Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout
Hai, Pengguna!
Masuk atau Daftar
Menu
Kategori
Home Tentang Kami FAQ Price List Service Center Artikel Karir
Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
!MERCHANDISE!MESIN KASIRPEGA 3D FIGURINEPEGACARE+
Tech News

Huion Kamvas Gen 3 Bawa 90Hz, Drawing Tablet Makin Nyaman untuk Kreator Digital

04-06-2026
Huion Kamvas Gen 3 Bawa 90Hz, Drawing Tablet Makin Nyaman untuk Kreator Digital

Buat kreator digital, perangkat kerja yang nyaman sering kali lebih terasa manfaatnya daripada sekadar angka spesifikasi yang terlihat tinggi di atas kertas. Saat menggambar ilustrasi, membuat karakter, menyusun komik, mengerjakan aset visual, atau merapikan desain untuk kebutuhan konten, hal kecil seperti gerakan pena yang terasa lambat, layar yang kurang tajam, warna yang meleset, sampai permukaan layar yang terlalu licin bisa mengganggu alur kerja. Di titik inilah Huion Kamvas Gen 3 menarik untuk dibahas, terutama lewat kehadiran Kamvas 22 (Gen 3) yang membawa layar 21,5 inci 2.5K dengan refresh rate 90Hz. Menurut laman resmi Huion tahun 2026, Kamvas 22 (Gen 3) hadir sebagai pen display dengan resolusi 2560 x 1440, panel IPS 90Hz, teknologi pena PenTech 4.0, dan permukaan Canvas Glass 2.0 yang dirancang untuk pengalaman menggambar lebih natural (Huion, diakses tahun 2026)

Konteksnya juga makin relevan karena pekerjaan kreatif tidak lagi terbatas pada studio besar atau agensi desain. Banyak mahasiswa DKV, ilustrator lepas, pembuat komik digital, designer konten media sosial, editor foto, hingga pelaku UMKM mulai membutuhkan visual yang lebih rapi dan konsisten. Data BPS tahun 2025 mencatat sektor ekonomi kreatif menyerap 27,40 juta tenaga kerja, atau sekitar 18,70% dari total tenaga kerja nasional, naik dari 26,48 juta pada 2024. Artinya, perangkat kreatif seperti drawing tablet dan pen display bukan lagi barang niche, melainkan mulai masuk ke kebutuhan kerja yang lebih luas. (Badan Pusat Statistik Indonesia, 2025)

Huion Kamvas Gen 3 bisa dibaca sebagai jawaban untuk pengguna yang ingin naik kelas dari menggambar di tablet biasa, pen tablet tanpa layar, atau layar laptop yang tidak dirancang khusus untuk ilustrasi. Dengan konsep menggambar langsung di layar, pengguna bisa melihat posisi pena dan hasil goresan dalam satu bidang kerja. Untuk banyak kreator, ini membuat proses adaptasi lebih cepat karena terasa lebih dekat dengan menggambar di kertas, tetapi tetap membawa fleksibilitas software digital seperti layer, brush, undo, dan pengaturan warna.

Daya Tarik Utama Ada Pada Pengalaman Menggambar yang Lebih Halus

Salah satu nilai jual paling menonjol dari Huion Kamvas 22 (Gen 3) adalah refresh rate 90Hz. Di perangkat kreatif, angka ini bukan sekadar istilah teknis. Refresh rate yang lebih tinggi berarti tampilan layar diperbarui lebih sering setiap detik, sehingga gerakan kursor, perpindahan kanvas, dan garis yang muncul dari pena bisa terasa lebih mulus. Huion menyebut peningkatan ke 90Hz dapat memberikan hingga 50% peningkatan pada kelancaran tampilan dan kecepatan rendering garis dibanding pengalaman standar yang lebih rendah (Huion, diakses tahun 2026)

Manfaat 90Hz akan terasa pada proses yang membutuhkan gerakan tangan cepat dan berulang. Misalnya saat illustrator membuat sketsa awal karakter, komikus membuat line art, atau desainer membuat bentuk organik yang perlu tarikan garis panjang. Pada layar yang kurang responsif, pengguna bisa merasa ada jarak kecil antara gerakan tangan dan garis yang muncul. Jarak ini mungkin tidak selalu mengganggu untuk pekerjaan sederhana, tetapi bisa terasa saat mengerjakan detail wajah, rambut, lipatan kain, arsiran, atau elemen visual yang butuh kontrol halus.

Review Creative Bloq tahun 2026 menempatkan Kamvas 22 (Gen 3) sebagai mid-range pen display yang menarik untuk hobbyist, pelajar, dan prosumer karena menawarkan layar 2.5K, 90Hz, PenTech 4.0, serta pengalaman visual yang lebih halus dibanding banyak perangkat 60Hz di kelasnya. Review tersebut juga mencatat bahwa perangkat ini tidak masuk kategori paling premium seperti model 4K atau refresh rate lebih tinggi, tetapi justru kuat karena menawarkan keseimbangan antara fitur, ukuran layar, dan harga (Creative Bloq, 2026)

Poin ini penting karena tidak semua orang butuh perangkat paling mahal. Banyak kreator justru membutuhkan alat yang stabil, nyaman, dan realistis untuk dipakai harian. Kalau pekerjaannya adalah membuat ilustrasi komersial, konten promosi, desain merchandise, aset media sosial, atau komik digital, pengalaman menggambar yang halus bisa mempercepat proses kerja tanpa harus langsung masuk ke perangkat kelas studio yang harganya jauh lebih tinggi.

Kualitas dan Ukuran Layar Membantu Ruang Kerja Lebih Lega dan Detail Lebih Terlihat

Selain 90Hz, layar 21,5 inci dengan resolusi 2.5K 2560 x 1440 menjadi daya tarik besar lain dari Huion Kamvas 22 (Gen 3). Ukuran layar ini memberi ruang kerja yang lebih lega dibanding pen display kecil, sehingga pengguna bisa membuka kanvas utama, panel layer, referensi warna, navigator, dan toolbar tanpa terasa terlalu sempit. Huion menyebut layar ini membawa peningkatan area tampilan dan kepadatan piksel dibanding generasi sebelumnya, dengan kecerahan 250 nits dan panel IPS (Huion, diakses tahun 2026)

Buat mahasiswa desain atau ilustrator pemula, ruang kerja luas sering kali membuat proses belajar lebih nyaman. Saat membuat poster digital, misalnya, pengguna bisa melihat komposisi secara utuh tanpa terlalu sering memperbesar dan memperkecil tampilan. Saat membuat ilustrasi karakter, area layar yang luas membantu pengguna mengatur proporsi tubuh, detail wajah, kostum, dan latar tanpa merasa ruang gerak terbatas. Ini bukan sekadar soal “layarnya besar”, tapi soal bagaimana perangkat membantu mata, tangan, dan software bekerja lebih menyatu.

Digital Camera World dalam review tahun 2026 menyebut Kamvas 22 (Gen 3) sebagai pen display 21,5 inci yang kompetitif untuk kreator yang butuh kanvas besar dengan harga lebih masuk akal. Review tersebut menyoroti resolusi 2.5K, dukungan 16,7 juta warna, cakupan warna 99% sRGB, 90% Adobe RGB, 94% Display P3, serta akurasi warna ΔE < 1.2 sebagai kombinasi yang relevan untuk ilustrasi, pengeditan foto, animasi, dan pemodelan 3D (Digital Camera World, 2026)

Dalam penggunaan nyata, layar 2.5K seperti ini cocok untuk kreator yang sering mengerjakan detail visual. Seorang ilustrator yang membuat commission art bisa lebih nyaman melihat detail tekstur kulit, rambut, atau pencahayaan. Desainer konten bisa melihat teks, ikon, dan elemen grafis dengan lebih jelas saat menyiapkan materi untuk Instagram, marketplace, atau katalog digital. Untuk pembuat komik, layar besar membantu menyusun panel, balon dialog, gestur karakter, dan komposisi halaman secara lebih rapi.

Warna Lebih Terarah, Cocok untuk Konten Digital yang Harus Terlihat Konsisten

Akurasi warna menjadi aspek penting yang sering baru disadari setelah kreator mulai bekerja untuk klien. Warna yang terlihat bagus di layar perangkat kerja bisa saja berubah saat dilihat di layar lain atau ketika masuk tahap cetak. Karena itu, Huion Kamvas 22 (Gen 3) membawa beberapa mode warna seperti sRGB, Adobe RGB, Rec.709, Display P3, dan Black & White. Huion juga mencantumkan kalibrasi warna dengan rata-rata ΔE < 1.2 dan menyertakan laporan kalibrasi pabrik dalam paket penjualannya (Huion, diakses tahun 2026)

Buat kreator konten, mode sRGB penting karena banyak materi digital ditampilkan di perangkat umum seperti laptop, smartphone, dan monitor kantor. Untuk editor video atau pembuat aset visual yang bekerja dengan tampilan lebih modern, Display P3 juga bisa memberi cakupan warna lebih luas. Sementara itu, mode Black & White menarik untuk ilustrator, komikus, atau pengguna yang ingin mengecek kontras dan nilai gelap-terang tanpa terdistraksi warna. Fitur seperti ini berguna saat membuat manga, sketsa monokrom, storyboard, atau poster yang mengandalkan kontras kuat.

Yang membuat spesifikasi warna ini punya nilai jual adalah keseimbangannya. Huion tidak hanya menawarkan layar besar, tetapi juga memberi pengaturan warna yang lebih fleksibel untuk jenis pekerjaan berbeda. Pengguna yang membuat desain media sosial bisa mengutamakan sRGB. Pengguna yang mengerjakan ilustrasi digital untuk portofolio bisa memanfaatkan warna yang lebih kaya. Pengguna yang sedang belajar dasar gambar juga bisa memakai mode hitam-putih untuk melatih komposisi, volume, dan pencahayaan.

Review Creative Bloq tahun 2026 mencatat performa warna Kamvas 22 (Gen 3) cukup kuat untuk kelasnya, bahkan hasil pengujian mereka menemukan akurasi Delta E 0.90. Namun, review yang sama juga memberi catatan bahwa perangkat ini tidak membawa fitur kelas paling tinggi seperti 4K atau refresh rate 120Hz ke atas. Dengan kata lain, Kamvas 22 (Gen 3) lebih tepat dilihat sebagai perangkat bernilai seimbang untuk kreator yang ingin hasil serius tanpa masuk ke kategori harga premium. (Creative Bloq, 2026)

PenTech 4.0 Membuat Pena Terasa Lebih Siap untuk Pekerjaan Detail

Bagian yang tidak kalah penting dari sebuah drawing tablet adalah penanya. Huion Kamvas 22 (Gen 3) memakai PW600L dengan PenTech 4.0, teknologi EMR tanpa baterai, 16.384 level tekanan, dukungan kemiringan ±60°, resolusi pena 5080 LPI, report rate lebih dari 260PPS, dan akurasi ±0,3 mm di area tengah layar. Menurut Huion, pena ini memakai chip HV200 untuk meningkatkan sensitivitas tekanan dan pelacakan kursor, serta memiliki tiga tombol samping yang bisa dikustomisasi (Huion, diakses tahun 2026)

Spesifikasi pena seperti ini penting karena proses menggambar digital sangat bergantung pada variasi tekanan tangan. Saat membuat garis rambut, pengguna butuh tekanan ringan agar garis terlihat tipis. Saat membuat outline karakter, tekanan lebih kuat bisa menghasilkan garis yang lebih tebal. Saat melakukan shading, tingkat tekanan membantu sapuan terasa bertahap, bukan tiba-tiba terlalu gelap. Semakin baik respons tekanan pena, semakin mudah kreator mengatur ekspresi garis tanpa harus terus-menerus mengubah ukuran brush secara manual.

Dukungan tilt ±60° juga bermanfaat untuk pengguna yang sering memakai brush berbasis pensil, arang, marker, atau kuas digital. Dalam beberapa software kreatif, kemiringan pena bisa mempengaruhi bentuk goresan. Ini membuat proses menggambar terasa lebih natural, terutama untuk ilustrator yang masih membawa kebiasaan menggambar manual ke workflow digital.

Dalam review Digital Camera World tahun 2026, pena PW600L disebut mendukung 16.384 level tekanan dan tilt 60°, dengan pengalaman input yang intuitif untuk menggambar. Review tersebut juga memberi catatan bahwa perangkat ini tidak memiliki tombol pintasan fisik di bodi layar dan tidak menyertakan wireless controller dalam paket utama, sehingga pengguna yang sangat mengandalkan shortcut mungkin perlu memakai keyboard atau membeli perangkat shortcut terpisah (Digital Camera World, 2026)

Catatan ini justru penting untuk pembeli agar tidak salah ekspektasi. Huion Kamvas 22 (Gen 3) kuat di layar, pena, warna, dan pengalaman menggambar. Namun, pengguna yang terbiasa bekerja dengan banyak tombol fisik perlu menyiapkan workflow tambahan, misalnya memakai keyboard, shortcut remote, atau pengaturan tombol pena. Untuk banyak desainer dan ilustrator, hal ini masih wajar karena keyboard sering tetap dipakai untuk perintah seperti undo, zoom, rotate, brush size, dan save.

Cocok untuk Kreator yang Mulai Serius, Bukan Sekadar Coba-Coba

Huion Kamvas 22 (Gen 3) paling cocok untuk pengguna yang sudah punya kebutuhan visual cukup rutin. Mahasiswa DKV, seni rupa, animasi, multimedia, dan desain komunikasi visual bisa menjadikannya perangkat belajar yang lebih serius karena ruang layar besar membantu memahami komposisi, anatomi, perspektif, warna, dan layout. Untuk tugas kampus seperti poster, ilustrasi editorial, perancangan karakter, storyboard, atau desain kemasan, menggambar langsung di layar bisa membuat proses revisi lebih cepat dan lebih intuitif.

Produk ini juga cocok untuk ilustrator pemula yang mulai menerima pesanan. Misalnya kreator yang membuat avatar, maskot brand, desain stiker, cover digital, ilustrasi pasangan, atau aset visual untuk media sosial. Di tahap ini, perangkat kerja yang lebih nyaman bisa membantu menjaga konsistensi hasil, apalagi ketika revisi datang berkali-kali. Layar besar membantu pengguna melihat detail dan komposisi, sementara pena sensitif membantu menjaga kualitas garis.

Untuk desainer konten dan pekerja kreatif di UMKM, Kamvas 22 (Gen 3) bisa dipakai sebagai alat produksi visual yang lebih fleksibel. Bayangkan sebuah toko lokal ingin membuat desain promosi bulanan, katalog produk, ilustrasi maskot, atau konten edukasi visual. Dengan pen display, proses membuat elemen visual manual seperti panah, lingkaran, highlight, ikon, ilustrasi produk, dan koreksi foto bisa terasa lebih cepat dibanding hanya mengandalkan mouse.

Produk ini kurang ideal untuk pengguna yang membutuhkan perangkat sangat portabel. Bobot Kamvas 22 (Gen 3) tercatat 3,6 kg dengan stand, dan dimensinya 527,7 x 324,7 x 16–36,7 mm, sehingga lebih cocok ditempatkan di meja kerja tetap. Huion juga mencantumkan perangkat ini sebagai pen display yang terhubung lewat HDMI atau USB-C, dengan kompatibilitas Windows 7 ke atas, macOS 10.12 ke atas, serta Android dengan dukungan USB 3.1 DP 1.2 ke atas. Jadi, perangkat ini bukan tablet mandiri yang bisa dipakai tanpa komputer atau perangkat sumber yang kompatibel.

Secara sederhana, Kamvas 22 (Gen 3) paling pas untuk pengguna yang ingin membangun setup kreatif di rumah, studio kecil, ruang kerja kampus, atau kantor kreatif. Produk ini bukan pilihan utama untuk pengguna yang hanya sesekali corat-coret, tetapi menarik untuk mereka yang mulai menjadikan ilustrasi, desain, dan konten visual sebagai kegiatan produktif.

Posisi Harga Menarik untuk Fitur Kelas Serius, Harga Masih Lebih Rasional

Dari sisi harga global, Creative Bloq dan Digital Camera World sama-sama mencatat Huion Kamvas 22 (Gen 3) berada di kisaran US$599 saat rilis atau saat review tahun 2026. Dengan kurs rupiah yang sedang fluktuatif, angka global ini dapat berubah cukup jauh ketika masuk pasar lokal karena dipengaruhi kurs, pajak, distribusi, garansi, promo, dan ketersediaan stok. Sebagai gambaran, Reuters pada Mei 2026 melaporkan rupiah sempat melemah ke sekitar Rp17.535 per dolar AS, sehingga harga global US$599 secara kasar setara sekitar Rp10 jutaan sebelum memperhitungkan faktor distribusi dan kebijakan penjualan lokal (Creative Bloq, 2026)

Sebagai pembanding, XPPen Artist Pro 22 (Gen 2) di toko resmi XPPen Indonesia tercatat dengan harga Rp11.390.000 dari harga normal Rp14.900.000, membawa layar 21,5 inci 2.5K, tekanan pena 16K, dan stylus X3 Pro. Sementara di toko resmi XPPen US, model yang sama tercatat US$699,99. Artinya, kelas 22 inci 2.5K dengan pena 16K memang berada di area harga yang tidak murah, tetapi masih jauh lebih terjangkau dibanding perangkat premium kelas studio (XPPen Indonesia Official Store, diakses tahun 2026)

Di sisi lain, Wacom Cintiq generasi 2025 menempati posisi harga lebih tinggi. The Verge pada 2025 melaporkan Wacom Cintiq 16 hadir di harga US$699,95, Cintiq 24 di US$1.299,95, dan Cintiq 24 Touch di US$1.499,95. Wacom Cintiq 24 membawa layar 23,8 inci 2560 x 1440, 100% sRGB, Wacom Pro Pen 3, direct bonding, dan dukungan VESA, sebagaimana tercantum juga dalam halaman resmi Wacom (The Verge, 2025)

Dari perbandingan ini, posisi Huion Kamvas 22 (Gen 3) menjadi cukup menarik. Ia tidak mencoba menjadi perangkat paling mahal atau paling lengkap di pasar, tetapi menawarkan kombinasi yang masuk akal: layar 21,5 inci 2.5K, refresh rate 90Hz, PenTech 4.0, 16.384 level tekanan, color mode lengkap, full lamination, Canvas Glass 2.0, dan stand yang bisa diatur 20° hingga 80°. Untuk kreator yang mengejar value, ini adalah paket yang kuat karena fitur-fitur yang berdampak langsung pada pengalaman menggambar sudah tersedia tanpa harus naik ke kelas harga yang jauh lebih tinggi (Huion, diakses tahun 2026)

Sebelum Membeli, Pahami Kebutuhan dan Workflow yang Akan Dipakai

Sebelum memilih Huion Kamvas 22 (Gen 3), pengguna perlu melihat kembali kebutuhan utamanya. Jika pekerjaan paling sering berupa ilustrasi digital, komik, desain konten, manipulasi foto ringan sampai menengah, atau visual branding, perangkat ini sangat relevan. Layar besar memberi ruang kerja nyaman, 90Hz membantu gerakan terasa lebih halus, PenTech 4.0 mendukung detail garis, dan color mode membantu pengguna menyesuaikan tampilan sesuai kebutuhan proyek.

Namun, kalau kebutuhan utamanya adalah perangkat yang mudah dibawa ke mana-mana, Kamvas 22 (Gen 3) bukan opsi paling praktis. Ukuran 21,5 inci lebih cocok untuk setup meja tetap. Jika pengguna membutuhkan perangkat yang bisa dipakai di kafe, kelas, atau perjalanan, model yang lebih kecil atau tablet mandiri mungkin lebih sesuai. Selain itu, karena Kamvas 22 (Gen 3) tidak memiliki tombol shortcut fisik di bodi layar dan tidak mendukung touch input, pengguna perlu nyaman memakai keyboard, tombol pena, atau aksesori shortcut tambahan. Review Creative Bloq dan Digital Camera World sama-sama mencatat absennya shortcut keys dan touch input sebagai hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli. (Creative Bloq, 2026)

Meski begitu, untuk kelas pengguna yang ingin membangun ruang kerja kreatif lebih serius, Huion Kamvas 22 (Gen 3) punya proposisi yang kuat. Produk ini cocok untuk kreator yang ingin layar besar, pengalaman menggambar lebih halus, pena responsif, dan warna yang lebih terarah tanpa langsung masuk ke harga perangkat premium. Ia juga cocok untuk pengguna yang sudah punya laptop atau PC memadai dan ingin menambahkan layar khusus menggambar agar proses kreatif terasa lebih fokus.

Bagi pengguna yang sedang mencari drawing tablet untuk ilustrasi, desain, komik, animasi ringan, atau kebutuhan konten visual, Huion Kamvas Gen 3 layak masuk daftar pertimbangan. Kombinasi 90Hz, layar 2.5K, PenTech 4.0, 16.384 level tekanan, Canvas Glass 2.0, dan color mode lengkap membuatnya bukan sekadar perangkat gambar, tetapi alat kerja kreatif yang dirancang untuk pemakaian jangka panjang.

Kalau kamu tertarik mencari tahu ketersediaan produk, rekomendasi tipe yang paling sesuai, atau ingin konsultasi sebelum membeli drawing tablet Huion untuk kebutuhan belajar maupun kerja kreatif, kamu bisa hubungi sales Pegastore.ID. Tim Pegastore.ID bisa membantu menyesuaikan pilihan produk dengan kebutuhan, budget, dan workflow kreatif yang kamu jalankan sehari-hari.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Artikel Lainnya
Sebelum Buka Jasa Desain, Bangun Portofolio Dulu dengan Huion Kamvas 13Sebelum Buka Jasa Desain, Bangun Portofolio Dulu dengan Huion Kamvas 13Apakah Tekanan 2 Gram Pada PenTech 4.0 di Huion Kamvas Gen 3 Benar-Benar Mengubah Cara Kita Menggambar?Apakah Tekanan 2 Gram Pada PenTech 4.0 di Huion Kamvas Gen 3 Benar-Benar Mengubah Cara Kita Menggambar?Kerja Cerdas, Pulang Tepat Waktu: Menjajal Fitur AI di ASUS Vivobook S14 M3407HAKerja Cerdas, Pulang Tepat Waktu: Menjajal Fitur AI di ASUS Vivobook S14 M3407HACara Restoran Modern Mempercepat Omzet dengan SUNMI D3 PROCara Restoran Modern Mempercepat Omzet dengan SUNMI D3 PROASUS ExpertBook Ultra Menjadi Laptop AI Premium Tahan Noda untuk Profesional Hybrid Berkat Nano Ceramic TechnologyASUS ExpertBook Ultra Menjadi Laptop AI Premium Tahan Noda untuk Profesional Hybrid Berkat Nano Ceramic TechnologyGooglebook Diperkenalkan, Laptop Android Berbasis Gemini yang Bisa Jadi Arah Baru AI PCGooglebook Diperkenalkan, Laptop Android Berbasis Gemini yang Bisa Jadi Arah Baru AI PC
Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat