap data, dan meeting online dalam satu hari. Microsoft Work Trend Index 2026 menyebut AI mulai bergerak dari sekadar alat bantu menjadi bagian dari sistem kerja, dengan survei pada 20.000 pekerja di 10 negara dan analisis sinyal produktivitas Microsoft 365.

Untuk pelaku bisnis kecil, AI PC bisa membantu proses kerja yang kelihatannya sederhana tetapi sering memakan waktu. Misalnya menyusun caption produk, merapikan laporan penjualan, membuat draft balasan pelanggan, mengolah foto produk ringan, atau mencari insight dari data penjualan. Sementara untuk mahasiswa dan kreator konten pemula, laptop yang lebih siap AI bisa membantu mencari ide, menyusun outline, mengedit materi, dan menjalankan aplikasi kreatif dengan lebih stabil.

Namun, bukan berarti semua orang wajib langsung membeli laptop AI paling mahal. Jika kebutuhan hanya mengetik ringan, browsing, dan menonton video, laptop standar dengan RAM dan SSD yang cukup masih bisa digunakan. Tetapi kalau targetnya dipakai untuk kerja beberapa tahun, sering multitasking, dan mulai memakai fitur AI, memilih laptop dengan prosesor baru, NPU, layar nyaman, RAM lega, dan konektivitas modern akan terasa lebih masuk akal.

Apa Artinya untuk Pembeli Laptop di 2026?

Pengumuman Intel di Computex 2026 memberi sinyal bahwa pasar laptop sedang masuk fase baru. Laptop tidak lagi hanya dinilai dari seberapa cepat membuka aplikasi, tetapi juga dari seberapa efisien menjalankan banyak tugas, seberapa siap menghadapi fitur AI, dan seberapa nyaman dipakai untuk rutinitas harian. Inilah alasan mengapa pembeli sebaiknya tidak hanya mengejar harga paling murah, tetapi menyesuaikan spesifikasi dengan kebutuhan yang benar-benar dipakai.

Untuk pekerja, prioritasnya bisa berupa prosesor efisien, RAM cukup, SSD lega, layar nyaman, webcam bagus, dan baterai tahan lama. Untuk kreator, layar dengan warna akurat, performa grafis, dan storage besar akan lebih penting. Untuk gamer, pilihan perangkat bisa lebih spesifik, mulai dari laptop gaming sampai handheld berbasis Intel Arc G-Series yang menawarkan pengalaman gaming portable.

Jika dibandingkan dengan laptop lama yang hanya kuat untuk kerja dasar, laptop generasi baru dengan fitur AI bisa menjadi pilihan yang lebih aman untuk kebutuhan jangka menengah. Harganya memang bisa lebih tinggi di awal, tetapi pengguna mendapat nilai lebih dari sisi mobilitas, efisiensi, kenyamanan, dan kesiapan teknologi. Di titik ini, membeli laptop bukan sekadar mencari perangkat yang “bisa nyala”, tetapi memilih alat kerja yang bisa mengikuti ritme hidup digital.

Intel di Computex 2026 tidak hanya membawa berita tentang prosesor baru, tetapi memperlihatkan arah besar industri komputer. Dari Xeon 6+ untuk data center, Arc G-Series untuk handheld gaming, sampai Intel Core Series 3 untuk laptop harian, semuanya mengarah pada satu hal: perangkat masa depan akan makin cerdas, efisien, dan terhubung dengan ekosistem AI. Bagi pengguna, ini menjadi momen yang tepat untuk lebih teliti sebelum membeli laptop atau perangkat gaming baru.

Kalau kamu sedang mencari laptop untuk kerja, kuliah, konten, bisnis, atau gaming, jangan hanya terpaku pada harga paling rendah. Cek juga prosesor, RAM, SSD, layar, baterai, konektivitas, dan kesiapan fitur AI agar perangkat yang dibeli tetap nyaman dipakai beberapa tahun ke depan. Jika masih bingung memilih laptop yang sesuai kebutuhan, kamu bisa hubungi sales Pegastore.ID untuk konsultasi produk dan rekomendasi perangkat yang paling masuk akal sesuai budget.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Artikel Lainnya
Laptop Gaming untuk Kerja Serius? Ini Alasan MSI Cyborg 15 Relevan Buat Pekerja Digital IndonesiaLaptop Gaming untuk Kerja Serius? Ini Alasan MSI Cyborg 15 Relevan Buat Pekerja Digital IndonesiaMau Nonton Konser ke Jakarta? Powerbank Vention Ini Jadi Barang Wajib di Tas KamuMau Nonton Konser ke Jakarta? Powerbank Vention Ini Jadi Barang Wajib di Tas KamuEra Smartwatch Mulai Bergeser? Smart Ring Mulai Dilirik sebagai Gadget Kesehatan Generasi BaruEra Smartwatch Mulai Bergeser? Smart Ring Mulai Dilirik sebagai Gadget Kesehatan Generasi BaruMau Skripsi Lancar? Advan WorkPro i5 Bisa Jadi Teman ProduktifMau Skripsi Lancar? Advan WorkPro i5 Bisa Jadi Teman ProduktifPanduan Sekolah Memilih Printer Praktis & Ramah Anggaran di Pegastore.IDPanduan Sekolah Memilih Printer Praktis & Ramah Anggaran di Pegastore.IDKamvas 13 Gen 3 vs Laptop: Kapan Lebih Hemat Pakai Tablet Layar Daripada Laptop Mahal?Kamvas 13 Gen 3 vs Laptop: Kapan Lebih Hemat Pakai Tablet Layar Daripada Laptop Mahal?
Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat