Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout
Hai, Pengguna!
Masuk atau Daftar
Menu
Kategori
Home Tentang Kami FAQ Price List Service Center Artikel Karir
Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
!MERCHANDISE!MESIN KASIRPEGA 3D FIGURINEPEGACARE+
Tech News

Bukan Sekadar MacBook Killer, Ini Laptop Paling Masuk Akal untuk Jangka Panjang

14-06-2026
Bukan Sekadar MacBook Killer, Ini Laptop Paling Masuk Akal untuk Jangka Panjang

Ketika membahas laptop premium, mayoritas pengguna Indonesia biasanya akan langsung mengingat MacBook, ASUS ROG, Lenovo Legion, ThinkPad, Dell XPS, atau HP Spectre. Namun, ada satu nama yang justru sangat populer di kalangan komunitas teknologi global, tetapi masih terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia: Framework.

Menariknya, Framework bukan perusahaan raksasa seperti Apple, Lenovo, atau ASUS. Mereka justru dikenal karena berani melawan tren industri laptop modern yang semakin tertutup dan sulit diperbaiki. Ketika banyak produsen membuat laptop yang tipis tetapi sulit di-upgrade, Framework justru membangun reputasinya melalui konsep "Right to Repair" atau hak pengguna untuk memperbaiki perangkat yang mereka miliki. Konsep inilah yang membuat Framework mendapatkan perhatian besar dari komunitas Linux, teknisi komputer, hardware enthusiast, hingga para developer di seluruh dunia.

Kalau kamu aktif mengikuti kanal teknologi internasional seperti Linus Tech Tips, The Verge, Tom's Hardware, PC Gamer, atau komunitas Reddit r/linux dan r/framework, nama Framework sudah menjadi pembahasan rutin selama beberapa tahun terakhir. Namun, di Indonesia, produk ini masih tergolong langka karena belum dipasarkan secara resmi dan hanya tersedia di sejumlah negara tertentu seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Uni Eropa, Australia, Taiwan, Singapura, dan Selandia Baru. Indonesia sendiri belum masuk daftar distribusi resmi Framework hingga saat ini.

Karena itulah, Framework Laptop 13 Pro menjadi produk yang unik. Bukan karena spesifikasinya semata, tetapi karena mayoritas pengguna laptop di Indonesia bahkan belum pernah menyentuh atau melihat langsung perangkat ini. Padahal di luar negeri, banyak reviewer teknologi menyebut Framework sebagai salah satu inovasi paling menarik yang muncul di industri laptop dalam lima tahun terakhir.

Sebenarnya Apa Itu Framework?


Sebelum membahas Framework Laptop 13 Pro, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu Framework. Banyak orang mengira Framework hanyalah merek laptop biasa. Faktanya, Framework lebih tepat disebut sebagai perusahaan teknologi yang memiliki misi untuk mengubah cara orang membeli dan menggunakan laptop.

Framework didirikan oleh Nirav Patel, mantan insinyur Apple yang merasa industri elektronik semakin mengarah pada produk yang sulit diperbaiki dan cepat usang. Melalui Framework, ia mencoba membangun laptop yang dapat digunakan lebih lama melalui konsep modular, reparasi mandiri, dan peningkatan komponen secara bertahap. Alih-alih memaksa pengguna membeli laptop baru setiap beberapa tahun, Framework ingin menciptakan perangkat yang bisa berkembang mengikuti kebutuhan pemiliknya.

Konsep tersebut ternyata mendapat sambutan luar biasa dari komunitas teknologi. Framework bahkan masuk dalam daftar perusahaan elektronik paling inovatif versi Fast Company dan beberapa produknya pernah masuk daftar penemuan terbaik versi TIME.

Dengan kata lain, Framework bukan menjual laptop sebagai barang habis pakai. Mereka menjual sebuah ekosistem perangkat yang bisa terus dipertahankan selama bertahun-tahun.

Kenapa Framework Laptop 13 Pro Mendadak Jadi Perbincangan Dunia?


Pada April 2026, Framework memperkenalkan Framework Laptop 13 Pro, sebuah laptop yang mereka sebut sebagai "MacBook Pro for Linux Users". Pernyataan ini bukan sekadar slogan pemasaran. Framework secara terbuka mengakui bahwa tujuan internal mereka saat mengembangkan produk ini adalah menciptakan laptop premium yang mampu memberikan pengalaman setara MacBook Pro, tetapi tetap mempertahankan kebebasan pengguna untuk memperbaiki, meng-upgrade, dan memilih sistem operasi sendiri (Framework Community, 2026)

Menurut Framework, Laptop 13 Pro merupakan hasil pengembangan selama hampir enam tahun. Perangkat ini dibangun ulang dari nol dengan sasis aluminium CNC premium, layar baru yang dirancang khusus, baterai jauh lebih besar, haptic touchpad, serta prosesor Intel Core Ultra Series 3 generasi Panther Lake (Framework Community, 2026)

Jika generasi Framework sebelumnya masih dianggap menarik karena modularitasnya, Framework Laptop 13 Pro mencoba membuktikan bahwa laptop modular juga bisa terasa premium dan modern seperti laptop flagship dari brand besar lainnya.

Kenapa Komunitas Linux Sangat Antusias?


Salah satu fakta paling menarik dari Framework Laptop 13 Pro justru datang dari data penjualannya. PC Gamer melaporkan bahwa Framework mengaku konfigurasi Ubuntu Linux pada Laptop 13 Pro justru terjual lebih banyak dibandingkan konfigurasi Windows. Bahkan beberapa batch awal pre-order dilaporkan habis terjual lebih cepat dari perkiraan perusahaan (PC Gamer, 2026)

Bagi orang awam, hal ini mungkin terdengar biasa. Namun, bagi dunia teknologi, fenomena tersebut sangat tidak umum. Selama bertahun-tahun, mayoritas laptop premium dijual dengan Windows sebagai sistem operasi utama. Linux biasanya hanya digunakan oleh segmen kecil pengguna teknis.

Framework berhasil membalik kondisi tersebut karena mereka memang merancang perangkat kerasnya agar kompatibel dengan Linux sejak awal. Tidak hanya itu, Framework Laptop 13 Pro juga menjadi laptop pertama perusahaan yang mendapatkan sertifikasi Ubuntu secara resmi (IT Pro, 2026)

Di komunitas Reddit r/linux, diskusi mengenai Laptop 13 Pro dipenuhi komentar positif terkait kompatibilitas Linux, umur pakai panjang, dan filosofi perangkat yang lebih berkelanjutan. Banyak pengguna bahkan menyebut perangkat ini sebagai salah satu laptop Linux paling menarik yang pernah dirilis dalam beberapa tahun terakhir (Reddit, 2026)

Framework sendiri melalui akun Instagram resminya bahkan menggunakan slogan "Linux First" saat memperkenalkan Laptop 13 Pro kepada publik (Framework Instagram, 2026)

Bukan Sekadar Laptop Modular, Tapi Filosofi Baru dalam Membeli Laptop


Ketika mendengar kata modular, banyak orang langsung membayangkan laptop yang bisa dibongkar pasang seperti proyek DIY rumit untuk teknisi. Padahal esensi Framework jauh lebih sederhana. Framework ingin menghilangkan rasa takut salah membeli laptop.

Misalnya hari ini seseorang membeli laptop dengan RAM 16GB dan SSD 512GB karena kebutuhan kerjanya masih sederhana. Tiga tahun kemudian ia mulai belajar desain grafis, menjalankan mesin virtual, atau mengedit video. Pada laptop biasa, kondisi tersebut sering berakhir dengan membeli perangkat baru.

Framework menawarkan solusi berbeda. Pengguna cukup mengganti komponen yang diperlukan. Bahkan Framework tetap mempertahankan kompatibilitas lintas generasi sehingga beberapa komponen baru masih bisa digunakan pada laptop Framework lama. Ini merupakan sesuatu yang sangat jarang dilakukan oleh produsen laptop modern (Framework Community, 2026)

Di sinilah nilai sebenarnya dari Framework Laptop 13 Pro. Produk ini bukan menjual spesifikasi semata, tetapi menjual ketenangan bahwa investasi yang dilakukan hari ini tidak harus berakhir ketika kebutuhan pengguna berubah di masa depan.

Ketika Laptop Menjadi Aset, Bukan Barang yang Cepat Diganti


Mayoritas laptop saat ini dirancang dengan siklus hidup sekitar tiga hingga lima tahun. Setelah itu biasanya pengguna mulai menghadapi masalah seperti baterai menurun, penyimpanan penuh, RAM kurang besar, atau performa yang mulai tertinggal. Framework mencoba melawan pola tersebut.

The Verge menyebut Framework Laptop 13 Pro sebagai laptop Framework paling premium yang pernah dibuat. Selain memiliki bodi aluminium CNC penuh, perangkat ini juga membawa RAM LPCAMM2 hingga 64GB, SSD PCIe Gen 5 hingga 8TB, layar sentuh 2.8K 120Hz, dan baterai 74Wh yang diklaim mampu mencapai lebih dari 20 jam pemutaran video (The Verge, 2026)

Yang membuatnya berbeda adalah seluruh peningkatan tersebut tetap hadir tanpa mengorbankan kemampuan reparasi dan upgrade yang menjadi identitas utama Framework. Dalam praktiknya, pendekatan ini membuat laptop lebih mirip seperti PC rakitan premium dibanding laptop konvensional. Pengguna tidak dipaksa membeli semuanya dari nol ketika satu komponen mulai tertinggal.

Kenapa Framework Laptop 13 Pro Belum Populer di Indonesia?


Jawabannya sederhana: akses. Framework belum memiliki jalur distribusi resmi ke Indonesia. Akibatnya, sebagian besar pengguna Indonesia hanya mengenal perangkat ini melalui video YouTube internasional, artikel teknologi global, atau diskusi komunitas Linux dan hardware enthusiast.

Kondisi ini membuat Framework memiliki posisi unik. Di satu sisi, namanya masih asing bagi masyarakat umum. Di sisi lain, bagi kalangan yang aktif mengikuti perkembangan teknologi global, Framework justru dianggap sebagai salah satu perusahaan paling inovatif di industri laptop saat ini.

Tidak berlebihan jika mengatakan bahwa Framework Laptop 13 Pro adalah salah satu laptop yang paling sering dibahas oleh komunitas Linux dan repairability enthusiast, tetapi sekaligus menjadi salah satu laptop premium yang paling jarang ditemui secara langsung oleh pengguna Indonesia.

Framework Laptop 13 Pro Bukan Laptop untuk Semua Orang


Framework Laptop 13 Pro memang bukan laptop yang akan dibeli oleh semua orang. Harganya premium, distribusinya terbatas, dan konsep modularnya mungkin terasa berlebihan bagi pengguna yang hanya membutuhkan perangkat untuk pekerjaan dasar.

Namun, bagi pengguna yang memahami nilai jangka panjang sebuah perangkat, Framework Laptop 13 Pro menawarkan sesuatu yang sangat jarang ditemukan di industri laptop modern: kebebasan untuk memperbaiki, meningkatkan, dan mempertahankan perangkat selama mungkin.

Di saat sebagian besar produsen berlomba menciptakan laptop yang semakin tertutup, Framework justru bergerak ke arah sebaliknya. Mereka membuktikan bahwa laptop premium tidak harus menjadi perangkat sekali pakai.

Karena itu, menyebut Framework Laptop 13 Pro sebagai MacBook Killer sebenarnya kurang tepat. Yang lebih menarik, laptop ini mungkin menjadi salah satu contoh terbaik tentang bagaimana laptop masa depan seharusnya dibuat: lebih terbuka, lebih tahan lama, dan lebih menghargai investasi penggunanya. Dengan filosofi seperti ini, tidak mengherankan jika Framework Laptop 13 Pro menjadi salah satu perangkat yang paling banyak dibicarakan dalam komunitas teknologi global sepanjang 2026.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Artikel Lainnya
Usaha Kecil Tapi Transaksi Padat, Ini Cara Biar Nggak Keteteran di Jam RamaiUsaha Kecil Tapi Transaksi Padat, Ini Cara Biar Nggak Keteteran di Jam RamaiHuion Kamvas 13, 16, atau 22 Gen 3: Mana yang Cocok untuk Cara Kerjamu?Huion Kamvas 13, 16, atau 22 Gen 3: Mana yang Cocok untuk Cara Kerjamu?5 Kebutuhan Proyektor Selain Meeting dan Sekolah, dari Nobar sampai Event Komunitas5 Kebutuhan Proyektor Selain Meeting dan Sekolah, dari Nobar sampai Event KomunitasMatePad 11.5 S, MatePad Mini 2, atau MatePad Pro Max: Mana Tablet Huawei yang Sesuai Kebutuhanmu?MatePad 11.5 S, MatePad Mini 2, atau MatePad Pro Max: Mana Tablet Huawei yang Sesuai Kebutuhanmu?Moto Pad 60 NEO Bisa Menggantikan Laptop untuk Mahasiswa? Ini Batas KemampuannyaMoto Pad 60 NEO Bisa Menggantikan Laptop untuk Mahasiswa? Ini Batas KemampuannyaMacBook Air M5 Resmi Masuk Indonesia, Laptop Tipis Premium yang Kini Semakin Siap untuk Era AI dan Kerja HybridMacBook Air M5 Resmi Masuk Indonesia, Laptop Tipis Premium yang Kini Semakin Siap untuk Era AI dan Kerja Hybrid
Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat