

Selama lebih dari satu dekade, 16 GB RAM adalah “rumah nyaman” sebagian besar gamer PC. Stabil, cukup untuk sebagian besar judul AAA, dan tidak bikin kantong menjerit. Namun statistik terbaru memperlihatkan pergeseran yang makin terasa: 32 GB RAM bergerak menuju posisi standar baru, terutama di kalangan gamer yang bermain game modern sambil menjalankan aplikasi pendukung lain.
Data ini bukan sekadar wacana. Grafik Steam Hardware Survey menunjukkan peningkatan pengguna 32 GB dari 32,85 % menjadi 35,42 % (Maret–Agustus 2025), sementara 16 GB justru menurun dari 43,12 % ke 41,67 %. Jika garis tren ini dijiplak lurus, 32 GB bisa mengambil alih posisi teratas sebelum 2026 berakhir. (Sumber: oscoo.com, 2025)
Kenaikan ini tidak terjadi “tanpa sebab”. Game modern makin gemuk, sistem operasi makin rakus, dan kebiasaan membuka 20 tab browser saat main game bukan lagi fenomena unik. Tapi mari kupas dengan runtut, supaya lebih jelas konteksnya.
Kenapa 32GB RAM Mulai Jadi Favorit Gamer 2026?
Game AAA seperti Star Wars Jedi: Survivor, Dragon’s Dogma 2, dan Monster Hunter Wilds kini datang dengan rekomendasi memori lebih dari 16 GB untuk setting tinggi—bahkan beberapa judul menunjukkan potensi stuttering kalau kamu multitasking terlalu agresif. (Sumber: TechRadar, 2025)
Sementara itu, Windows 11 sendiri mengonsumsi memori lebih besar ketimbang generasi sebelumnya. Kalau kamu gaming sambil Discord, Chrome, OBS, dan Spotify menumpuk di belakang… kapasitas RAM cepat tergerus. TechRadar menegaskan bahwa headroom ekstra 32 GB membantu menstabilkan frame time saat sistem memuat asset besar. (TechRadar, 2024–2025)
Di komunitas Reddit, banyak gamer melaporkan pengalaman serupa: “FPS-nya sama, tapi stuttering hilang setelah upgrade ke 32 GB.” (Reddit r/buildapc, 2024)
Satu hal yang perlu ditandai: peningkatan utama 32GB bukan di ‘average FPS’, tapi di kestabilan. Ini penting untuk game open-world modern yang memuat asset dinamis.
Pengalaman Real Gamer Saat Upgrade ke 32GB
Gamer di Reddit membagikan cerita tentang Cyberpunk 2077 dan Hogwarts Legacy yang jadi jauh lebih mulus setelah upgrade. Ada yang bilang frame rate sama, tapi adegan ramai kota Night City tidak lagi memunculkan micro-stutter. (Reddit r/hardware, 2025)
Ada juga fotografer digital yang menggabungkan Photoshop + game AAA + Chrome 20 tab tanpa gejolak memori. Kapasitas ekstra memberikan ruang lebih lega untuk caching dan background process.
Tren ini jelas: 32 GB bukan “sekadar buat gaming”, tapi buat gaya hidup digital masa kini.
Harga RAM dan Realita Pasar 2026
Pasar DRAM global mengalami fluktuasi harga sepanjang 2024–2026 akibat lonjakan permintaan industri AI dan data center. The Verge bahkan menulis bahwa pasokan memori sempat “dikunci” untuk keperluan server sehingga memicu kenaikan harga di pasar konsumer. (TheVerge, 2025)
Di Indonesia, harga RAM DDR5 32GB bervariasi tergantung brand dan kecepatan, tetapi banyak kit berada di rentang Rp 1,2–3 jutaan per pasangan 2×16 GB. Untuk PC build siap pakai, konfigurasi 32 GB kini muncul di banyak varian mid-range, bukan hanya high-end. (Data pasar Blibli, 2025–2026)
Komparasi Benchmark 16GB vs 32GB RAM (Cyberpunk 2077 & Game Modern)
Ketika bicara soal perbedaan performa antara 16 GB dan 32 GB RAM, pertanyaan pertama yang hampir selalu muncul adalah seberapa besar peningkatan FPS yang bisa diperoleh. Jawaban jujurnya: peningkatannya ada, tetapi kecil. Namun cerita sebenarnya justru ada pada stabilitas. Di Cyberpunk 2077 pada 1080p Ultra, data dari Alibaba Insights Benchmark (2025) memperlihatkan bahwa sistem dengan 16 GB DDR5 menghasilkan rata-rata sekitar 78 FPS dengan 1% lows di angka 52 FPS. Kondisi ini membuat stutter masih terasa ketika game mulai memuat asset berat di tengah kota. Ketika kapasitas RAM dinaikkan ke 32GB DDR5, rata-ratanya naik tipis ke kisaran 81 FPS, tetapi 1% lows-nya melonjak ke sekitar 68 FPS. Peningkatan signifikan pada frame rendah ini yang memberikan pengalaman bermain lebih mulus, terutama di adegan padat NPC dan saat ray tracing aktif.
Menariknya, hasil berbeda muncul ketika pengujian dilakukan pada 1080p Medium. Benchmark NoobFeed (2025) menunjukkan bahwa rata-rata FPS pada 16 GB berada di sekitar 129 FPS, sedangkan 32GB justru sedikit lebih rendah di 128 FPS. Perbedaannya sangat kecil dan tidak terasa dalam praktik, menandakan bahwa pada pengaturan ini GPU dan CPU lebih dominan menentukan kinerja dibanding kapasitas RAM. Meski begitu, 32GB tetap unggul ketika pengguna melakukan multitasking, seperti membuka browser dengan banyak tab atau menjalankan aplikasi pendukung lain saat bermain.
Kecenderungan yang sama muncul pada game open-world modern lain seperti Hogwarts Legacy dan Starfield. Sistem dengan 16 GB memang masih bisa menjalankan game-game ini, tetapi pemakaian RAM biasanya mendekati 90–95% selama sesi bermain. Kondisi tersebut membuat risiko asset pop-in dan proses background swapping meningkat, terutama di area yang memuat banyak data dunia dalam satu waktu. Dengan 32GB, penggunaan memori lebih longgar sehingga proses pemuatan asset berlangsung lebih mulus—persis seperti yang disebutkan TechRadar pada 2025.
Singkatnya, FPS mungkin hanya naik sedikit, tetapi fluiditas dan konsistensi gameplay mengalami peningkatan yang jauh lebih terasa ketika menggunakan 32 GB RAM. Ini bukan soal angka di grafik, tetapi soal seberapa nyaman game berjalan dari awal sampai akhir.
Contoh Build PC Gaming 32GB untuk Berbagai Budget Tahun 2026
Untuk kamu yang sedang menimbang rakit PC gaming dengan RAM 32GB di tahun 2026, gambaran ini bisa jadi patokan realistis berdasarkan harga pasar Indonesia (mengacu ke Blibli, kuartal awal 2026). Yang menarik, RAM 32GB sudah muncul di semua kelas build—bukan lagi “barang mewah” khusus high-end—jadi tinggal kamu sesuaikan dengan target resolusi dan penggunaan mu.
Di kelas entry-level dengan budget sekitar Rp 17–25 jutaan, konfigurasinya biasanya memakai Ryzen 5 7500F sebagai otak sistem, dipadukan dengan GPU seperti RTX 3060 atau RX 7600. RAM-nya sudah 32GB DDR5 5600MHz, plus SSD 1TB sebagai storage utama. Build ini cocok buat gamer 1080p dan pengguna baru yang ingin main game AAA menengah. Performanya aman untuk multitasking, walaupun GPU-nya masih mid-range—RAM 32GB-nya memberikan umur pakai yang panjang atau future-proof.
Naik sedikit ke kelas mid-range di kisaran Rp 30–45 jutaan, biasanya inilah “sweet spot” untuk gaming 1440p dan kebutuhan streaming. Setup ini memakai Intel Core i7-13700KF, lalu dipadukan dengan GPU RTX 4070 atau RTX 4060 Ti, tetap dengan 32GB DDR5 dan SSD NVMe 1TB. Build seperti ini nyaman untuk streamer yang sering membuka OBS, Discord, Chrome, dan game berat sekaligus. Banyak yang menganggap kelas ini sebagai titik ideal antara performa, harga, dan fleksibilitas.
Sementara itu di kelas high-end dengan total di atas Rp 60 juta, kamu akan bertemu dengan performa premium. Prosesor yang digunakan umumnya Intel Core i9-14900 KF, dipadukan dengan GPU monster seperti RTX 4080 Super atau bahkan RTX 4090. RAM tetap 32GB, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi, berada di kisaran DDR5 6000–6600MHz, serta storage SSD NVMe 2TB untuk memastikan loading game super cepat. Build ini cocok untuk gamer 4K, content creator, atau pengguna yang ingin menjalankan render berat plus gaming ekstrim tanpa hambatan.
Dari entry-level sampai high-end, terlihat jelas bahwa 32GB RAM sudah jadi standar baru—ditaruh di build manapun tetap masuk akal, baik untuk gamer, streamer, maupun content creator.
32GB RAM adalah “Investasi Aman” untuk Gamer 2026
Berdasarkan Steam Hardware Survey, laporan TechRadar, benchmark Alibaba Insights, dan pengalaman komunitas, benang merahnya konsisten:
Untuk gamer Indonesia yang ingin build PC tahan lama, nyaman multitasking, dan bebas stutter, 32 GB RAM adalah pilihan paling logis di 2026—seimbang antara harga dan kenyamanan jangka panjang.
.png)
Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:
Instagram: pegastore.id/instagram
Tiktok : pegastore.id/tiktok
Whatsapp : pegastore.id/whatsapp
Whatsapp Service : pegastore.id/service