Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout

Kenapa Laptop 8GB Diperdebatkan Lagi di 2026?

28-05-2026

Perbincangan soal “jangan beli laptop 8GB di 2026” kembali ramai setelah sebuah unggahan di platform X pada Maret 2026 memicu diskusi luas di kalangan pengguna teknologi. Banyak yang setuju bahwa 8GB sudah tidak cukup, tetapi tidak sedikit juga yang menilai bahwa performa laptop tidak bisa dilihat dari RAM saja. Fenomena ini menarik karena mencerminkan perubahan kebutuhan komputasi pengguna yang semakin kompleks seiring berkembangnya sistem operasi, aplikasi, dan kebiasaan digital.
Di tengah perkembangan teknologi saat ini, laptop tidak lagi hanya digunakan untuk mengetik atau browsing ringan. Aktivitas seperti membuka banyak tab browser, menjalankan aplikasi desain, hingga menggunakan fitur berbasis AI kini menjadi hal yang umum. Hal ini berdampak langsung pada kebutuhan RAM yang semakin besar.

RAM 8GB di 2026: Masih Layak atau Sudah Tertinggal?
Secara teknis, RAM 8GB sebenarnya masih bisa digunakan, tetapi dengan keterbatasan yang semakin terasa. Sistem operasi seperti Windows 11 diketahui menggunakan sekitar 3–4GB RAM dalam kondisi idle, tergantung konfigurasi dan aplikasi latar belakang (Microsoft, 2023). Artinya, setengah kapasitas RAM sudah terpakai bahkan sebelum pengguna membuka aplikasi utama.
Selain itu, penggunaan browser modern seperti Google Chrome atau Microsoft Edge juga semakin berat. Satu tab website dapat mengonsumsi sekitar 200MB hingga 500MB RAM, tergantung kompleksitas halaman (Google Chromium Blog, 2024). Jika pengguna membuka 10–15 tab sekaligus—yang kini menjadi kebiasaan umum—RAM 8GB bisa cepat penuh.
Belum lagi faktor GPU terintegrasi (iGPU) yang menggunakan shared memory dari RAM utama. Intel menjelaskan bahwa iGPU dapat mengambil hingga 1–2GB RAM untuk kebutuhan grafis (Intel Developer Documentation, 2023). Ini membuat kapasitas RAM efektif menjadi lebih kecil dari yang terlihat.
Dengan kondisi tersebut, RAM 8GB di 2026 masih bisa digunakan untuk kebutuhan ringan seperti mengetik, browsing terbatas, atau streaming. Namun, untuk multitasking atau pekerjaan produktif, kapasitas ini mulai terasa sempit.

Faktor Lain yang Lebih Menentukan
Meski RAM menjadi sorotan utama dalam diskusi, performa laptop sebenarnya ditentukan oleh kombinasi beberapa komponen. Prosesor (CPU), jenis penyimpanan (SSD), serta sistem pendingin memiliki peran yang sama pentingnya.
Sebagai contoh, laptop dengan RAM 8GB tetapi menggunakan prosesor generasi baru seperti Intel Core Ultra atau AMD Ryzen 7000 series bisa memberikan performa yang lebih baik dibanding laptop lama dengan RAM 16GB. Hal ini karena peningkatan arsitektur CPU yang lebih efisien dan cepat (AMD, 2024; Intel, 2024).
Selain itu, penggunaan SSD NVMe juga memberikan peningkatan signifikan dalam kecepatan akses data dibandingkan SSD SATA atau HDD. Menurut laporan Tom’s Hardware (2025), NVMe SSD bisa hingga 5–7 kali lebih cepat dibanding HDD dalam kecepatan baca tulis. Artinya, RAM besar tanpa didukung komponen lain yang seimbang tidak akan menghasilkan performa optimal.

Laptop Baru vs Laptop Bekas: Pilihan yang Sama-Sama Punya Risiko
Diskusi di media sosial juga banyak menyinggung soal dilema antara membeli laptop baru dengan spesifikasi standar atau laptop bekas dengan spesifikasi lebih tinggi di harga yang sama.
Laptop baru menawarkan keunggulan seperti garansi resmi, baterai yang masih optimal, serta teknologi terbaru. Namun, di kelas entry-level, biasanya hanya dibekali RAM 8GB.
Sebaliknya, laptop bekas seringkali menawarkan spesifikasi lebih tinggi seperti RAM 16GB atau GPU dedicated. Namun, ada risiko yang perlu diperhatikan, seperti penurunan kesehatan baterai, performa SSD yang sudah menurun, hingga potensi overheating akibat penggunaan jangka panjang.
Menurut laporan Back Market (2024), lebih dari 30% pengguna laptop bekas mengalami penurunan performa dalam 1–2 tahun pertama setelah pembelian, terutama pada komponen baterai dan storage.

Penggunaan Nyata di 2026
Sebuah studi dari Statista (2025) menunjukkan bahwa rata-rata pengguna laptop saat ini membuka lebih dari 8 aplikasi atau tab secara bersamaan dalam satu sesi kerja. Ini termasuk browser, aplikasi komunikasi seperti Slack, serta software produktivitas seperti Microsoft Office.
Sementara itu, tren penggunaan AI seperti Microsoft Copilot dan fitur berbasis AI lainnya juga mulai masuk ke perangkat laptop. Microsoft menyebutkan bahwa perangkat Copilot+ PC membutuhkan minimal RAM 16GB untuk menjalankan fitur AI secara optimal (Microsoft, 2024).
Di Indonesia sendiri, diskusi di media sosial pada Maret 2026 menunjukkan bahwa banyak pengguna mengeluhkan laptop 8GB yang mulai terasa lambat saat digunakan untuk multitasking, terutama ketika menjalankan aplikasi desain ringan seperti Canva atau editing video sederhana.

Standar Laptop yang Mulai Bergeser
Melihat tren yang ada, standar laptop mulai mengalami pergeseran. Jika sebelumnya RAM 8GB dianggap cukup untuk penggunaan umum, kini 16GB mulai menjadi standar baru untuk pengalaman yang lebih nyaman.
Beberapa produsen bahkan mulai menjadikan 16GB sebagai konfigurasi default di laptop kelas menengah, terutama yang ditujukan untuk produktivitas dan kreator konten (Lenovo Annual Report, 2025).
Namun, bukan berarti laptop 8GB tidak layak dibeli. Perangkat ini masih relevan untuk pelajar atau pengguna dengan kebutuhan ringan, selama pengguna memahami batasannya.

Jangan Terjebak Angka, Pahami Kebutuhan
Perdebatan soal RAM 8GB di 2026 sebenarnya mencerminkan satu hal penting: kebutuhan pengguna yang terus berkembang. RAM memang menjadi faktor krusial, tetapi bukan satu-satunya penentu performa.
Memilih laptop sebaiknya didasarkan pada kebutuhan penggunaan, bukan sekadar angka spesifikasi. Untuk penggunaan ringan, 8GB masih cukup. Namun, untuk multitasking, kerja kreatif, atau penggunaan jangka panjang, 16GB menjadi pilihan yang lebih aman.
Di sisi lain, pertimbangan antara laptop baru dan bekas juga perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk risiko dan kenyamanan penggunaan.
Pada akhirnya, membeli laptop di 2026 bukan lagi soal “berapa RAM-nya”, tetapi bagaimana seluruh komponen bekerja bersama untuk memberikan pengalaman terbaik bagi penggunanya.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:
Instagram: pegastore.id/instagram 
Tiktok : pegastore.id/tiktok 
Whatsapp : pegastore.id/whatsapp
Whatsapp Service : pegastore.id/service

Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat