Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout
Hai, Pengguna!
Masuk atau Daftar
Menu
Kategori
Home Tentang Kami FAQ Price List Service Center Artikel Karir
Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
!MERCHANDISE!MESIN KASIRPEGA 3D FIGURINEPEGACARE+
Tech News

Sebelum Buka Jasa Desain, Bangun Portofolio Dulu dengan Huion Kamvas 13

04-06-2026
Sebelum Buka Jasa Desain, Bangun Portofolio Dulu dengan Huion Kamvas 13

Banyak orang ingin mulai membuka jasa desain, ilustrasi, atau open commission, tetapi sering lompat ke pertanyaan yang terlalu cepat: “Tarifnya berapa?”, “Cari kliennya di mana?”, atau “Bisa langsung dapat order dari X dan Instagram nggak?” Padahal, sebelum bicara harga dan promosi, ada satu hal yang lebih menentukan: portofolio.

Portofolio adalah bukti pertama bahwa seseorang bukan hanya “bisa desain”, tetapi juga bisa menyelesaikan karya dengan konsep, gaya, dan hasil akhir yang layak ditawarkan. Untuk pemula, portofolio bisa berisi proyek latihan, desain fiktif, ilustrasi karakter, poster event, konten media sosial, logo UMKM imajiner, desain kemasan, sampai fan art yang dikerjakan dengan serius. Dari sanalah calon klien bisa menilai apakah gaya visual kita cocok dengan kebutuhan mereka.

Di titik ini, perangkat seperti Huion Kamvas 13 GS-1331 bisa menjadi alat bantu yang menarik. Bukan karena alat ini otomatis membuat seseorang langsung menjadi desainer profesional, tetapi karena ia membantu proses latihan menjadi lebih nyaman, konsisten, dan terasa lebih natural. Produk ini dijual di Pegastore.ID dengan harga Rp3.999.000, garansi 1 tahun, dan spesifikasi utama seperti layar 13,3 inci, pen pressure 8192 level, 8 tombol pintasan, gamut warna 120% sRGB, serta dukungan Mac OS dan Windows

Kenapa Portofolio Lebih Penting daripada Langsung Buka Jasa?

Sebelum menerima proyek berbayar, calon desainer perlu punya “etalase karya”. Di dunia kreatif, etalase ini bisa berupa Behance, Instagram, website pribadi, X, TikTok, atau folder PDF yang disusun rapi. Behance sendiri masih banyak digunakan sebagai ruang untuk memamerkan karya kreatif, membangun koneksi, mencari inspirasi, dan memperlihatkan proses desain kepada calon klien atau rekruter. TechRadar dalam daftar situs freelance 2025 juga menempatkan Behance sebagai salah satu pilihan penting untuk pekerja kreatif karena fungsinya tidak hanya sebagai tempat portofolio, tetapi juga ruang komunitas dan pencarian proyek (TechRadar, 2025)

Namun, portofolio yang bagus bukan hanya kumpulan gambar jadi. Portofolio yang meyakinkan biasanya menunjukkan arah konsep, proses sketsa, eksplorasi warna, penerapan desain, dan hasil akhir. Dalam diskusi komunitas desain, banyak desainer menilai Behance masih bisa dipakai, tetapi karya harus diberi konteks: jelaskan proses, inspirasi, dan penerapannya, bukan sekadar mengunggah logo atau gambar jadi tanpa cerita

Karena itu, sebelum membuka jasa desain, pemula sebaiknya membuat beberapa proyek latihan yang terlihat seperti proyek sungguhan. Misalnya, membuat identitas visual untuk kedai kopi fiktif, poster konser komunitas, ilustrasi karakter untuk avatar, desain stiker, feed Instagram promosi makanan, atau kemasan produk lokal. Proyek seperti ini bisa menunjukkan kemampuan visual sekaligus cara berpikir desainer.

Di sinilah Huion Kamvas 13 bisa diposisikan sebagai alat produksi portofolio. Dengan pen display, pengguna tidak hanya menggerakkan kursor seperti memakai mouse, tetapi menggambar langsung di layar. Untuk desain yang membutuhkan sketsa, koreksi manual, garis ilustratif, atau detail visual, pengalaman seperti ini bisa membuat proses latihan terasa lebih dekat dengan menggambar di kertas.

