

Memberi anak perangkat digital sekarang tidak sesederhana dulu. Di satu sisi, orang tua ingin anak mudah dihubungi saat berangkat sekolah, ikut les, bermain bersama teman, atau mulai belajar mandiri di luar rumah. Namun disisi lain, memberikan smartphone terlalu cepat juga bisa membuka banyak distraksi, mulai dari game, media sosial, konten yang belum sesuai usia, sampai risiko komunikasi dengan orang asing.
Di tengah kebutuhan itu, Huawei memperkenalkan Huawei Watch Kids X1 Series, lini smartwatch anak yang tidak hanya berfungsi sebagai jam tangan pintar, tetapi juga perangkat komunikasi, kamera mini, pelacak lokasi, dan pendamping keamanan harian. Seri ini terdiri dari Huawei Watch Kids X1 dan Huawei Watch Kids X1 Pro, dua model yang sama-sama membawa kamera depan-belakang, panggilan video HD, fitur lokasi, tombol SOS, serta aplikasi pendamping untuk orang tua. Huawei mengumumkan seri ini secara global dalam acara peluncuran produk inovatifnya pada Mei 2026. (Gizmochina, 2026)
Huawei Watch Kids X1 Series menarik karena posisinya berada di tengah-tengah antara jam tangan biasa dan smartphone penuh. Anak tetap bisa berkomunikasi dengan orang tua, mengirim pesan suara, melakukan panggilan, hingga berbagi foto, tetapi orang tua tetap punya kontrol lebih besar terhadap kontak, penggunaan aplikasi, dan waktu pemakaian.
Ini yang membuat smartwatch anak terasa relevan untuk keluarga modern. Saat anak mulai punya aktivitas sendiri, orang tua tidak selalu bisa mendampingi secara fisik. Misalnya, anak pulang les lebih sore, menunggu jemputan di sekolah, ikut kegiatan ekstrakurikuler, atau bermain di rumah teman. Dalam situasi seperti itu, perangkat seperti Huawei Watch Kids X1 Series bisa menjadi jembatan komunikasi yang lebih sederhana dibanding smartphone.
Consumer Reports dalam artikel tahun 2025 juga menyoroti bahwa perangkat GPS dan smartwatch anak dapat membantu orang tua memberi anak lebih banyak ruang mandiri, selama orang tua tetap memahami risiko privasi dan keamanan data yang ikut menyertainya. Artinya, perangkat seperti ini bukan sekadar “alat pantau”, tetapi bisa menjadi bagian dari proses anak belajar bertanggung jawab secara bertahap. (Consumer Reports, 2025)
Salah satu daya tarik utama Huawei Watch Kids X1 Series ada pada desain bodinya. Huawei Watch Kids X1 hadir dengan desain yang bisa dilipat dan diputar 360 derajat. Konsep ini dibuat agar anak bisa lebih mudah mengatur sudut kamera saat ingin memotret, melakukan panggilan video, atau menunjukkan kondisi sekitar kepada orang tua.
Untuk versi Huawei Watch Kids X1 Pro, Huawei membawa pendekatan yang lebih unik. Bodinya tidak hanya bisa diputar, tetapi juga bisa dilepas dan dipasang ke camera case. Dengan aksesori tersebut, jam tangan ini bisa berubah menjadi kamera kecil yang lebih mudah digenggam anak. Notebookcheck dalam laporannya pada 2026 juga mencatat bahwa perbedaan utama versi Pro ada pada bodi yang dapat dilepas dan kemampuan menyimpan lebih banyak foto berkat memori 64 GB. (Notebookcheck, 2026)
Dari sisi penggunaan sehari-hari, desain seperti ini punya nilai praktis. Anak tidak perlu memegang smartphone besar hanya untuk video call atau memotret kegiatan sederhana. Misalnya saat anak sedang mengikuti acara sekolah, ulang tahun teman, atau jalan-jalan keluarga, kamera pada jam tangan bisa menjadi alat dokumentasi yang lebih ringan dan aman dibawa.
Huawei membekali Watch Kids X1 Series dengan kamera depan 5 MP dan kamera belakang 13 MP. Kamera depan mendukung kebutuhan selfie dan panggilan video, sementara kamera belakang bisa digunakan untuk mengambil foto sekitar atau membantu orang tua melihat kondisi anak saat melakukan panggilan. Pada halaman resmi Huawei, seri ini juga disebut memiliki kamera depan ultra-wide 110 derajat, sehingga lebih mudah memasukkan banyak objek ke dalam bingkai saat anak ingin berfoto bersama teman.
Fitur kamera ini penting karena pengguna anak punya pola penggunaan yang berbeda dari orang dewasa. Anak biasanya tidak hanya butuh perangkat untuk komunikasi, tetapi juga untuk berekspresi. Mereka ingin memotret hal lucu di sekolah, mengambil foto teman, atau menunjukkan sesuatu kepada orang tua. Huawei menambahkan mode timer, 14 pilihan filter, dan lebih dari 100 stiker lucu agar pengalaman kameranya terasa lebih menyenangkan.
Namun, nilai kamera di perangkat ini bukan hanya untuk hiburan. Dalam kondisi tertentu, kamera bisa menjadi fitur keamanan tambahan. Saat anak menunggu jemputan, orang tua bisa meminta anak melakukan panggilan video dan mengarahkan kamera ke sekitar. Dengan begitu, orang tua tidak hanya mendengar suara anak, tetapi juga bisa memahami situasi secara visual.
Pelacak Lokasi, Safe Zone, dan SOS Jadi Fitur yang Paling Dibutuhkan Orang Tua
Untuk orang tua, fitur yang paling menjual dari Huawei Watch Kids X1 Series kemungkinan besar bukan kamera, melainkan pelacakan lokasi dan keamanan. Huawei menyebut seri ini mendukung beberapa metode penentuan posisi, termasuk satelit dual-band, base station, Wi-Fi dual-band, sensor-assisted positioning, dan SOS-assisted positioning. Kombinasi ini dirancang agar lokasi anak bisa lebih mudah dipantau, baik di luar ruangan maupun di area dalam ruangan yang lebih kompleks.
Melalui aplikasi HUAWEI FamCare, orang tua dapat memantau aktivitas anak secara real-time, mengatur safe zone atau area aman, serta menerima notifikasi ketika anak masuk atau keluar dari area tertentu. Contohnya, orang tua bisa menetapkan sekolah, rumah, atau tempat les sebagai zona aman. Jika anak keluar dari area tersebut, orang tua bisa mendapatkan peringatan di ponsel.
Fitur Emergency SOS juga menjadi nilai penting. Huawei menjelaskan bahwa anak dapat menekan tombol samping lima kali untuk mengirim pesan SOS atau melakukan panggilan darurat. Untuk keluarga dengan anak yang mulai beraktivitas sendiri, fitur seperti ini bisa memberi rasa tenang tambahan, terutama ketika anak belum cukup siap membawa smartphone.
Tetap perlu dicatat, Huawei sendiri memberi keterangan bahwa akurasi lokasi dapat dipengaruhi sinyal satelit dan kondisi jaringan sekitar. Jadi, fitur lokasi sebaiknya dipahami sebagai alat bantu, bukan satu-satunya dasar pengambilan keputusan. Orang tua tetap perlu menggabungkannya dengan komunikasi langsung dan pengawasan sesuai kondisi nyata.
Huawei Watch Kids X1 Series mendukung konektivitas global 2G, 3G, dan 4G. Dengan dukungan ini, anak bisa melakukan panggilan, mengirim pesan suara, mengirim foto, dan tetap terhubung dengan kontak yang disetujui. Huawei juga menyebut adanya dukungan HUAWEI MeeTime untuk komunikasi yang lebih praktis antar perangkat.
Bagi orang tua, fitur komunikasi seperti ini terasa lebih masuk akal dibanding langsung memberi smartphone. Anak tetap bisa menghubungi keluarga, tetapi ruang distraksinya lebih sempit. Huawei juga menyediakan kontrol orang tua seperti penolakan otomatis untuk panggilan dan pesan dari nomor tidak dikenal, pemblokiran aplikasi, serta mode tidur untuk membatasi penggunaan berlebihan.
Dalam penggunaan nyata, skenarionya cukup jelas. Anak bisa menghubungi orang tua saat jadwal pulang berubah, memberi kabar ketika sudah sampai tempat les, atau melakukan panggilan singkat saat menunggu jemputan. Orang tua tidak perlu memberikan akses smartphone penuh hanya untuk kebutuhan komunikasi dasar seperti itu.
Huawei Watch Kids X1 dan X1 Pro sama-sama menggunakan layar AMOLED 1,82 inci. Gizmochina melaporkan bahwa layar ini memiliki resolusi 480 x 408 piksel dan dilengkapi lapisan pelindung anti-sinar matahari. Untuk perangkat anak, layar yang terang dan jelas penting karena jam tangan kemungkinan dipakai di banyak kondisi, mulai dari dalam kelas, halaman sekolah, kendaraan, sampai luar ruangan. (Gizmochina, 2026)
Dari sisi penyimpanan, Huawei Watch Kids X1 membawa 32 GB storage, sedangkan Huawei Watch Kids X1 Pro naik menjadi 64 GB storage. Huawei mengklaim versi standar dapat menyimpan lebih dari 2.000 foto HD, sementara versi Pro dapat menyimpan lebih dari 5.000 foto HD. Untuk anak yang suka memotret, perbedaan ini cukup terasa.
Spesifikasi ini membuat versi Pro lebih cocok untuk anak yang aktif mendokumentasikan kegiatan, suka mengambil foto, atau sering menggunakan jam tangan sebagai kamera kecil. Sementara versi standar sudah cukup untuk kebutuhan komunikasi, lokasi, dan dokumentasi ringan.
Huawei Watch Kids X1 Series dibekali baterai 850 mAh dengan pengisian magnetik. Huawei menyebut baterainya dapat terisi hingga 50 persen dalam waktu sekitar 20 menit. Untuk perangkat anak, fast charging seperti ini penting karena pola pemakaiannya sering tidak teratur. Anak bisa lupa mengisi daya malam hari, lalu orang tua baru menyadarinya saat pagi sebelum berangkat sekolah.
Soal durabilitas, Huawei menyebut perangkat ini memiliki ketahanan air IPX9/IPX8 dan 2 ATM. Artinya, jam ini dirancang untuk menghadapi cipratan air, aktivitas harian, dan kondisi bermain yang lebih aktif. Namun, seperti perangkat elektronik lain, penggunaan tetap perlu mengikuti panduan resmi agar tidak salah pakai, terutama untuk aktivitas air yang terlalu ekstrim.
Gizmochina juga mencatat bahwa kedua model memiliki speaker, mikrofon, sensor barometer, gyroscope, accelerometer, sensor detak jantung optik, magnetometer, dan Hall effect sensor. Secara sederhana, Huawei tidak hanya menjual jam anak dengan kamera, tetapi perangkat wearable yang cukup lengkap untuk komunikasi, aktivitas, dan pemantauan dasar. (Gizmochina, 2026)
Huawei Watch Kids X1 Series juga membawa fitur pemantauan aktivitas dan kesehatan dasar, termasuk pelacakan aktivitas 24/7, detak jantung, dan indikator suasana hati yang divisualkan melalui tampilan ramah anak. Huawei menegaskan bahwa data kesehatan pada perangkat ini bukan untuk tujuan medis dan tidak boleh dijadikan dasar diagnosis atau pengobatan.
Fitur seperti ini bisa berguna untuk mendorong anak lebih aktif. Misalnya, anak bisa melihat jumlah langkah, mengikuti tantangan aktivitas sederhana, atau merasa lebih termotivasi bergerak. Namun, orang tua tetap perlu menjaga agar perangkat tidak berubah menjadi sumber tekanan baru bagi anak.
Penelitian JMIR Pediatrics and Parenting tahun 2025 menemukan bahwa orang tua melihat smartwatch activity tracker untuk anak sebagai sesuatu yang mungkin berguna, terutama untuk anak yang kurang aktif. Namun, para orang tua juga menyampaikan kekhawatiran soal distraksi, motivasi yang terlalu bergantung pada hadiah eksternal, beban pengawasan untuk orang tua, serta privasi data anak. (JMIR Pediatrics and Parenting, 2025)
Dengan kata lain, fitur kesehatan pada Huawei Watch Kids X1 Series sebaiknya dipakai sebagai pendamping, bukan alat kontrol berlebihan. Tujuannya bukan membuat anak merasa diawasi terus-menerus, tetapi membantu mereka membangun kebiasaan aktif dan komunikasi yang sehat dengan orang tua.
Karena Huawei Watch Kids X1 Series membawa kamera, lokasi, pesan, panggilan, dan data aktivitas, aspek privasi tidak boleh dilewatkan. Consumer Reports pada 2025 menekankan bahwa perangkat GPS dan smartwatch anak dapat mengumpulkan data sensitif seperti lokasi, pesan, catatan suara, dan pola pergerakan. Karena itu, orang tua perlu memilih perangkat dengan kontrol privasi yang jelas, mengatur kontak secara ketat, dan memahami bagaimana data anak digunakan. (Consumer Reports, 2025)
Isu ini penting karena perangkat anak sering dianggap otomatis aman hanya karena dibuat untuk anak. Padahal, Wired pernah melaporkan pada 2020 bahwa sejumlah smartwatch anak dari beberapa merek memiliki kelemahan keamanan yang memungkinkan risiko pelacakan lokasi dan penyalahgunaan komunikasi. Meski laporan tersebut tidak secara khusus membahas Huawei Watch Kids X1 Series, konteks ini tetap relevan sebagai pengingat bahwa perangkat anak harus dinilai dari fitur, ekosistem, pembaruan keamanan, dan transparansi privasinya. (WIRED, 2020)
Untuk penggunaan harian, orang tua sebaiknya memastikan hanya kontak tepercaya yang bisa menghubungi anak, mengaktifkan pembatasan aplikasi, menggunakan mode tidur saat jam belajar atau istirahat, rutin memperbarui perangkat, serta menjelaskan kepada anak kenapa jam tersebut digunakan. Anak juga perlu diberi pemahaman bahwa fitur lokasi dan kamera bukan untuk mengintai, melainkan untuk membantu komunikasi dan keamanan.
Secara global, Huawei Watch Kids X1 dibanderol 249 euro, sedangkan Huawei Watch Kids X1 Pro dibanderol 349 euro. Dengan kurs euro ke rupiah sekitar Rp20.525 pada 14 Mei 2026, estimasi konversinya berada di kisaran Rp5,1 juta untuk Watch Kids X1 dan sekitar Rp7,1 juta untuk Watch Kids X1 Pro. Perlu diingat, ini hanya estimasi konversi global dan belum termasuk kemungkinan pajak, biaya distribusi, garansi, serta kebijakan harga resmi jika masuk pasar Indonesia. (Gizmochina, 2026)
Sebagai pembanding, Garmin Bounce 2 yang juga menyasar segmen smartwatch anak dibanderol sekitar 299 dolar AS dengan biaya langganan LTE 9,99 dolar AS per bulan. TechRadar dalam ulasan 2026 menyebut perangkat tersebut cocok untuk orang tua yang mencari fitur komunikasi, kontrol orang tua, pelacakan lokasi, tugas harian, dan manajemen aktivitas anak. Dengan kurs USD ke rupiah sekitar Rp17.500 pada 14 Mei 2026, harga Garmin Bounce 2 berada di kisaran Rp5,2 juta, belum termasuk biaya langganan dan pajak jika dibeli lintas negara. (TechRadar, 2026)
Jika dibandingkan secara fitur, Huawei Watch Kids X1 Series terlihat lebih menonjol di sektor kamera, layar besar, desain putar, dan penyimpanan internal. Sementara beberapa kompetitor seperti Garmin Bounce 2 lebih fokus pada struktur komunikasi, aktivitas, dan ekosistem parental control. Artinya, Huawei Watch Kids X1 Series lebih cocok untuk orang tua yang ingin perangkat anak dengan kombinasi keamanan, komunikasi visual, dan unsur kreatif yang lebih kuat.
Huawei Watch Kids X1 Series paling cocok untuk keluarga yang anaknya sudah mulai punya aktivitas di luar rumah, tetapi belum benar-benar siap menggunakan smartphone pribadi. Misalnya anak usia sekolah dasar yang sudah ikut les, ekstrakurikuler, kegiatan olahraga, atau mulai belajar pulang-pergi dengan pengawasan yang lebih longgar.
Produk ini juga cocok untuk orang tua yang ingin tetap bisa menghubungi anak tanpa memberi akses ke smartphone penuh. Dengan fitur panggilan, pesan suara, video call, lokasi, safe zone, dan SOS, kebutuhan komunikasi dasar sudah bisa terpenuhi. Orang tua tetap bisa memberi anak ruang mandiri, tetapi tidak sepenuhnya melepas kontrol.
Huawei Watch Kids X1 standar lebih cocok untuk pengguna yang membutuhkan fitur utama seperti kamera, lokasi, video call, SOS, dan kontrol orang tua dengan harga yang lebih rendah. Sementara Huawei Watch Kids X1 Pro lebih pas untuk anak yang lebih aktif, suka memotret, sering beraktivitas di luar, atau membutuhkan memori lebih besar dan desain kamera yang lebih fleksibel.
Namun, perangkat ini mungkin kurang cocok untuk orang tua yang hanya membutuhkan pelacak lokasi sederhana dengan harga terjangkau. Jika kebutuhannya hanya melihat lokasi anak sesekali, fitur kamera ganda, layar AMOLED besar, dan desain detachable pada X1 Pro mungkin terasa berlebihan. Produk ini lebih kuat untuk keluarga yang mencari smartwatch anak premium dengan fitur komunikasi dan kreativitas yang lengkap.
Di Indonesia, pembahasan soal gadget anak makin sensitif. Banyak orang tua mulai sadar bahwa memberi smartphone terlalu cepat bisa membawa konsekuensi, tetapi kebutuhan komunikasi tetap nyata. Anak perlu bisa menghubungi orang tua, orang tua perlu tahu posisi anak, dan keluarga butuh perangkat yang praktis tanpa membuka akses digital terlalu luas.
Huawei Watch Kids X1 Series masuk ke celah kebutuhan itu. Ia bukan pengganti pengawasan orang tua, tetapi bisa menjadi alat bantu yang lebih terarah. Anak tetap bisa merasa punya perangkat sendiri, tetapi fungsinya lebih fokus: komunikasi, keamanan, aktivitas, dan dokumentasi sederhana.
Dari sudut pandang pembaca Pegastore.ID, produk seperti ini bisa diposisikan sebagai pilihan untuk orang tua yang ingin lebih tenang saat anak mulai aktif di luar rumah. Bukan karena orang tua harus selalu memantau anak setiap detik, tetapi karena komunikasi yang cepat dan fitur darurat bisa sangat membantu dalam situasi tertentu.
Huawei Watch Kids X1 Series menunjukkan bahwa smartwatch anak kini tidak lagi sekadar jam lucu dengan fitur dasar. Perangkat ini sudah masuk ke level yang lebih serius dengan kamera depan-belakang, panggilan video HD, pelacakan lokasi multi-mode, safe zone, SOS, kontrol orang tua, pemantauan aktivitas, layar AMOLED, penyimpanan besar, dan desain yang dibuat khusus untuk anak.
Daya tarik utamanya bukan hanya pada kecanggihan spesifikasi, tetapi pada cara perangkat ini menjawab dilema orang tua modern: bagaimana membuat anak tetap mudah dihubungi tanpa harus langsung memberi smartphone penuh. Huawei Watch Kids X1 bisa menjadi pilihan untuk kebutuhan utama komunikasi dan keamanan, sementara Huawei Watch Kids X1 Pro menawarkan pengalaman yang lebih premium dengan desain detachable dan memori lebih besar.
Bagi orang tua yang sedang mencari perangkat pendamping untuk anak sekolah, anak aktif, atau anak yang mulai belajar mandiri, Huawei Watch Kids X1 Series bisa menjadi salah satu produk yang layak dipertimbangkan. Tetap gunakan secara bijak, atur privasi dengan benar, dan jadikan perangkat ini sebagai alat komunikasi keluarga, bukan sekadar alat pengawasan.
Tertarik mencari tahu ketersediaan produk Huawei Watch Kids X1 Series atau rekomendasi perangkat wearable lain yang cocok untuk keluarga? Hubungi sales Pegastore.ID untuk konsultasi produk, pilihan harga, dan rekomendasi gadget sesuai kebutuhan harian Anda.
.png)
Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:
Instagram: pegastore.id/instagram
Tiktok : pegastore.id/tiktok
Whatsapp : pegastore.id/whatsapp
Whatsapp Service : pegastore.id/service
Laptop Sering Bikin Terdistraksi? Moto Pad 60 Neo Bisa Jadi Teman Belajar yang Lebih Fokus
ASUS Zenbook S16 OLED 2026: Laptop Visual Premium yang Nggak Harus Pakai GPU Gaming
Dari FPS hingga Open-World, Seberapa Cocok MSI Katana 15 HX untuk Game Style-mu?
Lenovo Pamer 6 Perangkat Konsep Futuristik di MWC 2026, Gambaran Laptop Masa Depan Mulai Terlihat
Nonton Piala Dunia 2026 di HP Bikin Kurang Puas? Proyektor Bisa Jadi Upgrade Nobar yang Lebih Seru
Usaha Kecil Tapi Transaksi Padat, Ini Cara Biar Nggak Keteteran di Jam Ramai