

Smartwatch dulu sering dipandang sebagai aksesori tambahan: dipakai untuk melihat jam, membaca notifikasi, menghitung langkah, atau menemani olahraga ringan. Namun, kebutuhan pengguna hari ini sudah berubah. Banyak orang mulai mencari perangkat yang bukan hanya terlihat modern di pergelangan tangan, tetapi juga bisa membantu membaca pola aktivitas, kualitas tidur, detak jantung, stres, hingga memberi gambaran awal tentang kebiasaan tubuh sehari-hari.
Di titik inilah Huawei WATCH FIT 5 Pro hadir sebagai salah satu smartwatch yang menarik untuk diperhatikan. Perangkat ini bukan sekadar membawa desain stylish dan fitur olahraga lengkap, tetapi juga menawarkan fitur kesehatan yang lebih serius, termasuk Diabetes Risk Study. Fitur ini menjadi sorotan karena membawa smartwatch ke arah yang lebih personal: membantu pengguna lebih sadar terhadap risiko kesehatan, bukan hanya mencatat angka langkah harian.
Huawei resmi membawa HUAWEI WATCH FIT 5 Series ke Indonesia pada 12 Mei 2026. Seri ini terdiri dari dua model, yaitu Huawei WATCH FIT 5 dan Huawei WATCH FIT 5 Pro. Dalam laporan ANTARA News tahun 2026, Huawei menyebut seri ini hadir dengan desain menarik, fitur olahraga komprehensif, dan fitur kesehatan yang kaya untuk mendukung gaya hidup aktif pengguna. Harga resminya dimulai dari Rp2.399.000 untuk Huawei WATCH FIT 5, sedangkan Huawei WATCH FIT 5 Pro dijual mulai Rp3.699.000. Periode penjualan perdana berlangsung mulai 21 Mei hingga 20 Juni 2026 (Antara News, 2026)
Ketika Smartwatch Mulai Berperan dalam Kesadaran Kesehatan Harian
Kesehatan kini bukan lagi topik yang hanya dibicarakan saat seseorang sakit. Di tengah rutinitas kerja, mobilitas tinggi, pola makan yang sering tidak teratur, dan kebiasaan duduk terlalu lama, banyak orang mulai mencari cara praktis untuk memahami kondisi tubuhnya dari hari ke hari. Perangkat wearable seperti smartwatch akhirnya punya peran baru: menjadi pengingat kecil yang menempel di pergelangan tangan.
Hal ini terasa relevan di Indonesia karena isu diabetes masih menjadi perhatian besar. Berdasarkan IDF Diabetes Atlas 2024, jumlah orang dewasa usia 20–79 tahun dengan diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 20,4 juta orang pada 2024 dan diproyeksikan naik menjadi 28,6 juta orang pada 2050. Indonesia juga masuk dalam daftar negara dengan jumlah orang dewasa penyandang diabetes tertinggi di dunia (Diabetes Atlas, diakses tahun 2026).
Data dari Survei Kesehatan Indonesia atau SKI 2023 yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan juga menunjukkan adanya celah besar dalam kesadaran status diabetes. Prevalensi diabetes pada penduduk usia 15 tahun ke atas berdasarkan diagnosis dokter tercatat 2,2%, sementara berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah mencapai 11,7%. Artinya, ada banyak orang yang berpotensi memiliki masalah gula darah, tetapi belum tentu sudah terdiagnosis secara resmi (BKPK Kemenkes, diakses tahun 2026).
Konteks ini membuat fitur kesehatan pada smartwatch terasa lebih penting. Bukan berarti smartwatch bisa menggantikan dokter, laboratorium, atau alat medis. Namun, perangkat seperti Huawei WATCH FIT 5 Pro bisa menjadi alat bantu untuk membangun kesadaran lebih awal. Pengguna bisa mulai melihat pola tubuh, mengenali kebiasaan yang kurang sehat, lalu terdorong untuk memperbaiki rutinitas sebelum masalah berkembang lebih jauh.
Diabetes Risk Study Jadi Daya Tarik, Tapi Harus Dipahami dengan Tepat
Salah satu fitur yang paling banyak dibicarakan dari Huawei WATCH FIT 5 Pro adalah Diabetes Risk Study. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna melihat potensi risiko kesehatan terkait hiperglikemia melalui pemantauan beberapa indikator tubuh dalam periode tertentu. Dalam laman resmi Huawei Indonesia tahun 2026, fitur ini disebut sebagai bagian dari manajemen kesehatan tingkat lanjut yang dirancang untuk membantu pencegahan, bukan sekadar pemantauan.
Namun, penting untuk memahami fitur ini secara tepat. Diabetes Risk Study bukan alat diagnosis medis. Fitur ini tidak membaca kadar gula darah secara langsung seperti pemeriksaan laboratorium, tes gula darah puasa, HbA1c, atau continuous glucose monitor. TechRadar dalam ulasannya pada 2026 juga menekankan bahwa fitur diabetes pada smartwatch Huawei tidak memberikan angka glukosa langsung dalam satuan mmol/L atau mg/dL, dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti pemeriksaan klinis. (TechRadar, 2026)
Bagi pengguna harian, manfaatnya bukan pada diagnosis instan, melainkan pada dorongan untuk lebih memperhatikan gaya hidup. Misalnya, seseorang yang sering begadang, jarang olahraga, berat badan naik, dan pola makan tidak teratur bisa mulai lebih sadar ketika data kesehatan hariannya menunjukkan pola yang kurang ideal. Dari situ, pengguna bisa mengambil langkah sederhana: mulai jalan kaki lebih rutin, memperbaiki jam tidur, mengurangi minuman manis, atau berkonsultasi ke tenaga kesehatan bila memang diperlukan.
Spesifikasi yang Bukan Cuma Angka, Tapi Punya Fungsi Nyata
Huawei WATCH FIT 5 Pro membawa layar AMOLED 1,92 inci dengan resolusi 480 × 408 piksel, kepadatan 328 PPI, serta kecerahan puncak hingga 3.000 nits. Di atas kertas, angka ini terdengar seperti spesifikasi teknis biasa. Namun, dalam pemakaian harian, layar terang sangat terasa manfaatnya ketika pengguna sedang berada di luar ruangan, berolahraga pagi, berjalan di bawah matahari, atau mengecek rute saat aktivitas outdoor.
Kecerahan tinggi membuat informasi seperti detak jantung, jarak tempuh, notifikasi, dan data olahraga lebih mudah dibaca tanpa harus menutup layar dengan tangan. Ini penting karena smartwatch yang layarnya sulit terbaca di luar ruangan sering kali mengganggu pengalaman pengguna, terutama bagi mereka yang aktif berlari, bersepeda, atau banyak berpindah tempat.
Dari sisi desain, Huawei WATCH FIT 5 Pro memiliki dimensi 44,5 × 40,8 × 9,5 mm dengan bobot sekitar 30,4 gram tanpa tali. Materialnya menggunakan aluminium alloy pada bagian mid-frame dan titanium alloy pada bagian bezel. Kombinasi ini membuatnya terasa lebih premium dibanding smartwatch biasa, tetapi tetap ringan untuk dipakai seharian.
Bobot ringan menjadi satu hal yang sering diremehkan. Untuk pengguna yang memakai smartwatch dari pagi sampai malam, jam yang terlalu berat bisa terasa mengganggu, terutama saat tidur atau olahraga. Huawei WATCH FIT 5 Pro masih berada di kelas yang nyaman untuk dipakai kerja, olahraga, sampai memantau tidur tanpa terasa terlalu membebani pergelangan tangan.
Baterai Hingga 10 Hari, Cocok untuk Pengguna yang Tidak Mau Sering Mengecas
Salah satu keunggulan Huawei WATCH FIT 5 Pro yang sangat relevan untuk pengguna Indonesia adalah daya tahan baterainya. Huawei mencantumkan baterai perangkat ini bisa bertahan hingga 10 hari dalam pemakaian hemat, hingga 7 hari dalam pemakaian normal, dan hingga 4 hari ketika fitur Always On Display aktif. Pengisian dayanya menggunakan pengisi daya nirkabel dan diklaim dapat penuh dalam sekitar 60 menit.
Ini menjadi daya tarik besar karena tidak semua pengguna nyaman dengan smartwatch yang harus diisi daya setiap hari. Untuk pekerja kantoran, mahasiswa, sales lapangan, kreator konten, atau orang yang sering bepergian, baterai panjang membuat penggunaan terasa lebih praktis. Pengguna bisa memantau tidur, olahraga, dan notifikasi tanpa terlalu sering khawatir baterai habis.
Jika dibandingkan dengan Apple Watch SE 3 yang diperkenalkan Apple pada 2025, Apple menonjolkan fitur kesehatan, kebugaran, keselamatan, chip S10, Always-On Display, dan pengisian cepat. Namun, ulasan TechRadar 2025 menyebut Apple Watch SE 3 tetap memiliki daya tahan baterai sekitar 18 jam, atau hingga 32 jam dalam Low Power Mode. (Apple, 2025) (TechRadar, 2025)
Perbandingan ini membuat posisi Huawei WATCH FIT 5 Pro cukup menarik. Untuk pengguna yang memprioritaskan baterai panjang, kompatibilitas Android dan iOS, serta fitur kesehatan yang lengkap dalam harga Rp 3 jutaan, Huawei WATCH FIT 5 Pro punya nilai jual yang kuat. Sementara Apple Watch SE 3 lebih cocok untuk pengguna iPhone yang ingin pengalaman ekosistem Apple secara penuh.
Fitur Olahraga Lengkap untuk Pengguna Aktif, Bukan Cuma Atlet
Huawei WATCH FIT 5 Pro juga membawa fitur olahraga yang cukup luas. ANTARA News tahun 2026 mencatat varian Pro mendukung fitur Ultra-Sport seperti golf dengan akses lebih dari 17.000 peta lapangan global, freediving hingga 40 meter, mendaki gunung, menyelam, peta luring, serta fitur checkpoint dan estimasi waktu tempuh untuk trail running. Perangkat ini juga menyediakan metrik lari seperti running power dan Running Ability Index. (Antara News, 2026)
Yang menarik, fitur olahraga ini tidak hanya relevan untuk atlet profesional. Pengguna umum juga bisa merasakan manfaatnya. Misalnya, pekerja yang mulai rutin lari setelah jam kantor bisa memakai data detak jantung dan performa lari untuk melihat perkembangan. Pengguna yang suka jalan pagi bisa memantau jarak dan kalori. Orang yang hobi berenang atau aktivitas air bisa memanfaatkan ketahanan air sesuai batas penggunaan yang dianjurkan.
Huawei WATCH FIT 5 Pro juga memiliki dukungan 5 ATM, IP6X, dan fitur dive hingga kedalaman 40 meter sesuai standar yang dijelaskan Huawei. Meski begitu, Huawei tetap memberi catatan bahwa ketahanan air bukan berarti perangkat bisa dipakai sembarangan di semua kondisi air. Setelah aktivitas air, perangkat disarankan untuk dibersihkan dan dikeringkan agar performanya tetap terjaga.
Bagian ini penting karena fitur olahraga sering kali terdengar “wah”, tetapi harus diterjemahkan ke kebutuhan nyata. Huawei WATCH FIT 5 Pro bukan hanya untuk orang yang rutin ikut event lari atau olahraga ekstrem. Perangkat ini juga cocok untuk pengguna yang baru mulai hidup aktif dan ingin punya alat bantu yang membuat rutinitas terasa lebih terukur.
Fitur Kesehatan yang Lebih Lengkap untuk Pemantauan Harian
Selain Diabetes Risk Study, Huawei WATCH FIT 5 Pro juga membawa berbagai sensor dan fitur kesehatan. Dalam spesifikasi resminya, Huawei mencantumkan sensor seperti optical heart rate sensor, sensor suhu, barometer, sensor cahaya sekitar, sensor ECG, sensor kedalaman, akselerometer, giroskop, dan magnetometer.
IDN Times dalam artikel tahun 2026 juga menyoroti bahwa Huawei WATCH FIT 5 Pro membawa fitur kesehatan seperti ECG, analisis irama jantung, pemantauan tidur, HRV, dan kondisi emosional. Fitur-fitur ini memperkuat positioning perangkat sebagai smartwatch yang tidak hanya fokus pada olahraga, tetapi juga pemantauan kondisi tubuh secara lebih menyeluruh. (IDN Times, 2026)
Dalam aktivitas sehari-hari, fitur seperti ini bisa membantu pengguna membaca pola tubuh yang sering terabaikan. Misalnya, kualitas tidur yang buruk bisa berdampak ke konsentrasi kerja. Detak jantung saat olahraga bisa membantu pengguna tahu apakah intensitas latihan terlalu ringan atau terlalu berat. Pemantauan stres dan kondisi emosional bisa menjadi pengingat untuk mengambil jeda saat rutinitas mulai terasa terlalu padat.
Sekali lagi, fitur-fitur ini tidak menggantikan pemeriksaan medis. Namun, untuk penggunaan harian, data dari smartwatch bisa menjadi bahan refleksi yang cukup berguna. Pengguna jadi tidak hanya mengandalkan perasaan seperti “kayaknya capek” atau “kayaknya kurang tidur”, tetapi punya data yang bisa dilihat secara berkala.
Kompatibel dengan Android dan iOS, Lebih Fleksibel untuk Banyak Pengguna
Salah satu nilai jual Huawei WATCH FIT 5 Pro adalah kompatibilitasnya dengan Android 9.0 atau lebih baru dan iOS 13.0 atau lebih baru. Artinya, perangkat ini tidak hanya ditujukan untuk pengguna smartphone Huawei, tetapi juga bisa digunakan oleh banyak pengguna Android maupun iPhone.
Fleksibilitas ini penting untuk pasar Indonesia, karena pengguna smartphone di sini sangat beragam. Ada yang memakai Samsung, Xiaomi, OPPO, vivo, realme, Infinix, iPhone, dan berbagai brand lain. Dengan kompatibilitas lintas sistem, Huawei WATCH FIT 5 Pro lebih mudah direkomendasikan untuk pengguna yang ingin smartwatch premium tanpa harus terkunci pada satu ekosistem tertentu.
Perangkat ini juga mendukung mikrofon dan speaker, sehingga bisa dipakai untuk panggilan Bluetooth. Untuk pengguna yang sering beraktivitas sambil berpindah tempat, fitur seperti ini terasa praktis. Misalnya saat sedang memasak, mengemudi dalam kondisi aman, berolahraga ringan, atau bekerja di meja, pengguna bisa menerima panggilan tanpa harus selalu mengambil ponsel.
Harga Rp 3 Jutaan, Apa Nilai Lebihnya Dibanding Huawei WATCH FIT 5 Biasa?
Huawei WATCH FIT 5 standar dijual dengan harga resmi Rp2.399.000, sedangkan Huawei WATCH FIT 5 Pro dijual mulai Rp3.699.000. Selisih harga ini membuat calon pembeli wajar bertanya: apakah versi Pro memang lebih layak dibeli? (Antara News, 2026)
Jawabannya tergantung tipe pengguna. Huawei WATCH FIT 5 standar sudah menarik untuk pengguna yang mencari smartwatch stylish, ringan, punya layar AMOLED, baterai awet, dan fitur olahraga-kesehatan dasar yang lengkap. Model ini cocok untuk pengguna harian yang ingin naik kelas dari smartband ke smartwatch tanpa harus membayar lebih mahal.
Sementara itu, Huawei WATCH FIT 5 Pro lebih cocok untuk pengguna yang menginginkan fitur lebih serius. Versi Pro membawa layar lebih besar 1,92 inci dengan kecerahan 3.000 nits, material yang lebih premium, sensor lebih lengkap, fitur ECG, Diabetes Risk Study, serta dukungan olahraga outdoor yang lebih kaya seperti golf, trail running, dan freediving. (IDN Times, 2026)
Dengan kata lain, Huawei WATCH FIT 5 adalah pilihan rasional untuk pengguna umum, sedangkan Huawei WATCH FIT 5 Pro adalah pilihan yang lebih kuat untuk pengguna aktif, pengguna yang peduli pemantauan kesehatan, dan pembeli yang ingin smartwatch dengan rasa premium tetapi masih berada di rentang harga menengah atas.
Huawei WATCH FIT 5 Pro Cocok untuk Siapa?
Huawei WATCH FIT 5 Pro paling cocok untuk pengguna yang mulai serius memperhatikan kesehatan harian. Bukan hanya orang yang sudah rutin berolahraga, tetapi juga mereka yang mulai sadar bahwa tidur, stres, pola makan, dan aktivitas fisik saling berhubungan. Fitur seperti pemantauan jantung, tidur, kondisi emosional, ECG, dan Diabetes Risk Study membuat perangkat ini terasa relevan untuk pengguna yang ingin lebih proaktif menjaga tubuh.
Smartwatch ini juga cocok untuk pekerja kantoran dan profesional muda yang banyak duduk, sering rapat, sering lembur, dan sulit menjaga rutinitas olahraga. Dengan notifikasi, pemantauan aktivitas, dan data kesehatan harian, perangkat ini bisa menjadi pengingat kecil agar pengguna tidak sepenuhnya tenggelam dalam pola kerja yang pasif.
Untuk pengguna yang aktif olahraga, Huawei WATCH FIT 5 Pro menawarkan nilai lebih lewat banyak mode olahraga, GPS, fitur lari, peta luring, hingga dukungan aktivitas outdoor. Orang yang suka lari sore, gym, berenang, hiking ringan, atau mulai ikut komunitas olahraga bisa memanfaatkan perangkat ini untuk memantau perkembangan secara lebih terarah.
Perangkat ini juga menarik untuk pengguna yang mengutamakan desain. Bentuknya modern, bobotnya ringan, layarnya besar, dan materialnya terasa lebih premium. Ini membuat Huawei WATCH FIT 5 Pro tetap cocok dipakai ke kantor, acara kasual, olahraga, atau aktivitas harian tanpa terlihat terlalu sporty berlebihan.
Namun, untuk pengguna yang hanya butuh jam pintar murah untuk notifikasi dan hitung langkah, versi Pro mungkin terasa berlebihan. Dalam kasus seperti itu, Huawei WATCH FIT 5 standar bisa jadi pilihan yang lebih hemat. Tetapi untuk pengguna yang ingin smartwatch lebih lengkap, lebih premium, dan lebih berorientasi pada kesehatan serta olahraga, Huawei WATCH FIT 5 Pro punya alasan kuat untuk dipilih.
Membantu Pengguna Membaca Pola Hidup Sendiri
Daya tarik utama Huawei WATCH FIT 5 Pro bukan hanya pada satu fitur tunggal. Kekuatan perangkat ini justru ada pada kombinasi antara desain, baterai, layar terang, fitur olahraga, dan fitur kesehatan. Semua fitur tersebut bertemu dalam satu perangkat yang bisa dipakai hampir sepanjang hari.
Bayangkan seorang pengguna yang bekerja dari pagi hingga sore di depan laptop. Ia sering lupa bergerak, tidur tidak selalu cukup, dan baru sempat olahraga setelah pulang kerja. Dengan Huawei WATCH FIT 5 Pro, pengguna bisa melihat data langkah, detak jantung, kualitas tidur, stres, hingga catatan olahraga dalam satu ekosistem. Data itu tidak langsung mengubah gaya hidup, tetapi bisa menjadi pemicu untuk mulai memperbaiki kebiasaan.
Contoh lain, pengguna yang sedang mencoba menurunkan berat badan atau memperbaiki stamina bisa memakai smartwatch ini untuk melihat konsistensi aktivitas. Bukan hanya berapa kalori yang terbakar, tetapi juga bagaimana tubuh merespons latihan, apakah tidur cukup mendukung pemulihan, dan apakah rutinitas harian sudah lebih aktif dibanding sebelumnya.
Di sinilah smartwatch terasa lebih berguna. Bukan sebagai perangkat yang sekadar terlihat canggih, tetapi sebagai alat bantu untuk membuat pengguna lebih sadar terhadap dirinya sendiri.
Smartwatch yang Lebih Matang untuk Gaya Hidup Sehat
Huawei WATCH FIT 5 Pro menunjukkan bahwa smartwatch modern sudah bergerak jauh dari fungsi dasar sebagai penghitung langkah. Perangkat ini hadir sebagai kombinasi antara jam pintar, pelacak olahraga, pemantau kesehatan, dan aksesori gaya hidup yang nyaman dipakai sehari-hari.
Fitur Diabetes Risk Study menjadi pembeda yang menarik, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk lebih sadar terhadap risiko kesehatan. Namun, fitur ini tetap harus dipahami sebagai alat bantu pemantauan risiko, bukan pengganti diagnosis medis. Untuk pemeriksaan diabetes yang akurat, pengguna tetap perlu melakukan pemeriksaan klinis dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Dengan harga mulai Rp3.699.000, Huawei WATCH FIT 5 Pro layak dilirik oleh pengguna yang menginginkan smartwatch ringan, premium, baterai awet, fitur olahraga lengkap, dan pemantauan kesehatan yang lebih proaktif. Dibandingkan Huawei WATCH FIT 5 standar yang lebih terjangkau, versi Pro menawarkan pengalaman yang lebih lengkap untuk pengguna yang ingin perangkatnya tidak hanya stylish, tetapi juga benar-benar berguna dalam rutinitas harian.
.png)
Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:
Instagram: pegastore.id/instagram
Tiktok : pegastore.id/tiktok
Whatsapp : pegastore.id/whatsapp
Whatsapp Service : pegastore.id/service
MSI Modern AM242 Series: Solusi PC All-in-One untuk Bisnis yang Butuh Praktis, Rapi, dan Siap Pakai
Mengulik ASUS Vivobook 14, Laptop “Kebal Virus” dengan Antimicrobial Guard
Upgrade Workspace Lebih Rapi dan Siap Tender: Kenapa MSI PRO AP242 ID Layak Dipilih?
Kenapa Banyak Bisnis F&B Sekarang Pindah ke POS Berbasis Android?
Usaha Rumahan Naik Order? Saatnya Upgrade Sistem Transaksi dengan Sunmi V3
Laptop Cepat Itu Bukan Kebetulan, Ini Logika Matematika di Baliknya