

Untuk dekade terakhir, pasar memory DRAM (Dynamic Random Access Memory) — komponen vital di PC, laptop, server, dan AI — dikuasai oleh tiga raksasa: Samsung (Korea), SK Hynix (Korea), dan Micron (AS). Mereka menguasai lebih dari 90% pangsa pasar global sampai 2024. Namun, peta kompetisi kini mulai berubah karena CXMT, produsen memori dari China, menunjukkan lonjakan produksi dan ambisi global yang serius. (The News International, 2025)
Siapa CXMT dan Kenapa Perkembangannya Penting?
ChangXin Memory Technologies (CXMT) didirikan pada 2016 dan merupakan pembuat memori DRAM terbesar di China saat ini. Berkat dukungan modal besar dari investor nasional dan perusahaan teknologi lokal, CXMT telah mengembangkan roadmap produk yang kini mulai melibatkan DDR5 dan LPDDR5 — teknologi memori terbaru yang digunakan di PC dan server modern.
CXMT mengoperasikan tiga pabrik DRAM 12-inch di Hefei dan Beijing (China), berfokus pada produksi massal dan peningkatan kapasitas untuk mendekati kemampuan produsen besar lain. (The News International, 2025)
Momentum dan Perubahan Struktur Pasar DRAM
Dalam beberapa tahun terakhir, CXMT mempercepat produksi DRAM secara signifikan. Volume produksi mereka meningkat lebih dari 60% hanya dalam satu tahun, dari sekitar 1,62 juta wafer menjadi 2,73 juta wafer di 2025, menempatkannya semakin dekat dengan rival yang lebih besar. (Chosunbiz, 2025)
Lompatan ini berpotensi mengubah pasar yang sebelumnya didominasi tiga pemain besar menjadi struktur “Big Three + 1” dalam 1–2 tahun mendatang. (DIGITIMES Asia, 2025). Lebih jauh lagi, beberapa analis memperkirakan bahwa CXMT bisa menguasai sebesar 10–15% pangsa pasar global DRAM pada akhir 2025 — sebuah lompatan sangat signifikan dari kurang dari 2% hanya beberapa tahun lalu. (Tom's Hardware, 2024)
Teknologi vs Skala: Tantangan yang Masih Ada
Walaupun produksi melonjak, CXMT masih mengandalkan proses fabrikasi yang relatif lebih tua dibandingkan Samsung dan SK Hynix yang menggunakan teknologi EUV (Extreme Ultra Violet). Tanpa akses penuh ke alat fabrikasi paling maju karena pembatasan teknologi global, beberapa perangkat CXMT — terutama DDR5 — masih kurang optimal dari sisi bit density dan efisiensi daya jika dibandingkan dengan produk top tier. (Chosun Daily, 2024)
Namun, kabar dari komunitas pengguna menunjukkan bahwa DDR5 produksi CXMT telah diuji pada beberapa modul dan menunjukkan angka performa menarik di kelasnya, misalnya kecepatan hingga 8000 MT/s dalam beberapa sampel awal. (Reddit, 2025)
Apa Arti Semua Ini untuk Harga & Konsumen?
Salah satu dampak paling nyata dari gelombang produksi baru ini adalah potensi penurunan harga RAM secara global. Beberapa thread komunitas PC builder bahkan menyebut bahwa modul 32 GB DDR5 dari CXMT bisa dijual sekitar USD 138 (~Rp 2 jutaan) — jauh di bawah harga pasar pada awal 2026 yang berkisar USD 300–400 (Reddit, 2026). Ini bukan sekadar angka spekulatif. Ketika produsen baru masuk dan volume meningkat, hukum ekonomi sederhana berlaku: lebih banyak pasokan → tekanan turun pada harga jual. Situasi ini mirip dengan dinamika harga SSD atau NAND beberapa tahun lalu ketika pemain-pemain China ikut memproduksi massal.
Geopolitik & Respons Industri Global
Ada sisi lain dari cerita ini: beberapa OEM global — termasuk HP, Dell, Acer, dan Asus — tengah mempertimbangkan penggunaan DRAM buatan China sebagai sumber cadangan untuk mengatasi gangguan pasokan dari tiga besar tradisional. (Tom's Hardware, 2026)
Langkah ini bukan tanpa resiko: ada kekhawatiran tentang certification, kompatibilitas, dan hambatan aturan ekspor di beberapa negara. Namun, ide ini menunjukkan betapa pentingnya diversifikasi rantai pasok di era kelangkaan chip. (Reuters, 2026)
Bayangkan sebuah workstation hybrid yang digunakan kreator konten dan pengembang AI lokal. Tanpa cukup RAM DDR5 yang terjangkau, tugas berat seperti rendering 3D atau modeling AI kecil bisa terganggu oleh harga RAM yang melonjak. Kehadiran DRAM dari CXMT bisa menurunkan biaya upgrade RAM dua kali lipat, menjadikan konfigurasi 64 GB atau lebih financially feasible untuk pelaku kreator independent.
Atau bayangkan sebuah startup game developer yang perlu server untuk playtesting multiplayer. Turunnya harga modul memori berarti lebih sedikit anggaran tertahan di hardware — sumber daya bisa dialihkan ke lisensi software atau pemasaran.
Pergerakan CXMT dari produsen domestik menjadi pesaing global mencerminkan dua hal. Pertama, skalabilitas dan ambisi teknologi China dalam semikonduktor. Kedua, tekanan nyata pada struktur pasar DRAM global yang telah mapan selama puluhan tahun.
Efek nyata yang mungkin terasa di masyarakat luas adalah harga RAM yang lebih kompetitif, opsi pemasok lebih beragam, dan mungkin model bisnis baru yang menciptakan inovasi produk lebih cepat.
Perubahan ini bisa menjadi angin segar bagi konsumen Indonesia yang selama ini menghadapi harga memori tinggi dan pasokan yang terkadang fluktuatif. Pasar DRAM sedang dalam fase reshaping — dan CXMT adalah salah satu nama yang paling layak diperhatikan. (DIGITIMES Asia, 2025)
.png)
Kunjungi website Pegastore untuk info produk pegastore.id atau follow media sosial Pegastore untuk mendapat info penawaran lainnya:
Instagram: pegastore.id/instagram
Tiktok : pegastore.id/tiktok
Whatsapp : pegastore.id/whatsapp
Whatsapp Service : pegastore.id/service