Huion Kamvas 13 Itu Cocok untuk Siapa?

Huion Kamvas 13 paling tepat direkomendasikan untuk pengguna yang sudah punya laptop atau PC, lalu ingin meningkatkan kenyamanan saat membuat karya visual. Produk ini bukan tablet mandiri seperti iPad atau tablet Android penuh. Ia adalah pen display, yaitu layar gambar yang perlu terhubung ke perangkat utama.

Segmentasi paling jelas untuk produk ini adalah pemula serius. Maksudnya, bukan orang yang sekadar coba-coba sekali dua kali, tetapi pengguna yang ingin rutin belajar desain grafis, ilustrasi digital, atau produksi konten visual. Mahasiswa DKV, siswa SMK multimedia, admin media sosial, kreator open commission, freelancer pemula, illustrator fandom, hingga pemilik UMKM yang ingin belajar membuat visual promosi bisa masuk dalam segmen ini.

Untuk mahasiswa dan pelajar kreatif, Kamvas 13 bisa membantu membuat tugas ilustrasi, poster, presentasi visual, hingga portofolio kelulusan. Untuk freelancer pemula, perangkat ini bisa dipakai membuat contoh proyek yang lebih rapi sebelum benar-benar menerima klien. Untuk kreator fandom, Kamvas 13 bisa digunakan untuk membuat avatar, fan art, emote streamer, stiker, atau karakter original. Untuk admin media sosial dan pelaku UMKM, alat ini bisa membantu membuat elemen visual tambahan seperti coretan promosi, ilustrasi produk, desain katalog, atau revisi konten.

Segmentasi ini juga relevan dengan kondisi pasar freelance di Indonesia. Sribu, salah satu platform freelance lokal, memiliki kategori desain grafis dan branding yang sangat luas, mulai dari desain logo, identitas visual, desain feed Instagram, katalog, presentasi, desain kemasan, ilustrasi, poster, brosur, hingga merchandise. Di laman Sribu, jasa desain feed media sosial ditampilkan mulai sekitar Rp150.000, desain logo UKM mulai sekitar Rp180.000, dan desain visual identity UMKM/perusahaan mulai sekitar Rp725.000. Angka ini bukan patokan tarif final untuk semua desainer, tetapi cukup memberi gambaran bahwa kebutuhan desain visual memang ada dan bisa menjadi peluang bagi kreator yang punya portofolio

Kenapa Spesifikasi Huion Kamvas 13 Penting untuk Bangun Portofolio?

Spesifikasi tidak perlu ditulis seperti brosur. Yang lebih penting adalah menjelaskan manfaatnya untuk proses kerja nyata. Huion Kamvas 13 memakai layar 13,3 inci Full HD 1920 x 1080 dengan panel IPS dan area kerja 293,76 x 165,24 mm. Ukuran ini cukup ringkas untuk meja belajar atau meja kerja kecil, tetapi masih memberi ruang visual yang layak untuk menggambar, membuat layout, dan melakukan revisi desain.

Layar Full HD penting karena portofolio membutuhkan detail. Saat membuat ilustrasi wajah, desain poster, atau elemen kecil di feed Instagram, pengguna perlu melihat garis, warna, dan komposisi dengan cukup jelas. Panel IPS dengan sudut pandang lebar juga membantu warna tetap terlihat stabil ketika layar dilihat dari posisi yang sedikit berbeda. Untuk pemula, ini membuat proses belajar warna dan komposisi terasa lebih nyaman dibanding hanya mengandalkan layar kecil atau monitor yang kurang akurat.

Daya tarik berikutnya adalah 120% sRGB. Dalam konteks desain, gamut warna yang luas membantu tampilan visual terlihat lebih kaya. Ini penting untuk portofolio karena karya yang dipamerkan harus terlihat menarik secara visual. Untuk kebutuhan belajar ilustrasi, desain media sosial, poster, dan branding ringan, 120% sRGB sudah menjadi nilai jual yang kuat di kelas harga Kamvas 13. Huion juga mencatat layar ini mendukung 16,7 juta warna, memakai full lamination, dan dilengkapi lapisan anti-glare matte film.

Fitur full lamination juga perlu dijelaskan secara sederhana. Pada layar yang tidak terlaminasi penuh, kadang terasa ada jarak antara ujung pena dan garis yang muncul di layar. Pada layar full laminated, jarak visual itu dibuat lebih minim, sehingga pengalaman menggambar terasa lebih langsung. Untuk pemula yang sedang membiasakan koordinasi tangan dan mata, hal ini cukup penting karena garis terasa lebih mudah dikontrol.

Lapisan anti-glare membantu ketika pengguna bekerja di ruangan terang. Bagi mahasiswa, freelancer rumahan, atau kreator yang sering berpindah tempat, pantulan cahaya bisa mengganggu saat menggambar detail. Permukaan matte juga biasanya terasa lebih nyaman untuk gerakan pena karena tidak terlalu licin seperti kaca polos.

Bagian pena menjadi nilai jual utama. Huion Kamvas 13 menggunakan pena PW517 dengan teknologi PenTech 3.0, sensitivitas tekanan 8192 level, report rate 266PPS, dan dukungan kemiringan pena ±60°.

Sensitivitas tekanan 8192 level membantu pena membaca variasi tekanan tangan. Ketika ditekan pelan, garis bisa lebih tipis. Ketika ditekan lebih kuat, garis bisa lebih tebal atau lebih pekat, tergantung pengaturan kuas di software. Untuk ilustrator, ini berguna saat membuat sketsa, line art, arsiran, dan pewarnaan. Untuk desainer grafis, fitur ini membantu ketika membuat elemen organik seperti lettering, ikon buatan tangan, maskot, atau tekstur manual.

Dukungan tilt ±60° berguna untuk gaya menggambar yang meniru pensil atau kuas. Saat pena dimiringkan, beberapa software kreatif bisa membaca sudut tersebut untuk menghasilkan efek arsiran atau sapuan yang lebih natural. Ini membantu pengguna yang ingin membuat portofolio ilustrasi yang tidak kaku.

Kamvas 13 juga punya 8 tombol pintasan yang bisa diprogram. Bagi pemula, tombol ini mungkin terlihat sederhana. Namun setelah mulai rutin bekerja, tombol pintasan bisa mempercepat alur kerja. Misalnya satu tombol untuk undo, satu tombol untuk brush, satu tombol untuk eraser, satu tombol untuk zoom, dan lainnya untuk mempercepat navigasi. Ketika membuat portofolio, waktu sering habis bukan hanya untuk menggambar, tetapi juga untuk berpindah alat dan memperbaiki detail. Tombol pintasan membantu proses itu menjadi lebih efisien.

Cara Membangun Portofolio Pertama dengan Huion Kamvas 13

Langkah pertama adalah menentukan bidang desain yang ingin dituju. Jangan langsung membuat terlalu banyak jenis karya tanpa arah. Kalau ingin membuka jasa ilustrasi, fokuslah pada avatar, karakter original, fan art, stiker, emote, atau ilustrasi editorial. Kalau ingin masuk desain grafis komersial, fokuslah pada logo, poster, feed Instagram, katalog, kemasan, dan materi promosi UMKM. Kalau ingin masuk dunia konten, buat contoh thumbnail, infografis, carousel, atau visual campaign.

Setelah menentukan arah, buat 5 sampai 8 proyek latihan yang terasa seperti proyek nyata. Misalnya, pilih satu brand fiktif: kedai kopi lokal bernama “Kopi Sore”. Dari situ, buat logo sederhana, palet warna, poster promo, feed Instagram, kartu menu, dan ilustrasi maskot. Dengan Huion Kamvas 13, proses awal bisa dimulai dari sketsa kasar langsung di layar. Buat beberapa alternatif logo, pilih yang paling kuat, lalu lanjutkan ke digitalisasi dan penerapan desain.

Untuk ilustrator yang ingin membuka open commission, proyek latihan bisa dimulai dari tiga paket karya: avatar setengah badan, karakter chibi, dan ilustrasi pasangan. Buat masing-masing contoh dengan gaya yang konsisten. Setelah itu, tambahkan informasi seperti estimasi pengerjaan, jumlah revisi, dan contoh penggunaan karya. Misalnya, avatar untuk foto profil X, emote untuk streamer, atau stiker digital untuk komunitas. Ini penting karena calon klien biasanya tidak hanya ingin melihat karya bagus, tetapi juga ingin tahu hasil tersebut bisa dipakai untuk apa.

Langkah berikutnya adalah mendokumentasikan proses. Jangan hanya simpan file final. Simpan juga sketsa awal, eksplorasi warna, versi revisi, dan hasil penerapan desain. Di Behance atau Instagram carousel, proses seperti ini bisa membuat karya terlihat lebih profesional. Diskusi di komunitas desain juga menunjukkan bahwa konteks dan proses menjadi pembeda penting antara portofolio yang serius dan unggahan gambar biasa.

Setelah karya terkumpul, susun portofolio dengan alur yang enak dibaca. Mulai dari sampul proyek, penjelasan singkat masalah desain, proses sketsa, eksplorasi warna, hasil final, lalu penerapan karya dalam mockup. Jangan terlalu banyak teks, tetapi jangan juga terlalu kosong. Pembaca perlu memahami kenapa desain itu dibuat, bukan hanya melihat hasil akhirnya.

Untuk pengguna Huion Kamvas 13, biasakan juga membuat catatan revisi langsung di kanvas kerja. Misalnya, saat membuat poster, tandai area yang terlalu ramai, teks yang kurang terbaca, atau warna yang kurang kontras. Kebiasaan ini melatih mata desain. Lama-lama, pengguna tidak hanya jago menggambar, tetapi juga lebih peka membaca masalah visual.

Dari Latihan Jadi Peluang Jasa

Bayangkan seorang mahasiswa yang aktif di organisasi kampus. Ia sering diminta membuat poster acara, publikasi Instagram, dan sertifikat kegiatan. Awalnya desain dibuat cepat memakai template. Namun setelah punya Huion Kamvas 13, ia mulai menambahkan ilustrasi kecil, membuat ikon sendiri, dan memberi sentuhan visual yang lebih khas. Dari situ, ia mengumpulkan 6 desain acara terbaik, menyusunnya di portofolio, lalu mulai menawarkan jasa desain poster untuk komunitas lain.

Contoh lain, seorang kreator yang suka menggambar karakter di X ingin membuka open commission. Ia tidak langsung membuka jasa tanpa contoh. Ia membuat 10 karya latihan: 3 avatar, 3 karakter chibi, 2 emote streamer, dan 2 ilustrasi couple. Semua dibuat dengan format rapi, warna konsisten, dan contoh penggunaan. Setelah itu, ia mengunggahnya sebagai portofolio, menulis aturan pemesanan, dan mulai menerima permintaan kecil. Dalam proses seperti ini, Kamvas 13 berperan sebagai alat latihan dan produksi, bukan sekadar gadget tambahan.

Untuk freelancer desain UMKM, skenarionya bisa lebih komersial. Seorang pemula membuat proyek fiktif untuk brand sambal rumahan. Ia membuat logo, label botol, poster promo, dan feed Instagram. Saat menawarkan jasa ke pelaku usaha lokal, ia tidak hanya berkata “saya bisa desain”, tetapi menunjukkan contoh lengkap. Ini jauh lebih meyakinkan karena calon klien bisa langsung membayangkan hasilnya untuk bisnis mereka.

Kebutuhan seperti ini nyata di pasar. Sribu menampilkan banyak kategori desain untuk bisnis dan marketing, termasuk feed Instagram, katalog, presentasi, banner, brosur, poster, desain kemasan, logo, identitas brand, ilustrasi, hingga merchandise. Artinya, portofolio yang dibuat dengan serius bisa diarahkan ke kebutuhan yang memang dicari oleh pasar.

Kenapa Rp3.999.000 Masih Masuk Akal?

Harga Huion Kamvas 13 di Pegastore.ID berada di angka Rp3.999.000. Untuk sebagian pemula, angka ini memang bukan kecil. Namun, jika dilihat sebagai alat belajar dan produksi portofolio, posisinya lebih masuk akal dibanding membeli perangkat mandiri yang jauh lebih mahal. Kamvas 13 memanfaatkan laptop atau PC yang sudah dimiliki pengguna, lalu menambahkan pengalaman menggambar langsung di layar.

Nilai baliknya bisa dilihat dari dua sisi. Pertama, dari sisi belajar. Dengan perangkat yang lebih nyaman, pengguna bisa lebih konsisten membuat karya. Konsistensi ini penting karena portofolio tidak terbentuk dari satu karya saja. Kedua, dari sisi peluang jasa. Di platform freelance lokal, jasa desain feed media sosial bisa mulai dari sekitar Rp150.000, desain logo UKM mulai sekitar Rp180.000, dan visual identity UMKM/perusahaan bisa ditampilkan mulai sekitar Rp725.000. Angka ini tidak berarti semua pemula langsung bisa balik modal cepat, tetapi menunjukkan bahwa karya desain memiliki nilai ekonomi ketika dikemas dan ditawarkan dengan baik.

Dibanding kompetitor sekelas, XP-Pen Artist 13.3 Pro juga menawarkan layar 13,3 inci, full lamination, 8192 level tekanan, dan gamut 123% sRGB, serta dilengkapi red dial dan tombol pintasan. Ini menunjukkan bahwa kelas 13 inci memang menjadi kategori populer untuk kreator yang butuh perangkat ringkas tetapi tetap serius.

Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Membeli

Huion Kamvas 13 bukan tablet mandiri. Produk ini perlu dihubungkan ke laptop, PC, atau perangkat Android yang kompatibel. Huion mencatat kompatibilitasnya mencakup Windows 7 atau lebih baru, macOS 10.12 atau lebih baru, Android USB 3.1 Gen 1, dan Linux. Untuk koneksi Android, Huion juga memberi catatan bahwa perangkat mungkin membutuhkan suplai daya tambahan. 

Artinya, sebelum membeli, pengguna perlu memastikan perangkat utama mendukung koneksi yang dibutuhkan. Jika memakai laptop lama, cek port yang tersedia. Jika ingin memakai USB-C langsung, pastikan port USB-C di perangkat mendukung kebutuhan display, bukan hanya pengisian daya atau transfer data biasa. Ini penting agar pengalaman penggunaan tidak terganggu setelah produk sampai.

Pengguna juga perlu menyiapkan software desain sesuai kebutuhan. Untuk ilustrasi, bisa memakai Clip Studio Paint, Krita, Photoshop, atau software gambar lain. Untuk desain grafis, bisa memakai Photoshop, Illustrator, CorelDRAW, Affinity, atau aplikasi lain yang mendukung input pena. Huion Kamvas 13 adalah alat input dan layar gambar; hasil akhirnya tetap sangat bergantung pada skill, software, dan kebiasaan latihan pengguna.

Ada juga catatan dari komunitas pengguna bahwa masalah driver atau pengaturan Windows Ink kadang bisa memengaruhi perilaku pena di Windows. Dalam salah satu diskusi pengguna Kamvas 13 GS1331, perubahan pengaturan Windows Ink disebut membantu mengatasi masalah input pena pada Windows 11. Ini bukan berarti semua pengguna akan mengalami masalah yang sama, tetapi menjadi pengingat bahwa perangkat kreatif digital tetap perlu pengaturan driver yang benar.

Kenapa Masih Relevan di Tengah Tren AI dan Tablet Baru?

Tahun 2026, perangkat gambar makin berkembang. Huion bahkan memperkenalkan Kamvas Pad 12 di CES 2026 sebagai tablet Android kreatif dengan PenTech 4.0, 16.384 level tekanan, layar 2K+, dan refresh rate 90Hz. Ini menunjukkan bahwa dunia perangkat kreatif terus bergerak ke arah yang lebih mobile dan lebih canggih. (Creative Bloq, 2026)

Namun, bukan berarti perangkat seperti Huion Kamvas 13 langsung kehilangan relevansi. Untuk pemula yang sudah punya laptop, Kamvas 13 masih masuk akal karena fokusnya bukan menjadi tablet mandiri terbaru, melainkan menjadi layar gambar yang membantu proses produksi visual dengan biaya lebih terkontrol. Dalam konteks membangun portofolio, yang paling penting bukan selalu teknologi paling baru, tetapi kemampuan menghasilkan karya secara konsisten.

Begitu juga dengan AI. AI bisa membantu mencari ide, membuat referensi awal, atau mempercepat eksplorasi visual. Namun, desainer tetap perlu memahami komposisi, warna, pesan visual, revisi klien, dan gaya personal. Portofolio yang kuat tetap membutuhkan sentuhan manusia, terutama ketika klien ingin desain yang sesuai konteks brand, audiens, dan kebutuhan komunikasi.

Produk Ini Unggul untuk Tipe Pengguna Seperti Apa?

Huion Kamvas 13 paling unggul untuk pengguna yang ingin masuk ke desain grafis dan ilustrasi digital dari level pemula menuju serius. Produk ini cocok untuk orang yang sudah punya laptop, ingin menggambar langsung di layar, membutuhkan alat latihan portofolio, dan belum ingin membeli perangkat mandiri yang lebih mahal.

Produk ini sangat direkomendasikan untuk mahasiswa kreatif, siswa multimedia, illustrator open commission, freelancer desain pemula, admin media sosial yang sering membuat konten visual, kreator fandom, dan pelaku UMKM yang ingin belajar membuat aset promosi sendiri. Untuk pengguna profesional yang membutuhkan layar lebih besar, akurasi warna tingkat studio, atau teknologi pena paling baru, mungkin perlu mempertimbangkan kelas produk yang lebih tinggi. Namun untuk mulai membangun portofolio, Huion Kamvas 13 sudah menawarkan kombinasi spesifikasi yang menarik: layar Full HD 13,3 inci, 120% sRGB, full lamination, anti-glare, pena PW517, 8192 level tekanan, tilt ±60°, 8 tombol pintasan, dan bobot sekitar 980 gram.

Sebelum membuka jasa desain, jangan buru-buru mengejar klien. Bangun dulu portofolio yang menunjukkan kemampuan, proses, dan gaya visual. Buat proyek latihan yang terasa nyata. Tampilkan sketsa, proses, hasil akhir, dan contoh penerapannya. Setelah itu, barulah mulai menawarkan jasa dengan lebih percaya diri.

Huion Kamvas 13 GS-1331 bisa menjadi teman latihan yang praktis untuk proses tersebut. Perangkat ini membantu pengguna menggambar langsung di layar, mempercepat revisi visual, membangun kebiasaan produksi karya, dan menyusun portofolio yang lebih matang. Untuk pemula yang ingin serius masuk ke desain grafis, ilustrasi digital, open commission, atau jasa visual UMKM, produk ini bisa menjadi langkah awal yang realistis.

Jika tertarik dengan Huion Kamvas 13 GS-1331, kamu bisa cek ketersediaan produk dan konsultasi kebutuhan langsung dengan sales Pegastore.ID. Tim Pegastore.ID bisa membantu memberi informasi pembelian, stok, garansi, dan rekomendasi perangkat yang sesuai dengan kebutuhan kreatifmu.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Artikel Lainnya
Huion Kamvas Gen 3 Bawa 90Hz, Drawing Tablet Makin Nyaman untuk Kreator DigitalHuion Kamvas Gen 3 Bawa 90Hz, Drawing Tablet Makin Nyaman untuk Kreator DigitalApakah Tekanan 2 Gram Pada PenTech 4.0 di Huion Kamvas Gen 3 Benar-Benar Mengubah Cara Kita Menggambar?Apakah Tekanan 2 Gram Pada PenTech 4.0 di Huion Kamvas Gen 3 Benar-Benar Mengubah Cara Kita Menggambar?Kerja Cerdas, Pulang Tepat Waktu: Menjajal Fitur AI di ASUS Vivobook S14 M3407HAKerja Cerdas, Pulang Tepat Waktu: Menjajal Fitur AI di ASUS Vivobook S14 M3407HACara Restoran Modern Mempercepat Omzet dengan SUNMI D3 PROCara Restoran Modern Mempercepat Omzet dengan SUNMI D3 PROASUS ExpertBook Ultra Menjadi Laptop AI Premium Tahan Noda untuk Profesional Hybrid Berkat Nano Ceramic TechnologyASUS ExpertBook Ultra Menjadi Laptop AI Premium Tahan Noda untuk Profesional Hybrid Berkat Nano Ceramic TechnologyGooglebook Diperkenalkan, Laptop Android Berbasis Gemini yang Bisa Jadi Arah Baru AI PCGooglebook Diperkenalkan, Laptop Android Berbasis Gemini yang Bisa Jadi Arah Baru AI PC
Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat