Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout

MrBeast Masuk Dunia Fintech: Akankah Influencer Mengubah Cara Gen Z Kelola Uang?

07-03-2026
Jimmy Donaldson—atau nama yang lebih menggema di internet, MrBeast—baru saja membuka babak baru dalam ekspansi bisnisnya. Pada 10 Februari 2026, CNBC (2026) melaporkan bahwa Beast Industries resmi mengakuisisi Step, aplikasi layanan finansial yang populer di kalangan remaja dan dewasa muda. Step sendiri sudah dikenal sebagai aplikasi youth financial services yang memungkinkan pengguna menyimpan uang, membangun kredit, hingga melakukan transaksi tanpa biaya bulanan. Informasi ini juga dikonfirmasi melalui laporan MEXC News (2026) dan What’s Trending (2026), menyebutkan bahwa Step tidak beroperasi sebagai bank penuh, melainkan bekerja sama dengan lembaga resmi seperti Evolve Bank & Trust untuk menyelenggarakan layanan perbankan.

Dengan kata lain: MrBeast bukan cuma bikin coklat dan video hadiah milioner—dia kini ikut mengatur bagaimana generasi muda mengatur uangnya.

Pergerakan ini terasa “MrBeastian”—berani, berskala besar, dan penuh visi. Namun masuknya figur creator economy ke sektor finansial membuka pertanyaan penting: apakah influencer benar-benar dapat mengubah cara Gen Z belajar finansial, atau ini hanya bab baru dari konsumerisme digital?

Langkah Besar yang Sudah Lama Disiapkan

Beast Industries bukan perusahaan kecil. Dari Feastables (snack), Beast Burger (kuliner), hingga Beast Philanthropy, MrBeast sudah membuktikan bahwa ia membangun bisnis bukan untuk sehari dua hari. Ekspansi ke fintech adalah langkah yang terlihat “natural”—meski tetap mengejutkan banyak pihak.

MrBeast sendiri mengungkapkan dalam pernyataannya bahwa ia merasa tidak mendapatkan pendidikan finansial yang layak saat remaja. Karena itu, ia ingin menciptakan ekosistem keuangan yang lebih ramah untuk generasi berikutnya (MEXC, 2026). Motivasinya terasa personal, tapi bisnis tetaplah bisnis: Step memiliki lebih dari 5 juta pengguna (data Step, dikutip MEXC 2026), dan MrBeast memiliki audiens global yang mencapai miliaran penonton setiap bulan.

Dengan akuisisi ini, MrBeast memegang dua hal yang tidak dimiliki oleh bank tradisional yaitu trust dari Gen Z, dan attention dari internet.

Di era algoritma, dua hal ini lebih berharga daripada billboard dan iklan TV yang paling mahal.

Fintech, Influencer, dan Budaya Digital: Teritorial Baru

Fenomena ini bukan hanya soal aplikasi finansial, tetapi juga pertemuan tiga dunia: hiburan, teknologi, dan ekonomi. Akibatnya, kita melihat pola baru: influencer mulai membangun ecosystem utility, bukan sekadar lifestyle products.

Tren global menunjukkan bahwa Gen Z lebih percaya pada brand yang dekat dengan mereka secara emosional, termasuk influencer yang mereka tonton setiap hari (LinkedIn News, 2026). Bank tradisional tidak punya itu. Mereka punya bunga, regulasi, dan pengalaman panjang—tapi tidak punya loyalty fandom.

Pertanyaannya: apakah trust yang lahir dari hiburan bisa diandalkan dalam urusan uang?

Beberapa peneliti dari University of South Carolina (2025) pernah mengungkap fenomena parasocial financial decision-making—dimana konsumen muda mengikuti keputusan finansial influencer tanpa riset mandiri. Ini membuat langkah MrBeast di fintech memiliki potensi edukatif sekaligus risiko perilaku.

Potensi Besar: Literasi Finansial Bisa Jadi Viral

Sisi positifnya cukup besar. Step selama bertahun-tahun sudah dikenal dengan misinya memberikan pendidikan finansial untuk anak muda lewat fitur seperti simulasi kredit, laporan pengeluaran, goal-based saving, serta akses kartu Visa tanpa biaya bulanan.

Bahkan pada 2024, Step sempat viral di TikTok karena pengguna memamerkan bagaimana aplikasi itu membantu mereka menabung uang pertama mereka untuk college fee (TikTok, 17/05/2024). Banyak pengguna remaja mengatakan aplikasi ini membuat mereka jadi “melek uang” lebih cepat daripada generasi sebelumnya.

Bayangkan semua itu jika dipadukan dengan reach MrBeast yang bisa membuat satu video ditonton 100 juta orang dalam hitungan hari.

Ada kemungkinan sangat nyata bahwa pendidikan finansial akan menjadi lebih pop, lebih mudah dipahami, dan lebih dekat dengan budaya internet. Tidak lagi berupa poster bank bertulisan “Bijak Mengelola Uang,” tetapi lewat format hiburan yang Gen Z nikmati.

Risiko: Ketika Uang Bertemu Parasosial

Namun di balik potensi masa depan yang “shiny,” ada risiko yang harus diwaspadai.

Fintech bukan cokelat Feastables. Layanan finansial berurusan dengan keamanan data, regulasi ketat, potensi penyalahgunaan informasi, dan sensitivitas perilaku konsumen.

Laporan NYU Stern Center (2025) menyebutkan bahwa aplikasi fintech yang menarget remaja memiliki risiko tinggi jika edukasi tidak berjalan seimbang dengan fitur transaksional. Remaja punya kecenderungan impulsif yang lebih besar, terutama ketika pengambilan keputusan dipengaruhi oleh figur favorit seperti influencer.

Jika edukasinya tidak kuat, maka proses ini bisa berakhir kontraproduktif: bukannya melek finansial, tetapi ketergantungan konsumtif yang lebih besar. Sosok MrBeast yang dikenal dengan giveaway miliaran rupiah juga bisa memicu misperception bahwa uang “datang dengan cepat.”

Influencer yang Masuk ke Produk Finansial, Tidak Selalu Mulus

Gelombang influencer yang terjun ke dunia finansial sering terlihat glamor, tapi sejarah sudah menunjukkan betapa licinnya lantai dansa ini. Kasus kolapsnya FTX pada 2022 jadi pengingat besar: deretan influencer dan selebritas mengangkat nama platform itu tinggi-tinggi, lalu publik ikut naik… hanya untuk jatuh bersama ketika semuanya ambruk. Kerugian mencapai puluhan juta dollar, dan beberapa influencer akhirnya ikut terseret tuntutan hukum karena dianggap memberi “rekomendasi” tanpa edukasi risiko yang layak.

Fenomena serupa terjadi di TikTok lewat kampanye layanan bayar-nanti. Studi dari University of Michigan pada 2024 menemukan bahwa promosi BNPL di TikTok mendorong lonjakan penggunaan oleh remaja. Akibatnya 42% dari mereka terjebak dalam siklus utang karena tak memahami cara kerja cicilan.

Dua contoh ini membisikkan pesan sederhana: kalau sebuah produk finansial bertumpu pada influencer tanpa pondasi edukasi yang kuat, risiko jatuh ke lubang yang sama selalu mengintai. Dunia finansial bukan panggung hiburan; yang tersandung biasanya bukan bintang, tapi para pengikut yang percaya begitu saja.

Apakah Ini Transformasi Cara Gen Z Kelola Uang?

Melihat data dan tren, jawabannya condong ke: ya—jika dijalankan dengan benar.

MrBeast punya tiga amunisi utama yakni basis pengguna Step yang besar, kekuatan narasi yang mudah dipahami remaja, dan kemampuan viral yang tidak dimiliki brand finansial manapun.

Jika Beast Industries mampu menjaga transparansi, bekerja erat dengan regulator, dan menghadirkan konten edukasi finansial yang relevan, ini bisa menjadi sejarah baru: financial learning that feels like entertainment.

Namun jika tujuan komersial lebih dominan daripada edukasi, kita bisa melihat gelombang masalah baru dalam literasi finansial Gen Z.

Aksi MrBeast ini bukan sekadar akuisisi aplikasi. Ia adalah sinyal bahwa influencer bukan lagi sekadar entertainer. Mereka kini pemain ekonomi digital yang bisa membentuk perilaku finansial generasi baru. Langkah MrBeast membuka pintu bagi tren baru: creator-driven fintech, di mana kepercayaan dan perhatian menjadi aset finansial. Namun seperti teknologi apa pun yang mempengaruhi uang, perlu kehati-hatian, edukasi yang kuat, dan transparansi agar perubahan ini benar-benar membawa manfaat.





Kunjungi website Pegastore untuk info produk
pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat