Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout

Setelah Vakum Lama, Xiaomi Rilis Laptop yang Berani Lawan MacBook

20-05-2026

Setelah cukup lama “menghilang” dari pasar laptop, Xiaomi akhirnya kembali. Bukan sekadar rilis produk baru, tapi langsung masuk ke kelas premium—segmen yang selama ini identik dengan MacBook dan ultrabook flagship lainnya. Langkah ini menarik, karena Xiaomi yang dulu dikenal sebagai brand value for money kini mulai mengubah positioning. Pertanyaannya: apakah Xiaomi Book Pro 14 ini benar-benar siap menantang MacBook, atau sekadar naik kelas di atas kertas?

Comeback Xiaomi Bukan Sekadar Rilis Biasa
Xiaomi terakhir aktif merilis laptop secara global beberapa tahun lalu, sebelum akhirnya fokus ke ekosistem smartphone dan AIoT. Kini, mereka kembali lewat Xiaomi Book Pro 14 (2026) dengan pendekatan yang berbeda.
Menurut laporan Kompas Tekno (2026), laptop ini hadir dengan desain tipis, material premium, dan spesifikasi kelas atas—menandakan Xiaomi tidak lagi bermain di segmen entry-level. Media global seperti Gizmochina (2026) juga menyoroti bahwa ini adalah comeback setelah sekitar 3–4 tahun vakum, dan langsung menggunakan prosesor terbaru Intel Core Ultra generasi baru (AI-ready processor). Artinya jelas: Xiaomi tidak ingin “pemanasan”—mereka langsung masuk ke arena utama.

Tipis, Ringan, Tapi Tidak Lemah
Salah satu selling point utama Xiaomi Book Pro 14 adalah desainnya. Dengan bobot sekitar 1,08 kg, laptop ini masuk kategori ultrabook yang sangat ringan. Material yang digunakan adalah magnesium alloy—biasanya ditemukan di laptop premium karena ringan tapi tetap kokoh. Menurut Notebookcheck (2026), bodi tipis ini tetap mampu menjalankan performa hingga 50W TDP, yang tergolong tinggi untuk ukuran ultrabook. Apa artinya di penggunaan nyata?
Laptop tipis biasanya harus mengorbankan performa demi suhu dan baterai. Tapi di sini, Xiaomi mencoba menjaga performa tetap stabil. Dalam skenario kerja, editing video ringan di Adobe Premiere masih bisa berjalan lancar. Penggunaan multitasking bisa 10–15 tab browser dam aplikasi kerja tetap responsif. Tentunya, rendering konten sosial media tidak terlalu tersendat. Ini penting, karena tren kerja sekarang sudah berubah. Banyak pengguna—terutama kreator dan pekerja hybrid—membutuhkan laptop ringan tapi tetap kuat untuk multitasking berat.

Performa Baru Sudah Masuk Era AI Laptop
Xiaomi Book Pro 14 menggunakan Intel Core Ultra terbaru, yang sudah masuk kategori AI PC. Menurut laporan Videocardz (2026), prosesor ini membawa peningkatan di efisiensi daya sekaligus kemampuan AI onboard (NPU).
Secara praktis, ini mulai terasa di fitur AI di software editing (auto cut, auto subtitle, dll), windows Copilot dan integrasi AI di sistem operasi, dan pengolahan data yang lebih cepat untuk pekerjaan kreatif
Tren ini juga terlihat di media sosial. Di TikTok dan YouTube sepanjang awal 2026, banyak kreator mulai mengandalkan fitur AI bawaan laptop untuk mempercepat workflow—terutama di editing konten pendek dan produktivitas harian. Artinya, laptop bukan lagi sekadar alat kerja, tapi sudah jadi “asisten digital”.

Baterai dan Efisiensi Mulai Menyentuh Area MacBook
Salah satu kekuatan MacBook selama ini adalah efisiensi daya. Xiaomi tampaknya mencoba mengejar ini. Menurut ProPakistani (2026), Xiaomi mengklaim daya tahan baterai laptop ini bisa menyaingi MacBook Pro 14. Walau klaim ini tentu bergantung pada penggunaan, secara tren memang ada peningkatan signifikan di laptop Windows generasi baru—terutama sejak hadirnya Intel Core Ultra.
Dalam penggunaan nyata kerja dokumen dan browsing bisa tembus 8–10 jam, editing ringan tetap cukup stabil tanpa cepat habis serta cocok untuk mobilitas tinggi tanpa selalu bergantung pada charger. Ini menjawab kebutuhan pengguna modern: kerja dari mana saja tanpa takut baterai cepat drop.

Bukan untuk Semua Orang, Siapa yang Cocok?
Di sinilah posisi Xiaomi Book Pro 14 jadi menarik. Laptop ini bukan lagi “semua orang bisa pakai”. Lebih tepatnya, ini cocok untuk mahasiswa dan profesional yang butuh laptop ringan untuk mobilitas tinggi, tapi tetap bisa multitasking berat tanpa lag. Selain itu, ada content creator yang butuh performa stabil untuk editing ringan hingga menengah tanpa harus membawa laptop besar. Pengguna ekosistem Xiaomi juga pastinya ingin integrasi lebih seamless antar device, terutama dengan HyperOS. Namun, untuk pengguna yang hanya butuh laptop basic seperti mengetik atau browsing ringan, laptop ini bisa terasa “overkill”.

Melihat Workflow Content Creator Tahun 2026
Mengacu pada tren konten di media sosial (YouTube & TikTok, Januari–Maret 2026), banyak kreator kini bekerja dengan pola shoot video via smartphone, edit langsung di laptop ringan, dan upload cepat ke berbagai platform.
Dengan spek seperti Xiaomi Book Pro 14, file video 4K dari smartphone bisa langsung diedit. Pengerjaan rendering konten pendek (Reels/TikTok) jadi lebih cepat sehingga tidak perlu laptop gaming berat untuk kebutuhan harian. Ini menunjukkan bahwa segmen ultrabook kini mulai menggantikan laptop besar untuk banyak kebutuhan kreatif.

Lawan MacBook? Secara Arah, Iya
Xiaomi Book Pro 14 jelas diarahkan untuk bersaing dengan MacBook, terutama di desain tipis dan premium. Selain itu, performa efisien, daya tahan baterai, serta ekosistem perangkat menggunakan sesama Xiaomi. Namun, tetap ada perbedaan utama yang mana MacBook unggul di stabilitas dan ekosistem matang, sementara Xiaomi menawarkan fleksibilitas Windows dan harga yang biasanya lebih kompetitif.

Xiaomi Sudah Naik Kelas
Comeback Xiaomi kali ini bukan sekadar “hadir lagi”, tapi naik kelas secara serius. Mereka tidak lagi bermain di laptop murah, tapi mulai masuk ke kategori alternatif utama ultrabook premium. Jika tren ini konsisten, Xiaomi berpotensi mengubah peta persaingan laptop—bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai kompetitor langsung. Dan untuk pengguna, ini kabar baik. Karena semakin banyak pilihan di kelas premium, semakin besar peluang mendapatkan laptop yang benar-benar sesuai kebutuhan, bukan sekadar ikut brand.


Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:
Instagram: pegastore.id/instagram 
Tiktok : pegastore.id/tiktok 
Whatsapp : pegastore.id/whatsapp
Whatsapp Service : pegastore.id/service

Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat