Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout
Hai, Pengguna!
Masuk atau Daftar
Menu
Kategori
Home Tentang Kami FAQ Price List Service Center Artikel Karir
Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
!MERCHANDISE!MESIN KASIRPEGA 3D FIGURINEPEGACARE+
Tech News

Moto Pad 60 NEO Bisa Menggantikan Laptop untuk Mahasiswa? Ini Batas Kemampuannya

13-06-2026
Moto Pad 60 NEO Bisa Menggantikan Laptop untuk Mahasiswa? Ini Batas Kemampuannya

Bayangan perangkat kuliah hari ini sudah tidak sesederhana dulu. Mahasiswa tidak selalu duduk rapi di depan laptop dari pagi sampai malam, karena sebagian aktivitas akademik justru terjadi di sela-sela kelas, perpustakaan, kafe, perjalanan pulang, atau kamar kos. Materi kuliah dikirim dalam bentuk PDF, diskusi pindah ke grup chat, tugas diketik di Google Docs, referensi dicari lewat browser, sementara video pembelajaran makin sering ditonton ulang dari YouTube atau LMS kampus. Di titik inilah pertanyaan “cukup pakai tablet atau tetap harus beli laptop?” menjadi makin relevan.

Moto Pad 60 NEO hadir di kelas harga Rp3.999.000 di Pegastore.ID dengan paket yang cukup menarik untuk mahasiswa: RAM 8 GB, penyimpanan 256 GB, layar 11 inci beresolusi 2.5K, refresh rate 90 Hz, baterai 7040 mAh, Android 15, speaker Dolby Atmos, bodi tipis 6,99 mm, bobot sekitar 480 gram, serta sudah termasuk pen untuk mencatat atau mencoret dokumen digital. Motorola Indonesia juga mencantumkan dukungan MediaTek Dimensity 6300, slot microSD, layar IPS 500 nits, sertifikasi IP52, dan empat speaker sebagai bagian dari spesifikasi resminya pada 2026.

Pertanyaannya, apakah kombinasi itu cukup untuk menggantikan laptop? Jawabannya: bisa, tetapi tidak untuk semua mahasiswa dan tidak untuk semua jenis tugas. Moto Pad 60 NEO lebih tepat dibaca sebagai perangkat kuliah praktis untuk mahasiswa yang aktivitasnya dominan membaca, mencatat, presentasi ringan, kelas online, hiburan, dan produktivitas berbasis aplikasi mobile. Namun, untuk jurusan yang wajib memakai software desktop seperti AutoCAD, SPSS versi penuh, aplikasi coding kompleks, desain profesional, atau editing video berat, laptop tetap lebih aman.

Kuliah Makin Digital, Tapi Tidak Semua Tugas Butuh Laptop Berat

Kebutuhan perangkat mahasiswa sekarang makin dipengaruhi oleh kebiasaan belajar yang serba digital. DataReportal dalam laporan Digital 2026 Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 230 juta pengguna internet pada Oktober 2025, dengan penetrasi internet mencapai 80,5% dari total populasi. Artinya, kegiatan belajar, mencari informasi, berdiskusi, sampai mengakses materi kuliah sudah sangat dekat dengan perangkat digital sehari-hari (DataReportal – Global Digital Insights, 2025)

Data BPS yang dirangkum Katadata pada 2025 juga menunjukkan bahwa 83,80% pelajar dan mahasiswa usia 5–23 tahun di Indonesia sudah menggunakan internet per Maret 2025. Menariknya, internet belum hanya dipakai untuk belajar; 92,19% menggunakannya untuk hiburan, 68,88% untuk media sosial, 68,22% untuk memperoleh informasi, dan 33,40% untuk pembelajaran daring. Angka ini menunjukkan bahwa perangkat mahasiswa tidak hanya perlu kuat untuk tugas, tetapi juga nyaman untuk konsumsi informasi, hiburan, komunikasi, dan belajar mandiri (Databoks, 2025).

Di sinilah tablet seperti Moto Pad 60 NEO punya celah yang cukup kuat. Untuk mahasiswa yang setiap hari membuka PDF, membaca e-book, mengakses Google Classroom, menonton rekaman kuliah, mengetik tugas pendek, atau mencatat penjelasan dosen, tablet terasa lebih luwes dibanding laptop murah yang bobotnya lebih berat. Bukan karena laptop tidak penting, tetapi karena tidak semua aktivitas akademik butuh sistem operasi desktop.

Layar 2.5K 90 Hz Bukan Sekadar Angka, Tapi Bikin Materi Kuliah Lebih Nyaman Dibaca

Salah satu daya tarik utama Moto Pad 60 NEO ada pada layarnya. Di harga Rp3.999.000, tablet ini membawa layar 11 inci IPS dengan resolusi 2.5K dan refresh rate 90 Hz. Di atas kertas, spesifikasi ini terdengar teknis, tetapi dalam pemakaian mahasiswa, dampaknya terasa ketika membaca modul panjang, membuka slide presentasi, melihat tabel, atau menonton video pembelajaran dengan teks kecil di layar.

Resolusi 2.5K membuat tampilan lebih tajam dibanding layar FHD biasa, terutama saat membaca file PDF yang berisi diagram, jurnal, grafik, atau materi presentasi dosen. Ukuran 11 inci juga terasa lebih lega dibanding ponsel, sehingga mahasiswa tidak perlu terus-menerus mencubit layar untuk memperbesar teks. Sementara refresh rate 90 Hz membuat perpindahan halaman, scrolling catatan, dan navigasi aplikasi terasa lebih halus dibanding layar 60 Hz konvensional.

Untuk mahasiswa yang sering belajar dari materi visual, layar seperti ini punya nilai lebih. Misalnya, mahasiswa pendidikan bisa membuka modul ajar sambil mencatat poin penting, mahasiswa ekonomi bisa membaca tabel laporan, mahasiswa komunikasi bisa menonton referensi kampanye digital, dan mahasiswa sosial-humaniora bisa menandai bacaan panjang tanpa harus mencetak banyak halaman. Motorola juga mencantumkan layar 500 nits dan lapisan anti-fingerprint, yang relevan karena tablet akan sering disentuh langsung saat dipakai mencatat atau membaca (Motorola, 2026)

Pen Bawaan Membuat Tablet Ini Lebih Dekat dengan Kebiasaan Belajar Mahasiswa

Keunggulan Moto Pad 60 NEO bukan hanya di layar, tetapi juga karena sudah termasuk pen. Ini penting karena mahasiswa tidak selalu belajar dengan cara mengetik. Banyak yang masih lebih nyaman menulis poin penting, membuat panah, memberi stabilo digital, menggambar bagan, atau mencoret bagian penting di slide dosen.

Dalam pemakaian realistis, pen membuat tablet ini lebih cocok untuk aktivitas yang biasanya terasa kurang nyaman jika hanya memakai jari. Mahasiswa bisa membuka PDF materi kuliah, menandai bagian penting, menulis catatan di pinggir halaman, lalu menyimpannya tanpa perlu mencetak dokumen. Untuk yang sering ikut kelas teori, seminar, atau diskusi kelompok, cara ini jauh lebih praktis dibanding membawa buku catatan terpisah, laptop, charger, dan tumpukan fotokopi.

Nilai jual ini juga terasa lebih kuat jika dibandingkan laptop 4 jutaan. Laptop memang unggul untuk mengetik panjang, tetapi tidak senyaman tablet ketika dipakai membaca sambil mencoret langsung di layar. Untuk mahasiswa yang pola belajarnya banyak membaca, merangkum, dan membuat catatan visual, Moto Pad 60 NEO bisa menjadi perangkat utama yang lebih alami dipakai sehari-hari.

RAM 8 GB dan Storage 256 GB Lebih Masuk Akal untuk File Kuliah yang Makin Menumpuk

Spesifikasi RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB di Moto Pad 60 NEO menjadi kombinasi yang cukup aman untuk mahasiswa. RAM 8 GB membantu perangkat tetap nyaman saat berpindah dari aplikasi catatan, browser, PDF reader, Google Docs, YouTube, sampai aplikasi chat. Sementara penyimpanan 256 GB memberi ruang lebih lega untuk file kuliah, screenshot materi, rekaman kelas, e-book, video pendek, foto kegiatan organisasi, hingga aplikasi produktivitas.

Ini penting karena masalah mahasiswa sering kali bukan hanya “perangkatnya bisa buka aplikasi atau tidak”, tetapi juga “memorinya cepat penuh atau tidak”. Materi kuliah bisa menumpuk dari semester ke semester, apalagi kalau pengguna menyimpan banyak file PDF, foto papan tulis, video presentasi, atau dokumen organisasi. Dukungan microSD sampai 2 TB juga membuat Moto Pad 60 NEO lebih fleksibel untuk pengguna yang ingin menyimpan file jangka panjang tanpa langsung bergantung pada penyimpanan cloud.

Dibanding Honor Pad X9A Keyboard Grey yang juga dijual Rp3.999.000 di Pegastore.ID, Moto Pad 60 NEO lebih unggul dalam kapasitas penyimpanan karena membawa 256 GB dan mendukung microSD. Honor Pad X9A menarik karena sudah hadir dengan keyboard, layar 11,5 inci 2.5K 120 Hz, dan baterai 8300 mAh, tetapi kapasitas penyimpanannya tercatat 128 GB. Untuk mahasiswa yang lebih sering menyimpan banyak materi dan membutuhkan pen untuk catatan digital, Moto Pad 60 NEO terasa lebih relevan.

Performa Dimensity 6300 Cukup untuk Kuliah Harian

Moto Pad 60 NEO memakai MediaTek Dimensity 6300, chipset kelas menengah yang juga disebut Motorola sebagai dapur pacu resmi perangkat ini. FoneArena pada 2025 mencatat bahwa Moto Pad 60 NEO mengandalkan Dimensity 6300 6 nm, RAM LPDDR4x, storage UFS 2.2, Android 15, layar 2.5K 90 Hz, dan baterai 7040 mAh. Kombinasi ini memperjelas bahwa perangkat ini diarahkan untuk kebutuhan belajar, hiburan, konektivitas, dan produktivitas ringan, bukan untuk menggantikan laptop performa tinggi (FoneArena, 2025).

Untuk aktivitas mahasiswa seperti membuka LMS kampus, mengetik di Google Docs, mengikuti kelas Zoom atau Google Meet, membaca jurnal, membuat presentasi ringan, menonton video pembelajaran, sampai memakai Canva untuk desain sederhana, performanya sudah masuk akal. Tablet ini juga bisa dipakai untuk hiburan setelah kelas, seperti streaming film, membaca komik digital, atau bermain game kasual. Namun, perangkat ini tidak sebaik laptop dengan prosesor lebih kuat jika dipakai untuk multitasking berat, membuka banyak jendela kerja sekaligus, menjalankan software statistik desktop, atau rendering video panjang.

Keterbatasan ini justru perlu disampaikan secara jujur di artikel. Moto Pad 60 NEO bukan perangkat untuk mahasiswa teknik yang setiap hari memakai software Windows tertentu, bukan juga pilihan utama untuk anak DKV yang intensif memakai Adobe desktop. Akan tetapi, untuk mahasiswa yang mayoritas tugasnya berbasis dokumen, presentasi, riset, catatan, dan kelas daring, performanya sudah berada di titik yang praktis.

Lebih Ringan dari Laptop 4 Jutaan, Lebih Nyaman Dibawa Pindah Kelas

Mahasiswa sering kali tidak hanya butuh perangkat yang bisa menyala, tetapi juga enak dibawa seharian. Moto Pad 60 NEO punya bobot sekitar 480 gram dan ketebalan 6,99 mm, sehingga lebih mudah masuk ke dalam tas kecil dibanding laptop murah yang biasanya berada di kisaran 1,3–1,5 kg. Selisih bobot ini terasa ketika pengguna harus berpindah kelas, membawa buku tambahan, naik kendaraan umum, atau bekerja dari perpustakaan sampai malam.

Sebagai pembanding, Zyrex Ultra Black N100 berada di kisaran harga 3 jutaan, tetapi perangkat tersebut merupakan laptop Windows 11 dengan bobot 1,418 kg, prosesor Intel N100, RAM 8 GB, storage 128 GB eMMC + SSD 256 GB, dan layar 14 inci FHD IPS. Laptop ini jelas lebih unggul jika mahasiswa wajib memakai aplikasi Windows, mengetik panjang, atau membutuhkan port lengkap. Namun, dari sisi mobilitas, Moto Pad 60 NEO tetap lebih nyaman untuk aktivitas baca-catat yang sering dilakukan sambil berpindah tempat.

Perbandingan ini membuat posisi Moto Pad 60 NEO lebih jelas. Tablet ini bukan menggantikan semua fungsi laptop, tetapi menawarkan cara belajar yang lebih ringan dan fleksibel. Untuk mahasiswa yang sering belajar dari PDF, membuat catatan digital, ikut kelas online, dan butuh perangkat yang tidak memenuhi tas, bobot ringan bisa menjadi alasan pembelian yang sangat rasional.

Dibanding Infinix XPAD 20, Moto Pad 60 NEO Lebih Kuat di Layar dan Pengalaman Visual

Infinix XPAD 20 Keyboard+Pen Stellar Grey membawa RAM 8 GB, storage 256 GB, Android 15, layar 10,95 inci FHD+ 90 Hz, baterai 7000 mAh, dukungan SIM, serta paket keyboard case dan stylus pen. Dari sisi kelengkapan paket, Infinix XPAD 20 memang menggoda untuk mahasiswa yang ingin langsung punya keyboard dan pen dengan harga lebih hemat.

Namun, Moto Pad 60 NEO menawarkan pengalaman visual yang lebih baik karena layarnya sudah beresolusi 2.5K, sementara Infinix XPAD 20 memiliki resolusi 1200 × 1920 piksel. Perbedaan ini sangat penting bagi mahasiswa yang sering membaca materi panjang, membuka jurnal, atau menonton video pembelajaran dengan teks kecil. Moto Pad 60 NEO juga dilengkapi dengan Dimensity 6300, sedangkan Infinix XPAD 20 memakai Helio G88, sehingga Moto cenderung memberikan pengalaman tablet kelas menengah yang lebih stabil dan nyaman untuk penggunaan harian..

Pilihan akhirnya kembali ke prioritas. Jika mahasiswa mengejar paket paling lengkap dengan keyboard dan pen di harga lebih murah, Infinix XPAD 20 menarik. Namun, jika yang dicari adalah layar lebih tajam, desain tipis, pen bawaan, penyimpanan lega, dan pengalaman belajar visual yang lebih nyaman, Moto Pad 60 NEO lebih unggul untuk kebutuhan kuliah yang banyak melibatkan membaca, mencatat, dan konsumsi materi.

Speaker Dolby Atmos dan Baterai 7040 mAh Bikin Belajar Tidak Selalu Harus di Meja

Kebiasaan belajar mahasiswa semakin cair. Ada yang menonton rekaman kuliah sambil makan, mendengar podcast akademik saat perjalanan, mengikuti kelas online dari kos, atau memutar video tutorial sebelum mengerjakan tugas. Karena itu, audio dan baterai bukan lagi fitur pelengkap yang bisa diabaikan.

Moto Pad 60 NEO dibekali empat speaker dengan Dolby Atmos, sehingga lebih nyaman untuk menonton video pembelajaran, mengikuti kelas daring, atau mendengarkan penjelasan dosen tanpa langsung memakai headset. Motorola juga mencantumkan baterai 7040 mAh, yang cukup relevan untuk penggunaan harian seperti membuka dokumen, mencatat, browsing, dan streaming. Dengan perangkat seperti ini, mahasiswa tidak harus selalu mencari colokan setiap kali belajar di luar kamar.

Fitur seperti ini mungkin terdengar sederhana, tetapi dampaknya terasa dalam rutinitas. Saat layar besar, audio jelas, dan baterai cukup panjang, tablet bisa menjadi perangkat belajar yang tidak terlalu kaku. Mahasiswa bisa membaca materi di perpustakaan, lanjut menonton video referensi di kantin, lalu mencatat ide tugas kelompok tanpa harus membuka laptop besar.

Kapan Moto Pad 60 NEO Cukup, dan Kapan Laptop Tetap Wajib?

Moto Pad 60 NEO cukup dijadikan perangkat utama jika kebutuhan kuliah masih berkisar pada membaca materi, mencatat digital, kelas online, mengetik tugas ringan, membuat presentasi sederhana, mengakses e-mail, memakai Canva ringan, menonton video pembelajaran, dan menyimpan dokumen akademik. Untuk mahasiswa semester awal atau jurusan yang banyak berkutat dengan teori, diskusi, bacaan, dan laporan, tablet ini bisa terasa lebih sering terpakai dibandingkan dengan laptop. Apalagi jika pengguna sudah punya akses komputer kampus untuk kebutuhan tertentu yang jarang dilakukan.

Namun, laptop tetap wajib jika perkuliahan membutuhkan aplikasi desktop yang tidak tersedia atau tidak optimal di Android. Mahasiswa teknik, arsitektur, informatika, desain grafis profesional, akuntansi dengan pengolahan data kompleks, atau jurusan yang rutin memakai software Windows sebaiknya tidak menjadikan tablet sebagai satu-satunya perangkat. Moto Pad 60 NEO bisa tetap berguna sebagai perangkat pendamping untuk mencatat, membaca, dan presentasi, tetapi laptop masih menjadi pusat kerja utama.

Dengan cara pandang ini, pembaca tidak merasa sedang “dipaksa” membeli tablet. Justru, artikel menjadi lebih membantu karena memberikan batas yang jelas. Moto Pad 60 NEO paling unggul untuk mahasiswa yang ingin perangkat belajar ringan, nyaman dibawa, kuat untuk catatan digital, punya penyimpanan lega, dan tidak ingin langsung membeli laptop jika kebutuhannya belum sampai pada aplikasi berat.

Tablet Kuliah yang Masuk Akal Saat Laptop Belum Jadi Prioritas

Moto Pad 60 NEO bukan jawaban untuk semua kebutuhan mahasiswa, tetapi perangkat ini punya posisi yang jelas di kelas harga Rp3.999.000. Layar 2.5K 90 Hz membuat membaca materi lebih nyaman, RAM 8 GB dan storage 256 GB memberi ruang cukup untuk aktivitas kuliah harian, pen bawaan mendukung catatan digital, baterai 7040 mAh cocok untuk mobilitas, dan bobot sekitar 480 gram membuatnya lebih praktis dibawa dibanding laptop 4 jutaan. Di tengah tren belajar digital dan penggunaan internet mahasiswa yang semakin tinggi, tablet seperti ini terasa relevan untuk pengguna yang ingin perangkat ringan tanpa kehilangan fungsi produktivitas dasar.

Jika dibandingkan dengan perangkat seharga yang sama, Moto Pad 60 NEO lebih unggul untuk mahasiswa yang memprioritaskan layar tajam, penyimpanan besar, catatan digital, dan mobilitas. Honor Pad X9A unggul di keyboard bawaan dan layar 120 Hz, tetapi storage lebih kecil. Infinix XPAD 20 lebih murah dan paketnya lengkap, tetapi Moto menawarkan pengalaman visual yang lebih matang. Laptop Zyrex Ultra Black N100 lebih cocok untuk aplikasi Windows, tetapi lebih berat.

Jadi, apakah Moto Pad 60 NEO bisa menggantikan laptop untuk mahasiswa? Bisa, selama kebutuhan kuliahnya belum masuk ke software desktop berat. Untuk membaca, mencatat, kelas online, membuat tugas ringan, presentasi, riset, dan hiburan, tablet ini sudah sangat masuk akal. Namun, jika jurusanmu membutuhkan aplikasi khusus Windows atau pekerjaan teknis yang kompleks, jadikan Moto Pad 60 NEO sebagai perangkat pendamping yang membuat proses belajar lebih fleksibel.

Tertarik mencoba Moto Pad 60 NEO untuk kebutuhan kuliah, belajar digital, atau perangkat produktivitas harian? Kamu bisa menghubungi sales Pegastore.ID untuk cek stok, promo terbaru, dan rekomendasi perangkat yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Artikel Lainnya
MacBook Air M5 Resmi Masuk Indonesia, Laptop Tipis Premium yang Kini Semakin Siap untuk Era AI dan Kerja HybridMacBook Air M5 Resmi Masuk Indonesia, Laptop Tipis Premium yang Kini Semakin Siap untuk Era AI dan Kerja HybridHuawei MatePad Pro Max Bawa Layar PaperMatte, Kerja dan Baca Jadi Lebih NyamanHuawei MatePad Pro Max Bawa Layar PaperMatte, Kerja dan Baca Jadi Lebih NyamanLaptop Fleksibel untuk Pengajar Modern, Apakah ADVAN 360 GO Masih Worth to Buy di 2026?Laptop Fleksibel untuk Pengajar Modern, Apakah ADVAN 360 GO Masih Worth to Buy di 2026?5 Rekomendasi Laptop untuk Desainer Grafis dengan VRAM Besar dan Layar Akurat 5 Rekomendasi Laptop untuk Desainer Grafis dengan VRAM Besar dan Layar Akurat DJI Osmo Pocket 4 Resmi Meluncur, Kamera Kecil 4K yang Siap Ubah Cara Bikin KontenDJI Osmo Pocket 4 Resmi Meluncur, Kamera Kecil 4K yang Siap Ubah Cara Bikin Konten5 Rekomendasi Laptop untuk Wartawan: Ringkas, Tahan Banting, dan Kuat Multitasking5 Rekomendasi Laptop untuk Wartawan: Ringkas, Tahan Banting, dan Kuat Multitasking
Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat