Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout
Hai, Pengguna!
Masuk atau Daftar
Menu
Kategori
Home Tentang Kami FAQ Price List Service Center Artikel Karir
Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
!MERCHANDISE!MESIN KASIRPEGA 3D FIGURINEPEGACARE+
Tech News

Era Smartwatch Mulai Bergeser? Smart Ring Mulai Dilirik sebagai Gadget Kesehatan Generasi Baru

28-06-2026
Era Smartwatch Mulai Bergeser? Smart Ring Mulai Dilirik sebagai Gadget Kesehatan Generasi Baru

Selama beberapa tahun terakhir, smartwatch sudah jadi gadget yang cukup akrab bagi pengguna modern. Dari cek notifikasi, menghitung langkah, melihat detak jantung, sampai memantau olahraga, semuanya bisa dilakukan langsung dari pergelangan tangan. Namun, semakin sering dipakai, semakin terasa juga satu hal yang cukup sederhana: tidak semua orang nyaman memakai jam pintar seharian, apalagi saat tidur.

Di sinilah smart ring mulai punya tempat. Bentuknya seperti cincin biasa, tidak punya layar, tidak ramai dengan notifikasi, tetapi tetap bisa membaca data tubuh dari hari ke hari. Kehadirannya terasa pas untuk pengguna yang ingin lebih peduli pada kesehatan, tetapi tidak ingin menambah satu layar lagi di tubuh mereka.

Tren ini makin menarik setelah Oura memperkenalkan Oura Ring 5 sebagai cincin kesehatan premium yang dibuat lebih kecil dari generasi sebelumnya. Di sisi lain, Indonesia juga mulai punya pilihan yang lebih dekat lewat Acer FreeSense Ring, smart ring dari brand besar yang sudah resmi hadir di pasar lokal. Keduanya menunjukkan bahwa wearable kesehatan tidak selalu harus berbentuk jam tangan besar.

Smartwatch Masih Populer, Tapi Tidak Selalu Nyaman untuk Semua Orang

Smartwatch jelas masih punya banyak keunggulan. Perangkat ini cocok untuk pengguna yang ingin melihat notifikasi cepat, menerima panggilan, memakai GPS saat olahraga, atau memantau aktivitas harian lewat layar. Untuk kebutuhan yang aktif dan interaktif, smartwatch masih sulit digantikan.

Namun, masalahnya mulai muncul ketika perangkat ini harus dipakai 24 jam. Saat bekerja, smartwatch mungkin terasa praktis. Saat olahraga, smartwatch juga sangat membantu. Namun, ketika tidur, sebagian pengguna mulai merasa jam di pergelangan tangan terlalu mengganggu, apalagi kalau ukurannya besar, bodinya tebal, atau strap-nya terasa panas.

Padahal, data kesehatan saat tidur justru seringkali penting. National Sleep Foundation menjelaskan bahwa kualitas tidur tidak hanya soal berapa lama seseorang tidur, tetapi juga berkaitan dengan kepuasan tidur, konsistensi, dan gangguan tidur yang terjadi sepanjang malam. Artinya, seseorang bisa tidur 7–8 jam, tetapi tetap bangun dalam kondisi lelah kalau kualitas tidurnya kurang baik (National Sleep Foundation, 2024).

Smart ring hadir di celah yang cukup spesifik ini. Perangkat ini tidak dibuat untuk menggantikan semua fungsi smartwatch, tetapi untuk memberi pengalaman pemantauan kesehatan yang lebih tenang. Karena dipakai di jari dan bentuknya seperti aksesori biasa, smart ring terasa lebih masuk akal untuk pengguna yang ingin memantau tidur, stres, detak jantung, dan pemulihan tubuh tanpa harus memakai gadget besar sepanjang malam.

Kenapa Smart Ring Mulai Menarik?

Daya tarik smart ring bukan hanya karena bentuknya kecil. Justru yang membuatnya menarik adalah cara kerjanya yang tidak terlalu meminta perhatian. Pengguna tidak perlu terus-menerus melihat layar, tidak tergoda membuka notifikasi, dan tidak merasa sedang membawa perangkat tambahan yang terlalu mencolok.

Ini sejalan dengan gaya hidup yang belakangan makin banyak dibicarakan, seperti digital wellness, minimalism, dan quiet luxury. Banyak orang mulai mencari teknologi yang tetap berguna, tetapi tidak terlalu “berteriak” sebagai gadget. Smart ring menjawab kebutuhan itu karena tampilannya rapi, simpel, dan bisa masuk ke gaya berpakaian harian.

Untuk pekerja kantoran, mahasiswa, kreator konten, pemilik usaha, atau pengguna yang sering bertemu banyak orang, bentuk cincin juga terasa lebih netral. Smart ring bisa dipakai saat meeting, kerja di kafe, olahraga ringan, sampai tidur tanpa membuat tampilan terlihat terlalu sporty. Dari luar, ia hanya terlihat seperti cincin biasa, tetapi di baliknya perangkat ini membaca data tubuh yang cukup personal.

Di Indonesia sendiri, kategori smart ring memang belum sepopuler smartwatch. Namun, pasar wearable di Indonesia sedang bertumbuh. VynZ Research pada 2025 memperkirakan pasar wearable electronics Indonesia berada di kisaran USD 555 juta dan bisa mencapai USD 1,28 miliar pada 2030, dengan dorongan dari meningkatnya kesadaran kesehatan dan gaya hidup digital. Sumber: VynZ Research, 2025.

Artinya, smart ring belum jadi produk massal, tetapi sudah punya peluang. Penggunanya kemungkinan datang dari orang-orang yang sebelumnya sudah akrab dengan smartwatch, fitness band, atau aplikasi kesehatan, lalu mulai mencari perangkat yang lebih nyaman untuk pemantauan jangka panjang.

Oura Ring 5: Smart Ring Premium yang Makin Mirip Cincin Biasa

Oura Ring 5 menjadi salah satu produk yang membuat pembahasan smart ring kembali ramai. Oura menyebut generasi terbaru ini hadir dengan ukuran sekitar 40 persen lebih kecil dibanding Oura Ring 4. Android Central juga mencatat Oura Ring 5 memiliki lebar sekitar 6,09 mm, ketebalan sekitar 2,28 mm, dan bobot mulai dari sekitar 2 gram tergantung ukuran. Sumber: Oura, 2026; Android Central, 2026.

Angka tersebut terlihat teknis, tetapi dampaknya cukup terasa dalam penggunaan harian. Cincin yang lebih tipis dan ringan akan lebih mudah dipakai saat mengetik, tidur, membawa tas, naik motor, olahraga ringan, atau sekadar beraktivitas dari pagi sampai malam. Untuk produk yang idealnya dipakai hampir seharian, kenyamanan bukan bonus, melainkan alasan utama orang akan terus memakainya.

Oura Ring 5 juga menggunakan material titanium yang memberi kesan premium sekaligus ringan. Ini penting karena smart ring bukan perangkat yang hanya dipakai ketika olahraga, tetapi juga bisa menjadi bagian dari gaya berpakaian sehari-hari. Saat dipakai ke kantor, kampus, acara formal, atau hangout, tampilannya tidak terlalu terlihat seperti alat kesehatan.

Daya tahan baterainya juga menjadi salah satu nilai jual yang cukup realistis. Oura Ring 5 diklaim bisa bertahan hingga 9 hari, sehingga pengguna tidak harus mengisi daya setiap malam. Untuk orang yang sering lupa charge perangkat, sering bepergian, atau sudah punya terlalu banyak gadget yang harus diisi daya, baterai hampir satu minggu terasa jauh lebih praktis.

Fitur Kesehatan Oura Ring 5 yang Relevan untuk Rutinitas Modern

Oura Ring 5 tidak hanya menjual desain kecil. Perangkat ini membawa sensor untuk membaca detak jantung, kadar oksigen darah, suhu tubuh, laju pernapasan, aktivitas, dan pola tidur. Data tersebut kemudian dirangkum lewat aplikasi agar pengguna bisa melihat kondisi tubuhnya dari hari ke hari.

Fitur seperti ini relevan untuk rutinitas modern yang sering tidak teratur. Misalnya, seseorang merasa sudah tidur cukup, tetapi tetap bangun lemas. Dari data smart ring, pengguna bisa melihat apakah tidurnya sering terputus, apakah detak jantung saat tidur lebih tinggi dari biasanya, atau apakah tubuh belum benar-benar pulih setelah aktivitas padat.

Oura juga memperkenalkan fitur seperti Health Radar dan Blood Pressure Signs. Fitur ini tidak bisa disamakan dengan alat medis atau diagnosis dokter, tetapi berguna sebagai pembaca tren tubuh. Kalau ada perubahan yang tidak biasa dari data biometrik harian, pengguna bisa lebih cepat sadar bahwa tubuhnya sedang butuh perhatian.

Dalam keseharian, manfaatnya bisa terasa sederhana. Setelah beberapa hari lembur, aplikasi bisa menunjukkan bahwa tubuh belum pulih optimal. Setelah olahraga terlalu berat, pengguna bisa melihat apakah waktu istirahatnya sudah cukup. Setelah jadwal tidur berantakan, data tidur bisa menjadi pengingat bahwa produktivitas tidak hanya ditentukan oleh banyaknya jam kerja, tetapi juga kualitas pemulihan tubuh.

Acer FreeSense Ring: Smart Ring yang Lebih Dekat untuk Pengguna Indonesia

Kalau Oura Ring 5 memperlihatkan arah smart ring premium global, Acer FreeSense Ring menarik karena sudah hadir resmi di Indonesia. Di laman Acer Indonesia, perangkat ini dibanderol mulai dari Rp. 5.499.000 dengan material titanium alloy, ketebalan 2,6 mm, lebar 8 mm, bobot 2,9–4,0 gram, serta ketahanan air IP68 dan 5 ATM. Sumber: Acer Indonesia, 2026.

Spesifikasi ini cukup masuk akal untuk pemakaian harian. Bobotnya ringan, bentuknya tetap seperti cincin, dan materialnya memberi kesan lebih kokoh untuk dipakai jangka panjang. Ketahanan air juga penting untuk pengguna Indonesia yang aktivitasnya sering berpindah-pindah, mulai dari cuci tangan, kehujanan, olahraga ringan, sampai aktivitas luar ruangan.

Acer FreeSense Ring membawa fitur pemantauan tidur, detak jantung, kadar oksigen dalam darah, stres, aktivitas harian, dan mode olahraga. Buat pengguna yang baru ingin mencoba smart ring, fitur seperti ini sudah cukup untuk memahami pola dasar tubuh. Misalnya, apakah tidur semalam cukup berkualitas, apakah tubuh terlalu pasif dalam sehari, atau apakah stres mulai terbaca dari perubahan data harian.

Kelebihan Acer FreeSense Ring ada pada rasa “lebih dekat” untuk konsumen Indonesia. Produk ini hadir resmi, informasinya mudah dicari, punya garansi lokal, dan tidak terasa sejauh produk global yang belum tentu tersedia resmi. Untuk kategori baru seperti smart ring, faktor seperti garansi, akses pembelian, dan dukungan layanan punya pengaruh besar terhadap rasa aman pembeli.

Kalau Lagi Cari Smart Ring, Pilih yang Mana?

Bagi orang yang sedang mencari informasi tentang smart ring, pilihan antara Oura Ring 5 dan Acer FreeSense Ring sebenarnya bisa dibaca dari gaya hidupnya. Oura Ring 5 lebih cocok untuk pengguna yang ingin pengalaman premium, desain sangat tipis, baterai panjang, dan analisis kesehatan yang lebih mendalam melalui ekosistem Oura. Produk ini terasa pas untuk pengguna yang memang ingin serius membaca pola tubuh, kualitas tidur, pemulihan, dan tren kesehatan harian secara lebih detail.

Sementara itu, Acer FreeSense Ring lebih cocok untuk pengguna yang ingin mencoba smart ring dengan jalur yang lebih praktis di Indonesia. Harganya memang tetap berada di kelas premium untuk aksesori wearable, tetapi kehadiran resmi, garansi lokal, dan fitur kesehatan yang mudah dipahami membuatnya terasa lebih aman untuk pengguna yang baru mengenal kategori ini. Buat orang yang ingin mulai memantau tidur, stres, dan aktivitas harian tanpa perlu smartwatch besar, Acer bisa menjadi opsi yang lebih realistis.

Hal yang perlu diingat, smart ring bukan perangkat untuk semua kebutuhan. Kalau pengguna masih sering mengandalkan layar untuk melihat notifikasi, menerima panggilan, memakai GPS, atau memantau olahraga secara langsung, smartwatch masih lebih cocok. Namun, kalau kebutuhan utamanya adalah memantau kesehatan secara diam-diam, terutama saat tidur dan beraktivitas harian, smart ring terasa lebih natural.

Spesifikasi seperti bobot, ketebalan, baterai, ketahanan air, dan sensor juga sebaiknya dilihat dari kebiasaan sehari-hari. Cincin yang ringan akan lebih nyaman dipakai tidur. Baterai panjang membuat data tubuh lebih konsisten terekam. Ketahanan air membuat pengguna tidak perlu terlalu sering melepas perangkat. Sensor kesehatan akan lebih terasa manfaatnya kalau dipakai untuk membaca pola, bukan hanya dilihat sekali dua kali.

Contohnya, pengguna yang sering bangun lelah bisa melihat apakah kualitas tidurnya memang kurang baik. Pengguna yang sering olahraga bisa melihat apakah tubuhnya sudah cukup pulih sebelum latihan lagi. Pekerja yang sedang padat aktivitas bisa melihat apakah stres dan waktu tidur mulai memengaruhi kondisi tubuh. Dari situ, smart ring menjadi semacam pengingat kecil agar pengguna lebih peka terhadap tubuhnya sendiri.

Siapa yang Paling Cocok Memakai Smart Ring?

Smart ring paling cocok untuk pengguna yang ingin memantau kesehatan tanpa merasa sedang memakai gadget tambahan. Profesional muda, pekerja hybrid, mahasiswa aktif, kreator konten, pemilik usaha, sampai pengguna yang sering bepergian bisa masuk ke segmen ini. Mereka biasanya punya rutinitas yang tidak selalu rapi, sehingga data tidur, stres, dan pemulihan tubuh bisa membantu membaca kondisi diri dengan lebih jelas.

Pengguna yang tidak nyaman memakai smartwatch saat tidur juga bisa mempertimbangkan smart ring. Banyak orang sebenarnya ingin memantau kualitas tidur, tetapi malas memakai jam tangan sepanjang malam. Dalam kondisi seperti ini, cincin pintar terasa lebih ringan dan tidak terlalu mengganggu posisi tidur.

Smart ring juga cocok untuk pengguna yang menyukai tampilan minimalis. Tidak semua orang ingin tampil dengan gadget besar di pergelangan tangan. Ada yang lebih suka perangkat kecil, rapi, dan tidak mencolok, tetapi tetap punya fungsi kesehatan yang berguna. Untuk tipe pengguna seperti ini, smart ring terasa lebih menyatu dengan gaya hidup sehari-hari.

Namun, untuk pengguna yang aktif berlari, bersepeda, atau latihan intens dengan kebutuhan data real-time di layar, smartwatch tetap lebih praktis. Smart ring lebih kuat sebagai perangkat pemantau kesehatan dan pemulihan, bukan pengganti penuh untuk jam olahraga. Jadi, keputusan terbaik tetap kembali ke kebiasaan harian masing-masing pengguna.

Apakah Smart Ring Akan Menggantikan Smartwatch?

Dalam waktu dekat, smart ring kemungkinan belum akan menggantikan smartwatch secara penuh. Smartwatch masih lebih lengkap untuk komunikasi, olahraga, navigasi, dan interaksi cepat. Namun, smart ring mulai mengambil ruang yang berbeda: pemantauan kesehatan yang lebih personal, lebih nyaman, dan lebih minim distraksi.

Inilah yang membuat kategori ini menarik untuk diikuti. Wearable masa depan tidak selalu harus punya layar lebih besar atau fitur lebih ramai. Ada juga pengguna yang justru mencari perangkat lebih kecil, lebih simpel, dan lebih fokus pada hal-hal penting seperti tidur, stres, detak jantung, dan pemulihan tubuh.

Oura Ring 5 memperlihatkan bagaimana smart ring premium bisa berkembang semakin tipis, ringan, dan pintar. Acer FreeSense Ring menunjukkan bahwa tren ini mulai masuk ke Indonesia dengan pendekatan yang lebih dekat untuk pengguna lokal. Keduanya sama-sama memperkuat satu hal: gadget kesehatan kini tidak harus terlihat seperti gadget.

Cincin Kecil, Data Besar untuk Rutinitas Harian

Smart ring hadir bukan untuk membuat semua orang meninggalkan smartwatch. Perangkat ini lebih tepat dilihat sebagai pilihan baru untuk pengguna yang ingin memantau kesehatan dengan cara yang lebih nyaman dan tidak terlalu mencolok. Bentuknya kecil, tetapi data yang dibaca bisa membantu pengguna memahami pola tidur, stres, aktivitas, dan pemulihan tubuh dari hari ke hari.

Bagi sebagian orang, smartwatch masih menjadi pilihan terbaik. Namun, bagi pengguna yang ingin wearable yang lebih simpel, ringan, dan cocok dipakai sepanjang hari, smart ring mulai layak dipertimbangkan. Apalagi ketika kategori ini sudah mulai punya contoh kuat, seperti Oura Ring 5 di pasar global dan Acer FreeSense Ring yang hadir lebih dekat untuk pengguna Indonesia.

Jika Anda tertarik mengenal wearable kesehatan, smart ring, smartwatch, laptop, tablet, atau gadget produktivitas lain yang sesuai dengan kebutuhan harian, Anda bisa menghubungi tim sales PEGASTORE.ID. Tim PEGASTORE.ID siap membantu memberikan rekomendasi produk yang paling pas sesuai aktivitas, gaya hidup, dan anggaran Anda.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Artikel Lainnya
Mau Skripsi Lancar? Advan WorkPro i5 Bisa Jadi Teman ProduktifMau Skripsi Lancar? Advan WorkPro i5 Bisa Jadi Teman ProduktifPanduan Sekolah Memilih Printer Praktis & Ramah Anggaran di Pegastore.IDPanduan Sekolah Memilih Printer Praktis & Ramah Anggaran di Pegastore.IDKamvas 13 Gen 3 vs Laptop: Kapan Lebih Hemat Pakai Tablet Layar Daripada Laptop Mahal?Kamvas 13 Gen 3 vs Laptop: Kapan Lebih Hemat Pakai Tablet Layar Daripada Laptop Mahal?Bukan Soal Logo Apple, Ini Alasan Pengguna iPhone Akhirnya Melirik iPad Pro 11 M4Bukan Soal Logo Apple, Ini Alasan Pengguna iPhone Akhirnya Melirik iPad Pro 11 M43 Pilihan Laptop Terbaik untuk Menulis: Nyaman Ngetik, Ide Mengalir Tanpa Hambatan3 Pilihan Laptop Terbaik untuk Menulis: Nyaman Ngetik, Ide Mengalir Tanpa HambatanBelajar Ilustrasi Digital dari Nol? Huion Inspiroy RTS-300 Jadi Pilihan Terjangkau untuk Kreator PemulaBelajar Ilustrasi Digital dari Nol? Huion Inspiroy RTS-300 Jadi Pilihan Terjangkau untuk Kreator Pemula
Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat