Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout
Hai, Pengguna!
Masuk atau Daftar
Menu
Kategori
Home Tentang Kami FAQ Price List Service Center Artikel Karir
Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
!MERCHANDISE!MESIN KASIRPEGA 3D FIGURINEPEGACARE+
Tech News

Lenovo Pamer 6 Perangkat Konsep Futuristik di MWC 2026, Gambaran Laptop Masa Depan Mulai Terlihat

20-06-2026
Lenovo Pamer 6 Perangkat Konsep Futuristik di MWC 2026, Gambaran Laptop Masa Depan Mulai Terlihat

Ajang Mobile World Congress 2026 atau MWC 2026 kembali menjadi pusat perhatian industri teknologi global. Pameran tahunan yang digelar GSMA di Barcelona, Spanyol, ini selama bertahun-tahun dikenal sebagai tempat lahirnya tren teknologi baru, mulai dari smartphone lipat, jaringan 5G dan 6G, AI generatif, hingga evolusi laptop modern. Tahun ini, Lenovo tampil paling agresif dengan membawa enam perangkat konsep futuristik yang langsung ramai dibahas oleh media teknologi internasional.

Berbeda dengan banyak brand yang terlalu fokus menjual jargon AI, Lenovo justru menampilkan pendekatan yang lebih realistis. Mereka memperlihatkan bagaimana AI dan desain perangkat keras bisa benar-benar mengubah cara orang bekerja, bermain game, hingga membuat konten. Arah yang dibawa Lenovo terlihat jelas: laptop masa depan akan lebih fleksibel, modular, hemat ruang, lebih personal, dan mampu menyesuaikan kebutuhan pengguna secara dinamis.

Hal ini terasa sangat relevan untuk pasar Indonesia. Dalam dua tahun terakhir, tren AI PC, laptop kreator, handheld gaming, dan perangkat kerja hybrid berkembang sangat cepat. Banyak pengguna kini tidak lagi sekadar mencari prosesor kencang, tetapi perangkat yang nyaman dipakai multitasking, ringan dibawa, tetap dingin saat dipakai lama, dan mendukung workflow modern seperti editing video, desain 3D, streaming, hingga AI generatif.

Apa Itu MWC dan Kenapa Event Ini Penting untuk Industri Teknologi?

MWC atau Mobile World Congress merupakan salah satu pameran teknologi terbesar di dunia yang rutin dihadiri oleh perusahaan seperti Lenovo, Samsung, Xiaomi, Qualcomm, Intel, NVIDIA, hingga Google. Jika CES di Las Vegas sering menjadi panggung teknologi rumah dan elektronik konsumen, maka MWC lebih fokus pada masa depan perangkat mobile dan komputasi modern.

Banyak tren teknologi besar pertama kali muncul di MWC sebelum akhirnya menjadi produk mainstream. Smartphone lipat, laptop dual-screen, AI smartphone, hingga handheld gaming modern sempat dianggap eksperimen sebelum akhirnya masuk pasar global.

Bagi Indonesia, tren dari MWC biasanya mulai terasa dalam waktu sekitar 6 sampai 18 bulan setelah pameran berlangsung. Karena itu, konsep yang dipamerkan Lenovo tahun ini bisa menjadi gambaran desain laptop dan perangkat gaming yang nantinya akan masuk ke pasar lokal.

Menurut laporan Yahoo Tech dan Lenovo StoryHub 2026, sebagian besar perangkat yang dipamerkan Lenovo memang masih berupa konsep. Namun, Lenovo punya sejarah panjang mengubah konsep eksperimental menjadi produk nyata. Sebelumnya, mereka pernah memperkenalkan laptop layar gulung ThinkBook Plus Rollable sebelum akhirnya benar-benar dipasarkan terbatas beberapa tahun kemudian.

ThinkBook Modular AI PC, Laptop Modular yang Bisa Berubah Sesuai Kebutuhan

Perangkat yang paling banyak menarik perhatian di booth Lenovo adalah ThinkBook Modular AI PC Concept. Banyak media menyebut laptop ini sebagai perpaduan antara laptop bisnis Lenovo dengan konsep modular ala Framework.

Konsep modular sebenarnya bukan ide baru di industri PC. Namun selama bertahun-tahun, implementasinya sering dianggap terlalu rumit atau kurang praktis. Lenovo mencoba menyederhanakan pendekatan tersebut menjadi lebih realistis dan mudah digunakan sehari-hari.

Laptop ini memungkinkan pengguna mengganti modul port seperti USB-C, HDMI, atau USB-A sesuai kebutuhan. Lenovo juga menampilkan layar OLED kedua beresolusi 4K yang bisa ditempel secara magnetis di bagian belakang layar utama. Bahkan keyboard dapat dilepas sehingga perangkat berubah menjadi mode dual-screen penuh layaknya workstation kreatif modern.

Dalam praktik penggunaan sehari-hari, konsep ini terasa sangat masuk akal. Seorang editor video, misalnya, dapat menggunakan layar utama untuk timeline Adobe Premiere, sementara layar kedua dipakai untuk preview video atau panel kontrol warna. Saat bekerja di luar kantor, pengguna tinggal melepas modul tambahan agar laptop tetap ringan dibawa.

Dibandingkan dengan seri ThinkBook sebelumnya yang lebih fokus pada produktivitas kantor konvensional, versi konsep ini jauh lebih fleksibel. Lenovo tampaknya ingin menjawab kebutuhan pekerja modern yang sering berpindah tempat kerja dan membutuhkan perangkat multifungsi tanpa harus membawa monitor tambahan.

Menurut Lenovo, perangkat ini menggunakan prosesor Intel Core Ultra 7, RAM 32GB, dan SSD 1TB. Namun, media seperti The Verge menilai kapasitas baterai 33 Wh masih terlalu kecil untuk menopang dua layar OLED dengan refresh rate tinggi. Meski begitu, banyak pengamat menilai konsep ini sebagai arah modular laptop yang jauh lebih realistis dibanding eksperimen modular satu dekade lalu.

Yoga Book Pro 3D, Laptop Kreator dengan Teknologi 3D Tanpa Kacamata

Lenovo juga memperkenalkan Yoga Book Pro 3D Concept, laptop kreator yang membawa teknologi layar glasses-free 3D. Jika selama ini pengalaman visual 3D membutuhkan headset atau kacamata khusus, Lenovo mencoba menghilangkan kebutuhan tersebut sepenuhnya.

Laptop ini memakai teknologi pelacakan mata berbasis AI sehingga objek tiga dimensi dapat terlihat langsung dari layar tanpa alat tambahan. Lenovo juga menambahkan gesture control berbasis kamera RGB, memungkinkan pengguna memutar objek 3D hanya dengan gerakan tangan.

Spesifikasinya pun tidak main-main. Lenovo menyematkan:

  • Intel Core Ultra 7
  • NVIDIA GeForce RTX 5070
  • Dual OLED Lenovo PureSight Pro

Dibandingkan Yoga Book generasi lama yang lebih dikenal sebagai laptop artistik dual-screen, versi terbaru ini terasa jauh lebih profesional dan diarahkan untuk industri kreatif modern.

Teknologi seperti ini berpotensi besar untuk kreator Indonesia. Saat ini, industri animasi, desain produk, visualisasi arsitektur, hingga konten 3D lokal sedang berkembang cepat. Banyak kreator Blender, Maya, dan Unreal Engine membutuhkan visualisasi objek yang lebih natural tanpa harus membeli monitor profesional mahal atau headset VR tambahan.

Bayangkan seorang desainer interior memperlihatkan simulasi ruangan kepada klien langsung dari laptop, atau animator memeriksa model karakter secara tiga dimensi saat bekerja di coworking space. Workflow seperti itu menjadi jauh lebih praktis.

TechRadar bahkan menyebut Yoga Book Pro 3D sebagai salah satu perangkat paling menarik di MWC 2026 karena Lenovo lebih fokus pada inovasi pengalaman penggunaan nyata dibanding sekadar menempelkan label AI marketing.

Legion Go Fold, Perangkat Gaming Lipat yang Bisa Menjadi Mini Laptop

Pasar handheld gaming global sedang naik sangat cepat, termasuk di Indonesia. Setelah suksesnya Steam Deck, ASUS ROG Ally, dan Legion Go, Lenovo kini mencoba membawa evolusi berikutnya lewat Legion Go Fold Concept.

Perangkat ini memiliki layar lipat pOLED yang bisa berubah dari ukuran 7,7 inci menjadi 11,6 inci. Kontrolernya dapat dilepas seperti Nintendo Switch, sementara perangkat dapat berubah ke beberapa mode penggunaan:

  • Handheld gaming
  • Full-screen gaming
  • Split-screen vertical
  • Desktop mode menggunakan keyboard tambahan

Konsep ini pada dasarnya mencoba menggabungkan handheld gaming, tablet, dan laptop mini dalam satu perangkat.

Bagi pengguna Indonesia, perangkat seperti ini punya potensi pasar besar. Banyak gamer kini membutuhkan perangkat yang bisa dipakai bermain game AAA di rumah, tetapi tetap praktis dibawa saat bepergian atau bekerja. Tren portable gaming sendiri meningkat signifikan sejak maraknya handheld PC berbasis Windows.

Dalam penggunaan sehari-hari, Legion Go Fold memungkinkan mahasiswa memainkan game berat setelah kuliah, lalu mengubah perangkat menjadi mini workstation untuk mengerjakan presentasi atau editing ringan tanpa membawa laptop besar tambahan.

Windows Central menyebut perangkat ini sebagai konsep “aneh tapi masuk akal” karena berhasil menggabungkan elemen laptop, tablet, dan handheld gaming sekaligus.

AI Work Companion, Asisten AI yang Tidak Lagi Tinggal di Dalam Laptop

Salah satu perangkat paling unik yang dipamerkan Lenovo justru bukan laptop ataupun gaming handheld. Lenovo memperkenalkan AI Work Companion Concept, perangkat desktop berbentuk jam meja pintar yang berfungsi sebagai asisten produktivitas berbasis AI.

Perangkat ini mampu mengatur jadwal otomatis, memberi rekomendasi waktu istirahat, memantau screen time, menyusun agenda harian, dan menjadi hub pengisian daya perangkat lain.

Lenovo tampaknya mulai melihat AI bukan hanya sebagai chatbot, tetapi sebagai bagian dari ekosistem kerja sehari-hari. Konsep ini sejalan dengan tren global ambient AI, yaitu AI yang hadir di sekitar pengguna tanpa harus membuka aplikasi tertentu.

Hal ini sangat relevan dengan budaya kerja hybrid yang semakin umum di Indonesia. Banyak pekerja digital dan kreator konten mulai mengalami kelelahan akibat jam kerja yang tidak jelas. Kehadiran perangkat AI seperti ini berpotensi membantu pengguna menjaga ritme kerja lebih sehat.

Yoga Pro 7a dan Yoga 9i Aura Edition, AI PC untuk Kreator Modern

Selain konsep futuristik, Lenovo juga membawa lini AI PC terbaru yang kemungkinan besar lebih cepat masuk pasar komersial.

Yoga Pro 7a hadir menggunakan AMD Ryzen AI Max+ dengan RAM hingga 128GB. Yang paling menarik, touchpad laptop ini dapat berubah menjadi area gambar profesional berbasis teknologi Wacom melalui fitur Force Pad.

Sementara itu, Yoga 9i Aura Edition hadir sebagai laptop convertible premium dengan layar OLED 2.8K dan dukungan Yoga Pen Gen 2.

Dibanding seri Yoga generasi sebelumnya, kedua perangkat ini lebih fokus pada performa AI lokal, efisiensi daya, pendinginan lebih senyap, serta workflow kreatif modern

Lenovo tampaknya menyadari bahwa pasar kreator digital kini semakin besar, termasuk di Indonesia. Banyak pengguna mulai membutuhkan laptop yang mampu menangani editing video 4K, rendering AI, desain visual, hingga streaming secara bersamaan tanpa harus berpindah perangkat.

Legion Tab, Tablet Gaming Android Premium yang Mulai Serius

Lenovo juga memperkenalkan Legion Tab terbaru dengan:

  • Layar 3K 165Hz
  • Snapdragon 8 Elite Gen 5
  • RAM hingga 16GB
  • Sistem pendingin Legion Coldfront Vapor terbaru

Menurut Lenovo, efisiensi pendinginan meningkat hingga 32 persen dibanding generasi sebelumnya.

Hal ini penting karena gamer mobile Indonesia terkenal aktif memainkan game kompetitif seperti PUBG Mobile, Honor of Kings, Mobile Legends, hingga Genshin Impact dalam durasi panjang. Masalah panas berlebih dan throttling masih menjadi keluhan utama di banyak tablet gaming saat ini.

Dengan bobot hanya sekitar 360 gram, Legion Tab mencoba mengisi celah antara smartphone gaming dan laptop gaming besar.

Lenovo Sedang Membentuk Masa Depan Laptop Modern

MWC 2026 memperlihatkan bahwa industri laptop mulai masuk fase baru. Setelah bertahun-tahun fokus pada spesifikasi tinggi semata, kini produsen mulai mencari bentuk perangkat yang benar-benar berbeda dan lebih relevan untuk gaya hidup digital modern.

Lenovo menjadi salah satu brand yang paling agresif dalam eksplorasi tersebut. Dari laptop modular, layar 3D tanpa kacamata, perangkat gaming lipat, hingga AI desktop companion, semuanya menunjukkan bahwa masa depan komputer kemungkinan tidak lagi berbentuk laptop clamshell standar seperti sekarang.

Memang, beberapa konsep masih terlihat eksperimental. Namun sejarah menunjukkan banyak ide Lenovo akhirnya benar-benar dipasarkan beberapa tahun kemudian. Karena itu, perangkat yang dipamerkan di MWC 2026 bukan sekadar gimmick pameran teknologi, tetapi kemungkinan besar menjadi gambaran laptop dan perangkat kerja yang akan digunakan masyarakat dalam beberapa tahun mendatang.

Jika tertarik mengikuti perkembangan laptop AI, creator laptop, gaming laptop, hingga perangkat Lenovo terbaru lainnya, pengguna dapat menghubungi sales Pegastore.ID untuk mendapatkan informasi produk, konsultasi kebutuhan, hingga rekomendasi perangkat yang paling sesuai untuk kerja, gaming, maupun produktivitas kreatif modern.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Artikel Lainnya
Dari FPS hingga Open-World, Seberapa Cocok MSI Katana 15 HX untuk Game Style-mu?Dari FPS hingga Open-World, Seberapa Cocok MSI Katana 15 HX untuk Game Style-mu?Nonton Piala Dunia 2026 di HP Bikin Kurang Puas? Proyektor Bisa Jadi Upgrade Nobar yang Lebih SeruNonton Piala Dunia 2026 di HP Bikin Kurang Puas? Proyektor Bisa Jadi Upgrade Nobar yang Lebih SeruSmartwatch Anak Makin Canggih, Huawei Watch Kids X1 Series Punya Kamera dan Pelacak LokasiSmartwatch Anak Makin Canggih, Huawei Watch Kids X1 Series Punya Kamera dan Pelacak LokasiUsaha Kecil Tapi Transaksi Padat, Ini Cara Biar Nggak Keteteran di Jam RamaiUsaha Kecil Tapi Transaksi Padat, Ini Cara Biar Nggak Keteteran di Jam RamaiHuion Kamvas 13, 16, atau 22 Gen 3: Mana yang Cocok untuk Cara Kerjamu?Huion Kamvas 13, 16, atau 22 Gen 3: Mana yang Cocok untuk Cara Kerjamu?5 Kebutuhan Proyektor Selain Meeting dan Sekolah, dari Nobar sampai Event Komunitas5 Kebutuhan Proyektor Selain Meeting dan Sekolah, dari Nobar sampai Event Komunitas
Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat