Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout
Hai, Pengguna!
Masuk atau Daftar
Menu
Kategori
Home Tentang Kami FAQ Price List Service Center Artikel Karir
Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
!MERCHANDISE!MESIN KASIRPEGA 3D FIGURINEPEGACARE+
Tech News

AI Mulai Masuk Rumah: Dari Gaming Sampai Robot Bersih-Bersih

07-06-2026
AI Mulai Masuk Rumah: Dari Gaming Sampai Robot Bersih-Bersih

Selama beberapa tahun terakhir, kebanyakan orang mengenal Artificial Intelligence hanya lewat chatbot seperti ChatGPT, Gemini, atau Copilot. Namun, memasuki 2026, arah perkembangan AI mulai berubah drastis. AI tidak lagi sekadar “tinggal” di layar laptop atau smartphone, melainkan mulai hadir dalam bentuk perangkat fisik yang benar-benar dipakai sehari-hari.

Dari headset gaming yang bisa memberi arahan secara real-time, robot vacuum berkaki yang mampu naik tangga, LEGO pintar untuk anak-anak, sampai alat pemantau kesehatan hewan peliharaan berbasis AI — teknologi yang dulu terasa seperti film science fiction kini mulai dipasarkan secara nyata. Tren ini terlihat sangat jelas di ajang teknologi global seperti CES 2026 (Yahoo Tech, 2026)

Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini menarik karena kebiasaan masyarakat mulai berubah. Penggunaan perangkat smart home meningkat, wearable device makin populer, dan generasi muda makin terbuka terhadap teknologi unik yang terasa futuristik. Konten bertema AI fisik seperti ini juga punya daya tarik tinggi di media sosial karena terlihat absurd, tetapi nyata.

AI Gaming Bukan Lagi Sekadar Bot, Tapi Jadi “Teman Main”


Salah satu perkembangan paling menarik datang dari industri gaming. Brand gaming seperti Razer mulai mengembangkan perangkat AI yang bukan hanya membantu performa, tetapi juga berinteraksi langsung dengan pemain. Dalam CES 2026, Razer memperkenalkan Project Motoko, sebuah headset gaming berbasis AI dengan kamera internal dan kemampuan mengenali objek maupun teks secara real-time. Teknologi ini memungkinkan AI membaca situasi permainan lalu memberi saran langsung kepada pemain saat bermain. Sistemnya bahkan bisa terhubung dengan model AI seperti OpenAI, Grok, maupun Gemini (Tom's Guide, 2026)

Bayangkan pemain Elden Ring, Valorant, atau Black Myth: Wukong yang sedang kesulitan menghadapi musuh tertentu. AI dapat memberi petunjuk instan tentang pola serangan, arah objektif, hingga strategi yang lebih efektif tanpa perlu membuka YouTube atau forum lain. Bagi gamer Indonesia, ini menarik karena budaya gaming guide sangat besar. Banyak pemain terbiasa membuka Discord, TikTok, atau walkthrough saat bermain. AI gaming seperti ini mencoba memangkas proses tersebut menjadi pengalaman yang jauh lebih instan.

Razer juga memperkenalkan Project Ava, asisten AI berbentuk perangkat fisik kecil yang bertindak seperti pelatih pribadi saat bermain game. AI ini memberi komentar, analisis permainan, bahkan motivasi secara langsung. Konsepnya mirip streamer virtual pribadi yang terus menemani pemain (Tom's Guide, 2026). Fenomena ini menunjukkan bahwa AI mulai diarahkan menjadi ambient assistant — teknologi yang hadir di sekitar pengguna tanpa harus terus membuka aplikasi.

Robot Vacuum Sekarang Punya “Kaki”


Robot vacuum sebenarnya sudah mulai populer di Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Namun, selama ini ada satu masalah klasik: robot mudah tersangkut kabel, tidak bisa naik tangga, dan kesulitan melewati permukaan rumah yang tidak rata. Masalah itu mulai dijawab oleh robot generasi baru seperti Roborock Saros Rover yang diperkenalkan di CES 2026. Robot ini dibekali AI, sensor gerak, dan kemampuan pemetaan ruang 3D sehingga mampu memahami kondisi rumah secara lebih kompleks. Yang paling menarik, robot ini memiliki sistem “kaki” mekanis untuk melewati hambatan dan naik tangga kecil. (Tom's Guide, 2026)

Perubahan ini penting untuk pasar Indonesia karena banyak rumah memiliki desain bertingkat, permukaan lantai berbeda, atau furnitur yang lebih rapat dibandingkan dengan rumah di Amerika maupun Eropa. Pengguna robot vacuum selama ini sering mengeluh harus tetap membereskan rumah terlebih dahulu sebelum robot bekerja. Dengan AI spasial dan sistem mobilitas baru, robot mulai bisa beradaptasi dengan kondisi rumah secara lebih alami.

Bahkan beberapa produsen kini mulai mengembangkan robot rumah yang mampu mengenali benda tertentu. Misalnya, membedakan kabel charger, sandal, mainan anak, hingga kotoran hewan peliharaan agar tidak terlindas atau tersedot secara salah. Tren ini membuat robot vacuum perlahan berubah dari sekadar alat kebersihan menjadi asisten rumah tangga semi-otonom.

LEGO Pintar: Mainan Anak yang Mulai “Hidup”


Dunia mainan juga ikut terkena dampak perkembangan AI. LEGO memperkenalkan konsep Smart Brick, balok LEGO dengan chip kecil di dalamnya yang mampu merespons gerakan dan interaksi pengguna (Tom's Guide, 2026). Balok ini dilengkapi LED, sensor gerak, akselerometer, dan micro speaker. Ketika dimainkan, LEGO bisa mengeluarkan suara, menyala, atau bereaksi terhadap gerakan tertentu. Secara konsep, ini membuat pengalaman bermain terasa lebih interaktif tanpa harus mengandalkan layar smartphone terus-menerus.

Banyak orang tua modern mulai khawatir anak terlalu sering menatap layar gadget. Karena itu, konsep smart toy seperti ini dianggap menarik karena menggabungkan teknologi dengan aktivitas fisik dan kreativitas. Di Indonesia sendiri, pasar mainan edukatif berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) juga terus tumbuh. Orang tua mulai mencari produk yang bukan hanya menghibur, tetapi juga melatih logika dan kreativitas anak. LEGO memanfaatkan momentum tersebut dengan menghadirkan AI dalam bentuk yang terasa aman, menyenangkan, dan tidak terlalu teknis.

AI Sekarang Mulai Mengurus Hewan Peliharaan


Salah satu perkembangan paling unik datang dari sektor pet care. AI kini mulai digunakan untuk memantau kesehatan hewan peliharaan secara otomatis. Perusahaan AI Tails memperkenalkan tempat makan dan minum pintar untuk kucing yang dilengkapi kamera serta sistem pengenalan pola berbasis AI. Teknologi ini mampu membaca gerakan tubuh, ekspresi wajah, hingga pola makan hewan untuk mendeteksi perubahan kondisi kesehatan (Yahoo Tech, 2026). Jika kucing terlihat kurang aktif, makan lebih sedikit, atau menunjukkan perilaku tidak biasa, sistem akan memberi notifikasi kepada pemilik. Konsep seperti ini relevan karena biaya dokter hewan terus meningkat di banyak negara, termasuk Indonesia. Banyak pemilik hewan juga mulai memperlakukan peliharaan seperti anggota keluarga sendiri.

Fenomena pet parenting di Indonesia berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Produk seperti smart feeder, kamera pemantau hewan, hingga GPS collar mulai banyak dijual di marketplace lokal. AI membuat perangkat tersebut naik level dari sekadar alat otomatis menjadi sistem pemantauan kesehatan aktif. Bahkan beberapa startup global mulai mengembangkan AI yang mampu mengenali tingkat stres hewan melalui suara atau ekspresi wajah.

AI Tidak Lagi Terlihat Seperti AI

Hal paling menarik dari tren 2026 sebenarnya bukan sekadar perangkat-perangkat unik tadi. Perubahan terbesar justru ada pada cara AI digunakan. Dulu AI terasa seperti sesuatu yang harus dibuka secara sengaja melalui aplikasi. Sekarang AI mulai “menghilang” ke dalam produk sehari-hari. Pengguna mungkin tidak lagi sadar sedang memakai AI karena teknologinya bekerja diam-diam di belakang layar.

Konsep ini disebut sebagai ambient intelligence — AI yang hadir di lingkungan sekitar dan membantu pengguna secara natural tanpa terasa mengganggu (Yahoo Tech, 2026). Perkembangan ini diprediksi akan mempercepat adopsi AI di negara berkembang seperti Indonesia karena masyarakat cenderung lebih mudah menerima teknologi yang langsung terasa manfaat praktisnya.

Contohnya sederhana. Banyak orang mungkin tidak tertarik memakai chatbot AI setiap hari. Tetapi mereka tertarik jika robot vacuum bisa membersihkan rumah lebih pintar, headset gaming membantu menang saat bermain, atau alat makan kucing bisa memantau kesehatan peliharaan secara otomatis. AI akhirnya mulai bergerak dari teknologi “buat coba-coba” menjadi teknologi yang benar-benar dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

Masa Depan yang Dulu Sci-Fi Mulai Dijual

Beberapa tahun lalu, ide tentang robot rumah pintar atau AI pendamping terdengar seperti konsep film futuristik. Namun, sekarang perusahaan teknologi mulai serius menjual produk-produk tersebut ke pasar umum. Bahkan pendiri Roomba, Colin Angle, kini mengembangkan robot pendamping berbulu bernama Familiar yang dirancang untuk menemani manusia secara emosional. Robot ini menggunakan AI generatif lokal dan mampu belajar dari kebiasaan pengguna di rumah (The Verge, 2026)

Tujuannya bukan lagi sekadar membantu pekerjaan rumah, tetapi juga mengurangi rasa kesepian dan menciptakan interaksi emosional. Arah perkembangan ini menunjukkan bahwa AI masa depan kemungkinan besar tidak hanya hadir sebagai software, tetapi juga sebagai benda fisik yang hidup berdampingan dengan manusia. Bagi Indonesia, tren ini membuka peluang besar. Pasar smart home, gaming gear, perangkat edukasi pintar, dan pet technology diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan seiring meningkatnya adopsi internet rumah dan perangkat IoT.

Yang dulu terasa seperti teknologi absurd kini perlahan menjadi produk konsumen biasa. Kalau beberapa tahun lalu orang bingung kenapa butuh AI, sekarang pertanyaannya mulai berubah menjadi: “AI berikutnya bakal masuk ke bagian hidup yang mana lagi?” Jika tertarik mengikuti perkembangan laptop AI, perangkat smart home, gadget futuristik, hingga teknologi terbaru lainnya, kamu juga bisa langsung menghubungi tim sales Pegastore.ID untuk mendapatkan rekomendasi produk yang sesuai kebutuhan.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Artikel Lainnya
ASMR Keyboard Mekanik dari Fantech Atom Pro79 MK917 Untuk Kerja Lebih ProduktifASMR Keyboard Mekanik dari Fantech Atom Pro79 MK917 Untuk Kerja Lebih ProduktifASUS Zenbook A16 UX3607: Laptop AI Tipis 16 Inci yang Mulai Menyaingi MacBook Air?ASUS Zenbook A16 UX3607: Laptop AI Tipis 16 Inci yang Mulai Menyaingi MacBook Air?Evolusi Audio Digital & Podcast Tech: Dari Radio ke Era CreatorEvolusi Audio Digital & Podcast Tech: Dari Radio ke Era CreatorNggak Pakai RTX Tapi Tetap Ngebut, Ini Rahasia ASUS TUF Gaming A14Nggak Pakai RTX Tapi Tetap Ngebut, Ini Rahasia ASUS TUF Gaming A14Apple AI Smart Glasses: Kacamata Pintar Tanpa Layar yang Siap Dipakai HarianApple AI Smart Glasses: Kacamata Pintar Tanpa Layar yang Siap Dipakai HarianOpenAI Siap Masuk Pasar Smartphone AI? Samsung dan Xiaomi Mulai Harus WaspadaOpenAI Siap Masuk Pasar Smartphone AI? Samsung dan Xiaomi Mulai Harus Waspada
Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat