Jl. C. Simanjuntak No. 37, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta
Hai, !
Keranjang
Keranjang
0
Riwayat Riwayat Riwayat Transaksi Profil Profil Profil Saya Wishlist Wishlist Wishlist Logout

LPL & Schwab Jatuh karena AI. Haruskah Investor RI Khawatir?

23-02-2026

Saham perusahaan pialang dan wealth management Amerika Serikat mengalami penurunan tajam pada 10–11 Februari 2026 setelah pasar bereaksi terhadap kabar disrupsi kecerdasan buatan. Pergerakan ini dipicu peluncuran fitur AI tax planning baru dari Altruist, sebuah platform fintech yang dinilai mampu mengotomatisasi pekerjaan bernilai tinggi. Menurut laporan Investors Business Daily (2026), alat bernama Hazel itu mampu menganalisis dokumen pajak dan menyusun strategi perpajakan klien hanya dalam hitungan menit.

Reaksi pasar cukup agresif. LPL Financial anjlok sekitar 11 %, sementara Charles Schwab turun sekitar 10 % pada hari yang sama (Business Insider, 2026). Saham Raymond James serta pemain besar lainnya juga ikut tertekan, sebagaimana dilaporkan CPA Trendlines (2026). Sentimen negatif ini berasal dari kekhawatiran bahwa AI mampu mengambil alih layanan yang sebelumnya menjadi pilar pendapatan para pialang tradisional, terutama terkait konsultasi pajak dan manajemen dokumen.

Fenomena ini sebenarnya mengikuti gelombang sell-off sektor perangkat lunak global beberapa minggu sebelumnya. Artikel Investing.com (2025) mencatat bahwa penurunan harga saham software dipicu perbedaan antara ekspektasi besar terhadap AI dan realisasi bahwa teknologi tersebut belum sepenuhnya memberi dampak finansial langsung. Pelaku pasar mulai menuntut bukti, bukan sekadar narasi.

Di sisi lain, sejumlah analis menilai aksi jual kali ini merupakan overreaction. Whalesbook (2026) mencatat bahwa perusahaan-perusahaan besar seperti Schwab, Fidelity, dan LPL memiliki keunggulan yang sulit ditandingi pemain baru: jaringan nasabah luas, data bernilai tinggi, regulasi kuat, dan pengalaman industri bertahun-tahun. Bahkan, CEO Schwab dalam wawancaranya dengan Barron’s (2026) menyatakan bahwa perusahaan telah menggunakan AI untuk mempercepat layanan seperti estate planning dan meningkatkan efisiensi customer service. Dengan kata lain, AI bukan musuh, tapi alat baru.

AI: Ancaman atau Evolusi?

Startup seperti Altruist menempatkan AI pada layanan yang selama ini mahal—misalnya analisis pajak dan manajemen dokumen hukum. Kecepatan menjadi kuncinya. Dalam konteks ini, AI membuat proses yang sebelumnya dikerjakan analis selama berjam-jam, bisa tuntas hanya dalam menit (CPA Trendlines, 2026).

Hal semacam ini jelas mengusik pasar. Jika AI bisa mengotomatisasi pekerjaan yang high-fee, investor khawatir margin keuntungan perusahaan tradisional akan turun.

Namun, sebagaimana disampaikan Whalesbook (2026), perusahaan besar tetap punya pondasi kokoh. Keahlian manusia, kredibilitas, pengawasan regulasi, serta hubungan jangka panjang dengan klien tetap menjadi nilai yang sulit digantikan.

Relevansinya bagi Investor Indonesia

Banyak investor Indonesia mungkin bertanya-tanya: apakah kejadian ini berdampak pada pasar lokal? Jawabannya: ya, tapi tidak secara langsung. Dampaknya bersifat sentiment-driven dan lebih mengarah pada persepsi terhadap teknologi.

Pertama, disrupsi AI adalah fenomena global. Sektor fintech Indonesia—mulai dari digital lending, brokerage online, sampai robo-advisor—juga semakin mengadopsi teknologi serupa. Polarisasi antara perusahaan yang cepat mengadopsi AI dan yang lambat akan semakin terasa beberapa tahun ke depan.

Kedua, peluang baru terbuka. Menurut analisis Investing.com (2025), sektor yang paling diuntungkan dari perkembangan AI bukan justru pialang, tetapi cloud computing, pusat data, penyedia chip dan accelerator AI, dan layanan keamanan siber. Investor Indonesia yang memiliki diversifikasi ke saham global tentu bisa melihat dinamika ini sebagai peluang jangka panjang.

Ketiga, pasar sering bereaksi berlebihan dalam jangka pendek. Penurunan tajam akibat berita bukan berarti fondasi perusahaan rusak. Banyak perusahaan baru mengalami hype, sementara perusahaan lama masih butuh waktu beradaptasi.

Hazel dan Dampaknya

Pada 10 Februari 2026, fitur Hazel milik Altruist viral di media sosial Amerika. Di platform X (Twitter), beberapa analis pajak memamerkan bagaimana Hazel mampu memetakan potongan pajak, risiko audit, dan rekomendasi strategi hanya dari unggahan PDF. Video pengujian yang diunggah @TechCPAUSA (10/02/2026) menunjukkan laporan yang biasanya selesai 2–3 jam, kini beres dalam 2–3 menit.

Meski begitu, beberapa penasihat keuangan berpendapat bahwa Hazel hanya menggantikan pekerjaan administratif, bukan konsultasi pengambilan keputusan strategis, yang masih membutuhkan akuntabilitas manusia.

Berdasarkan informasi yang diberikan tentang Hazel ini memperlihatkan dua hal penting yakni AI mempercepat eksekusi, bukan menggantikan hubungan manusia serta perusahaan yang mampu mengintegrasikan AI cenderung lebih relevan dalam jangka panjang.

Strategi Pintar untuk Investor RI

Panik bukan strategi. Reaktif juga bukan solusi. Berikut pendekatan yang dapat dipertimbangkan:

1. Fokus pada fundamental. Harga saham bisa turun karena sentimen, bukan kinerja keuangan.

2. Diversifikasi, jangan all-in. AI menciptakan pemenang baru, tetapi juga merombak peta industri.

3. Perhatikan sektor pendukung AI. Cloud, data center, semikonduktor, dan keamanan siber berpotensi menjadi sektor yang bertumbuh cepat.

4. Jangan abaikan perusahaan mapan yang adaptif. Perusahaan besar seperti Schwab menunjukkan resilience lewat investasi AI internal.

Penurunan harga saham LPL, Charles Schwab, dan pialang besar lainnya memang membuat pasar cemas. Namun, AI bukan hanya ancaman—ia adalah fase transisi menuju model bisnis baru yang lebih efisien. Untuk investor Indonesia, momentum ini adalah kesempatan untuk memahami arah ekonomi digital global dan memposisikan portofolio dengan lebih strategis.

Selama perusahaan mampu mengadaptasi AI, bisnis tidak runtuh—mereka berevolusi. Dan bagi investor yang siap belajar, fase inilah yang sering melahirkan peluang terbesar.



Kunjungi website Pegastore untuk info produk
pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:

Instagram: pegastore.id/instagram 

Tiktok : pegastore.id/tiktok 

Whatsapp : pegastore.id/whatsapp

Whatsapp Service : pegastore.id/service

Maskot Pegastore
loading
Pegastore icon
Live Chat