Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout

Infinix XBOOK B14, Laptop Estetika Kerja sampai Personal Branding

21-04-2026
Perubahan desain laptop dalam beberapa tahun terakhir tidak lagi sekadar soal performa, tetapi juga soal identitas visual. Jika dulu laptop identik dengan warna hitam, abu-abu, atau silver yang cenderung konservatif, kini produsen mulai berani mengeksplorasi warna unik, gradient finish, hingga tekstur premium yang lebih ekspresif.

Menurut laporan tren desain perangkat dari TrendForce (2024), produsen laptop global mulai mengadopsi pendekatan consumer lifestyle-driven design, yaitu desain yang mengikuti gaya hidup pengguna, bukan hanya kebutuhan teknis. Hal ini diperkuat oleh laporan Dell Technologies Insights (2023) yang menyebutkan bahwa lebih dari 60% pengguna muda mempertimbangkan tampilan perangkat sebagai faktor penting sebelum membeli laptop. Perubahan ini tidak terjadi tanpa alasan. Pola kerja dan aktivitas digital telah bergeser secara signifikan.

Laptop hari ini bukan hanya alat kerja di kantor. Ia hadir di coworking space, meja kafe, ruang meeting virtual, bahkan menjadi bagian dari konten media sosial. Dalam laporan Microsoft Work Trend Index (2024), disebutkan bahwa lebih dari 70% pekerja global kini menjalani pola kerja hybrid atau remote, yang membuat perangkat kerja lebih sering “terlihat” di ruang publik maupun digital.

Di sisi lain, platform seperti Instagram, TikTok, dan LinkedIn ikut mendorong fenomena ini. Konten bertema workspace aesthetic, desk setup, hingga what’s in my bag meningkat signifikan sepanjang 2023–2025 (data Hootsuite Digital Report, 2025). Artinya, laptop bukan lagi sekadar alat produktivitas, tetapi juga bagian dari representasi diri.

Dalam konteks ini, visual laptop menjadi relevan. Warna, finishing, hingga desain bodi mulai berfungsi sebagai non-verbal communication. Laptop yang menarik secara visual memberi kesan rapi, modern, dan profesional—tanpa harus dijelaskan.

Salah satu contoh menarik dari tren ini adalah hadirnya warna Coral Tides. Berbeda dari warna standar, Coral Tides mengusung gradient tone yang memadukan nuansa hangat dan segar dalam satu permukaan. Secara psikologis, warna coral sering diasosiasikan dengan kreativitas, energi, dan kehangatan (studi warna oleh Pantone Color Institute, 2023).

Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa desain laptop kini tidak hanya mempertimbangkan estetika, tetapi juga emosi pengguna. Laptop dengan warna unik cenderung lebih mudah dikenali, lebih “hidup” saat digunakan di ruang publik, dan secara tidak langsung memperkuat personal branding pemiliknya.

Fenomena ini juga terlihat di media sosial. Pada Januari 2026, beberapa kreator teknologi di TikTok Indonesia menyoroti peningkatan minat terhadap laptop dengan warna non-traditional, terutama di kalangan pekerja kreatif dan mahasiswa. Konten dengan hashtag seperti #LaptopAesthetic dan #DeskSetup menunjukkan bahwa perangkat dengan tampilan unik lebih sering menarik engagement dibandingkan desain konvensional.

Namun, estetika tentu tidak berdiri sendiri. Di balik desain menarik, spesifikasi tetap menjadi fondasi utama.

Laptop dengan prosesor AMD Ryzen 7, misalnya, menawarkan performa yang cukup untuk multitasking berat. Berdasarkan pengujian Notebookcheck (2024), seri Ryzen 7 mampu menangani kombinasi pekerjaan seperti video editing ringan, multitab browser, hingga meeting online secara stabil tanpa bottleneck signifikan.

Dalam skenario nyata, ini relevan untuk pekerja hybrid. Bayangkan seorang content marketer yang membuka 15 tab browser, menjalankan Canva, Zoom meeting, dan Spotify secara bersamaan—semua berjalan lancar tanpa lag berarti. Ini bukan sekadar klaim, tetapi pola penggunaan yang umum terjadi, sebagaimana dibahas dalam studi produktivitas digital oleh Harvard Business Review (2023).

Rasio layar 16:10 juga menjadi salah satu perubahan yang cukup signifikan. Dibandingkan rasio 16:9, layar 16:10 memberikan ruang vertikal lebih luas, yang sangat terasa saat membaca dokumen, mengedit tulisan, atau browsing. DisplayMate Technologies (2023) mencatat bahwa rasio ini meningkatkan efisiensi kerja hingga 10–15% dalam tugas berbasis teks karena mengurangi kebutuhan scrolling.

Kemudian dari sisi mobilitas, bobot sekitar 1.18 kg menempatkan laptop ini dalam kategori ultra-portable. Ini penting dalam konteks gaya kerja saat ini yang tidak lagi statis. Laptop harus mudah dibawa dari rumah ke kafe, dari coworking space ke meeting klien, tanpa menjadi beban tambahan.

Daya tahan baterai hingga 13 jam juga menjadi nilai strategis. Dalam laporan Battery University (2024), pengguna laptop modern cenderung menghindari ketergantungan pada colokan listrik, terutama saat bekerja di ruang publik. Dengan daya tahan panjang, pengguna bisa bekerja lebih fleksibel tanpa harus “mencari stop kontak” sebagai prioritas utama.

Jika ditarik ke gambaran besar, kombinasi antara desain dan spesifikasi ini menunjukkan satu hal: laptop telah berevolusi menjadi alat kerja sekaligus medium ekspresi personal. Desain seperti Coral Tides bukan sekadar “biar beda”, tetapi mencerminkan perubahan cara orang bekerja dan menampilkan diri. Di era dimana batas antara profesional dan personal semakin tipis, perangkat yang digunakan ikut mengambil peran dalam membentuk persepsi. Laptop yang ringan, bertenaga, tahan lama, dan tampil menarik bukan lagi nice to have. Ia menjadi bagian dari ekosistem kerja modern yang menuntut efisiensi sekaligus estetika. Dan di titik ini, memilih laptop bukan hanya soal “cukup atau tidak”, tetapi juga soal bagaimana kamu ingin terlihat saat menggunakannya.




Kunjungi website Pegastore untuk info produk
pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat